Khotbah Jumat, 29 Ramadhan 1433 H / 17 Agustus 2012 M
Khotbah Pertama
الْحَمْدُ للهِ مُجيبِ الدعواتِ، مُنَزِّلِ الرحماتِ، أحمدُهُ حمداً كثيراً طيباً عَلَى نِعَمِهِ وأَفضالِهِ، وأَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، هدانَا لفعلِ الخيراتِ، وعملِ الطاعاتِ، وأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ ، وصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وخَلِيلُهُ ، أرشدَنَا إلَى أبوابِ الحسناتِ، وحثَّنَا علَى التنافُسِ فِي الدرجاتِ، اللهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتَّابِعِينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ[([1]).
Kaum mukminin; sekarang posisi kita sedang berada pada jumat terakhir bulan Ramadhan, bulan ini dgn segala kebaikannya telah berlalu, beruntunglah orang yang telah mendapatkan taufiq dari Allah untuk menjalankan ketaatan didalamnya, siang harinya dilakukan dg berpuasa, malam harinya dg shalat malam, menyibukkan waktunya dg membaca Quran, beribadah kepada Tuhannya dan berinteraksi baik dg sesamanya, sehingga ia mendapatkan ampunan, ketakwaan dan keimanan yang terbarukan, dan sesungguhnya diantara keberkahan bulan ini adalah taufiq dalam berbuat baik yang berkesinambungan dalam beribadah setelah Ramadhan, Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلاَّ تَخَافُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (Fusshilat (41) : 30).
Berkesinambungan dalam kebajikan merupakan kebiasaan orang-orang shaleh, kepribadian orang-orang yang bertakwa dan cirri orang-orang dekat dg Tuhan mereka, ia menjadi benteng seorang muslim dari kesalahan dan kekurangan,
Berkesinambungan dalam kebajikan merupakan kebiasaan orang-orang shaleh, kepribadian orang-orang yang bertakwa dan cirri orang-orang dekat dg Tuhan mereka, ia menjadi benteng seorang muslim dari kesalahan dan kekurangan,
عَنْ سُفْيَانَ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِىِّ قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ حَدِّثْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ. قَالَ :« قُلْ رَبِّىَ اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقِمْ »
Dari Sofyan ibnu Abdullah As Tsaqofi berkata : aku bertanya : wahai Rasulullah, ceritakan padaku perkara yang dapat menjadi peganganku. Beliau menjawab : katakan ; Tuhanku adalah Allah kemudian beristiqomahlah" (Muslim 62, At Tirmidzi 2410).
Salah satu petunjuk Rasulullah Saw adalah berkesinambungan dalam melakukan perbuatan shaleh, dari Aisyah RA berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام إِذَا عَمِلَ عَمَلاً أَثْبَتَهُ
Rasulullah Saw bila melakukan amalan maka ia melakukannya dg ketetapan hati" (Muslim 746). Sabda Rasulullah Saw:
أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ وَإِنْ قَلَّ
Amalan yang paling disukai oleh Allah adalah yang dilakukan secara berkesinambungan oleh pelakunya walaupun sedikit" (Muslim 782)
Berkesinambungan dalam ketaatan merupakan unsur penting syukur kepada Allah dan pengakuan dengan keutamaan-Nya, karenanya Rasulullah bangun malam,
فتقولُ لهُ السيدةُ عَائِشَةُ رضي الله عنها: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ؟ فَقَالَ عليه الصلاة والسلام :« يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْداً شَكُوراً»
dan Aisyah bertanya pada Rasulullah Saw; wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini sedangkan dosamu yg berlalu dan yang akan datang telah diampuni ? Beliau menjawab : wahai Aisyah tidakkah Aku suka menjadi seorang hamba yang bersyukur ! (Muslim 2820)
Kaum muslimin ; sesungguhnya amalan shaleh merupakan wasiat Allah kepada para Rasul-Nya, Allah firman:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Al Mu'minun (23) : 51).
Amalan shaleh merupakan wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya mukminin, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan". (Al Hajj (22) : 77).
Dan barang siapa melakukan perbuatan baik dengan berkesinambungan maka ia telah selamat, diberikan rezeki kebahagiaan di dunia dan mendapatkan surga di akhirat, Allah berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”(An Nahl (16) : 97).
Disebutkan dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِي بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ
“Dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku sukai daripada menjalankan kewajibannya, dan selalu hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan melakukan sunnat-sunnat, sehingga Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Akulah yang menjadi pendengarannya dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Ku-kabulkan, dan jika berlindung kepada-Ku pasti kulindungi” (Bukhari 6502).
Hendaknya seseorang mempunyai cara agar menjumpai Allah dalam keadaan ridha, yaitu dengan memperbanyak perbuatan sunnah sesuai kemampuan, dari Umm Hubaibah isteri Nabi Saw berkata : aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعاً غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتاً فِى الْجَنَّةِ
"Tidak seorang hamba muslim yang shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat sunnah selain shalat fardhu kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga" (Muslim 728).
Hamba Allah; sunnah yang paling utama adalah shalat malam, walaupun hanya dua rakaat pada setiap malamnya, dan hendaknya berpuasa pada bulan Ramadhan menjadi acuan dalam ibadahmu, seperti berpuasa tiga hari dalam sebulan atau sesuai dengan kemampuanmu, dan Rasulullah Saw telah menganjurkan untuk berpuasa enam hari syawwal setelah Ramadhan, Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari bulan Syawwal, maka seakan-akan ia telah berpuasa satu tahun penuh" (Muslim 1164).
Hendaknya Anda selalu berdzikir kepada Allah, orang yang mengingat (berdzikir) Allah maka Allah akan mengingatnya pada kelompok yang lebih tinggi, Allah berfirman:
:] فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (Al Baqarah (2) : 152).
Firman Allah dalam hadits Qudsi:
فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي
"Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya dalam diri-Ku” (Muttafaq ‘alaih).
Tasbih dan istighfar dalam segala kondisi siang dan malam, membaca Quran merupakan cahaya penerang seorang muslim di dunia, simpanan baginya di akhirat, berusaha untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturrahim, berbuat baik kepada tetangga, berinteraksi baik dengan rekan-rekan, berbuat kebajikan, membantu orang yang membutuhkan, menunaikan kebutuhan orang lain dan membahagian sesama, semua itu merupakan kebaikan yang dipersembahkan kepada dirimu sendiri, dan barang siapa berbuat kebaikan maka ia mendapatkannya pada hari kiamat.
Semoga kami semua diberikan taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dan ketahuilah bahwa Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan ucapan kotor, sebagai bahan makan bagi orang miskin, dijelaskan takarannya seperti diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA berkata:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ
Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadan satu sha' dari kurma, atau satu sha' dari gandum, atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin, dan diperintahkan untuk ditunaikannya sebelum manusia berangkat shalat id” (Bukhari).
Zakat dikeluarkan dari makanan pokok mayoritas penduduk suatu negara, sebagian ulama memperbolehkan mengeluarkan uang seharga makanan tersebut, tahun ini ditentukan sebesar DH.20, juga boleh disalurkan melalui institusi amal resmi di negara ini dan dikeluarkan sebelum shalat Id.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ،اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
No comments:
Post a Comment