Friday, September 30, 2016

Khotbah Jum'at: UJIAN SEKOLAH


Khotbah Jumat, 18 Rajab 1433 H / 08 Juni 2012 M
Khotbah Pertama:
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ تعالَى حمدًا طيبًا مُباركًا فيهِ كمَا يُحبُّ ويرضَى، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وعلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً[([1]).
Kaum mukminin ; anak keturunan termasuk nikmat Allah yang paling besar yang diberikan kepada kita, mereka adalah hiasan hidup dan buah hati kita, Allah berfirman:
المَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia” (Al Kahf (18) : 46), saat mereka kecil, mereka penambah kebahagiaan keluarga, saat mereka besar, mereka menjadi pembantu kita, mereka pembawa nama baik kita, penenang jiwa kita, penghibur hati kita saat kita bercengkrama dengan mereka, usia kita semakin indah saat menemani mereka, dan cita-cita kita bergantung pada mereka, Nabi Ibrahim AS berdoa pada Tuhannya:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ* فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيمٍ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. “(As Shaffat (37) : 100-101).
Nabi Zakaria berdoa kepada Allah, seperti dituturkan oleh Al Quran:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (Ali Imran (3) : 38)
Anak shaleh adalah simpanan bagi kedua orang tuanya di dunia dan akhirat, Rasulullah Saw bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"
Bila manusia meninggal terputus darinya semua amalannya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya" (Muslim 1631).
Untuk menjadikan anak kita anak shaleh maka hendaknya mendidiknya dengan ilmu yang bermanfaat, karena dengan ilmu satu bangsa akan maju, dengan kesungguhan dan kerja keras semangat akan bangkit, orang yang belajar akan terangkat derajatnya, semua makhluk akan memintakan ampunan untuknya, ilmu adalah cahaya yang dapat mengusir kegelapan dan melukiskan kedamaian, karenanya perintah pertama yang diterima oleh Rasulullah adalah perintah ; اقْرَأْ "bacalah" (Al 'Alaq 1).
Hamba Allah; pada hari-hari ini, anak-anak kita sedang bersiap-siap menghadapi ujian, agar mereka mampu memetik buah kesungguhan mereka selama setahun penuh, dan kami ingatkan kepada para siswa-siswi, mahasiswa dan mahasiswi hendaknya kalian berpegang teguh pada ketakwaan, karena ia jalan yang akan menghantarkan ke surga, ia penyelamat dari segala perkara yang susah dan jalan keluar dari kesempitan hati, Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (At Thalaq (65) : 4).
Takwa mengharuskan seorang pelajar mengenal Allah, baik dalam susah dan senang, didalam sebuah hadits disebutkan:
تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِى الشِّدَّةِ
"Kenalilah Dia (Allah) saat senang maka Dia akan mengenalmu saat susah" (Ahmad 2857). Barang siapa yang selalu bersama Allah dalam segala kondisi maka Allah akan menjadi penanggungnya, dan Allah akan memberikan taufiq dan kelulusan dalam belajarnya dan akan diberikan kemudahan dan kelulusan pada masa ujiannya dan masyarakat dan negaranya akan mendapatkan manfaat darinya.
Tawakkal dan mengambil sebab akibat merupakan dua hal yang dapat membantu seorang pelajar untuk sukses, Allah berfirman:
قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri” (Az Zumar (39) : 38). Dengan bertawakkal kepada Allah disertai usaha belajar dengan sungguh-sungguh maka keberuntungan akan digapai, dan dengan semangat dan ketabahan kesuksesan akan datang menjelang, Rasulullah Saw berwasiat kepada Fatimah RA untuk selalu berdzikir:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
"Wahai yang Maha Hidup, wahai yang Maha Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah kondisiku semua dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu” (An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubro 9/212).
Kaum muslimin dan diantara bentuk tawakkal yang baik kepada Allah dan juga termasuk dalam kategori mengambil usaha sebab akibat, para siswa dan siswi hendaknya menggunakan di pagi hari untuk belajar, karena waktu yang tepat untuk beraktifitas,, karenanya Rasulullah berdoa dan bersabda:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
"Ya Allah berilah keberkahan pada ummatku dipagi harinya"(Abu Daud 2606).
Seorang pelajar jangan sampai lupa untuk bersiap-siap menghadapi ujian dengan memperbanyak dzikir kepada Allah dan berdoa seperti doa Nabi Musa AS:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي* وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي* وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي* يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”(Thaha (20) ; 25-28).
Bila Anda menghadapi kesusahan maka berdoalah dengan doa yang diajarkan oleh Nabi SAW:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً
"Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali sesuatu yang telah Engkau menjadikannya mudah" (Shahih Ibnu Hibban 3/255). Dan para pelajar kita yang terhormat hendaknya selalu menghargai ilmu, menghargai kedudukan buku dengan tidak merobek-robeknya, merusaknya atau menghinanya, jauhkan dari meletakkannya ditempat yang tidak layak, karena didalamnya terdapat nama Allah, Allah berfirman:
ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى القُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (Al Hajj (22) : 32).
Ya Allah berilah kelulusan pada anak-anak kami, dan jadikan mereka anak-anak yang sukses dan beruntung, keberkahan dan kebaikan pada mereka, dan berilah taufiq kepada kami dan kepada mereka untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dan ketahuilah bahwa ujian ini dapat membawa rasa takut pada para siswa-siswi, dan kepada para guru berikan suasana ketenangan kepada mereka dengan ungkapan dan arahan yang baik, Allah berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْناً
“serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Al Baqarah (2): 83).
Wahai para bapak ibu, berilah arahan dan perhatain kepada anak-anak kalian pada masa-masa ujian seperti ini, temanilah mereka belajar, kondisikan suasana yang tepat agar mereka dapat belajar dan mewujudkan kesuksesan mereka, berikan mereka dorongan dan ketentraman pada mereka, doakan mereka karena inilah yang sangat bermanfaat bagi mereka, Allah berfirman:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Furqan (25) : 74).
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ ارزُقْ أبناءَنَا العلمَ وانفَعْهُمْ بِمَا علَّمْتَهُمْ، وانفَعْ بِهِمُ البلادَ والعبادَ، وبارِكْ فِي أوقاتِهِمْ وأعمارِهِمْ وسعْيِهِمْ وسدِّدْ خُطاهُمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ،وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).


([1]) النساء : 1.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.

([4]العنكبوت :45.

No comments:

Post a Comment