Friday, September 30, 2016

Khotbah Jum'at: KEBERKAHAN


Khotbah Jumat, 20 Jumadil Akhirah 1433 H / 11 Mei 2012 M
Khutbah Pertama:
الحمدُ للهِ الْمَلِكِ العلاَّمِ، القدوسِ السلامِ، تباركَ اسمُ ربِّنَا ذِي الجلالِ والإكرامِ، أحمدُهُ سبحانَهُ حمداً كثيراً علَى عظيمِ نعمائِهِ، وسوابغِ بركتِهِ وآلائِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، الْمُتَفَضِّلُ بالبركةِ والنماءِ، والزيادةِ والعطاءِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ ، وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ ، الْمُبَارَكُ فِي أقوالِهِ وأعمالِهِ، ودعائِهِ وأحوالِهِ، فاللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِوصحبِهِ أجمعين، وعلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بإِحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أَمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً[([1]).

Kaum mukminin ; keberkahan merupakan sesuatu yang selalu dituntut oleh manusia untuk diri mereka, anak dan harta mereka dan mereka selalu memohon kepada Allah agar mendapatkan keberkahan dalam hidup mereka, maka bila seseorang tiba di suatu tempat maka hendaklah ia berdoa :
رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنْزَلاً مُّبَارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat" (Al Mukminun 29)
Dan bila seseorang menikah, maka manusia akan memberikan ucapan selamat dengan berdoa untuk keberkahannya, seperti doa yang diajarkan oleh Nabi SAW:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ

"Semoga keberkahan Allah untukmu dan atasmu dan semoga kalian berdua dikumpulkan dalam kebaikan" (Abu Daud 2130). Dan bila Allah menganugerahkan seorang anak maka manusia akan mengucapkan doa selamat:
شَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبُورِكَ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ، وَبَلَغَ أَشَدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Engkau telah berterima kasih kepada Yang Maha Pemberi, keberkahan bagimu pada pemberian ini, semoga anak itu mencapai dewasa dan kamu mendapatkan bakti darinya” (Musnad Ibnul Ja’d 1/488).
Sebagaimana seorang muslim hendaknya selalu meminta kepada Allah keberkahan dalam rezeki yang banyak dan berdoa dengan doa ma'tsur berikut ini :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا

"Ya Allah berikan keberkahan kepada kami atas rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami" (Doa Thabrani 1/278), seseorang tidak akan terlepas dari keberkahan yang datangnya dari Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda mengisahkan Nabi Ayyub AS : "Ya Tuhan, aku tidak akan terlepas dari keberkahan-Mu" (Bukhari 3391). Dalam keberkahan terdapat makna keimanan yang mulya dan tujuan syariat yang indah, keberkahan berarti ketetapan dan kelanggengan kebaikan yang datangnnya dari Allah, dan pertambahan dan pertumbuhannya, dan Allah telah memberikan keberkahan pada bumi, seperti termaktub dalam firman-Nya:
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا

"Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya" (Fusshilat 10).
 فمِنْ آثارِ البركةِ أنَّهَا مَا حَلَّتْ فِي رزقٍ إلاَّ كثَّرَتْهُ، ولاَ فِي وَلَدٍ إلاَّ حَفِظَتْهُ، ولاَ فِي بَدَنٍ إلاَّ حَصَّنَتْهُ، ولاَ فِي عُمرٍ إلاَّ طيَّبَتْهُ، ولاَ فِي زوجَيْنِ إلاَّ هنَّأَتْهُمَا، ولاَ فِي حياةٍ إلاَّ أسعَدَتْهَا، فحُلولُ البركةِ خيرٌ وسعادةٌ، ونَماءٌ وزيادةٌ.

Dan diantara pengaruh keberkahan ini adalah apabila keberkahan ini ada pada rezeki maka ia akan bertambah, bila ada pada anak maka akan dijaganya, bila ada pada badan maka akan dilindunginya, bila ada pada umur maka akan ia akan diberkahi umurnya.
وقَدْ كانَ رسولُ اللهِ r يدعُو لِمَنْ يُحبُّهُ بالبركةِ وحُسْنِ المآلِ فِي العمرِ والولدِ والمالِ، كمَا دعَا لأَنَسٍ رضيَ اللهُ عنْهُ، فقَالَ:« اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ مَالاً وَوَلَداً وَبَارِكْ لَهُ». قالَ أَنَسٌ رضيَ اللهُ عنهُ: فَإِنِّي لَمِنْ أَكْثَرِ الأَنْصَارِ مَالاً. وَدُفِنَ لِصُلْبِي .. بِضْعٌ وَعِشْرُونَ وَمِائَةٌ([2]).
Rasulullah Saw selalu mendoakan orang yang dicintainya dengan keberkahan pada umur, keturunan dan harta, sebagaimana doa yang dipanjatkan untuk Anas RA :"Ya Allah berilah rezeki harta dan keturunan dan berikan keberkahan kepadanya” Anas berkata : sesungguhnya aku termasuk orang Anshar yang paling banyak hartanya dan dikuburkan untuk keturunanku seratus dua puluh lebih” (Bukhari 1982).
Hamba Allah ; keberkahan mempunyai beberapa penyebab dan diantaranya adalah keimanan dan ketakwaan, Allah berfirman:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi" (Al A'raf 96)
Barang siapa beriman kepada Tuhanya Yang Maha Mengetahui, mentaati perintah-Nya dan beristiqamah, memperbaiki hubungan dengan Tuhannya, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan semua makhluk-Nya, sehingga rumah tangganya menjadi tenteram, anak keturunannya mengikuti hidayah-Nya, merasa tenang dengan isterinya dan kehidupannya menjadi baik, dan ini merupakan salah satu pengaruh dari keberkahan, Allah berfirman: 
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (An Nahl 97).
Keberkahan akan dilimpahkan pada makanan keluarga saat mereka berkumpul dengan penuh cinta kasih dan memulai dan mengakhiri makan dengan menyebut Allah, Rasulullah Saw bersabda : "Berkumpullah kalian atas makanan kalian dan sebutlah nama Allah, maka Allah akan memberikan keberkahan pada kalian didalamnya" (Abu Daud 3764). Keberkahan juga bisa didapat bagi orang yang bersegera berangkat kerja di pagi hari dengan membuang rasa malas dan lemah, ia memulai pekerjaannya dengan semangat, dan Rasulullah Saw mendoakan keberkahan baginya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

"Ya Allah berkahilah ummatku pada pagi harinya" (Abu Daud 2606) para sahabat memahami makna hadits ini sehingga mereka berangkat berdagang di pagi hari dan hasilnya adalah harta yang melimpah dan perdagangan yang tumbuh pesat.
Kaum muslimin ; seseorang akan mendapatkan limpahan keberkahan bila ia berlaku jujur dalam jual belinya, sebagaimana ia toleran kepada manusia saat melayaninya, hingga hartanya menjadi tumbuh dan pemiliknya akan terpuji, Rasulullah SAW bersabda:
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Penjual dan pembeli itu diberi pilihan selama keduanya belum berpisah, bila keduanya jujur dan menjelaskan (keadaan barang –pent.) maka keduanya diberkahi dalam jual belinya, namun bila keduanya menyembunyikan dan berdusta akan dihilangkan keberkahan jual beli keduanya” (Muttafaq ‘alaih)
Ketahuilah wahai hamba Allah bahwa keberkahan itu tidak selalu berbentuk melimpahnya harta, akan tetapi seseorang yang rela dengan pembagian Allah padanya, serta rasa puas dengan pembagian tersebut maka ia akan hidup dengan nyaman dan ia akan mendapatkan kebahagian hidup dengan umur yang panjang, Nabi SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَبْتَلِي عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ، فَمَنْ رَضِيَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَارَكَ اللَّهُ لَهُ فِيهِ وَوَسَّعَهُ، وَمَنْ لَمْ يَرْضَ لَمْ يُبَارِكْ لَهُ

Sesungguhnya Allah Swt menguji hamba-Nya dengan pemberian-Nya, maka barang siapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya, dan barang siapa tidak rela maka tidak akan mendapatkan keberkahan (HR Ahmad 20815).
Ya Allah berilah kepuasan kepada kami atas pemberian-Mu terhadap kami, berkahilah rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami, berilah kebaikan pada keluarga kami dan berilah taufiq kepada kami untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ عليه الصلاة والسلام أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبد ُ هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan teruslah merasa diawasi baik dalam rahasia dan terang-terangan, dan ketahuilah bahwa silaturrahim dan akhlak yang baik dapat mendatangkan kelapangan rezeki bagi seorang hamba, keberkahan pada umurnya dan kemanfaatan pada waktunya, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barang siapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan maka peliharalah hubungan silaturahmi” (Muttafaq ‘alaih)
Berangkat dari makna hadits nabi diatas, dan demi terwujudnya sebuah masyarakat yang kuat, bersatu dan merekat serta keterkaitan sesama anggotanya, maka Otoritas Umum untuk Urusan Islam dan Wakaf meluncurkan sebuah program wakaf “Berkontribusi bersama kami dalam silaturrahim” yang bertujuan memperkuat silaturrahim keluarga, untuk menegaskan akhlak Islam kita, menghidupkan kembali syiar keimanan kita dan agar tali silaturrahim dan cinta ini terhubung kembali antara kerabat dari generasi ke generasi, maka berkontribusilah dalam proyek ini dengan harta kalian, karena hal itu termasuk sedekah yang pahalanya berkelanjutan dalam hidup kalian dan setelah kematian kalian, keberkahan bagi anak-anak kalian dan merupakan penghubung antara kalian dengan Tuhan kalian, maka berungtunglah orang yang bersegera bersilaturrahim dan menanamkan itu pada anak-anaknya, ia akan mendapatkan kemenangan cinta, hubungan dan ridha Allah.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([3]) وقالَ رسولُ اللهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([4])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى،وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([5]).


([1]) النساء: 1 .
([2]) البخاري : 1982 .
([3]الأحزاب : 56 .
([4]) مسلم : 384.
([5]العنكبوت :45.
 

No comments:

Post a Comment