Khotbah Jumat, 01 Ramadhan 1433 H / 20 Juli 2012 M
Khotbah Pertama
الحمدُ للهِ الذِي أنزلَ القرآنَ هُدًى للناسِ، وبيناتٍ مِنَ الهدَى والفرقانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ القائلُ سبحانَهُ :] فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْآنِ[([1]) وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ القائلُ:« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعاً لأَصْحَابِهِ»([2]) فاللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ[([3]).
Kaum mukminin; sekarang kita berada dibawah rindangnya Ramadhan, kita merasa senang dengan kedatangannya, nikmatilah bulan agung ini, tamu mulya ini yang dikhususkan oleh Allah dengan amalan dan ibadah yang agung, keutamaan pahala dan ketinggian derajat, Rasulullah Saw bersabda:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
"Telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, Allah mewajibkan kalian berpuasa , pintu-pintu surga di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan yang kuat dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung) " (An Nasa'i 2106).
Puasa termasuk ibadah yang paling agung, pendekatan diri yang paling mulya dan dengannya terhapus keburukan, Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq 'alaih). Dan Allah telah memberikan keistimewaan pada puasa dengan mengalamatkan puasa pada Dzatnya, sabda Nabi Saw:
قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Allah berfirman: “Setiap amalan anak Adam baginya kecuali puasa, maka sesungguhnya ia bagi-Ku dan Aku yang membalasnya” (Muttatafaq ‘alaih).
Maka perhatikanlah wahai hamba Allah, betapa Allah telah mengangkat derajat ibadah ini sehingga Dia langsung yang memberikan balasan orang yang berpuasa ? maka bersyukurlah kepada Allah yang telah memberikan Ramadhan kepada kita dan Allah memilih kita untuk beribadah di bulan Ramadhan, semoga Allah memberikan pertolongan pada kita agar mampu berpuasa dan qiyamul lail didalamnya.
Kaum muslimin ; karena keagungan dan keberhkahan malam-malam bulan ini, maka Allah memilihnya sebagai tempat nuzulul Quran, Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ القُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) (Al Baqarah (2) : 185).
Nuzulul Quran pada bulan yang penuh berkah ini terdapat banyak pertanda dan pelajaran yang dapat menghidupkan hati dan membangkitkan pemikiran, yang mengharuskan penghayatan dan penelitian, maka orang yang menalar akan mendapatkan bahwa Ramadhan dan Quran mempunyai kesamaan dalam beberapa hal, keduanya bertujuan untuk memewujudkan tujuan syariat yang mulya yaitu hidayah dan takwa, perhatikan firman Allah mengenai Al Quran:
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan didalamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Baqarah (2) :2), dan bacalah firman Allah mengenai puasa:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Al Baqarah (2) : 183).
Dengannya tugas Quran dan puasa untuk mewujudkan takwa pada jiwa orang yang berpuasa saling melengkapi. Sebagaimana puasa dan membaca Quran termasuk salah satu amalan yang utama yang dapat memberikan syafaat kepada pelakunya di akhirat, Rasulullah Saw bersabda:
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ. قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ
“Puasa dan Quran akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat puasa akan berkata : “Wahai Rabbku aku menghalangi dari makan dan syahwat berilah dia syafaat karenaku, Quran pun berkata: “Aku telah menghalangi dari tidur di malam hari berilah dia syafaat. Rasulullah Saw bersabda: “maka keduanya memberi syafaat" (Ahmad 6785).
Dan hubungan yang indah antara puasa dan Quran adalah bahwa puasa merupakan sebab dalam penjernihan jiwa, kehidupan hati dan pemikiran, inilah beberapa perkara yang sangat penting yang dibutuhkan oleh pembaca Quran agar ia dapat terpandu pada arti dan hikmahnya, sehingga terwujud dengan puasa arti sebuah penghayatan seperti disebutkan dalam firman Allah:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (Shad (38) : 29).
Kaum mukminin ; Allah telah menjamin cara mudah untuk menghapal Quran, diantara penyebabnya adalah selalu membacanya, firman Allah:
وَرَتِّلِ القُرْآنَ تَرْتِيلاً
“Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan”(Al Muzzammil (73) : 4), dan bulan Ramadhan merupakan bulan Quran, orang-orang shaleh telah menghayati makna ini, sehingga mereka sangat perhatian sekali untuk selalu membacanya di bulan Ramadhan, sebagian mereka menghatamkannya beberapa kali pada bulan Ramadhan.
Maka bersungguh-sungguhlah –wahai hamba Allah- untuk membaca Quran dan menghapalkannya, menghayati dan memahaminya serta menerapkan hukum-hukum dan hidayahnya.
Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk selalu membaca Quran di malam dan di siang hari dengan mengharap ridha-Mu, ya Allah terimalah puasa dan ibadah kami, ya Allah berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبد
ُ
هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
ُ
هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah wahai hamba Allah, serta rasakan pengawasan-Nya sebagaimana seorang hamba yang meyakini akan menjumpai-Nya, ketahuilah bahwa qiyamul lail dibulan Ramadhan merupakan amalan yang selalu dilakukan oleh nabi Saw dan dijanjikan pahala dan keutamaan yang besar bagi orang yang melakukannya, Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa melakukan ibadah di malam ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala niscaya diampuni baginya dosa yang telah lalu" (Muttafaq 'alaih). Dan termasuk qiyam ramadhan adalah shalat tarawih yang dilakukan di masjid. Dan ibadah yang paling utama untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Tuhannya setelah shalat fardhu adalah shalat malam, Rasulullah Saw:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
"Sebaik-baiknya shalat setelah shalat faridhah adalah shalat malam" (Muslim 1163). Bulan Ramadhan merupakan kesempatan untuk membiasakan diri pada ibadah mulya ini terutama bahwa seorang muslim bangun malam untuk makan sahur, maka gunakanlah kesempatan pada bulan ini dengan berpuasa sebaik-baiknya, berusaha untuk bangun shalat malam, agar kalian mendapatkan keutamaan Allah, ampunan dan ridha-Nya.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([4]) وقالَ رسولُ اللهِعليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([5])
تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([4]) وقالَ رسولُ اللهِعليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([5])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تُوفِّقَنَا لتلاوةِ القرآنِ الكريمِ والصيامِ والقيامِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ العظيمَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجِلاءَ أحزانِنَا، وَذَهَابَ همومِنَا، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا منْهُ مَا نُسِّينَا، وعلِّمْنَا منْهُ مَا جَهِلْنَا، وارزُقْنَا تلاوتَهُ آناءَ الليلِ وأطرافَ النهارِ علَى الوجهِ الذِي يُرضِيكَ عنَّا. اللَّهُمَّ اجعَلْنَا مِمَّنْ يُحلُّ حلالَهُ ويُحرِّمُ حرامَهُ، ويتلُوهُ حقَّ تلاوتِهِ.
اللَّهُمَّ اجعَلْنَا مِنْ أهلِ القرآنِ الذينَ هُمْ أهلُكَ وخاصَّتُكَ يَا أرحمَ الراحمينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّاوأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([6]).
No comments:
Post a Comment