Thursday, March 23, 2017

Khotbah Jum'at: BENTUK KEBAIKAN PADA BULAN RAMADHAN


Khotbah Jumat, 08 Ramadhan 1433 H / 27 Juli 2012 M

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الذِي خَصَّنَا بِشهْرِ الطاعاتِ، وأجْزَلَ لنَا فيهِ المثوبةَ ورفْعَ الدرجاتِ، وأَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الأرضِ والسمواتِ، يتفضَّلُ علَى عبادِهِ فِي رمضانَ بالعتقِ وتكفيرِ السيئاتِ، وأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَاا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ، وصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وخَلِيلُهُ المبعوثُ بالآياتِ البيناتِ، خيرُ مَنْ صلَّى وصامَ، وعبدَ اللهََ وقامَ، وصلَّى بالليلِ والناسُ نيامٌ، اللهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتَّابِعِينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[[1].

Para shaimin; sekarang kita berada pada bulan yang penuh ketaatan, bulan kebaikan dan kebajikan, bulan perlombaan untuk melakukan ketaatan, bulan kasih sayang dan solidaritas, bulan yang selalu diharapkan kedatangannya dengan doa-doa kita agar kita dapat berjumpa dengannya, sehingga kita dapat mendekatkan diri didalamnya sesuai dengan perintah Rasulullah Saw, bentuk kebaikan dalam Ramadhan sangat banyak, Rasulullah Saw termasuk manusia yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau tampak pada bulan Ramadhan saat dijumpai oleh Jibril, Rasulullah Saw lebih baik dari tiupan angin yang berhembus, orang yang bahagia adalah orang yang berlomba dalam ketaatan, bersegera untuk melakukan kebaikan dan bersungguh-sungguh agar mendapatkan keberuntungan nikmatnya surga, firman Allah:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً* خَالِدِينَ فِيهَا لاَ يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلاً

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya” (Al Kahf (18) : 107-108)

Pada bulan Ramadhan semakin meningkat perhatian seorang muslim terhadap kaum fakir miskin, agar mereka mendapatkan keutamaan yang ada didalamnya, karenanya berilah makan sesuai kemampuan Anda dan janganlah Anda menutup pintu-pintu tersebut, perluaslah kedermawanan Anda agar mendapatkan pahala dan balasan yang banyak dan besar, firman Allah:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Al Baqarah (2) : 274).

Nabi Saw mengajarkan kita untuk memberikan makanan walaupun sedikit, seperti dalam sabdanya:

مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئاً

"Barang siapa memberikan makanan berbuka pada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahalanya tanpa dikurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikitpun" (At Tirmidzi 807)

Perbanyaklah wahai hamba Allah bersedekah, karena sedekah merupakan bukti, dan janganlah kalian pernah menolak seorang fakir ataupun miskin, bersegeralah dalam mengulurkan tangan untuk memberi dan berderma, karena tangan yang memberi itu lebih baik daripada tangan yang menerima, Nabi Saw bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

"Allah berfirman : wahai Anak Adam, berinfaklah, maka Aku akan berinfak padamu" (Muttafaq 'alaih). Maka barang siapa yang memberikan pemberian yang banyak terhadap sesama hamba Allah, maka Allah akan memberikannya kebaikan yang banyak, Allah berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya”.(Saba’ (34) : 39).

Kaum muslimin; menyantuni anak yatim termasuk salah satu bentuk kebaikan yang paling mulya dan paling murni, paling tinggi dan paling sempurna karenanya orang yang menyantuni anak yatim akan berteman dengan Rasulullah Saw di surga, Nabi Saw bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا». وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Aku dan penyantun anak yatim berdampingan seperti ini” kemudian Rasulullah mengisyaratkan dengan dua jari telunjuk dan jari tengan, lalu merenggangkan keduanya” (Bukhari 5304).

Menyantuni anak yatim itu berarti melindungi kehormatannya, menjaga hartanya, menjamin masa depannya, memperhatikan urusannya, menjalankan tugasnya, memberikan bantuan padanya dan berlaku baik terhadapnya, Allah berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu” (Al Baqarah (2) : 220)

Hal diatas merupakan gambaran dari kerekatan masyarakat dan ikatannya yang kuat antara mereka, semoga dengan perlakuan baik mereka terhadap anak yatim, Allah akan menurunkan keberkahan sehingga menjadi penyebab kebangkitan masyarakat dan menjadi penyebab terwujudnya kemajuannya.

Hamba Allah; wakaf merupakan salah satu perantara yang paling utama dalam penginvestasian harta, ia adalah cara yang biasa dilakukan oleh orang-orang shaleh, sehingga mereka mendapatkan keuntungan dari harta mereka di dunia melalui ketenangan jiwa dan ketentaman hati, manusia setiap kali melihat menyaksikan bekas perbuatan orang yang baik maka mereka akan berdoa untuknya dan keturunannya, sehingga mereka diliputi oleh keberkahan umur, rezeki, raga, isteri dan anak keturunan, rahmat dan cinta para hamba akan tertuju pada mereka, dan pahala wakaf terus berkelanjutan dan tidak terputus, Rasulullah Saw bersabda:

خَيْرُ مَا يُخَلِّفُ الرَّجُلُ مِنْ بَعْدِهِ ثَلاَثٌ: وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ، وَصَدَقَةٌ تَجْرِي يَبْلُغُهُ أَجْرُهَا، وَعِلْمٌ يُعْمَلُ بِهِ مِنْ بَعْدِهِ

"Sebaik-baiknya sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang setelah wafatnya adalah tiga ; anak shaleh yang mendoakannya, sedekah yang mengalir pahalanya dan ilmu yang diamalkan setelah wafatnya" (Ibnu Majah 241).

Betapa banyak waqaf yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti pembangunan klinik, pemberian pengobatan pada orang-orang yang sakit, menyediakan obat-obatan, membangun sekolah dan universitas, membangun masjid, santunan untuk anak yatim dan para janda, menikahkan pemuda pemudi, membayarkan hutang, meringankan beban orang yang mempunyai masalah, merawat para jompo dan orang-orang yang mempunyai kebutuhan khusus, memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan dan lainnya.

Ya Allah berkahilah harta kami dan terimalah sedekah kami, ya Allah berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa bulan Ramadhan merupakan pintu lebar untuk melakukan semua bentuk kebaikan, dan diantaranya yang paling agung adalah bersedekah dengan harta, maka berlomba-lombalah wahai hamba Allah dalam berkontribusi dalam proyek waqaf, sebagai bentuk penggunaan bulan ini dengan sebaik-baiknya, sebagai pembersih jiwa kalian, sebagai penumbuh harta kalian, sebagai penggembira bagi saudara-saudara kalian, karena tidak tersisa bagi Anak Adam dari hartanya kecuali yang telah Anda sedekahkan, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْماً عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحاً تَرَكَهُ، وَمُصْحَفاً وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتاً لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

"Sesungguhnya amalan dan kebaikan yang akan mengikuti seorang mukmin setelah wafatnya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shaleh yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya saat sehatnya dan hidupnya akan dijumpainya setelah wafatnya" (Ibnu Majah 242).

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ. 
اللَّهُمَّ تقبَّلْ منَّا الصيامَ والقيامَ والصدقاتِ وصالِحَ الأعمالِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَاا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم،، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا،، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1651


([1]) الأحزاب : 70 -71  .
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.
- مركز الفتوى الرسمي بالدولة  باللغات (العربية ، والإنجليزية ، والأوردو) للإجابة على الأسئلة الشرعية وقسم الرد على النساء         22 24  800
من الثامنة صباحا حتى الثامنة مساء عدا أيام العطل الرسمية
- خدمة الفتوى عبر الرسائل النصية sms على الرقم         2535

No comments:

Post a Comment