Khotbah Jumat, 06 Syawwal 1433 H / 24 Agustus 2012 M
Khotbah Pertama
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، أحمدُهُ تعالَى حمدًا طيبًا مُباركًا فيهِ كمَا يُحبُّ ويرضَى، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ تعالَى:] يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً[([1]).
Kaum mukminin; Allah berfirman:
يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ* إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (As Syu’ara’ (26) : 88-89).
Hati yang bersih yaitu yang tidak menyimpan penyakit jiwa, dan penyakit yang paling berbahaya yang dapat mengancam keselamatan hati adalah dengki, yang berbentuk pengharapan manusia akan hilangnya nikmat dari sesamanya, dan ini merupakan dosa pertama yang dilakukan terhadap Allah, dimana Iblis merasa dengki terhadap Adam AS karena kedudukannya disisi Allah, sehingga ia tidak mau bersujud kepada Adam ketika Allah memerintahkannya, sebagaimana dengki Qabil terhadap Habil, ketika Allah menerima amalan saudaranya dan tidak menerima amalan darinya, sehingga kedengkiannya tersebut membuatnya melakukan tindakan dosa besar yaitu dengan membunuh saudaranya sendiri, yang pada akhirnya berakibat kerugian besar.
Dan karena begitu bahayanya kedengkian maka Allah memerintahkan kita untuk berlindung diri kepada-Nya dari keburukan orang pendengki, Allah berfirman:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ* مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي العُقَدِ* وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Penguasa) waktu Subuh. Dari kejahatan apa-apa yang telah Dia ciptakan. Dan dari kejahatan malam apabila telah masuk dalam kegelapan. Dan dari kejahatan malam apabila telah masuk dalam kegelapan. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada tali-tali ikatan. Dan dari kejahatan orang dengki apabila ia dengki” (Al Falaq (113) : 1-5).
Dengki merupakan penyakit yang bila menimpa satu ummat maka ia akan membawa kehancuran, disamping ia juga bertentangan dengan keimanan, Rasulullah Saw bersabda:
لاَ يَجْتَمِعُ فِي جَوْفِ عَبْدٍ الإِيمَانُ وَالْحَسَدُ
"Tidak akan terkumpul pada rongga seorang hamba keimanan dan kedengkian" (Shahih Ibnu Hibban 10/466), masyarakat yang terselamatkan dari kedengkian merupakan salah satu pertanda kebaikan dan merupakan bukti bahwa kemurnian keimanan seorang muslim, Rasulullah Saw bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya”(Muttafaq 'alaih).
Hamba Allah; semua bentuk kedengkian itu tercela kecuali pada kebaikan, yaitu seperti harapan seseorang untuk mendapatkan nikmat bagi dirinya dan tidak mengharapkan nikmat tersebut dicabut dari orang-orang lain, bahkan ia mendoakan mereka agar nikmat tersebut kekal pada mereka, hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya:
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
"Tidak ada rasa dengki yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang: yaitu terhadap orang yang diberikan harta oleh Allah kemudian ia habiskan dalam kebenaran, dan terhadap orang yang diberikan hikmah oleh Allah kemudian ia terapkan dan ia mengajarkannya" (Muttafaq 'alaih).
Beberapa penyebab timbulnya rasa dengki ; yang terpenting adalah perlombaan tercela di dunia, seperti seseorang yang berusaha mewujudkan kepentingannya dengan cara yang illegal, karena merasa iri dan dengki terhadap orang yang berlomba dengannya, sehingga ia terjatuh dalam permusuhan, Rasulullah Saw bersabda:
وَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ
"Demi Allah bukanlah kefakiran yang aku takutkan pada kalian, akan tetapi aku takut pada kalian diluaskan dunia pada kalian sebagaimana diluaskan pada orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, sehingga kalian dibinasakan sebagaimana mereka dibinasakan" (Muslim 2961).
Sebagaimana perlombaan dalam mewujudkan kemaslahatan melalui jalur yang legal maka ini merupakan perlombaan yang diperbolehkan, Allah berfirman:
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ المُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (Al Muthaffifin (83) : 26).
Dan kesombongan dan ujub merupakan salah satu sebab yang menyebabkan kedengkian, yaitu seperti seseorang yang memandang dirinya lebih utama dari orang lain, ia mengharapkan nikmat itu berada pada dirinya semata dan tidak dimiliki oleh lainnya, bahkan ia mengharapkan sirna dari tangan orang lain, perhatikan ungkapan iblis:
أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
"Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (Al A'raf (7) : 12).
Kaum muslimin ; sesungguhnya muslim sejati adalah orang membersihkan hatinya dari semua penyakit tersebut dan berusaha mengobati dirinya bila tertimpa rasa dengki, dan seseorang dapat terbebas dari rasa dengki dengan beberapa cara, diantaranya adalah dengan mencintai sesama dan bersahabat dengan sesama dengan baik, Rasulullah Saw bersabda:
لاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَاناً
"Janganlah kalian saling dengki, saling marah, saling berpaling dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara"(Muttafaq 'alaih).
Cara lain adalah rasa puas dan ridha dengan pembagian Allah, maka bila jiwa merasa puas dan ridha dengan ketentuan Allah, maka ia akan menjauh dari apa yang ada ditangan orang lain, Rasulullah Saw bersabda:
ارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ
“Ridhalah dengan pembagian Allah kepadamu, maka kamu akan jadi manusia terkaya” (At Tirmidzi 2305).
Sifat ridha akan membangkitkan ketenangan dan ketentraman dalam jiwa, dan ini merupakan salah satu penyebab keberuntungan, Rasulullah Saw bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافاً وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Beruntunglah orang yang masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup dan Allah memberikannya kepuasan dengan apa yang diberikan kepadanya” (Muslim 1054).
Ya Allah berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah wahai hamba Allah dan ketahuilah bahwa keselamatan hati merupakan salah satu penyebab terpenting yang harus diperhatikan oleh seorang muslim, Rasulullah Saw bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
Ketahuilah,sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah hati” (Muttafaq ‘alaih).
Seorang muslim hendaknya yang menjaga hatinya dari segala penyakit termasuk dengki, marah dan dendam,
فعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام أَىُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ :« كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ ». قَالُوا: صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ؟ قَالَ :« هُوَ التَّقِىُّ النَّقِىُّ لاَ إِثْمَ فِيهِ وَلاَ بَغْىَ وَلاَ غِلَّ وَلاَ حَسَدَ
Dari Abdullah bin Amr RA berkata ; ditanyakan pada Rasulullah Saw, siapakah sebaik-baiknya manusia ? beliau menjawab : adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu jujur lisannya, mereka bertanya ; kami telah mengetahui yang selalu jujur ucapannya, lalu apa yang dimaksud hati yang bersih ? Beliau menjawab : yaitu hati yang bertakwa, yang murni, tidak ada dosa didalamnya, tidak ada kedzaliman, tidak ada dendam dan tidak ada dengki” (Ibnu Majah 4216).
Semoga Allah menganugerahkan kami hati yang bersih dari segala penyakit dan hati yang dipenuhi oleh rasa cinta dan kerelaan.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِعليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
No comments:
Post a Comment