Khotbah Jumat, 14 Jumadil Ula 1433 H / 06 April 2012 M
Khutbah Pertama:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ سبحانَهُ علَى نِعَمِهِ الكثيرةِ حمدًا
يليقُ بجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ
وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ
ورسولُهُ، القائل r:« سَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، فَإِنَّ
أَحَداً لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْراً مِنَ الْعَافِيَةِ »([1])
فاللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ
وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا
بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، وأحثُّكُمْ
علَى طاعتِهِ، قَالَ سبحانَهُ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ
فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا[([2]).
Kaum muslimin ; Allah telah
memberikan nikmat yang sangat banyak dan tak terhitung kepada kita,
Allah berfirman : “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya
kamu tak dapat menentukan jumlahnya”(An Nahl 18). Dan diantara nikmat
yang paling besar adalah kesehatan, yaitu manusia terselamatkan dari
segala penyakit dan bala’ pada akal, badan, keluarga dan anaknya, dan
ini merupakan salah satu penyebab kebahagiaan seseorang di dunianya,
maka barang siapa mendapatkannya, maka ia telah mendapatkan kebaikan yang
banyak, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa diantara kalian aman di
rumahnya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka
seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya” (At
Tirmidzi 2346)
Nikmat kesehatan merupakan hal yang
pertama kali dipertanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat,
Rasullah SAW bersabda : “Sesungguhnya hal yang pertama kali
dipertanyakan pada hari kiamat –pada seorang hamba- adalah mengenai
nikmat, dikatakan kepadanya : tidakkah Kami telah memberikan kesehatan
pada jasmanimu dan menyegarkanmu dengan air dingin” (At Tirmidzi 3358)
Dan
karena agungnya nikmat kesehatan maka nabi selalu mempertanyakan pada
dirinya setiap hari, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA : bahwa Rasulullah
Saw tidak pernah meninggalkan doa-doa tersebut ketika sore dan pagi : Ya
Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kesehatan di dunia dan akhirat,
ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan pada
agama, dunia, keluarga dan hartaku, ya Allah tutupilah auratku”(Abu Daud
5074)
Rasulullah Saw mengajarkan pada sahabatnya untuk
memohonnya, ada seseorang yang masuk Islam maka Nabi mengajarkannya
shalat, kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan : ya Allah
ampunilah aku, kasihilah aku dan berilah petunjuk kepadaku, berilah
kesehatan dan rezeki kepadaku” (Muslim 2697).
Dan diantara dzikir
sebelum tidur adalah : Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan
diriku, dan Engkau-lah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya
milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Apabila
Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
keselamatan kepada-Mu” (Muslim 2712)
Hamba
Allah ; untuk memelihara nikmat kesehatan maka Islam mengajarkan
beberapa etika yang dapat mencegah manusia dari beberapa penyebab
penyakit dan melanggengkan kesehatannya, diantara adalah bersuci,
membersihkan diri dan mandi, berwudlu, gosok gigi (bersiwak),
berkumur-kumur, membersihkan hidung dengan air dan menghilangkan
najasah, dan semua bentuk preventif lainnya, Rasulullah telah berpesan
kepada kita untuk selalu menggunakan nikmat ini dengan sebaik-baiknya,
sabda Rasulullah : “Jaga 5 hal sebelum datangnya 5 hal, sehatmu sebelum
sakitmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu, lapangmu sebelum
sempitmu dan hidupmu sebelum matimu” (Al Baihaqi dalam sunan Al Kubra
10/400). Dan bentuk penggunaannya dengan baik adalah dengan
menjadikannya sebagai penolongnya dalam menjalankan ketaatan kepada
Allah, dan menggunakannya dalam berbakti pada masyarakat dan negaranya,
maka sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi
sesamanya.
Kaum mukminin ; sesungguhnya kesehatan
merupakan mahkota yang ada diatas kepala orang-orang yang sehat dan
tidak dapat dilihatnya kecuali oleh orang sakit, maka bersyukurlah
kalian kepada Allah atas nikmat kesehatan ini dan peliharalah, dan
jadikan sebagai pelajaran bagi orang yang sedang mendapatkan cobaan
sakit, dari Anas bin Malik RA ; bahwa Nabi Saw melewati satu kaum yang
sedang mendapatkan cobaan, maka beliau bersabda : “Tidakkah mereka
memohon kesehatan kepada Allah ?” (Al Bazzar dalam musnadnya 13/194, Al
Haitsami berkata dalam Jam’iz zawa’id 10/147 bahwa perawinya terpercaya)
Kesehatan
merupakan tuntutan setiap mukmin, bila ia sedang mendapatkan cobaan
maka mohonlah kesembuhan dan obatnya, karena Rasulullah menganjurkan
untuk berobat agar mendapatkan kesembuhan, sabdanya : “Berobatlah karena
sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali meletakkan juga
obat baginya selain satu penyakit yaitu penyakit tua” (Abu Daud 3855).
Maka hendaknya ia bersabar dan rela dengan ketentuan Allah, seraya
memohon kepada Allah untuk memberikan jalan keluar, dan mengetahui bahwa
dalam setiap cobaan ada penghapusan terhadap kesalahan dan penambahan
kebaikan, Rasullah Saw bersabda : “Tidak sesuatupun yang menimpa seorang
mukmin hingga duri yang mengenainya, kecuali Allah menuliskan dengannya
satu kebaikan atau menghapus dengannya satu kesalahan” (Muslim 2572)
Ya
Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan pada
agama, jiwa dan keluarga kami wahai Tuhan semesta alam, dan kami memohon
kepada-Mu taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau
diperintahkan untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ
اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ
الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ
قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ
الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ،
وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه،
وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ
وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ
أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum
mukminin ; barang siapa diberikan rezeki kesehatan maka ia telah
beruntung, dari Anas bin Malik RA ; bahwa seseorang mendatangi
Rasulullah dan bertanya ; wahai Rasulullah doa apakah yang paling utama ?
Beliau menjawab : mintalah ampunan dan kesehatan pada Tuhanmu di dunia
dan akhirat”. Kemudian ia kembali mendatangi Rasulullah pada hari kedua
dan bertanya : wahai Rasulullah doa apakah yang paling utama ? Beliau
menjawab dengan jawaban yang sama, lalu ia kembali mendatangi Rasulullah
pada hari ketiga dan bertanya dengan pertanyaan yang sama. Rasulullah
bersabda ; barang siapa diberikan kesehatan di dunia dan diberikannya di
akhirat maka ia telah beruntung”(Bukhari dalam Al Adab Al Mufrid 1/222,
At Tirmidzi 3512 dan ini adalah lafalnya):
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ
أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([3])
وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([4])
اللَّهُمَّ
صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ
وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ
أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ
الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ
إنَّا نسأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ،
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الإِنَابَةَ إليكَ وَالْوَجَلَ مِنْكَ، وَالرَّجَاءَ
لَكَ، وَالثِّقَةَ بِكَ، وَالتَّوَكُّلَ عَلَيْكَ، وَالْعَمَلَ
الصَّالِحَ، وَالدُّعَاءَ الْمُسْتَجَابَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ
مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ
كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ
لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ
فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ،
وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ
الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ
الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ
والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم،
وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ
اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا
ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ
لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي
مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا
نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ
وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا،
وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ
اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ اسقِنَا الغيثَ ولاَ تجعَلْنَا مِنَ القانطينَ،
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا،
اللَّهُمَّ اسْقِنَا منْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لنَا منْ
بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا
اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ[([5]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1507
([1]) الترمذي : 3558
([2]) الأحزاب: 70-71 .
([3]) الأحزاب : 56 .
([4]) مسلم : 384.
([5]) العنكبوت :45.
No comments:
Post a Comment