Friday, March 2, 2018

Khotbah Jum'at: KEUTAMAAN 10 DZUL HIJJAH DAN HAJI

Khotbah Jumat, 26 Dzul Qaedah 1433 H / 12 Oktober 2012 M

Keutamaan Sepuluh Dzul Hijjah dan Haji

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي فَرَضَ عَلَى عِبَادِهِ حَجَّ بَيْتِهِ الْحَرَامِ؛ ليَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ؛ وَيَذْكُرُوا اسْمَ الملكِ العَلاَّمِ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنَا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ[([1]).
Kaum mukminin ; sesungguhnya diantara keutamaan Allah atas hamba-Nya dengan menjadikannya beberapa medan tempat melakukan kebaikan di dunia untuk bekal di akhirat mereka, diantaranya adalah bulan Dzul Hijjah, Allah mengumpulkan segala jenis kebaikan didalamnya, didalamnya terdapat hari-hari yang penuh berkah, yang diutamakan oleh Allah atas hari-hari lainnya, yaitu sepuluh Dzul Hijjah, diistimewkan oleh Allah dengan kebaikan yang agung, Rasulullah Saw bersabda :
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنْ أَيَّامِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ
"Tidak satu hari-haripun yang lebih utama disisi Allah melebihi hari sepuluh Dzul Hijjah" (Ibnu Hibban 9/164), dan sabdanya :
مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْراً مِنْ خَيْرٍ تَعْمَلُهُ فِى عَشْرِ الأَضْحَى
 "Tidak ada satu amalan yang lebih baik disisi Allah dan tidak ada yang lebih agung pahalanya disisi Allah dibandingkan dengan kebaikan yang Anda lakukan pada sepuluh Idul Adha" (Ad Darimi 1828)
Said bin Jubair bila memasuki hari-hari sepuluh Dzul Hijjah, ia bersungguh-sungguh sehingga ia seakan tidak mampu melakukannya.
Karenanya dianjurkan kepada setiap muslim pada hari-hari tersebut untuk menggunakan waktunya dalam memperbanyak dzikir, ketaatan, berpuasa dan bersedekah.
Dzul Hijjah adalah bulan yang dipilih oleh Allah untuk dilakukan manasik haji, Allah berfirman :
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الحَجِّ
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji” (Al Baqarah 2 : 197)
Haji adalah rukun iman kelima, ia adalah media untuk mendekatkan diri seorang muslim kepada Tuhannya, ia adalah ibadah badaniyah, sebuah gerakan dan aktifitas badan seorang pelaku ibadah haji untuk melakukan ketaatan kepada Allah, serta semangat untuk selalu berdzikir kepada-Nya, haji adalah etika dan akhlak untuk membersihkan jiwa serta mendidiknya agar selalu berbuat keutamaan, berinteraksi baik serta tolong menolong dengan orang lain, dan sabar dalam menghadapi kesalahan dari mereka.
Seorang mukmin akan merasa sangat rindu terutama pada hari-hari seperti ini, kerinduan ini semakin bertambah pada baitullah bagi orang-orang yang bertakwa, hal ini tentu sebagai jawaban atas doa nabi Ibrahim AS, dimana beliau berdoa kepada Tuhannya :
فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ
“Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka” (Ibrahim 14 : 37) dan sebagai jawaban atas panggilan Allah, firman-Nya :
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ* لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan”(Al Hajj 22 : 27-28). Ibnu Abbas RA berkata ; ketika Ibrahim AS selesai membangun Ka’bah dikatakan kepadanya ; “Dan berserulah kepada manusia” Ia berkata ; bagaimana suaraku dapat sampai ? Dia berkata ; berserulah dan Aku yang akan menyampaikan. Maka Ibrahim AS berseru ; wahai manusia telah diwajibkan haji atas kalian menuju Rumah Allah. Kemudian terdengar antara langit dan bumi, tidakkah kau melihat bahwa manusia datang dari penjuru dunia menjawab panggilan tersebut” (Tafsir At Thabari 18/605)
Hamba Allah ; haji adalah penghapus dosa dan pengusir kefakiran, dan karenanya Nabi Saw mengajak dan menganjurkan agar menunaikannya, sabdanya :
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
"Ikutkanlah antara haji dan umroh, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pandai besi dapat menghilangkan kekaratan pada besi, emas dan perang dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga" (At Tirmidzi 810)
Sejak orang yang hendak haji memulai perjalanannya maka dimulailah pemberian dan penghargaan ilahi untuknya, yaitu dengan dituliskan kebaikan untuknya, dihapuskan keburukan darinya dan diangkat derajat baginya, Rasulullah Saw bersabda :
مَا تَرْفَعُ إِبِلُ الْحَاجِّ رِجْلاً وَلاَ تَضَعُ يَدًا إِلاَّ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً، أَوْ مَحَا عَنْهُ سَيِّئَةً، أَوْ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
"Tidaklah unta kendaraan orang yang berhaji mengangkat kakinya dan menurunkannya kecuali Allah menuliskan untuknya satu kebaikan atau menghapus darinya satu keburukan atau mengangkat satu derajat untuknya" (Syu'bul Iman karangan Al Baihaqi 3/479)
Saat seseorang mencium hajar aswat maka semua kesalahannya berguguran darinya, Rasulullah Saw bersabda :
الرُّكْنُ وَالْمَقَامُ يَاقُوتَتَانِ مِنْ يَوَاقِيتِ الْجَنَّةِ، وَلَوْلاَ أَنَّ اللَّهَ طَمَسَ عَلَى نُورِهِمَا لأَضَاءَتَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
"Rukun (yamani) dan maqam (Ibrahim) adalah dua batu permata dari surga, andaikata Allah tidak menghilangkan cahaya keduanya maka keduanya akan menyinari antara timur dan barat" (Shahih Ibnu Hibban 9/24)
Beruntunglah dan selamat bagi orang yang menuju ke baitullah dan hatinya selalu tergantung kepada Allah, dan sungguh indah bila ia tergolong kedalam orang-orang yang baik, sehingga derajatnya meningkat sepadan dengan orang-orang pilihan, setelah ia melepaskan semua dosa, Rasulullah Saw bersabda pada Amr bin Al Ash :
أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ ... الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ
"Tidakkah kau tahu, bahwa haji dapat menghancurkan tindakan sebelumnya" (Muslim 192).
Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
"Barang siapa berhaji karena Allah, lalu tidak melakukan tindakan keji dan fasik maka ia kembali seperti terlahir dari rahim ibunya" (Bukhari 1521). Barang siapa menunaikan haji ke baitullah, maka ia mendapatkan penghargaan dari Allah dan akan mengembalikan sepulang dari hajinya dengan hati yang bersih, jiwa yang murni, semangat yang tinggi, ruh yang bersinar serta kembali dengan lembaran baru yang akan diisi dalam umurnya yang tersisa.
Bersungguh-sungguhlah wahai orang yang menunaikan ibadah haji agar hajimu menjadi haji mabrur, usahamu tersyukuri yaitu dengan memenuhi waktumu dengan dzikir dan ketaatan, bergantung pada-Nya, mengharap apa yang ada disisi-Nya, sabar terhadap tabiat dan emosi manusia lainnya, membantu orang yang lemah, serta menolong semua orang, dari Jabir bin Abdullah RA dari Nabi Saw bersabda :
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ» قَالَ: وَمَا بِرُّهُ ؟ قَالَ :« إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَطِيبُ الْكَلاَمِ
"Haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga" ia bertanya ; apa baktinya ? Beliau menjawab ; memberikan makan dan ucapan baik" (At Thabrany dalam kitab Al Awsath 8/203)
Haji adalah ibadah yang mampu mendidik seorang muslim agar berperangai mulya, sehingga ucapan dan tindakannya selalu dihiasi oleh kebaikan dan kebajikan.
Ya Allah berilah taufiq kepada setiap orang yang berniat menunaikan ibadah haji dan mudahkanlah semua urusan hajinya, dan berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan selalu merasa diawasi dalam kesendirian dan kebersamaan, dan ketahuilah bahwa tujuan utama haji adalah untuk mewujudkan maqam ubudiyah kepada Allah, dan orang yang berhaji hendaknya menghayati kisah Ibrahim AS yang menggambarkan penyerahan diri kepada Allah Swt, Allah berfirman :
وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ* إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". (Al Baqarah 2 : 130-131)
Dan hendaknya ia mengingat kisah Ibrahim AS dalam pertikaiannya dengan syetan, saat ia menghancurkan keraguan syetan yang menyerang dirinya, dengan meninggalkan semua kemaksiatan dan dosa, sehingga ia kembali dari hajinya dengan bekal penambahan kekuatan untuk selalu tetap dalam hidayah dan keistiqamahan.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وقَلْبًا خاشعاً، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا واسعاً، وَعَمَلاً صالحاً مُتَقَبَّلاً، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ علِّمْنَا مَا ينفَعُنَا، وانفَعْنَا بِمَا علَّمْتَنَا، وزِدْنَا علماً، اللَّهُمَّ آتِ نفوسَنَا تقوَاهَا، وزَكِّهَا أَنْتَ خيرُ مَنْ زكَّاهَا، أنتَ وَلِيُّهَا ومولاَهَا، اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عاقبتَنَا فِي الأُمورِ كُلِّهَا، وأصْلِحْ لَنِا نياتِنَا، وبارِكْ لَنَا فِي أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْهم قُرَّةَ أَعْيُنٍ لنَا، اللَّهُمَّ اسقِنَا الغيثَ ولاَ تجعلْنَا مِنَ القانطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).


([1]البقرة :197.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

No comments:

Post a Comment