Friday, September 30, 2016

Khotbah Jum'at: BERTAULADAN PADA RASULULLAH


Khotbah Jumat, 09 Sya'ban 1433 H / 29 Juni 2012 M
Khotbah Pertama:
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ سبحانَهُ حمدًا يليقُ بجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[([1]).
Kaum muslimin; seorang muslim mempunyai sifat tersendiri, etika yang mulya yang menjadi pembeda dengan lainnya dalam akidah dan ibadah, etika dan karakter, ia beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir baik dan buruk, ia kembali kepada Allah, tidak meminta pertolongan kecuali kepada-Nya, tidak berdoa selain dari-Nya, dan bertauladan pada Rasulullah Saw dalam perintah dan larangan, firman Allah :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab (33) : 21).
Sebagaiman seorang muslim selalu berhadapan dengan Quran, sebagai bacaan, pemahaman, pengamalan dan penerapan, sehingga tidak berlalu satu hari pun darinya tanpa Al Quran ditangannya sebagai penghubung dan penyibuk dirinya, ia mempersiapkan diri untuk menjumpai Allah dengan memperbanyak amal shaleh serta usaha untuk mendapatkan ridha-Nya, sehingga ia rela dengan pembagian dan pemberian Allah kepadanya, hingga akhirnya ia mampu bersyukur dalam kesenangan dan sabar saat ditimpa cobaan, Rasulullah Saw bersabda:
عَجَباً لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ
"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya”(Muslim 2999).
Hamba Allah ; bertauladan pada Rasulullah Saw dapat berbentuk pelaksanaan shalat sunnah (nawafil), dua rakaat pada malam hari untuk pembersihan diri, shalat dhuha dan selalu menjaga sunnah-sunnah rawatib, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعاً غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتاً فِى الْجَنَّةِ
"Tidak seorang hamba muslim pun yang shalat karena Allah setiap hari sebanyak 12 rakaat sunnah selain shalat faridhah kecuali Allah membangunkan untuknya sebuah rumah di surga" (Muslim 728).
Sebagaimana hendaknya seorang muslim menunaikan hak Allah yang terdapat pada hartanya dengan jiwa yang bersih, bukan hanya sebatas zakatnya saja tapi hendaknya melebihinya seperti : mengasuh anak yatim, menyantuni fakir, membantu orang yang membutuhkan, menjenguk dan menghibur orang sakit, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ - وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ - وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلْوَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ
"Barang siapa bersedekah sepadan satu kurma dari mata pencaharian yang baik –Allah tidak menerima kecuali dari yang baik- maka sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian memeliharanya untuk pelakunya sebagaimana salah satu dari kalian memelihara anak kudanya sehingga tumbuh sebesar gunung" (Bukhari 1410).
Berpuasa Ramadhan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dengan puasa nawafil, menjaga dzikir pagi dan sore, bertasbih dan memuji Tuhannya, bertakbir, bertahlil dan beristighfar kepada-Nya, ada seseorang datang kepada Rasulullah Saw dan bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَأَخْبِرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ قَالَ :« لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ»
Wahai Rasulullah sesungguhnya syariat Islam telah banyak bagiku, beritahukan aku satu perkara yang dapat aku amalkan ? Beliau bersabda : “Hendaknya senantiasa lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah”(At Tirmidzi 3375).
Kaum muslimin; seorang muslim bertauladan pada Rasulullah Saw dalam interaksinya dengan orang lain, memperlakukan manusia dengan mulya, membentengi dirinya dan anggota badannya dari menyakiti orang lain, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”(Muttafaq ‘alaih)
Seorang muslim jujur dalam tindakan dan ucapannya, terpercaya dalam pergaulannya, seorang mukmin bisa mempunyai beberapa karakter tapi bukan dusta dan khianat, walaupun terkadang ia berlaku pelit dan bodoh tapi ia tidak boleh berdusta, dikatakan pada Rasulullah SAW:
فقَدْ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ جَبَاناً؟ فَقَالَ :« نَعَمْ ». فَقِيلَ لَهُ: أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ بَخِيلاً؟ فَقَالَ « نَعَمْ ». فَقِيلَ لَهُ: أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ كَذَّاباً؟ فَقَالَ :«لاَ »
"Ya Rasulullah, apakah mungkin seorang mukmin itu penakut?" "Bisa jadi, "jawab Rasulullah. "Apakah mungkin orang beriman itu bakhil (pelit)" "Bisa jadi," jawab Rasulullah. "Apakah mungkin orang beriman itu pendusta?" "Tidak mungkin," jawab Rasulullah Saw” (Al Muwattha’ 1829).
Sebagaimana hendaknya seorang mukmin itu berlaku positif dan mampu memberikan manfaat pada orang lain, memberi bantuan kebaikan pada semua orang, bila tidak ia tidak berbuat yang dapat memudaratkan orang lain, dari Abu Musa Al Asy'ari RA : bahwa Nabi SAW bersabda:
« عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ ». فَقَالُوا: يَا نَبِىَّ اللَّهِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ :« يَعْمَلُ بِيَدِهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ :« يُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ. قَالَ:« فَلْيَعْمَلْ بِالْمَعْرُوفِ، وَلْيُمْسِكْ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهَا لَهُ صَدَقَةٌ»
“Setiap muslim harus bersedekah.” Mereka bertanya:wahai nabi Allah “Jika ia tidak punya?” Beliau menjawab: ”Dia bekerja dengan kedua tangannya, maka ia memberikan manfaat untuk dirinya sendiri lalu bersedekah.” Mereka bertanya : ”Jika ia tidak mampu?” Beliau menjawab: ”Ia menolong orang yang berada dalam kesulitan.” Mereka bertanya: ”Jika ia tetap tidak melakukannya?” Beliau menjawab: ”Hendaklah ia memerintahkan berbuat kebaikan dan menahan diri dari perbuatan jahat, hal itu sudah merupakan sedekah.” (Muttafaq 'alaih).
Seorang muslim yang kuat akalnya, tangguh pendiriannya dan berimbang tindakannya, maka ia tidak akan mengikuti nafsunya, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi SAW:
:« لاَ تَكُونُوا إِمَّعَةً تَقُولُونَ: إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا، وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا، وَإِنْ أَسَاءُوا فَلاَ تَظْلِمُوا »
“Janganlah kalian menjadi seperti bunglon, kemudian kalian mengatakan, jika orang-orang baik maka kami juga baik, dan jika mereka dhalim maka kami juga dhalim,akan tetapi pikirkanlan, jika orang-orang baik maka kalian juga berusaha untuk berbuat baik, dan jika orang-orang berbuat dhalim maka janganlah kalian berbuat dhalim” (At Tirmidzi 2007).
Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبد ُ هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah serta ketahuilah bahwa diantara sifat muslim adalah cinta kerja dan professional dalam pekerjaannya, dengan tidak teledor dalam menjalankan tugasnya akan tetapi menunaikannya dengan sebaik mungkin, tidak terperdaya oleh kedudukan bahkan tertipu oleh ketamakan, senyum dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak mudah marah terhadap pengaduan mereka, berusaha memenuhi kebutuhan mereka dengan jiwa yang tulus, ucapan yang baik dan dengan senang hati, memaafkan orang yang meminta maaf, ikut serta dalam senang dan susah mereka, memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukannya, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَلاَ خَيْرَ فِيمَنْ لاَ يَأْلَفُ وَلاَ يُؤْلَفُ
“Seorang mukmin itu penyayang dan tidak ada kebaikan pada orang yang tidak menyayangi dan disayangi” (Ahmad 9436).
Itulah beberapa sifat muslim yang terpenting, barang siapa yang memikirkan dan menyadarinya maka sebenarnya ia telah menerjemahkan Islam dalam kehidupan nyata sehingga orang lain dapat menyaksikannya, Allah berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ المُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (Fusshilat (41) : 33).
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ،وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).

([1]الأحزاب :70 - 71.([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

Khotbah Jum'at: ISRA' MI'RAJ

Khotbah Jumat, 25 Rajab 1432 H / 15 Juni 2012 M
Khotbah Pertama:
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، سبحانَهُ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وعلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[([1]).
Kaum muslimin ; sekarang kita sudah memasuki hari-hari yang penuh berkah, suatu kejadian agung, perayaan yang mulya yaitu perayaan mukjizat Isra’ dan mi’raj, Allah berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”(Al Isra’ (17) : 1).
Mukjizat adalah perkara yang luar biasa yang ditampakkan oleh Allah melalui para nabi-Nya sebagai bukti pembenaran atas kenabian mereka, sebagai penguat dakwah mereka, sebagai penghormatan atas jabatan mereka, sebagai pembuktian kemampuan dan keagungan Allah, sebagai penguat jiwa kaum mukminin dan sebagai cobaan bagi hati orang-orang yang tidak jujur, dan mukjizat isra’ mi’raj datang setelah beberapa cobaan menimpa Rasulullah Saw dan semua orang dalam kehidupannya pernah tertimpa masalah berat, Allah berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut (29) : 2). Dan seorang mukmin yang mempunyai kesabaran dalam hidupnya, giat dalam mewujudkan harapannya tanpa mengeluh dan putus asa, karena dengan ketekunan dan kerja keras harapan dan cita-cita dapat terwujud, dan bila Anda sudah berusaha menggunakan sebab akibat tetapi belum terbuka pintu kesuksesan, maka bersegeralah kembali kepada Allah agar semua kesempitan segera diangkat, dan barang siapa selalu berada di pintu Allah, maka Allah akan segera membukakan pintu pintu-Nya dan memberikan jalan keluar padanya, Rasulullah SAW bersabda:
اعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْراً كَثِيراً، وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً
“Ketahuilah bahwa dalam kesabaran atas yang kamu benci terdapat banyak kebaikan, sesungguhnya kemenangan dapat digapai dengan kesabaran, jalan keluar ada setelah kesusahan dan sesungguhnya bersama kesusahan terdapat kemudahan” (Musnad Ahmad 2857).
Hamba Allah ; perjalanan isra’ mi’raj merupakan penghormatan atas kedudukan Nabi kita, disana diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Tuhannya, Allah berfirman:
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى* لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
“Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (An Najm (53) : 17-18).
Nabi Muhammad SAW mendapat sambutan baik dari para malaikat, ungkapan selamat dari para nabi dan kesumringahan penduduk langit, sambutan dari para nabi serta berbagi pengalaman saat menghadapi kaum mereka, nabi Ibrahim menunjukkan kepadanya bahwa tasbih merupakan tanaman di surga;
يَا مُحَمَّدُ أَقْرِئْ أُمَّتَكَ مِنِّى السَّلاَمَ، وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةُ التُّرْبَةِ عَذْبَةُ الْمَاءِ وَأَنَّهَا قِيعَانٌ، وَأَنَّ غِرَاسَهَا سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
“Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada ummatmu, dan katakan kepada mereka bahwa surga adalah subur tanahnya, tawar airnya dan bahwa ia adalah tanah lapang, tanamannya adalah
سُبْحَان اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
(At Tirmidzi 3462).
Dan Nabi Musa AS menganjurkan untuk meminta keringanan bilangan shalat:
ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لاَ يُطِيقُونَ ذَلِكَ
“Kembalilah pada Tuhanmu dan mintalah pada-Nya keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak mampu menunaikannya”(Muttafaq ‘alaih).
Kejadian diatas merupakan isyarat betapa pentingnya saling menasehati, berbagi pengalaman serta menyebarkan kemanfaatan dan kebaikan walaupun tidak diminta oleh orang lain, karena itu dalam sabda Nabi Saw disebutkan:
إِذَا اسْتَنْصَحَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَنْصَحْهُ
“Bila salah seorang dari kalian meminta nasehat pada saudaranya maka nasehatilah ia”(Ahmad 15853)
Kejadian lain yang disaksikan oleh Rasulullah Saw saat mi’raj adalah gambaran sebagian tindakan negatif yang dapat berpengaruh buruk pada manusia serta dapat merusak hubungan antara anggota masyarakat, seperti bergunjing dan merusak citra orang lain, Rasulullah bersabda:
لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمِشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
“Saat aku dimi’rajkan aku melalui satu kaum yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata: ‘Siapakah mereka itu wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging manusia serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain” (Abu Daud 4878)
Seorang muslim hendaknya janganlah merusak obrolannya dengan menggunjing orang dan membuka aibnya, Al Quran dengan tegas telah melarang perbuatan tersebut, firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang” (Al Hujuraat (49) : 12)
Kaum muslimin ; sekembalinya Rasulullah dari perjalanannya kaum Quraisy dengan setia menyambutnya dengan pengingkaran, pendustaan dan penolakan, sehingga tersebarlah rumor dan kabar dusta, yang membuat orang-orang terhasut dengannya, mereka meminta dalil dan bukti atas ucapannya tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِي عَنْ مَسْرَاىَ، فَسَأَلَتْنِي عَنْ أَشْيَاءَ مِنْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ لَمْ أُثْبِتْهَا، فَكُرِبْتُ كُرْبَةً مَا كُرِبْتُ مِثْلَهُ قَطُّ، فَرَفَعَهُ اللَّهُ لِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ، مَا يَسْأَلُونِي عَنْ شَىْءٍ إِلاَّ أَنْبَأْتُهُمْ بِهِ
"Mereka melihatku saat aku berdiri di al hijr, Quraisy menanyakan tentang isra’ku, ia menanyakan tentang sesuatu yang ada di baitul maqdis dan aku belum meyakininya,  maka aku mengalami cobaan yang belum aku alami sebelumnya, maka Allah mengangkatku sehingga aku dapat melihatnya (baitul maqdis), setiap kali mereka menanyakan sesuatu, maka aku menjawabnya” (Muslim 278).
Dapat diambil kesimpulan dari kejadian diatas bahwa seorang muslim hendaknya teliti dalam menyebarkan berita serta mengecek kebenaranya, dan jangan sampai menyebarkan setiap apa yang ia dengar, Nabi Saw bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْماً أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah seseorang berdosa bila menceritakan setiap apa yang ia dengar” (Abu Daud 4992).
Ya Allah jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang mukmin yang berpegang teguh dengan petunjuk-Mu dan berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبد
ُ
هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan ketahuilah bahwa perjalanan isra’ dan mi’raj telah menunjukkan ketinggian kedudukan, kemulyaan nabi Saw, kecintaan Allah kepadanya serta penghormatan para penghuni langit, dengan ini maka merupakan kewajiban kita untuk menunaikan hak kita, dengan mentaatinya, menunaikan perintahnya dengan sebaik-baiknya, mencintainya dan menghormatinya, maka bila disebutkan namanya maka hendaknya kita bershalawat kepadanya, firman Allah:
فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ
“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al A’raf (7) : 157).
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّاوأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَاللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).


([1]) الأحزاب :70 - 71.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

Khotbah Jum'at: UJIAN SEKOLAH


Khotbah Jumat, 18 Rajab 1433 H / 08 Juni 2012 M
Khotbah Pertama:
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ تعالَى حمدًا طيبًا مُباركًا فيهِ كمَا يُحبُّ ويرضَى، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وعلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً[([1]).
Kaum mukminin ; anak keturunan termasuk nikmat Allah yang paling besar yang diberikan kepada kita, mereka adalah hiasan hidup dan buah hati kita, Allah berfirman:
المَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia” (Al Kahf (18) : 46), saat mereka kecil, mereka penambah kebahagiaan keluarga, saat mereka besar, mereka menjadi pembantu kita, mereka pembawa nama baik kita, penenang jiwa kita, penghibur hati kita saat kita bercengkrama dengan mereka, usia kita semakin indah saat menemani mereka, dan cita-cita kita bergantung pada mereka, Nabi Ibrahim AS berdoa pada Tuhannya:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ* فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيمٍ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. “(As Shaffat (37) : 100-101).
Nabi Zakaria berdoa kepada Allah, seperti dituturkan oleh Al Quran:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (Ali Imran (3) : 38)
Anak shaleh adalah simpanan bagi kedua orang tuanya di dunia dan akhirat, Rasulullah Saw bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"
Bila manusia meninggal terputus darinya semua amalannya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya" (Muslim 1631).
Untuk menjadikan anak kita anak shaleh maka hendaknya mendidiknya dengan ilmu yang bermanfaat, karena dengan ilmu satu bangsa akan maju, dengan kesungguhan dan kerja keras semangat akan bangkit, orang yang belajar akan terangkat derajatnya, semua makhluk akan memintakan ampunan untuknya, ilmu adalah cahaya yang dapat mengusir kegelapan dan melukiskan kedamaian, karenanya perintah pertama yang diterima oleh Rasulullah adalah perintah ; اقْرَأْ "bacalah" (Al 'Alaq 1).
Hamba Allah; pada hari-hari ini, anak-anak kita sedang bersiap-siap menghadapi ujian, agar mereka mampu memetik buah kesungguhan mereka selama setahun penuh, dan kami ingatkan kepada para siswa-siswi, mahasiswa dan mahasiswi hendaknya kalian berpegang teguh pada ketakwaan, karena ia jalan yang akan menghantarkan ke surga, ia penyelamat dari segala perkara yang susah dan jalan keluar dari kesempitan hati, Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (At Thalaq (65) : 4).
Takwa mengharuskan seorang pelajar mengenal Allah, baik dalam susah dan senang, didalam sebuah hadits disebutkan:
تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِى الشِّدَّةِ
"Kenalilah Dia (Allah) saat senang maka Dia akan mengenalmu saat susah" (Ahmad 2857). Barang siapa yang selalu bersama Allah dalam segala kondisi maka Allah akan menjadi penanggungnya, dan Allah akan memberikan taufiq dan kelulusan dalam belajarnya dan akan diberikan kemudahan dan kelulusan pada masa ujiannya dan masyarakat dan negaranya akan mendapatkan manfaat darinya.
Tawakkal dan mengambil sebab akibat merupakan dua hal yang dapat membantu seorang pelajar untuk sukses, Allah berfirman:
قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri” (Az Zumar (39) : 38). Dengan bertawakkal kepada Allah disertai usaha belajar dengan sungguh-sungguh maka keberuntungan akan digapai, dan dengan semangat dan ketabahan kesuksesan akan datang menjelang, Rasulullah Saw berwasiat kepada Fatimah RA untuk selalu berdzikir:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
"Wahai yang Maha Hidup, wahai yang Maha Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah kondisiku semua dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu” (An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubro 9/212).
Kaum muslimin dan diantara bentuk tawakkal yang baik kepada Allah dan juga termasuk dalam kategori mengambil usaha sebab akibat, para siswa dan siswi hendaknya menggunakan di pagi hari untuk belajar, karena waktu yang tepat untuk beraktifitas,, karenanya Rasulullah berdoa dan bersabda:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
"Ya Allah berilah keberkahan pada ummatku dipagi harinya"(Abu Daud 2606).
Seorang pelajar jangan sampai lupa untuk bersiap-siap menghadapi ujian dengan memperbanyak dzikir kepada Allah dan berdoa seperti doa Nabi Musa AS:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي* وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي* وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي* يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”(Thaha (20) ; 25-28).
Bila Anda menghadapi kesusahan maka berdoalah dengan doa yang diajarkan oleh Nabi SAW:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً
"Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali sesuatu yang telah Engkau menjadikannya mudah" (Shahih Ibnu Hibban 3/255). Dan para pelajar kita yang terhormat hendaknya selalu menghargai ilmu, menghargai kedudukan buku dengan tidak merobek-robeknya, merusaknya atau menghinanya, jauhkan dari meletakkannya ditempat yang tidak layak, karena didalamnya terdapat nama Allah, Allah berfirman:
ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى القُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (Al Hajj (22) : 32).
Ya Allah berilah kelulusan pada anak-anak kami, dan jadikan mereka anak-anak yang sukses dan beruntung, keberkahan dan kebaikan pada mereka, dan berilah taufiq kepada kami dan kepada mereka untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dan ketahuilah bahwa ujian ini dapat membawa rasa takut pada para siswa-siswi, dan kepada para guru berikan suasana ketenangan kepada mereka dengan ungkapan dan arahan yang baik, Allah berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْناً
“serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Al Baqarah (2): 83).
Wahai para bapak ibu, berilah arahan dan perhatain kepada anak-anak kalian pada masa-masa ujian seperti ini, temanilah mereka belajar, kondisikan suasana yang tepat agar mereka dapat belajar dan mewujudkan kesuksesan mereka, berikan mereka dorongan dan ketentraman pada mereka, doakan mereka karena inilah yang sangat bermanfaat bagi mereka, Allah berfirman:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Furqan (25) : 74).
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ ارزُقْ أبناءَنَا العلمَ وانفَعْهُمْ بِمَا علَّمْتَهُمْ، وانفَعْ بِهِمُ البلادَ والعبادَ، وبارِكْ فِي أوقاتِهِمْ وأعمارِهِمْ وسعْيِهِمْ وسدِّدْ خُطاهُمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ،وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).


([1]) النساء : 1.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.

([4]العنكبوت :45.