Khotbah Jumat, 12 Dzul Qaedah 1433 H / 28 September 2012 M
Sihir
Khutbah Pertama
الحمدُ للهِ خيرِ الحافظينَ، أحمدُهُ حمدًا يليقُ بجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ، الملكُ الحقُّ المبينُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنَا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] وَاتَّقُوا يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ[([1]).
Kaum muslimin ; Allah berfirman:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia “ (Al Baqarah 2 : 102)
Rasulullah Saw bersabda :
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ، أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ، أَوْ سَحَرَ أَوْ سُحِرَ لَهُ... وَمَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍصلى الله عليه وسلم
"Tidak termasuk golongan kami orang yang percaya pada burung (menentukan nasib berdasarkan burung), atau pergi ke dukun atau melakukan perdukunan, sihir dan meminta disihirkan untuknya, dan barang siapa yang mendatangi dukun kemudian membenarkan ucapannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Saw" (Musnad Al Bazzar 9/53)
Sihir dan perdukunan merupakan salah satu bentuk ingin mengetahui hal yang gaib dan rahasianya, dan ingin mengetahui detail takdir, dalam hal ini penyihir berusaha mempengaruhi hati dan raga, perasaan, kebiasaan dan tabiat, karenanya semua agama samawi melarang tindakan termasuk dan menggolongkannya dalam tindakan criminal, dan Rasulullah Saw menganggap sihir dan mempelajarinya termasuk dosa besar yang dapat menghancurkan pelakunya,
Rasulullah Saw bersabda :
Rasulullah Saw bersabda :
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ
"Menjauhlah kalian dari tujuh yang menghancurkan" (Muttafaq alaih) disebutkan diantaranya adalah sihir.
Sihir adalah penyakit yang sangat berbahaya, bencana yang dapat menguasai manusia, ia memang nyata tapi tersembunyi, tapi bahayanya sangat tampak mata, ia dapat menghancurkan rumah tangga yang dipenuhi cinta kasih, dapat memutuskan tali silaturrahim yang diliputi kasih sayang, ia adalah sebuah dunia yang dipenuhi khayalan dan dajjal, kedzaliman, kesesatan dan ketimpangan merupakan inti didalamnya, syetan memenuhi setiap kisinya, ia akan mengantarkan pemiliknya pada kehancuran yang nyata, sihir ini dapat mewariskan bencana di dunia dan penghalang pelakunya memasuki surga di akhirat, Rasulullah Saw bersabda :
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ، وَلاَ مُؤْمِنٌ بِسِحْرٍ
"Tidak akan masuk surga pecandu khamar (miras) dan orang yang percaya pada sihir" (Shahih Ibnu Hibban 13/507)
Sebagaimana berinteraksi dg sihir akan mengusir keimanan dari hati, serta bertentangan dengan Dzat Yang Maha Mengetahui yang gaib karena penyihir ingin mengetahuinya, tidak seorangpun melakukan perbuatan sihir kecuali manusia yang mempunyai iman yang lemah, ia berusaha mengetahui hal yang gaib dan kondisi waktu, padahal pada kenyataannya tidak seorangpun mengetahui hakikat perkara kecuali Allah, dan tidak seorangpun mengetahui hal yang gaib kecuali Dia, Allah berfirman :
قُل لاَّ يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
“Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An Naml 27 : 65)
Sebagian orang melakukan sihir untuk mendapatkan keberuntungan dan mengikuti nafsunya, karena ketamakannya untuk mewujudkan semua kemauannya, atau karena terpengaruh pemikiran buruknya atau untuk memperkeruh dan menyakiti jiwa orang yang lain yang hidup aman dan nyaman, Allah berfirman :
مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ المَرْءِ وَزَوْجِهِ
“mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya”(Al Baqarah 2 : 102)
Akan tetapi semua perbuatan sihir dijamin kegagalannya oleh Allah dan pada akhirnya akan terungkap pelakunya dan kegagalan usahanya, Allah berfirman :
مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ
“Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" (Yunus 10 : 81)
Allah berjanji akan menggagalkan, memberikan kerugian, menistakan dan menghinakan penyihir, Allah berfirman :
وَلا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى
Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” (Thaha 20 : 69)
Hamba Allah ; penyihir adalah perusak yang dilumuri dosa, seorang yang bangkrut dan perugi, telah dicabut dari hatinya rasa kasih sayang, sehingga jiwanya dikuasai oleh kekerdilan, ia telah menggadaikan jiwanya pada syetan, ia telah menghilangkan dunia dan akhiratnya, dan Allah telah meniadakan kebahagiaan darinya, atau ia telah menipu orang lain dengan kemampuannya memberikan manfaat pada orang lain, jika demikian kenapa ia tidak memanfaatkan untuk dirinya sebelum orang lain, akan tetapi ia termasuk manusia yang paling buruk, paling kotor tindakannya, paling hina sifatnya, harapannya paling buruk, cita-citanya hanya ingin memutus kasih sayang dan mencerai beraikannya dan ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, berikut kisah Fir’aun yang terdapat dalam firman Allah :
إِنَّ لَنَا لأَجْراً إِن كُنَّا نَحْنُ الغَالِبِينَ
“(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?" (Al A’raf 7 : 113)
Maka barang siapa yang mendatangi penyihir dan penyulap, atau mendatangi dukun maka Allah akan menistakannya serta menolak shalatnya, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ أَتَى عَرَّافاً فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 malam” (Muslim 2230)
Kaum muslimin ; beberapa tanda dan ungkapan penyihir yang biasa didapati, diantaranya penyihir sering menggunakan baju orang shaleh, menipu kaum mukminin, merapalkan dan berkomat-kamit dengan beberapa ayat Quran, berkata dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami, menggunakan jimat yang tidak jelas, menanyakan nama, meminta dari orang yang sakit beberapa pakaian, rambut atau sepatunya, burung, tulang dan beberapa hadiah, ia berusaha menipu manusia dengan mengilusikan bahwa ialah penyebab solusi semua masalahnya, semua kebutuhannya akan terpenuhi, sehingga pada akhirnya orang yang lemah keimanannya akan segera mempercayainya, karena ia memang sedang mencari harapan pemecahan masalahnya, dan tidak seorangpun yang mendatangi penyihir kecuali orang yang lemah kemauannya, tekadnya hancur, imannya lemah dan ia termasuk golongan orang-orang pemalas, lemah dan termakan ilusi, sungguh ajaib bila seorang yang berakal dan beriman termakan oleh khayalannya dan lari bersama ilusi dan kesesatannya.
Karenanya hendaknya seorang muslim menjauhkan dirinya, agama dan akalnya dari semua khurafat, menjauh pula dari semua jalan hidup peramal dan dajjal, dimana mereka mengaku mengetahui ilmu gaib atau mempunyai kemampuan memberikan mukjizat, bahkan sekarang musibah ini telah merambah media massa, seperti membaca garis telapak tangan, percaya pada bintang atas kebahagiaan, keburukan dan kenaasannya, semua itu bertentangan dengan hal yang gaib, dan semua itu memang sengaja diperdagangkan oleh para dajjal dan dukun untuk menipu orang-orang yang bodoh.
Ya Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Menentukan lindungilah hati kami dari keraguan, akal kami dari ilusi dengan hal yang gaib dan lindungilah badan dan anak-anak kami dari semua tipu daya. Dan Ya Allah berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dan ketahuilah bahwa membaca Quran, memperbanyak dzikir kepada Allah dengan dzikir yang didapati dari Rasulullah merupakan benteng bagi setiap muslim dari semua penyakit hati, pelindung baginya dari semua godaan syetan, dan keamanan dari semua rayuan syahwat dan kehidupan, sebagaimana kekuatan imannya serta ketergantungannya kepada Tuhannya akan menghancurkan sihir serta menghalanginya dari menggantungkan diri kepada para penyihir.
Bila sihir itu memang ada maka dengan izin Allah tidak akan membahayakan, karena pemberi manfaat dan yang dapat mendatangkan marabahaya hanyalah Allah semata, Allah berfirman :
وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ
“Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah” (Al Baqarah 2 : 102)
Andaikata seseorang diperbolehkan untuk memiliki manfaat atau mudarat, maka tentunya Rasulullah Saw yang paling berhak, akan tetapi Allah Swt berfirman :
قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَراًّ إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". (Al A'raf 7 : 188)
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّوعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وقَلْبًا خاشعاً، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا واسعاً، وَعَمَلاً صالحاً مُتَقَبَّلاً، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ علِّمْنَا مَا ينفَعُنَا، وانفَعْنَا بِمَا علَّمْتَنَا، وزِدْنَا علماً، اللَّهُمَّ آتِ نفوسَنَا تقوَاهَا، وزَكِّهَا أَنْتَ خيرُ مَنْ زكَّاهَا، أنتَ وَلِيُّهَا ومولاَهَا، اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عاقبتَنَا فِي الأُمورِ كُلِّهَا، وأصْلِحْ لَنِا نياتِنَا، وبارِكْ لَنَا فِي أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْهم قُرَّةَ أَعْيُنٍ لنَا، اللَّهُمَّ اسقِنَا الغيثَ ولاَ تجعلْنَا مِنَ القانطِينَ،اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
No comments:
Post a Comment