Thursday, March 23, 2017

Khotbah Jum'at: MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Khotbah Jumat, 23 Sya'ban 1433 H / 13 Juli 2012 M

Khotbah Pertama

الحمدُ للهِِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ،وصفيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى وطاعتِهِ، قالَ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[([1])

Kaum muslimin ; Allah berfirman:

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba” (Al Muthaffifin (83) : 26).

Manusia berlomba-lomba dalam kehidupan ini untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita mereka, mereka mengharapkan husnul khatimah dan tempat kembali yang baik, dan sesungguhnya amal shaleh serta keridhaan Allah merupakan perlombaan yang paling baik dan utama yang dilakukan oleh manusia, dalam hal ini Nabi Saw menjelaskan bahwa sesungguhnya tempat untuk berlomba yang paling utama adalah bulan Ramadhan, karena didalamnya terdapat keutamaan yang diberikan oleh Allah, Nabi Saw bersabda: 

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

"Jika datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru; "Wahai orang yang ingin kebaikan, lakukanlah! Wahai orang yang ingin kejelekan, kurangilah! Dan Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam" (At Tirmidzi 682).

Rasulullah Saw menganjurkan kita untuk membersihkan jiwa dan menjernihkan hati sehingga manusia menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan jiwa yang suci murni, karenanya Rasulullah berwasiat dalam sabdanya:

إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Di siang hari kalian sedang berpuasa, maka janganlah mengucapkan ucapan kotor dan berbuat onar, jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa” (Bukhari 1904).
Orang-orang shaleh terdahulu selalu bersiap-siap menyambut bulan ini dengan doa, mereka memohon kepada Allah enam bulan sebelumnya agar mereka dipanjangkan umur hingga menikmati Ramadhan, kemudian enam bulan lainnya berdoa agar diterima amalan dari mereka, diantara doa mereka: 

"Ya Allah selamatkan kami hingga Ramadhan dan selamatkan ibadah Ramadhan kami dan terimalah ia dari kami".

Keutamaan apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, sehingga mereka para orang-orang shaleh sibuk dengan doa selama setahun agar dapat berjumpa dengan Ramadhan.
Maka hendaknya kalian –wahai hamba Allah- bersungguh-sungguh sehingga pada bulan Ramadhan ini kalian termasuk golongan orang yang diterima, dan menjauhlah kalian dari setiap tindakan yang bertentangan dengan kesempatan agung ini, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan terus mengamalkannya, maka Allah sama sekali tidak butuh ia meninggalkan makanan dan minumannya” (Bukhari 1903).
Kaum mukminin ; kalian sekarang berada diambang pintu bulan yang dipenuhi keberkahan yaitu bulan Ramadhan, rahmat Allah diturunkan, kesalahan-kesalahan dihapuskan, doa-doa dikabulkan, Allah memandang perlombaan kalian didalamnya dan malaikat bangga terhadap kalian, orang yang berdzikir kepada Allah pada Ramadhan akan diampuni, orang yang memohon kepada Allah tidak akan disia-siakan, maka perlihatkanlah pada Allah kebaikan kalian, karena orang yang susah adalah yang tidak mendapatkan rahmat Allah, gunakan sebaik-sebaiknya dalam menyambut kedatangannya dengan memperbanyak ketaatan, menjaga anggota badan, gunakan kekuatan untuk memanfaatkan waktu dalam menggapai amal shaleh, menggapai keberuntungan, ampunan dan surga Allah, Ali RA berkata:

إِنَّ الصِّيَامَ لَيْسَ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ، وَلَكِنْ مِنَ الْكَذِبِ وَالْبَاطِلِ وَاللَّغْوِ

"Sesungguhnya puasa tidak dari makanan dan minuman semata, akan tetapi dari kebohongan, kebatilan dan kesia-siaan" (As Sunan Al Kubra karangan Al Baihaqi 4/2019).
Dari Jabir bin Abdullah RA berkata;

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَحَارِمِ ... وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَصَوْمِكَ سَوَاءً

“Bila Anda berpuasa, maka berpuasalah pendengaran, penglihatan dan ucapan Anda dari dusta dan perbuatan haram, hendaknya Anda berwibawa dan tenang saat Anda berpuasa dan jangan Anda jadikan hari tidak puasa dan puasa Anda sama" (Syu'bul Iman karangan Al Baihaqi 3/317).

Maka beruntunglah orang yang mendapatkan taufiq dari Allah dengan memakmurkan bulan-Nya dengan ketaatan, menyibukkan waktunya dengan membaca ayat-ayat-Nya, menghidupkan malam-malamnya dengan shalat, menjaga ucapannya dari kesalahan, hingga ia mendapatkan derajat yang tinggi, Rasulullah bersabda:

يَرْحَمُ اللَّهُ عَبْدًا قَالَ خَيْرًا فَغَنِمَ بِهِ، أَوْ سَكَتَ عَنْ سُوءٍ فَسَلِمَ

"Allah akan mengasihi seorang hamba yang berkata baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, atau menjauh dari keburukan maka ia akan selamat" (Az Zuhd Ibnu Ashim 1/20).
Ya Allah berkahilah kami pada yang tersisa dari bulan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan, berilah pertolongan pada kami untuk berpuasa, shalat malam, menjaga lisan dan membaca Al Quran, Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرِينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعِينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan ketahuilah bahwa mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ini adalah dengan niat kuat untuk selalu mengerjakan ketaatan dan menggunakan bulan ini agar mendapatkan derajat yang tertinggi, bukan dengan berlomba-lomba membeli makanan, minuman, menimbun bahan-bahan pokok tanpa perlu, Islam telah mengajarkan kita budaya komsumsi yang benar, diantaranya adalah membeli keperluan puasa seperlunya, moderat dalam segala hal, tidak berlebihan dalam memiliki yang tidak diperlukan, karena sesungguhnya berlomba-lomba dalam membeli dan menyimpan makanan di rumah hal ini bertentangan dengan tujuan persiapan diri menghadapi Ramadhan, dan bagi seorang muslim hendaknya mengingat bahwa bulan Ramadhan adalah bulan untuk berpuasa di siang hari dan menjalankan shalat di malam hari, dan diantara bentuk persiapan menghadapi Ramadhan adalah mendidik raga untuk selalu siap menunaikan ketaatan, yaitu dengan meninggalkan berlebih-berlebihan dalam membeli dan menyantab makanan, Allah berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al A’raf (7) : 31).

Para sahabat Nabi Saw makan untuk menutup lapar mereka dan untuk membantu mereka agar dapat beribadah kepada Tuhan mereka. (At Tafsir Al Kabir 24/95).

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا إلَى رمضانَ وسَلِّمْ لَنَا رمضانَ، وتَسَلَّمْهُ منَّا مُتقبلاً. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).


([1]الأحزاب :70 - 71.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

No comments:

Post a Comment