Khutbah Jumat, 24 Dzul Hijjah 1433 H / 11 November 2012 M
Emirates Dan Nilai-nilainya
Khutbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْبَشِيرُ النَّذِيرُ، وَالسِّرَاجُ الْمُنِيرُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ حَيْثُ قَالَ تَعَالَى:] وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللَّهَ[([1]).
Hamba Allah, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah" (Al Baqarah 2 : 172). Allah berfirman:
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ
" Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah”(Luqman 31: 12). Nabi Saw bersabda:
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ، وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ، وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ، وَتَرْكُهَا كُفْرٌ، وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ، وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
"Barang siapa yang tidak bersyukur atas rezeki yang sedikit maka ia tidak akan bersyukur atas rezeki yang banyak, dan barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia maka ia tidak berterima kasih kepada Allah, dan menyebut-nyebut nikmat Allah adalah bentuk syukur, dan meninggalkannya adalah pengingkaran nikmat, jamaah merupakan rahmat dan percerai beraian merupakan adzab" (Ahmad 18946). Allah berfirman:
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
"Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)" (Ad Dhuha 93 : 11).
Allah telah menganugerahkan negara Emirates nikmat yang tak berhingga, dan diantara bentuk syukur nikmat tersebut adalah dengan memuji Allah dengan pujian yang sesuai, dengan mengakui keutamaan dan nikmat-Nya, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, berpegang teguh pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena dengan bersyukur kepada Allah nikmat ini akan langgeng, dan Allah akan menambah nikmat tersebut sesuai dengan kehendak-Nya, Allah berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu" (Ibrahim 14 : 7).
Termasuk bentuk mensyukuri nikmat adalah dengan menjauh dari semua penyebab perselisihan dan perbedaan, dan dengan setia mendukung para pemimpin kita, mencintai mereka, mendoakan mereka, mentaati mereka, bekerja sama dengan mereka dalam setiap kebaikan dan menyebut kebaikan mereka, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفاً فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ
"Barang siapa berbuat kebaikan pada kalian maka balaslah, bila kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya maka doakan mereka sehingga mereka mengetahui bahwa kalian telah membalasnya" (Abu Daud 1672).
Orang yang membandingkan kondisi kita antara kemarin dan sekarang pasti melihat tanda-tanda nikmat-nikmat Allah dalam bentuk kenyataan yang dapat dirasa dan disaksikan, setelah sebelumnya pada kondisi kehidupan yang sangat sulit, pahit dan susah, perpecahan dan lemah, sekarang negara Emirates telah menjadi landmark kebudayaan dan pantas menjadi contoh dalam kesatuan barisan, kepaduan kata, kemakmuran hidup, ketentraman dan kemajuan, pencapaian yang dahsyat, dan hal itu tidak mungkin terwujud bila tidak karena keutamaan Allah serta usaha keras dan jujur dari para pendiri negara ini, serta kerja nyata dalam meningkatkan negara ini dan orang-orang yang hidup didalamnya.
Kaum muslimin ; negara ini telah bangkit memimpin dan membangun sebuah kebudayaan yang unik dalam nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan ajaran agama Islam, keadilan dan perlindungan hak-hak menjadi dasar, toleransi dan hidup berdampingan dengan damai menjadi obor penerang, kerja sama serta membangun komunikasi menjadi alamat nyata, dengan bermetode pada pengkhidmatan pada kemanusiaan, semangat memberi dan membantu orang lain saat tertimpa bencana merupakan bukti nyata, etika baik terhadap kerabat dan orang lain adalah budaya asli yang berkesinambungan, hal itu semua bertauladan pada Rasulullah Saw yang disifati oleh Tuhannya sebagai:
خُلُقٍ وَإِنَّكَ لَعَلَى عَظِيم
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Al Qalam 68:4).
Nilai-nilai baik yang diterapkan oleh negara Emirates telah membuahkan sebuah gambaran indah di luar dan di dalam, sehingga menjadi negara yang dihargai bagi orang-orang yang bijak, karena sunnatullah itu terus berlangsung, maka tidak mungkin lepas dari orang-orang yang dengki, sehingga sebagian mereka dengan agenda khusus yang ingin digapai, mereka berusaha menyebarkan hal-hal yang bertentangan dengan negara kita tercinta walaupun hal itu sangat berbeda dengan kenyataan dan dasar-dasar utama dalam penilaian yang jujur, karena sesungguhnya pada kenyataannya hal itu sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada, disebutkan dalam sebuah syair:
Prasangka itu tidak terwujud kebenaran sedikitpun dialamnya
Sebagaimana siang hari tidaklah membutuhkan sebuah bukti.
Tidak ada bukti yang lebih mencengangkan kecuali yang dirasakan oleh semua orang yang berada di Emirates, dimana mereka hidup dengan kehidupan yang layak dan mulya, negara ini menaruh perhatian penuh pada manusia dan kehormatannya, sebagai penerapan firman Allah:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam” ( Al Isra’ 17 : 70).
Negara menyediakan semua jalan hidup mulya, kepemimpin yang bijak memberikan semua kemampuannya untuk membangun manusia dengan menyediakan pendidikan untuk pengembangan akalnya, melindungi kesehatan dan keselamatannya, maka dibangunlah sekolah-sekolah, universitas dan rumah sakit, agar terwujud kebangkitan yang merata diseluruh penjuru negeri, yang pada akhirnya manusia Emirates mampu mendapatkan gelar keilmuan, memiliki pengalaman dan banyak sekali pencapaian yang telah diraihnya.
Tidak ketinggalan kaum wanita mendapatkan porsi perhatian yang sama, sehingga mereka mampu menyelesaikan semua jenjang pendidikan mereka, mereka dapat menikmati semua hak-haknya di semua bidang, lapangan kerja disediakan buat mereka, sehingga mereka dapat bekerja dan andil dalam kebangkitan negara dan kemajuannya, bahkan banyak diantara mereka yang menduduki jabatan-jabatan penting dan tinggi.
Sekarang negara Emirates menjadi negara yang dikagumi negara-negara lain, menjadi tempat untuk mencari rezeki bagi semua penduduk yang datang dari berbagai etnis, negara dan jenis kelamin, mereka masuk ke UAE untuk bekerja mencari penghidupan, karena mereka tahu bahwa penduduknya terkenal dengan toleransi, interaksi baik, melindungi hak-hak dan menghargai kehormatan mereka.
Ya Allah langgengkan nikmat-Mu pada kami, ajarilah kami cara mensyukuri dan menjaganya, dan berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan selalu merasa diawasi dalam kesendirian dan kebersamaan, dan ketahuilah bahwa menjaga nikmat merupakan tanggung jawab bersama dan amanah, yang mewajibkan kita untuk selalu berpegang teguh dengan ajaran agama kita, nilai-nilai kita yang mulya, akhlak kita yang tinggi serta kebiasan dan adat yang asli, dan hendaknya kita menanamkan dalam diri kita dan jiwa anak kita kesetiaan terhadap negara dan pemimpin kita, dan hendaknya kita selalu menjaga bendera negara kita, dimana kita hidup diatas tanahnya, makan dari kebaikannya, dan hendaknya kita melindungi dari setiap makar, dan selalu menampakkan gambaran baik bagi semua, semua itu dilakukan dengan harapan mendapatkan pahala dan balasan dari Allah Swt dan ridha-Nya, dan hendaknya kita menggunakan media modern untuk kepentingan negara, masyarakat kita dan memperkuat kesatuan dan kepaduan kita, Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara"(Ali Imran 3:103).
Sebagaimana hendaknya kita selalu berhati-hati terhadap segala pemikiran yang dapat meracuni kita, aliran yang menyusup dan setiap yang bertentangan dengan agama kita dan mengancam negara kita, hendaknya kita memikirkan kondisi masyarakat yang dipenuhi rasa ketakutan dan kelaparan baik dulu dan sekarang dan perbandingkan dengan kondisi kita sekarang dimana kita dalam kenikmatan dan kemakmuran, dan hendaknya kita pandai mensyukuri nikmat Allah ini.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وقَلْبًا خاشعاً، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا واسعاً، وَعَمَلاً صالحاً مُتَقَبَّلاً، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ علِّمْنَا مَا ينفَعُنَا، وانفَعْنَا بِمَا علَّمْتَنَا، وزِدْنَا علماً، اللَّهُمَّ آتِ نفوسَنَا تقوَاهَا، وزَكِّهَا أَنْتَ خيرُ مَنْ زكَّاهَا، أنتَ وَلِيُّهَا ومولاَهَا، اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عاقبتَنَا فِي الأُمورِ كُلِّهَا، وأصْلِحْ لَنِا نياتِنَا، وبارِكْ لَنَا فِي أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْهم قُرَّةَ أَعْيُنٍ لنَا، اللَّهُمَّ اسقِنَا الغيثَ([4]) ولاَ تجعلْنَا مِنَ القانطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([5]).