Khotbah
Jumat, 07 Jumadil Akhirah 1439 H/23 Februari 2018 M
Bismillah
Khutbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ، سُبْحَانَكَ نَحْمَدُكَ يَا مَالِكَ يَوْمِ الدِّينِ،وَنَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، يَا مَنْ أَكْرَمْتَنَا وَهَدَيْتَنَا إِلَى صِرَاطٍ
مُسْتَقِيمٍ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ
وَرَسُولُهُ، اخْتَارَهُ اللَّهُ تَعَالَى لِرِسَالَتِهِ، وَخَتَمَ بِهِ
نُبُوَّتَهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي
بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَسُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي
الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا)([1]).
Para
jamaah shalat : sesungguhnya nama Allah diagungkan oleh hati, dan nama Allah
memiliki keagungan dan wibawa tersendiri pada jiwa, Allah berfirman :
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ
“Maha
Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia” (Ar Rahman 55 : 78).
Maksudnya bahwa nama Tuhanmu suci dan memiliki keagungan dan kebesaran, dan Dia
pantas ditaati dan tidak tidak boleh bermaksiat kepada-Nya dan hendaknya Dia
selalu diingat dan tidak dilupakan (Tafsir Ibnu Katsir 7/510)
Salah
satu cara pengagungan Allah adalah dengan memulai segala sesuatu dan perbuatan
dengan menyebut nama-Nya, inilah yang diajarkan oleh para Nabi, Nuh AS berkata
pada orang-orang yang dibawanya diatas kapal :
اركبوا فيها بسم الله مجراها ومرساها إن ربي لغفور رحيم
“Dan
Nuh berkata : Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di
waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang” (Hud 11 : 41).Maksudnya bacalah Bismillah saat berlayar
diatas lautan dan bacalah Bismillah saat berlabuh (Tafsir Ibnu Katsir 4/322)
Dan
ketika Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Ratu Saba’, ia menulis :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ* أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ
وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ
“Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu
sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang
yang berserah diri” (An Naml 27 : 30-31).Seorang ulama berkata : dan belum
pernah ada seorang pun yang menulis : Bismillahir Rahmanir Rahim sebelum Nabi
Sulaiman AS(Tafsir Ibnu Katsir 6/188)
Dan
Allah mewahyukan pada Nabi kita Muhammad Saw agar mendahulukan Nama Allah dalam
segala perbuatan dan sebelum menunaikan semua tugas-tugasnya (Tafsir Ibnu
Katsir 1/114). Allah berfirman pada awal ayat yang diturunkan :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah
dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan” (Al Alaq 96 : 1).Maksudnya : bacalah apa
yang telah diturunkan kepadamu dari Al Quran dimulai dengan menyebut nama
Tuhanmu (Tafsir At Thabari 20/119). Karenanya Nabi Saw memerintahkan untuk
menulis “Dengan nama Allah” pada setiap surat atau perjanjian (rujuk hadits
Bukhari 7, Muslim 1773 dan Abu Daud 3062)
Lalu
apa yang dimaksud dengan Bismillahir Rahmanir Rahim ?
Maksudnya
bahwa setiap muslim hendaknya memulai pekerjaannya dengan meminta pertolongan
Allah, dan Basmalah mengandung tiga Asmaul Husna; yaitu Allah, Ar Rahman dan Ar
Rahim, dan Allah mengumpulkan tiga Asma-Nya tersebut dalam satu ayat ini :
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ
الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
“Dia-lah
Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang Mengetahui yang
gaib dan yang nyata. Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Al Hasyr
59 : 22). Dan lafdhul Jalalah “Allah” merupakan Asmaul Husna yang paling banyak
disebut di dalam Al Quran, dan ia merupakan nama yang lengkap bagi setiap nama
dan sifat-Nya, sebagian ulama berpendapat bahwa ia merupakan nama Allah yang
agung (Ismullah Al A’dham), dimana bila memohon dengan-Nya akan diberi, bila
berdoa dengan-Nya akan dikabulkan, tidak seorang pun yang menamakan dirinya
dengan nama ini, dan tidak dipanggil dengannya melainkan Allah semata, Allah
berfirman :
هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
“Apakah
kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah) ?
(Maryam 19 : 65). Begitu juga dengan nama Allah Swt (Ar Rahman), ini juga
merupakan nama yang khusus bagi Allah, tidak dinamakan dan tidak disifatkan
dengannya selain Allah (An Nihayah fi Ghariibil Hadits Wal Atsar karangan Ibnul
Atsir 2/210). Dua nama ini (Allah dan Ar Rahman) terkumpul dalam satu ayat
dalam Al Quran :
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمنَ أَيًّا ما
تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى
“Katakanlah
: serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru,
Dia mempunyai Al Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik)” (Al Isra’ 17 : 110).
Arti Ar Rahman adalah pemilik kasih untuk semua dan tidak ada tandingannya,
sedangkan Ar Rahim adalah pemilik kasih sayang yang khusus diperuntukkan bagi
hamba-hamba-Nya yang beriman, Allah berfirman :
وَكانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dan
adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (Al Ahzab 33 : 43)
Wahai
orang yang senang memperbanyak dzikir : Allah berfirman :
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Dan
sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang” (Al Insan 76 : 25). Dan
Nabi Saw telah mengajarkan kita agar memulai hari-hari kita dengan membaca
Basmalah, disebutkan dalam sabdanya :
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا
يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلَاءٍ
حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ
بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ
“Barang
siapa membaca di pagi hari : dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan
berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui, sebanyak tiga kali, maka tidak akan ditimpa
musibah mengejutkan hingga malam hari, dan bila membacanya di sore hari, maka
tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga pagi hari” (Ahmad 528 dan Ibnu
Hibban 852). Dengan menyebut nama Allah, maka kau akan mendapatkan perlindungan
Allah, bila kau keluar rumah, maka bacalah Basmalah, agar Allah melindungimu,
Rasulullah Saw bersabda :
إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ،
تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. فَيُقَالُ
لَهُ: حَسْبُكَ، هُدِيتَ وَوُقِيتَ وَكُفِيتَ
“Dengan
nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali
dengan Allah. Maka dikatakan padanya : cukuplah bagimu, kamu telah mendapat
petunjuk dan perlindungan dan kecukupan” (Abu Daud 5095, At Tirmidzi 3426 dan
An Nasa’i dalam kitab Al Kubra 9837)
Saat
mengendarai kendaraan, bacalah Bismillah tiga kali dan Alhamdulillah, kemudian
bacalah :
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ
مُقْرِنِينَ* وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
“Maha
suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya
tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”
(Az Zukhruf 43 : 13-14).Dengan doa itu semua, ia akan berada dalam lindungan
dan penjagaan-Nya.
Ketika
kembali pulang ke rumah keluargamu, maka bacalah Bismillah, Rasulullah Saw
bersabda :
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ حِينَ
يَدْخُلُ وَحِينَ يَطْعَمُ قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ
هَا هُنَا. وَإِنْ دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ:
أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ
عِنْدَ مَطْعَمِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
“Bila
seseorang memasuki rumahnya, sambil menyebut nama Allah saat memasukinya dan
saat makan, maka syetan berkata : tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan
tidak ada makan malam disini. Dan bila ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama
Allah saat memasukinya, ia berkata : sekarang kalian mendapatkan tempat
bermalam. Dan bila ia tidak menyebut nama Allah saat makan, ia berkata : kalian
mendapat tempat bermalam dan makan malam” (Muslim 2018 dan Ahmad 15109)
Tentu
wahai hamba Allah : sesungguhnya ucapan “Bismillah” kalian saat makan termasuk
ajaran Nabi Saw dan barang siapa lupa membaca Basmalah diawal makan, maka
hendaknya ia membaca doa; Rasulullah Saw bersabda :
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، فَإِنْ
نَسِيَ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ
وَآخِرَهُ
“Bila
seorang diantara kalian makan, maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut
nama Allah pada permulaan makan, maka bacalah : Bismillah untuk awal dan akhirnya”
(Abu Daud 3767, At Tirmidzi 1858 dan Ahmad 26292)
Ya
Allah, jadikanlah kami golongan orang-orang yang selalu berdzikir menyebut
Asma-Mu, bersyukur terhadap nikmat-Mu danberilah kami semua taufiq untuk
mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai
pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ،
وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ
قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ
هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah
Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّسَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَىسَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : berusaha untuk selalu berdzikir dengan Asma Allah dalam segala
kondisi kehidupan kalian, mengajarkan hal tersebut pada anak-anak kalian serta
mulailah setiap ibadah kalian dengan menyebut Asma-Nya, Rasulullah Saw memulai
wudlu dengan Bismillah, saat menyembelih Hadyu dan hewan qurban, dan Rasulullah
Saw mengajarkan kita agar menutup hari kita dengan Bismillah sebagaimana saat
memulainnya, disebutkan dalam sabdanya :
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ فِرَاشَهُ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ
ثَوْبِهِ -أَيْ بِطَرَفِ ثَوْبِهِ- ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَلْيَقُلْ: بِاسْمِكَ رَبِّ
وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا،
وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
“Bila
salah satu dari kalian hendak berangkat tidur, hendaknya ia mengibaskan ujung
kainnya tiga kali dan berdoa : Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhanku aku
baringkan pinggangku dan mengangkatnya, bila Engkau menahan diriku, maka
ampunilah dan jika Engkau melepaskannya, maka lindungilah sebagaimana Engkau
melindungi hamba-hamba-Mu yang shalih” (Muttafaq ‘Alaih)
Marilah
kita bersama selalu membaca Basmalah dalam segala urusan kehidupan harian kita
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ
بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]).
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا
عَشْرًا»([3]).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ،
وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
الأَوْفِيَاءَ،وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ
الأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ
جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ،
الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ
مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ،
وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ
الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ
وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ زِدِ الإِمَارَاتِ بَهْجَةً وَجَمَالاً، وَاكْتُبْ
لِمَنْ غَرَسَ فِيهَا هَذِهِ الْخَيْرَاتِ الأَجْرَ وَالْحَسَنَاتِ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن
زايد لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ
نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ
إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ
الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد،
وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى
رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ
عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ
وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا
وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا
وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ
وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ
الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ
السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ. اذْكُرُوا اللَّهَ
الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ
الصَّلاَةَ.
No comments:
Post a Comment