Khutbah Jumat, 21 Jumadil Ula 1433 H / 13 April 2012 M
Khotbah Pertama:
الحمدُ
للهِ علَى آلائِهِ ونعمائِهِ، وكبيرِ فضلِهِ وامتنانِهِ، نحمدُهُ سبحانَهُ
وتعالَى كمَا ينبغِي لجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا
مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ،
امتنَّ اللهُ تعالَى بهِ علَى المؤمنينَ، وبعثَهُ رحمةً للعالمينَ، صلَّى
اللهُ وسلَّمَ وبارَكَ عليهِ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ
تَبِعَهُمْ بإِحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ
عبادَ اللهِ بتقوَى اللهِ وطاعتِهِ، يقولُ اللهُ سبحانهُ وتعالَى:]
فَاتَّقُواْ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ[([1])
Kaum muslimin;
Allah memerintahkan kita untuk bersyukur kepada-Nya atas segala
nikmat-Nya, firman Allah: “Dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya
kepada-Nya saja menyembah”(An Nahl 114).
Dan salah satu bentuk
syukur atas nikmat Allah adalah mengingatnya dan menceritakannya, Allah
berfirman : “Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan. “(Al A'raf 69) dan Allah telah memerintahkan nabi-Nya
dalam firman-Nya: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu
menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)" (Ad Dhuha 11).
Umar bin Abdul Aziz berkata: mengingat nikmat adalah bentuk syukur (Syu'bul Iman karangan Al Baihaqi 4/102).
Dan
nikmat yang paling agung dimana kita hidup dan hendaknya selalu diingat
adalah nikmat ketentraman dan kemakmuran, Nabi Ibrahim AS telah berdoa
untuk negara dan keluarganya : "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini
(Makkah), negeri yang aman”(Ibrahim 35).
Dan Allah telah
melimpahkan nikmat ini kepada Quraisy dalam firman-Nya: “Maka hendaklah
mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi
makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka
dari ketakutan” (Quraisy 3-4).
Betapa besar nikmat ini,
dimana manusia berteduh dibawahnya, dan betapa banyak usaha manusia
untuk dapat menikmati nikmat kemapanan dan ketentraman, dan Al Quran
telah menjelaskan pengaruh ketentraman terhadap kebudayaan dan
kemakmuran, Allah berfirman: “Dan apakah Kami tidak meneguhkan
kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang
didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam
(tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui. “(Al Qashash 57).
Sesungguhnya
nikmat ketentraman dan kemajuan yang kita nikmati sekarang ini merupakan
buah dari keadilan dan ketenangan di negara kita yang penuh berkah ini.
Kaum
mukminin ; dan diantara nikmat Allah yang sangat besar yang harus
selalu kita sebut dan harus disyukuri adalah nikmat kasih sayang dan
cinta kasih antar manusia, Allah berfirman: “Dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka
Allah mempersatukan hatimu “(Ali Imran 103).
Kesatuan
hati merupakan nikmat yang dapat merubah masyarakat dari perceraian
menuju saling tolong menolong, dari perpisahan menuju persatuan, dari
kelemahan menuju kekuatan, dari kesengsaraan menuju kebahagiaan, dan
nikmat ini bisa didapat dengan mengorbankan sesuatu yang paling
berharga, firman Allah : “Dan Yang mempersatukan hati mereka
(orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan)
yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati
mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya
Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Anfal 63).
Hamba
Allah ; dan diantara nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kita adalah
bahwa Dia telah memberikan pemimpin yang terbaik diantara kita, seorang
pemimpin yang kita cinta dan mencintai kita, yang kita doakan dan
mendoakan kita, Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baik pemimpin kalian
adalah mereka yang mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka
berdoa untuk kalian dan kalian berdoa untuk mereka" (Muslim 1855).
Mereka telah memimpin perjalanan Emirate pada masa yang dipenuhi oleh
tantangan, mereka mampu mencetak kesuksesan dan menorehkan sejarahnya,
sehingga negara Emirat menjadi tempat yang aman, damai dan dipenuhi
dengan kehormatan terhadap manusia, maka tidak heran bila Emirate
menempati posisi bangsa yang paling bahagia diantara negara-negara arab
lainnya, karena pemimpinnya yang bijak selalu berusaha mewujudkan
kebahagiaan warga negaranya, hingga terwujud nilai kasih sayang dan
kekompakan antara rakyat dan pemimpinnya, yang kemudian meningkat dalam
pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat
bagi mereka, membahagiakan mereka dan memberikan rasa gembira pada hati
mereka, sehingga dengannya diterima cinta Allah,
Nabi SAW bersabda :
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi
manusia, dan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan rasa
gembira pada hati seorang muslim" (At Thabrany dalam Al Mu'jam Al Kabir
12/453)
Kaum mukminin; sesungguhnya kemajuan negara
kita ini yang sekarang berada sebanding dengan negara-negara maju
lainnya dan menempati peringkat pertama dalam kemakmuran dibanding
negara-negara arab lainnya, serta ketentraman dan penghormatan terhadap
kemanusiaan mewajibkan kita untuk berbakti dan setia, maka hendaknya
kita tegaskan kembali kesetiaan dan kepercayaan kita kepada negara
pemurah ini, dan hendaknya kita berdiri dalam satu barisan dibelakang
pemimpin kita, menjauhkan diri dari keterpecah belahan, dan diantara
hak-hak negara ini yang ada dipundak kita adalah memperkuat pertalian
kita dengannya, mencintai dan menjaganya, hal itu dapat terwujud dengan
keikut sertaan semua dalam pembangunannya, dan setiap pribadi hendaknya
berbuat sesuai kemampuannya untuk melestarikan pencapaian-pencapaiannya
dan melindungi keberhasilannya, negara adalah warisan dan kepanjangan
dari kehidupan para nenek moyang kita, ia adalah amanat dipundak kita
semua, dan kewajiban kita adalah menjaganya karena kita akan ditanya
kelak dihadapan Allah,
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah
akan menanyakan setiap pemimpin atas kepemimpinannya, apakah ia
menunaikannya atau menyia-nyiakannya”(Musnad Abu Ya’la 4/384).
Ya
Allah, langgengkan nikmat ketentraman dan ketenangan kepada kami, dan
berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau
perintahkan untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu : “Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ
لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ
والذكْرِ الحكيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي
هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ
الرحيمُ.
Khotbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ
العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ
لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ
وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى
أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum
mukminin; dan salah satu bentuk syukur dan mengingat nikmat adalah
dengan menanamkan pada jiwa anak-anak kita kecintaan pada negera mereka
dan berpegang teguh jati diri mereka, mendidik mereka untuk berbakti dan
ikhlas dalam melestarikan pencapaian-pencapaian negara ini, dan
membesarkan mereka dalam bertanggung jawab kepada negera mereka dengan
penuh kejujuran dan amanah, yaitu dengan cara menuntut ilmu, bekerja
dengan tekun, bekerja sama dalam menyebarkan kebaikan kepada masyarakat
mereka dan membalas kebaikan dengan kebaikan, Allah berfirman : “Tidak
ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” (Ar Rahman 60).
عبادَ
اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ
بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2])
وقالَ رسولُ اللهِ r:« مَنْ صَلَّى
عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3]) اللَّهُمَّ
صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ
وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ
أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ
الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ
ارْزُقْنَا الإِنَابَةَ إليكَ وَالْوَجَلَ مِنْكَ، وَالرَّجَاءَ لَكَ،
وَالثِّقَةَ بِكَ، وَالتَّوَكُّلَ عَلَيْكَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ،
وَالدُّعَاءَ الْمُسْتَجَابَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ
رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ،
وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ
بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا
ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا
إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ
قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن
زايد وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ
حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ
للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ
انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ
آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ
عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ
مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ
والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ
مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ
مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ. اللَّهُمَّ اسقِنَا
الغيثَ ولاَ تجعَلْنَا مِنَ القانطينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا منْ بَرَكَاتِ
السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لنَا منْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اللَّهُمَّ
أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ
الْمُسْلِمِينَ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ
علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى
عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ
يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1521
([1]) آل عمران : 123.
([2]) الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]) العنكبوت :45.
.
No comments:
Post a Comment