Khotbah Jumat, 09 Sya'ban 1433 H / 29 Juni 2012 M
Khotbah Pertama:
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ سبحانَهُ حمدًا يليقُ بجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[([1]).
Kaum muslimin; seorang muslim mempunyai sifat tersendiri, etika yang mulya yang menjadi pembeda dengan lainnya dalam akidah dan ibadah, etika dan karakter, ia beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir baik dan buruk, ia kembali kepada Allah, tidak meminta pertolongan kecuali kepada-Nya, tidak berdoa selain dari-Nya, dan bertauladan pada Rasulullah Saw dalam perintah dan larangan, firman Allah :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab (33) : 21).
Sebagaiman seorang muslim selalu berhadapan dengan Quran, sebagai bacaan, pemahaman, pengamalan dan penerapan, sehingga tidak berlalu satu hari pun darinya tanpa Al Quran ditangannya sebagai penghubung dan penyibuk dirinya, ia mempersiapkan diri untuk menjumpai Allah dengan memperbanyak amal shaleh serta usaha untuk mendapatkan ridha-Nya, sehingga ia rela dengan pembagian dan pemberian Allah kepadanya, hingga akhirnya ia mampu bersyukur dalam kesenangan dan sabar saat ditimpa cobaan, Rasulullah Saw bersabda:
عَجَباً لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ
"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya”(Muslim 2999).
Hamba Allah ; bertauladan pada Rasulullah Saw dapat berbentuk pelaksanaan shalat sunnah (nawafil), dua rakaat pada malam hari untuk pembersihan diri, shalat dhuha dan selalu menjaga sunnah-sunnah rawatib, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعاً غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتاً فِى الْجَنَّةِ
"Tidak seorang hamba muslim pun yang shalat karena Allah setiap hari sebanyak 12 rakaat sunnah selain shalat faridhah kecuali Allah membangunkan untuknya sebuah rumah di surga" (Muslim 728).
Sebagaimana hendaknya seorang muslim menunaikan hak Allah yang terdapat pada hartanya dengan jiwa yang bersih, bukan hanya sebatas zakatnya saja tapi hendaknya melebihinya seperti : mengasuh anak yatim, menyantuni fakir, membantu orang yang membutuhkan, menjenguk dan menghibur orang sakit, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ - وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ - وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلْوَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ
"Barang siapa bersedekah sepadan satu kurma dari mata pencaharian yang baik –Allah tidak menerima kecuali dari yang baik- maka sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian memeliharanya untuk pelakunya sebagaimana salah satu dari kalian memelihara anak kudanya sehingga tumbuh sebesar gunung" (Bukhari 1410).
Berpuasa Ramadhan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dengan puasa nawafil, menjaga dzikir pagi dan sore, bertasbih dan memuji Tuhannya, bertakbir, bertahlil dan beristighfar kepada-Nya, ada seseorang datang kepada Rasulullah Saw dan bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَأَخْبِرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ قَالَ :« لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ»
Wahai Rasulullah sesungguhnya syariat Islam telah banyak bagiku, beritahukan aku satu perkara yang dapat aku amalkan ? Beliau bersabda : “Hendaknya senantiasa lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah”(At Tirmidzi 3375).
Kaum muslimin; seorang muslim bertauladan pada Rasulullah Saw dalam interaksinya dengan orang lain, memperlakukan manusia dengan mulya, membentengi dirinya dan anggota badannya dari menyakiti orang lain, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”(Muttafaq ‘alaih)
Seorang muslim jujur dalam tindakan dan ucapannya, terpercaya dalam pergaulannya, seorang mukmin bisa mempunyai beberapa karakter tapi bukan dusta dan khianat, walaupun terkadang ia berlaku pelit dan bodoh tapi ia tidak boleh berdusta, dikatakan pada Rasulullah SAW:
فقَدْ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ جَبَاناً؟ فَقَالَ :« نَعَمْ ». فَقِيلَ لَهُ: أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ بَخِيلاً؟ فَقَالَ « نَعَمْ ». فَقِيلَ لَهُ: أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ كَذَّاباً؟ فَقَالَ :«لاَ »
"Ya Rasulullah, apakah mungkin seorang mukmin itu penakut?" "Bisa jadi, "jawab Rasulullah. "Apakah mungkin orang beriman itu bakhil (pelit)" "Bisa jadi," jawab Rasulullah. "Apakah mungkin orang beriman itu pendusta?" "Tidak mungkin," jawab Rasulullah Saw” (Al Muwattha’ 1829).
Sebagaimana hendaknya seorang mukmin itu berlaku positif dan mampu memberikan manfaat pada orang lain, memberi bantuan kebaikan pada semua orang, bila tidak ia tidak berbuat yang dapat memudaratkan orang lain, dari Abu Musa Al Asy'ari RA : bahwa Nabi SAW bersabda:
« عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ ». فَقَالُوا: يَا نَبِىَّ اللَّهِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ :« يَعْمَلُ بِيَدِهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ :« يُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ. قَالَ:« فَلْيَعْمَلْ بِالْمَعْرُوفِ، وَلْيُمْسِكْ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهَا لَهُ صَدَقَةٌ»
“Setiap muslim harus bersedekah.” Mereka bertanya:wahai nabi Allah “Jika ia tidak punya?” Beliau menjawab: ”Dia bekerja dengan kedua tangannya, maka ia memberikan manfaat untuk dirinya sendiri lalu bersedekah.” Mereka bertanya : ”Jika ia tidak mampu?” Beliau menjawab: ”Ia menolong orang yang berada dalam kesulitan.” Mereka bertanya: ”Jika ia tetap tidak melakukannya?” Beliau menjawab: ”Hendaklah ia memerintahkan berbuat kebaikan dan menahan diri dari perbuatan jahat, hal itu sudah merupakan sedekah.” (Muttafaq 'alaih).
Seorang muslim yang kuat akalnya, tangguh pendiriannya dan berimbang tindakannya, maka ia tidak akan mengikuti nafsunya, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi SAW:
:« لاَ تَكُونُوا إِمَّعَةً تَقُولُونَ: إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا، وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا، وَإِنْ أَسَاءُوا فَلاَ تَظْلِمُوا »
“Janganlah kalian menjadi seperti bunglon, kemudian kalian mengatakan, jika orang-orang baik maka kami juga baik, dan jika mereka dhalim maka kami juga dhalim,akan tetapi pikirkanlan, jika orang-orang baik maka kalian juga berusaha untuk berbuat baik, dan jika orang-orang berbuat dhalim maka janganlah kalian berbuat dhalim” (At Tirmidzi 2007).
Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبد ُ هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah serta ketahuilah bahwa diantara sifat muslim adalah cinta kerja dan professional dalam pekerjaannya, dengan tidak teledor dalam menjalankan tugasnya akan tetapi menunaikannya dengan sebaik mungkin, tidak terperdaya oleh kedudukan bahkan tertipu oleh ketamakan, senyum dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak mudah marah terhadap pengaduan mereka, berusaha memenuhi kebutuhan mereka dengan jiwa yang tulus, ucapan yang baik dan dengan senang hati, memaafkan orang yang meminta maaf, ikut serta dalam senang dan susah mereka, memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukannya, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَلاَ خَيْرَ فِيمَنْ لاَ يَأْلَفُ وَلاَ يُؤْلَفُ
“Seorang mukmin itu penyayang dan tidak ada kebaikan pada orang yang tidak menyayangi dan disayangi” (Ahmad 9436).
Itulah beberapa sifat muslim yang terpenting, barang siapa yang memikirkan dan menyadarinya maka sebenarnya ia telah menerjemahkan Islam dalam kehidupan nyata sehingga orang lain dapat menyaksikannya, Allah berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ المُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (Fusshilat (41) : 33).
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ،وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
([1]) الأحزاب :70 - 71.([2]) الأحزاب : 56 .
([4]) العنكبوت :45.