Thursday, March 23, 2017

Khotbah Jum'at: SEPULUH MALAM TERAKHIR

Khotbah Jumat, 22 Ramadhan 1433 H / 10 Agustus 2012 M

Khotbah Pertama
الْحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ، وصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وخَلِيلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتَّابِعِينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ[[1].
Kaum mukminin ; Allah telah menganugerahkan bulan Ramadhan pada kita semua, memulyakan dengan malam dan hari-harinya, dan kita telah mendapatkan wewangiannya di awal dan pertengahannya, dan sekarang kita berada pada sepuluh terakhir yang tersisa darinya, dan bila bulan Ramadhan merupakan bulan yang termulya karena keistimewaan kebaikan dan kebajikan yang ada didalamnya, maka pada sepuluh hari terakhir merupakan yang termulya dari hari-hari sebelumnya, ia merupakan inti dan ringkasan dari satu bulan tersebut, karenanya Rasulullah Saw mengkhususkan sepuluh hari ini dengan memperbanyak ibadah, dan bergiat dengan semua bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah, yang tidak biasa dilakukannya di selain waktu tersebut, Aisyah RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام  يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

"Rasulullah Saw sangat giat pada sepuluh malam terakhir yang biasanya tidak giat pada selainnya” (Muslim 1175).

Beliau Saw menghidupkan semua malam-malamnya, beliau tidak bosan dan tidak penat dalam beribadah, dari Aisyah RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام  إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

"Rasulullah Saw bila memasuki sepuluh malam terakhir, menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan menyingsingkan sarungnya” (Muslim 1174).

Yang dimaksud dengan menyingsingkan sarungnya adalah meninggalkan keduniawian dan mengosongkan waktunya untuk beribadah serta bersungguh-sungguh dalam menunaikannya.
Sebagaimana beliau Saw selalu membangunkan keluarganya agar menunaikan shalat malam pada malam sepuluh terakhir, menganjurkan mereka untuk shalat bersamanya agar mendapatkan keburuntungan yang berbentuk pahala dan balasan yang besar, dari Ali bin Abi Thalib RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللهِ عليه الصلاة والسلام يُوقِظُ أَهْلَهُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَكُلَّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ يُطِيقُ الصَّلاةَ

"Rasulullah Saw membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, semuanya baik kecil ataupun besar yang mampu melaksanakan shalat" (At Tirmidzi 795, At Thabrany dalam kitab Al Mu'jam Al Awsath 7/253).
Hamba Allah ; hal paling penting yang membedakan malam-malam ini adalah malam Al Qadr, ditetapkan oleh Allah keistimewaan didalamnya dengan diturunkannya Al Quran, firman Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”(Ad Dukhan (44) : 3).

Pada malam penuh keberkahan ini, terdapat penganugerahan  Allah dalam memulyakan hamba-hamba-Nya, Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ* وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ* لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ* تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ* سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”(Al Qadr (97) : 1-5).

Ayat ini menerangkan bahwa ia lebih utama dari beribadah seribu tahun, dan disebutkan bahwa Rasulullah Saw diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya atau sesuai dengan kehendak Allah, umur ummatnya pendek-pendek sehingga amalannya tidak dapat menggapai amalan ummat sebelumnya yang umurnya panjang-panjang, maka Allah memberikannya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan” (Al Muwattha’ 703). Sebagaimana ayat ini menerangkan bahwa diantara keistimewaan malam Al Qadr adalah turunnya malaikat berserta jibril AS.
Nabi Saw diberikan keistimewaan dengan ditambahnya shalat qiyam, karena ia menjadi penyebab ampunan, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Al Qadr dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (Muttafaq ‘alaih).
Barang siapa yang diberikan kesempatan untuk melaksanakan shalat malam maka ia telah mendapatkan semua kebaikan, dan barang siapa terhalang dari pahalanya maka ia telah terhalang dari kebaikan semuanya, dari Anas bin Malik RA berkata : saat Ramadhan menjelang Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

“Sesungguhnya bulan ini telah datang menemui kalian, didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang dihalanginya maka ia telah dihalangi dari kebaikan keseluruhannya, dan tidak dihalangi dari kebaikannya kecuali orang yang merugi” (Ibnu Majah 1644).
Ia berada pada sepuluh malam terakhir, karenanya dianjurkan bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, dari Abdullah bin Abbas RA : bahwa Nabi Saw bersabda:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah ia pada sepuluh malam terakhir Ramadhan" (Bukhari 2021).

Beruntunglah orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan pada sepuluh malam terakhir, ia membaca Al Quran dan mentadabburinya, menjauh dari kesia-siaan dan beristighfar, ini merupakan hari-hari yang penuh kejernihan, wewangian dan malam-malam yang penuh keberkahan.
Ya Allah jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang diterima amalannya, dan semoga kami semua diberikan untuk taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, dan ketahuilah bahwa sebaik-baiknya perbuatan bertadarru' kepada Allah pada malam Al Qadr adalah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Saw kepada kita seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah RA berkata:

فعَنْ عَائِشَةَ رضيَ اللهُ عنهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ :« قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي »

Aku bertanya pada pada Rasulullah: “Ya Rasulullah, Apa yang aku baca bila bertepatan dengan malam Al Qadr ?” Rasulullah bersabda: “Bacalah: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan maka ampunilah aku” (At Tirmidzi 3513).

Sebaik-baiknya yang diterima seorang hamba pada malam-malam ini adalah ampunan Allah, seorang shaleh berkata : Tidak disebut orang arif, seseorang yang tidak menjadikan ampunan Allah sebagai tujuan dari cita-citanya.

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ،اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1671


([1]التوبة :119.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

No comments:

Post a Comment