Khotbah Jumat, 07 Jumadil Ula 1433 H / 30 Maret 2012 M
Khotbah Pertama:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الْمُبدئِ الْمُعيدِ، ذِي العرشِ المجيدِ، الفعَّالِ لِمَا يريدُ،
أمرَ عبادَهُ بالتقْوَى، وأثابَهُمْ عليهَا جنةَ المأوَى، أحمدُهُ تعالَى
حمداً كثيراً طيبًا مُباركًا فيهِ كمَا يُحبُّ ويرضَى، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وعَدَ المتقينَ بزيادةِ
الحسناتِ، وعُلوِّ الدرجاتِ، وتكفيرِ السيئاتِ، وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا
ونبيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، فاللهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ
وبارِكْ علَى سيدِنَا مُحمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ
تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أَمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ
عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ[([1]).
Kaum
mukminin ; takwa merupakan wasiat Allah kepada orang-orang terdahulu dan
berikutnya, Allah berfirman : “Dan sungguh Kami telah memerintahkan
kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada
kamu; bertakwalah kepada Allah” (An Nisa' 131). Dan Rasulullah Saw
berwasiat dengan ketakwaan kepada para sahabatnya, sabdanya : "Hendaknya
kalian bertakwa kepada Allah"(Ibnu Majah 42), takwa merupakan derajat
keimanan yang tertinggi, ia adalah kata agung yang mencakup semua sisi
kebaikan dan kebajikan, ia adalah perasaan hati yang ada pada seseorang
yang membuat seseorang menjauh dari yang ditakutkan dan dilarang, dan
takwa kepada Allah merupakan penghalang antara anda dan amarah, murka
dan azab Allah, dan kita tidak akan mendapatkan penghalang ini kecuali
dengan mengamalkan perintah dan menjauhi larangan-Nya, Abdullah bin
Mas'ud RA ditanya tentang takwa kepada Allah, lalu ia menjawab : takwa
adalah mentaati Allah dan tidak bermaksiat kepada-Nya, mengingat Allah
dan tidak melupakan-Nya dan bersyukur kepada Allah dan tidak
mengingkari-Nya (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/163)
Umar
bin Abdul Aziz RA berkata : takwa Allah tidak hanya dengan berpuasa di
siang hari, shalat malam dan gabungan antara keduanya, akan tetapi takwa
kepada Allah adalah meninggalkan yang diharamkan Allah dan menunaikan
yang diwajibkan Allah" (Al Baihaqi, Az Zuhd 1/351)
Dan
jalan untuk mendapatkan takwa adalah dengan selalu merasa diawasi oleh
Tuhanmu dalam setiap gerak dan diammu, menjalankan setiap yang
diperintahkan dan menjauh dari setiap yang dilarang, karena manusia
terkadang lalai dan lupa terhadap Allah, sehingga terjebak dalam
kemaksiatan, maka bila Anda mengingat pengawasan Allah, dan merasa
selalu diperhatikan oleh Allah maka ketakwaan itu akan datang kembali
kepadanya, sehingga pengawasan ini dapat mencegah dari ketergelinciran,
firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka
ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu
juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Al A’raf 201), dalam hal
ini takwa menjadi penghalang seorang hamba dengan kemaksiatan kepada
Allah.
Hamba Allah ; dan diantara jalan untuk
mendapatkan ketakwaan adalah kewara'an dan meninggalkan syubhat, dan
terkadang disebabkan oleh tipuan kehidupan, sebagian orang tidak
mempedulikan hal-hal yang syubhat, sehingga tidak ada penghalang
antaranya dan perbuatan haram sehingga ia terjatuh didalamnya, karenanya
Rasulullah Saw memperingatkan : "Seorang hamba tidak akan sampai pada
tingkatan orang-orang yang bertakwa sehingga ia meninggalkan hal yang
diperbolehkan karena takut terjebak dalam hal yang tidak diperbolehkan"
(At Tirmidzi 2451)
Juga kejujuran seorang hamba terhadap Allah,
yaitu yang diwujudkan dengan niat yang ikhlas, ibadah yang baik, tidak
mengharapkan dalam ketaatannya kecuali Allah semata, kejujurannya
terhadap dirinya dengan menyamakan yang terlihat dengan yang tidak
terlihat, kejujurannya terhadap orang lain dalam ucapan dan
tindakannya, firman Allah : “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad)
dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Az Zumar
33)
Kaum muslimin ; bila takwa sudah tertanam dalam
hati, dan tampak dalam ucapan dan perbuatan, ia akan membuahkan
keutamaan dan manfaat yang sangat banyak, diantaranya : bahwa Allah akan
memudahkan seorang hamba dengan takwanya segala perkara yang sulit,
firman Allah : “Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya
Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (At Thalaq 4)
Bahwa
Allah akan memberikan jalan keluar dari segala bencana yang menimpa dan
membuka pintu dan penyebab rezeki, Allah berfirman : “Barang siapa yang
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke
luar, dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya” (At
Thalaq 2), takwa menjadi penyebab didapatinya kebaikan dan turunnya
keberkahan, firman Allah : “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri
beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka
berkah dari langit dan bumi” (Al A'raf 96)
Sebagaimana
ia menjadi jalan menuju keberuntungan di dunia dan akhirat, firman Allah
: “Dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung” (Al Baqarah 189)
Dan
diantara buah dari ketakwaan adalah : bahwa Allah akan menyelamatkan
seorang hamba dari keburukan dan menjaganya dari kehancuran, firman
Allah : “Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena
kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak
pula) mereka berduka cita”(Az Zumar 61). Sebagaimana ia dapat menghapus
keburukan dan menambah kebaikan, firman Allah : “Dan barang siapa yang
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya
dan akan melipat gandakan pahala baginya” (At Thalaq 5)
Dan
buah ketakwaan yang paling agung adalah seorang hamba akan mendapatkan
cinta Allah kepadanya, ia merasa senang selalu dekat dengan Tuhannya,
firman Allah : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
(At Taubah 4), maka bila Allah telah mencintai seorang hamba Dia akan
memilihnya, mendekatkan kepada-Nya, sehingga hamba tersebut mendapatkan
ridha Allah dan akan menikmati surga-Nya dan menjadi penghuninya, firman
Allah : “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam
taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan
Yang Berkuasa” (Al Qamar 54-55)
Ya
Allah berikan kepada jiwa-jiwa kami ketakwaan kepada-Mu, dan sucikan
dia, Engkaulah sebaik-baik Dzat Yang Menyucikan jiwa, Engkaulah
Pelindung dan Penolongnya, Ya Allah berilah kami taufiq untuk
mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau diperintahkan untuk
ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu : “Hai orang-orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di
antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ
العظيمِ ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ
وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ عليه الصلاة والسلام أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khotbah Kedua:
الحَمْدُ
للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ
صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ
وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
Hamba Allah ; ketahuilah bahwa seorang yang
mendapatkan rezeki ketakwaan maka hatinya akan dipenuhi oleh kebahagiaan
di dunia dan ia termasuk manusia yang paling mulya di sisi Allah,
dikatakan : wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulya ?
Beliau menjawab : yang paling bertakwa diantara mereka” (Bukhari 3353)
Sebagaimana
bila takwa itu telah didapat, maka akan membawa kebaikan dan keutamaan
pada individu dan masyarakat, pekerja yang bertakwa akan bekerja dengan
tekun dan menunaikan tugas kerjanya dengan baik dan menjaga hak pemilik
kerja, kedua orang tua yang bertakwa kepada Allah akan mendidik
anak-anaknya dengan baik, melindungi mereka dan membesarkan pada
lingkungan yang baik, pedagang bila bertakwa kepada Allah akan berlaku
jujur saat jual beli sehingga terwujud keberkahan dan pertumbuhan harta
dan ia dan pembeli akan mendapatkan keberkahan, dan takwa menjadi
sebaik-baiknya bekal, firman Allah : “ Berbekallah, dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku wahai
orang-orang yang berakal”(Al Baqarah 197)
Abdullah bin Mas'ud RA
berkata : "Sesungguhnya salah satu diantara kalian akan tetap dalam
kebaikan selama bertakwa kepada Allah"(Bukhari 2964).
عبادَ اللهِ:
إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ
بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ عليه الصلاة والسلام :«
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ
صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ
وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ
أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ
الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ
ارْزُقْنَا التقْوَى والإِنَابَةَ إليكَ وَالْوَجَلَ مِنْكَ، وَالرَّجَاءَ
لَكَ، وَالثِّقَةَ بِكَ، وَالتَّوَكُّلَ عَلَيْكَ، وَالْعَمَلَ
الصَّالِحَ، وَالدُّعَاءَ الْمُسْتَجَابَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ
مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ
كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ
لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ
فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ،
وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ
الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ
الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ
والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم،
وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ
اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا
ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ
لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي
مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا
نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ
وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا،
وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ
اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ اسقِنَا الغيثَ ولاَ تجعَلْنَا مِنَ القانطينَ،
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا،
اللَّهُمَّ اسْقِنَا منْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لنَا منْ
بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا
اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1500
([1]) آل عمران : 102.
([2]) الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]) العنكبوت :45.
No comments:
Post a Comment