Khotbah
Jumat, 14 Jumadil Akhirah 1439 H/02 Maret 2018 M
Shalat
Nawafil
Khutbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
مِلْءَ مَا خَلَقَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَرَضَ الصَّلَاةَ عِمَادَ
الطَّاعَاتِ، وَشَرَعَ النَّوَافِلَ زِيَادَةً للْحَسَنَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى
رَبِّهِ وَعَبَدَ، وَرَكَعَ لِلَّهِ وَسَجَدَ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ،
وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى😦 إِنَّ الْمُتَّقِينَ
فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ* آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ
ذَلِكَ مُحْسِنِينَ)([1]).
Kaum
muslimin : sesungguhnya Allah mewajibkan shalat lima waktu pada kita sehari
semalam, dan kita diperintahkan untuk memeliharanya, Allah berfirman :
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى
وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah
segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah
(dalam shalatmu) dengan khusu’” (Al Baqarah 2 : 238). Barang siapa memelihara
shalat tepat waktunya, menyempurnakan rukun dan khusu’nya, maka Allah akan
mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga, Rasulullah Saw bersabda :
خَمْسُ صَلَوَاتٍ افْتَرَضَهُنَّ اللَّهُ تَعَالَى، مَنْ
أَحْسَنَ وُضُوءَهُنَّ وَصَلَّاهُنَّ لِوَقْتِهِنَّ، وَأَتَمَّ رُكُوعَهُنَّ
وَخُشُوعَهُنَّ كَانَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ
“Shalat
lima waktu yang telah diwajibkan oleh Allah, barang siapa memperbagus wudhunya
dan mengerjakan tepat waktunya, menyempurnakan ruku’nya dan khusu’nya, maka
Allah bernjanji untuk mengampuninya” (Abu Daud 425)
Dan
sesungguhnya diantara pemberian Allah pada kita, bahwa Dia mensunnahkan shalat
nawafil sebagai penyempurna shalat fardhu, Rasulullah Saw bersabda :
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
صَلَاتُهُ، فَإِنْ كَانَ أَتَمَّهَا كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ
أَتَمَّهَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ لِعَبْدِي مِنْ
تَطَوُّعٍ فَتُكْمِلُونَ بِهَا فَرِيضَتَهُ؟
“Perkara
pertama yang akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya,
jika ia menyempurnakannya, maka dicatat sempurna, dan bila tidak, maka Allah
berfirman pada malaikat-Nya : perhatikan, apakah kalian mendapatkan pada
hamba-Ku shalat sunnah yang dapat dijadikan penyempurna shalat fardhunya?” (Abu
Daud 864, An Nasa’i 465, At Tirmidzi 413, Ibnu Majah 1426 dan Ahmad 16949). Ini
merupakan anjuran untuk memperbanyak shalat nawafil, Rasulullah Saw berkata
pada Tsauban RA :
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا
تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ
بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah
engkau memperbanyak sujud, karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena
Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu”
(Muslim 488). Yang dimaksud dengan sujud adalah shalat (Syarah An Nawawi atas
hadits Muslim 2/238)
Para
jamaah shalat : lalu apa saja shalat nawafil yang disunnahkan oleh Nabi Saw ?
Yang
pertama sunnah rawathib, yaitu shalat-shalat sunnah yang dilakukan setelah atau
sebelum shalat fardhu, Rasulullah Saw menganjurkan kita agar menjaganya,
disebutkan dalam sabdanya :
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ
ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ
لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidak
satupun hamba muslim yang menunaikan shalat karena Allah setiap hari sebanyak
dua belas rakaat sunnah selain shalat wajib, melainkan Allah akan membangunkan
baginya sebuah rumah di surga” (Muslim 728).
Rasulullah
Saw menjelaskan bilangan shalat sunnah rawatib, yaitu :
أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ
بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ،
وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Empat
rakaat sebelum shalat Dhuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah
shalat Maghrib, dua rakaat setelah shalat Isya’ dan dua rakaat sebelum shalat
Fajr” (At Tirmidzi 414, An Nasa’i 1794 dan Ibnu Majah 1140)
Seorang
muslim memulai harinya dengan melakukan shalat nafilah, seperti shalat dua
raka’at sebelum shalaf fajr, karena keutamaannya sangat besar dan tidak baik
untuk ditinggalkan, dan karena pahalanya sangat agung dan tidak boleh
dilupakan, Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua
rakaat fajr lebih baik dari dunia dan isinya” (Muslim 725). Dalam riwayat lain
:
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا
“Sungguh
kedua rakaat tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya” (Muslim 725).
Oleh karenanya Rasulullah Saw bersegera menunaikannya, Aisyah RA berkata :
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ r فِي شَيْءٍ مِنَ
النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Aku
belum pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakan shalat sunnah yang lebih
semangat dibanding shalat sunnah dua rakaat sebelum fajr” (Muslim 724).
Sebagaimana
Nabi Saw selalu menunaikan shalat empat rakaat sebelum shalat Dhuhur, dari
Aisyah RA :
أَنَّ النَّبِيَّ r كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ
الظُّهْرِ
“Sesungguhnya
Nabi Saw tidak meninggalkan empat rakaat sebelum shalat Dhuhur” (Bukhari
1182).Beliau tidak pernah meninggalkan untuk menunaikan dua rakaat setelah
shalat Dhuhur, dari Ali RA berkata :
كَانَ النَّبِيُّ r يُصَلِّي قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا
وَبَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ
“Nabi
Saw shalat sebelum shalat Dhuhur empat rakaat dan setelahnya dua rakaat” (At
Tirmidzi 424).
Dan
barang siapa yang menginginkan pahala dan keutamaan yang lebih banyak serta
mendapatkan surga sebagai balasannya, maka hendaklah ia menunaikan shalat
sunnah empat rakaat setelah shalat Dhuhur, Nabi Saw bersabda :
مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا أَرْبَعًا
حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Barang
siapa shalat sebelum Dhuhur empat rakaat dan setelahnya empat rakaat, maka
Allah mengharamkan dari neraka” (Abu Daud 1269, At Tirmidzi 427, An Nasa’i 1814
dan Ibnu Majah 1160)
Saudaraku
yang rajin menunaikan shalat nafilah : diantara nawafil yang selalu dilakukan
oleh Nabi Saw adalah dua rakaat setelah Maghrib, dari Ibnu Umar RA bahwa :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r كَانَ يُصَلِّي
رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ
“Sesungguhnya
Rasulullah Saw menunaikan shalat dua rakaat setelah shalat Maghrib di rumahnya”
(Bukhari 1180). Hendaknya seorang muslim menunaikan keduanya di masjid, di
rumahnya, atau dimana saja ia menunaikan shalat Maghrib.
Dan
Umar RA selalu berusaha untuk belajar shalat nawafil dan mengikutinya,
disebutkan bahwa ia RA shalat bersama Nabi beberapa shalat nawafil, diantaranya
:
سَجْدَتَانِ بَعْدَ الْعِشَاءِ
“Dua
sujud setelah shalat Isya’” (Muttafaq ‘Alaih).Maksudnya dua rakaat setelah
shalat Isya’ (Umdatul Qori 7/234)
Itulah
sebagian sunnah-sunnah rawatib, peliharalah, karena sesungguhnya shalat-shalat
nawafil mendatangkan manfaat dan faedah yang sangat besar, maka barang siapa
mengajaganya maka Allah akan mencintai, memberinya taufiq dan Allah akan
menjaga dan memudahkan urusannya, Allah berfirman dalam hadits Qudsy :
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ
مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ
بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي
يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ
بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ،
وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
“Dan
tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri pada-Ku dengan sesuatu yang Aku cintai
melebihi daripada ibadah yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan hamba-Ku
senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan nawafil sehingga Aku mencintainya,
jika Aku mencintaninya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia
gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan
untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang,
memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon
kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya, dan bila ia memohon perlindungan kepada-Ku,
maka Aku akan melindunginya” (Bukhari 6502).Dan dengan memperbanyak melakukan
shalat nawafil, maka jiwa, hati dan ruh menjadi bersih, dan dengannya seorang
mukmin akan menikmati kehidupan yang tenang dan tenteram, dan ia akan menjumpai
Tuhannya dengan membawa shalat wajib yang dilakukan dengan sempurna dan shalat
nawafil yang melimpah, sehingga Allah akan memasukkannya ke dalam rahmat-Nya
dan membukakan baginya pintu-pintu surga-Nya.
Ya
Allah, berilah kami pertolongan untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan
baik kepada-Mu danberilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati
Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang
Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas
firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ،
وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ
قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ
هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah
Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : sesungguhnya shalat nawafil termasuk kebaikan yang dapat dijadikan
simpanan amalan seseorang, ia dapat menunaikannya di masjid atau di rumah
sebagai bentuk pengamalan sabda Rasulullah Saw :
إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ
فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ
مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا
“Jika
seseorang selesai menunaikan shalat di masjid, maka jadikan sebagiannya (shalat
sunnah) di rumahnya, karena sesungguhnya Allah menjadikan dari shalat di
rumahnya kebaikan”(Muslim 778). Maksudnya ketika kalian shalat fardhu di
masjid, maka tunaikan sebagian shalat nawafil di rumah kalian, agar anak-anak
dan isteri kalian mencontoh, yang kecil belajar dan yang besar teringatkan,
serta rahmat dan malaikat diturunkan di rumah tersebut (Syarah An Nawawi atas
hadits Muslim 6/68).
Mari
bersama menunaikan shalat nawafil, agar pahala besar digapai !
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ
بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]).
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا
عَشْرًا»([3]).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ،
وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
الأَوْفِيَاءَ،وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ
الأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ
جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ،
الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ
مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ،
وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ
الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ
وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ زِدِ الإِمَارَاتِ بَهْجَةً وَجَمَالاً، وَاكْتُبْ
لِمَنْ غَرَسَ فِيهَا هَذِهِ الْخَيْرَاتِ الأَجْرَ وَالْحَسَنَاتِ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن
زايد لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ
نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ
إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ
الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد،
وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى
رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ
عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ
وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا
وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا
وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ
وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ
الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ
السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ. اذْكُرُوا اللَّهَ
الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ
الصَّلاَةَ.
No comments:
Post a Comment