30 Rabiuts Tsani 1433 H / 23 Maret 2012 M
Khotbah Pertama:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ سبحانَهُ حمدًا طيبًا مبارَكًا فيهِ كمَا
يُحبُّ ويَرضَى، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا ونبيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ
وَرَسُولُهُ، وصفيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ صَلَّى اللهُ وسلَّمَ وبارَكَ
عليهِ وعلَى آلِ بيتِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وصحابتِهِ أجمعينَ، ومَنْ
تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أَمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ
عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا
قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ[([1]).
Kaum muslimin; Islam sangat memperhatikan
bangunan keluarga, penjelasan ini didapati didalam Al Quran dan
dianggapnya sebagai salah satu dari beberapa nikmat Allah, Allah
berfirman : “Dan
Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan
menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu” (An Nahl 72).
Masyarakat
membutuhkan keluarga yang shalehah, yang tentram dan menjalankan
tanggung jawabnya, menjaga etika, budaya dan kebiasaannya, ini adalah
tanggung jawab kedua orang tua, maka betapa indahnya bila keduanya
menjadi tauladan baik bagi anak-anak keduanya, karena sebenarnya anak
adalah cermin akhlak kedua orang tuanya, mendidik anak dengan pendidikan
yang baik yang sesuai dengan akhlak dan prinsip dasar agama agar
mendapatkan ridha Allah, yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan
berkontribusi bagi perkembangan negaranya, hal ini merupakan metode para
nabi dan rasul dalam mendidik anak-anak mereka,
Allah berfirman: “Dan
Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula
Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah
memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk
agama Islam". (Al Baqarah 132).
Menjamin anak-anak dengan
perhatian dan pengarahan yang baik, ikut serta dalam memilihkan sahabat
yang baik juga merupakan tanggung jawab kedua orang tua, Rasulullah SAW:
"Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat dengan siapa berteman"
(Abu Daud 4833). Menyediakan waktu bagi anak-anak untuk duduk berdialog
dengan mereka untuk mengayakan pemikiran, mengasah kemampuan,
meluruskan kebudayaan mereka, dan jangan sampai beban hidup dan
kesibukan kerja menghalangi interaksi dengan anak-anak kita.
Hamba
Allah ; Al Quran menerangkan dasar-dasar yang dapat menjaga kebahagiaan
dan ketentraman keluarga serta dapat membawanya pada daratan
keselamatan, diantaranya adalah saling menghargai antar anggota
keluarga, suami menghargai isterinya, menghormati dan memperlakukannya
dengan baik, Allah berfirman : “Dan bergaullah dengan mereka secara patut”(An Nisa' 19). Isteri menghargai suaminya, menjaga hak dan mentaatinya, Allah berfirman : “Dan
para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut
cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan
kelebihan daripada istrinya” (Al Baqarah 228)
Nabi
Saw menegaskan hendaknya yang kecil menghargai yang besar, yang besar
mengasihi yang kecil, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak termasuk golongan
kami orang yang tidak mengasihi yang lebih kecil dan menghargai orang
yang lebih besar" (At Tirmidzi 1919)
Kaum muslimin;
termasuk dasar-dasar penting yang selalu diwasiatkan Nabi SAW demi
terwujudnya ketentraman dalam kehidupan rumahtangga adalah menggunakan
ungkapan yang baik saat berdialog antar anggota keluarga, bila ungkapan
baik menjadi kebiasaan suami isteri maka hati keduanya akan selalu
terpaut, ucapan baik seorang isteri terhadap suaminya lebih berharga
daripada lainnya, begitu juga seorang isteri mengharapkan ucapan baik
dari suaminya, Rasulullah SAW bersabda: "Ucapan baik adalah sedekah"
(Bukhari Kitabul Adab Bab 34)
Hal ini menuntut agar
rumah jangan dijadikan sebagai tempat pameran perbedaan atau
membicarakannya dihadapan anak-anak, karena keluarga yang sukses adalah
yang menghadapi rintangan dengan penuh kebijakan, pemikiran dan
keteguhan, berusaha memecahkan perbedaan didalam rumah, karena
menyebarkan rahasia rumah ke luar rumah akan menambah perbedaan dan
menghambat penyelesaian sesama mereka, dalam hal ini Nabi Saw
mengarahkan suami untuk menggunakan kebijakan di dalam rumahnya, bila
terjadi perbedaan dengan isterinya atau salah satu dari anggota
keluarganya, maka hendaknya ia menggunakan dialog baik sebagai cara
penyelesaian, dari Amr bin Abasah RA berkata: "Aku mendatangi Rasulullah Saw dan bertanya ; wahai Rasulullah apa itu Islam ? Beliau menjawab: ucapan yang baik" (Ahmad 19963)
Ya
Allah, jagalah anak-anak dan keturunan kami, berilah penerang jalan
dalam setiap urusan mereka, Ya Allah berilah kami taufiq untuk
mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau diperintahkan untuk
ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ
اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ
الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ r أقولُ قولِي هذَا
وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khotbah Kedua:
الحَمْدُ
للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبد ُ هُ ورسولُهُ،
اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ
الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّينِ.
Hamba Allah ; dan diantara dasar-dasar
utama terwujudnya kerekatan keluarga, kelanggengan cinta kasih antar
anggotanya adalah berbuat baik kepada kedua orang tua, dan Allah telah
menjadikan berterima kasih kepada kedua orang tua bergandengan dengan
berterima kasih kepada-Nya, Allah berfirman : “Dan
Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu”(Luqman 14)
Kita memang diperintahkan
untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, hanya saja Islam
memberikan kedudukan khusus bagi ibu, dan memberinya dua sepertiga dari
bakti kepadanya, karena ia mempunyai keutamaan dalam ketentraman rumah
tangga, ia adalah tulang punggung rumah tangga, maka bila terjadi
perselisihan antara saudara maka dihadapannya terjadi kesepakatan, bila
mereka berpisah maka dengannya mereka berkumpul, bila mereka tertimpa
gundah atau kesempitan maka kepadanya mereka kembali merujuk, ia yang
menciptakan para pemimpin dan generasi, karena keagungannya maka Allah
menjadikan surga sebagai pahala atas ridhanya, dan Rasulullah SAW telah
menegaskan kepada orang yang datang meminta fatwa kepadanya untuk selalu
berbuat baik kepada ibunya dan selalu berusaha untuk mendapatkan
ridhanya dan menghargainya, dan selalu berusaha untuk berbuat baik
kepadanya, sabdanya : “Tinggallah bersamanya, karena dibawah telapak kakinya terdapat surga”(Ibnu Majah 2781)
عبادَ
اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ
بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ
صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ
صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ
وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ
أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ
الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ
أَدِمْ مودَّتَكَ ورحمتَكَ بيْنَ الأزواجِ، ووَفِّقِ الأبناءَ لِمَا فيهِ
الخيرُ، واجعَلْهُمْ بارِّينَ بآبائِهِمْ، نافعِينَ لوطنِهِمْ ومجتمعِهِمْ،
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الإِنَابَةَ إليكَ وَالْوَجَلَ مِنْكَ،
وَالرَّجَاءَ لَكَ، وَالثِّقَةَ بِكَ، وَالتَّوَكُّلَ عَلَيْكَ،
وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ، وَالدُّعَاءَ الْمُسْتَجَابَ، اللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ،
وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ
النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ
هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا
إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ
العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ
أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد وَنَائِبَهُ لِمَا
تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ
وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ
والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ
زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا
إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا
وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ
اسقِنَا الغيثَ ولاَ تجعَلْنَا مِنَ القانطينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا،
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا منْ
بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لنَا منْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى
عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ
فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ
لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ
فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى
لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا
اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ[([4]).
http://www.awqaf.gov.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1494
No comments:
Post a Comment