Friday, September 16, 2016

KHOTBAH JUM'AT: HAMBA ALLAH

Khotbah Jumat, 28 Jumadil Ula 1433 H / 20 April 2012 M

Khotbah Pertama:

الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ سبحانَهُ كمَا ينبغِي لجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، صلَّى اللهُ وسلَّمَ وبارَكَ عليهِ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإِحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ بتقوَى اللهِ وطاعتِهِ، يقولُ اللهُ سبحانهُ وتعالَى:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ[([1]).

Kaum mukminin, Allah berfirman: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (Al Furqan 63-66).

Kriteria yang telah dijabarkan oleh Allah mengenai akhlak hamba-hamba Allah, diantaranya bila mereka berjalan, mereka berjalan dengan tenang dan terhormat dan tidak sombong, ini adalah tawadhu' yang tergolong sifat dan akhlak yang paling utama dan paling tinggi, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mengirimkan wahyu kepadaku : Hendaklah kalian bertawadhu' sehingga tidak ada satu orang berlaku sombong terhadap orang lain, dan tidak ada satu orang mendzalimi orang lain" (Muslim 2865), dan tawadhu' akan menambah derajat manusia, Rasulullah SAW bersabda : "Tidak seorangpun yang bertawadhu' karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya" (Muslim 2588)

Dan termasuk sifat hamba-hamba Allah adalah menjauh dari orang-orang yang jahil, firman Allah “Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik” (Al Furqan 63).

Termasuk akhlak Rasulullah Saw adalah beliau sabar terhadap orang yang jahil bahkan semakin jahil orang yang dihadapi Rasulullah, maka beliau semakin sabar terhadapnya. Sabar merupakan akhlak yang dicintai oleh Allah, Rasulullah SAW bersabda pada Asyaj Abdul Qais : “Sesungguhnya padamu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah : sabar dan toleran” (Muslim 25)

Hamba Allah ; sesungguhnya hamba-hamba Allah merindukan untuk selalu beribadah kepada Tuhan mereka, senang saat bermunajat kepada-Nya, mereka tinggalkan nikmatnya tidur, menjauh dari tempat tidur mereka karena rindu kepada Allah, kaki mereka berdiri untuk-Nya, lidah mereka disibukkan dengan berdzikir kepada-Nya, hati mereka menjadi tenang, mereka bangun saat manusia terlelap tidur dan mereka tersadar saat manusia lupa, Allah berfirman: “Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (Al Furqan 64).

Beruntunglah mereka yang bangun malam berdoa kepada Tuhannya karena takut dan tamak agar tergolong ke dalam hamba-hamba-Nya yaitu mereka yang taat kepada Tuhannya, bertawakkal kepada-Nya, takut terhadap siksaan-Nya, Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman”(Al Furqan 65-66).

Kaum muslimin ; sesungguhnya hamba-hamba Allah berlaku moderat dalam membelanjakan harta mereka tidak berlebihan dan tidak kikir, Allah berfirman: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.“ (Al Furqan 67).

Sebagian mufassir menafsirkan bahwa : mereka tidak berlaku foya-foya dengan membelanjakan melebihi kebutuhan, dan tidak pelit terhadap keluarga mereka sehingga mereka tidak mencukupi hak-hak mereka, dan mereka moderat dalam pembelanjaan, karena sebaik-baiknya perkara adalah yang menengah. Betapa mulya seorang hamba yang tidak mengharap selain ridha Allah, mereka selalu ikhlas dalam segala kondisi, mereka tidak melanggar kehormatan jiwa manusia, sebagaimana mereka menjauh dari melakukan tindakan yang diharamkan, mereka menjaga raga mereka, bila mereka terjatuh dalam perbuatan maksiat maka mereka segera melakukan taubat dan kembali kepada Allah, sehingga Allah menggantikan keburukan mereka dengan kebaikan dan kebajikan, Allah berfirman: "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya". (Al Furqan 68-71). Maka wahai kaum muslimin bertaubatlah kalian kepada Allah agar kalian beruntung.

Hamba Allah ; meninggalkan kepalsuan juga merupakan salah satu sifat hamba-hamba Allah, firman-Nya : “Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu” (Al Furqan 72),
Kepalsuan disini berarti dusta dan kebatilan dan ia tergolong dalam dosa besar yang menyebabkan hilangnya hak-hak.

Sebagaimana bila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan hal yang tidak bermanfaat maka mereka menjauh dari mereka dan beranjak dari tempat duduk mereka, Allah berfirman : “Dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (Al Furqan 72)
Ya Allah masukkan kami ke dalam golongan hamba-hamba-Mu, jadikan kami satu diantara wali-wali-Mu dan berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ عليه الصلاة والسلام أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khotbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum mukminin ; dan diantara sifat hamba-hamba Allah yang baik adalah kebaikannya dalam melaksanakan perintah Allah, memanfaatkan kalamullah yang didengarnya, maka bila mereka menyimak ayat-ayat Allah dibacakan maka hati mereka terguncang, mata mereka menangis, kulit mereka tergetar dan keimanan mereka bertambah, Allah berfirman : “Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. “(Al Furqan 73)
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ اجعَلْنَا مِنْ عبادِكَ الصالحينَ، واحشُرْنَا فِي زُمرةِ عبادِ الرحمنِ يومَ الدينِ، واجعَلْنَا مِنْ أصحابِ اليمينِ، وأكْرِمْنَا بجناتِ النعيمِ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الإِنَابَةَ إليكَ وَالْوَجَلَ مِنْكَ، وَالرَّجَاءَ لَكَ، وَالثِّقَةَ بِكَ، وَالتَّوَكُّلَ عَلَيْكَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ، وَالدُّعَاءَ الْمُسْتَجَابَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد([4]) وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ. اللَّهُمَّ اسقِنَا الغيثَ ولاَ تجعَلْنَا مِنَ القانطينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا منْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لنَا منْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([5]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1525




([1]) آل عمران : 102.
([2]) الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]) تلفظ بالتسكين.
([5]) العنكبوت :45.

No comments:

Post a Comment