Saturday, November 16, 2019

Khotbah Jum'at: AMALAN PENYELAMAT

Khotbah Jumat, 04 Rabiul Awwal 1441 H/ 01 Nopember 2019 M

๐ŸŒนAmalan Penyelamat๐ŸŒน

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ู…َุง ุชَุชَุงุจَุนَ ุงู„ู„َّูŠْู„ُ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑُ، ุฌَุนَู„َ ูِูŠ ู‚َุตَุตِ ุงู„ุณَّุงุจِู‚ِูŠู†َ ุนِุจْุฑَุฉً ู„ِุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑِ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุณَุงุฑَ ุนَู„َู‰ ู‡َุฏْูŠِู‡ِู…ْ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: 
ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุฌَู„َّ ูِูŠ ุนُู„َุงู‡ُ: (ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง* ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

 Rasulullah Saw bersabda :

ุงู†ْุทَู„َู‚َ ุซَู„َุงุซَุฉُ ุฑَู‡ْุทٍ ู…ِู…َّู†ْ ูƒَุงู†َ ู‚َุจْู„َูƒُู…ْ ุญَุชَّู‰ ุฃَูˆَูˆْุง ุงู„ْู…َุจِูŠุชَ ุฅِู„َู‰ ุบَุงุฑٍ، ูَุฏَุฎَู„ُูˆู‡ُ ูَุงู†ْุญَุฏَุฑَุชْ ุตَุฎْุฑَุฉٌ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَุจَู„ِ، ูَุณَุฏَّุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْุบَุงุฑَ، ูَู‚َุงู„ُูˆุง: ุฅِู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠُู†ْุฌِูŠูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุตَّุฎْุฑَุฉِ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْ ุชَุฏْุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุจِุตَุงู„ِุญِ ุฃَุนْู…َุงู„ِูƒُู…ْ

“Ada tiga orang dari orang sebelum kalian berangkat bepergian, hingga mereka bermalam di sebuah goa, ketika mereka berada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Mereka berkata: Sesungguhnya kalian tidak akan selamat dari batu besar ini, kecuali dengan kalian berdoa pada Allah dengan menyebutkan amal baik kalian” (Muttafaq ‘Alaih).

 Lalu mereka berdoa kepada Allah, memohon dengan penuh khusyu’, mereka berharap semoga amalan baik mereka dapat menyelamatkan mereka, karena Dia-lah satu-satunya yang dapat menyelamatkan.

Kemudian orang pertama pun bertaqarrub pada Allah dengan bakti, pelayanan, dan dalam mendahulukan kedua orang tuanya atas dirinya, ia berdoa :

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ู„ِูŠ ูˆَุงู„ِุฏَุงู†ِ ุดَูŠْุฎَุงู†ِ ูƒَุจِูŠุฑَุงู†ِ، ูˆَุงู…ْุฑَุฃَุชِูŠ، ูˆَู„ِูŠَ ุตِุจْูŠَุฉٌ ุตِุบَุงุฑٌ ุฃَุฑْุนَู‰ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ، ูَุฅِุฐَุง ุฑَุฌَุนْุชُ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ ุญَู„َุจْุชُ ูَุจَุฏَุฃْุชُ ุจِูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูَุณَู‚َูŠْุชُู‡ُู…َุง ู‚َุจْู„َ ุจَู†ِูŠَّ، ูˆَุฃَู†َّู‡ُ ู†َุฃَู‰ ุจِูŠ ุฐَุงุชَ ูŠَูˆْู…ٍ ุงู„ุดَّุฌَุฑُ ูَู„َู…ْ ุขุชِ ุญَุชَّู‰ ุฃَู…ْุณَูŠْุชُ، ูَูˆَุฌَุฏْุชُู‡ُู…َุง ู‚َุฏْ ู†َุงู…َุง، ูَุญَู„َุจْุชُ ูƒَู…َุง ูƒُู†ْุชُ ุฃَุญْู„ُุจُ، ูَุฌِุฆْุชُ ุจِุงู„ْุฅِู†َุงุกِ ูَู‚ُู…ْุชُ ุนِู†ْุฏَ ุฑُุกُูˆุณِู‡ِู…َุง ุฃَูƒْุฑَู‡ُ ุฃَู†ْ ุฃُูˆู‚ِุธَู‡ُู…َุง ู…ِู†ْ ู†َูˆْู…ِู‡ِู…َุง، ูˆَุฃَูƒْุฑَู‡ُ ุฃَู†ْ ุฃَุณْู‚ِูŠَ ุงู„ุตِّุจْูŠَุฉَ ู‚َุจْู„َู‡ُู…َุง ูˆَุงู„ุตِّุจْูŠَุฉُ ูŠَุจْูƒُูˆู†َ ูˆَูŠَุตِูŠุญُูˆู†َ ุนِู†ْุฏَ ู‚َุฏَู…َูŠَّ، ูَู„َู…ْ ูŠَุฒَู„ْ ุฐَู„ِูƒَ ุฏَุฃْุจِูŠ ูˆَุฏَุฃْุจَู‡ُู…ْ ุญَุชَّู‰ ุทَู„َุนَ ุงู„ْูَุฌْุฑُ». ุซُู…َّ ุชَูˆَุฌَّู‡َ ุจِุงู„ุฏُّุนَุงุกِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ู‚َุงุฆِู„ًุง: «ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُ ูَุนَู„ْุชُ ุฐَู„ِูƒَ ุงุจْุชِุบَุงุกَ ูˆَุฌْู‡ِูƒَ، ูَูَุฑِّุฌْ ุนَู†َّุง ู…َุง ู†َุญْู†ُ ูِูŠู‡ِ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุตَّุฎْุฑَุฉِ، ูَุงู†ْูَุฑَุฌَุชْ ุดَูŠْุฆًุง ู„َุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ุงู„ْุฎُุฑُูˆุฌَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia, seorang isteri dan anak-anak yang masih kecil. Aku menghidupi mereka dengan mengembala ternak, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum anak-anaku. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan pulang sudah larut malam dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu aku memerah susu sebagaimana sebelumnya, lalu aku membawa susu itu dan berdiri di dekat keduanya, karena tidak mau membangunkan dari tidur keduanya, aku tidak ingin memberikan susu tersebut kepada anak-anakku sebelum keduanya minum, meskipun anak-anak menangis dan merengek di kakiku. Begitulah keadaanku dan keadaan mereka hingga terbit fajar. Kemudian ia berdoa kepada Allah : "Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini. Maka batu yang menutupi pintu gua itu pun bergeser sedikit tapi mereka tidak mampu keluar. 

Bergesernya batu dari pintu goa merupakan bukti atas dikabulnya ketaatan oleh Allah dan bukti atas ridha-Nya terhadap amalan orang tersebut, karena bakti kepada kedua orang tua termasuk amalan yang disegerakan balasannya oleh Allah di dunia, dan kedua orang tua merupakan manusia yang paling utama untuk mendapatkan perlindungan dan perhatian, jasa keduanya sangat besar bagi anak-anaknya, dan hak mereka juga besar, sehingga Allah mendampingkan syukur kepada-Nya dengan terima kasih kepada keduanya, Allah berfirman :

ุฃَู†ِ ุงุดْูƒُุฑْ ู„ِูŠ ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏَูŠْูƒَ ุฅِู„َูŠَّ ุงู„ْู…َุตِูŠุฑُ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (Luqman 31 : 14). 

Allah pun berwasiat agar berbakti kepada kedua orang tua, berlaku baik kepada keduanya, terutama ketika keduanya telah tua, keduanya tinggal bersamamu dan dibawah asuhanmu, sebagaimana dulu kau berada dalam asuhannya (Tafsir Ar Razi 20/324). 

Allah berfirman :
ูˆَู‚َุถَู‰ ุฑَุจُّูƒَ ุฃَู„َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆุง ุฅِู„َّุง ุฅِูŠَّุงู‡ُ ูˆَุจِุงู„ْูˆَุงู„ِุฏَูŠْู†ِ ุฅِุญْุณَุงู†ًุง ุฅِู…َّุง ูŠَุจْู„ُุบَู†َّ ุนِู†ุฏَูƒَ ุงู„ْูƒِุจَุฑَ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ุฃَูˆْ ูƒِู„َุงู‡ُู…َุง ูَู„َุง ุชَู‚ُู„ْ ู„َู‡ُู…َุง ุฃُูٍّ ูˆَู„َุง ุชَู†ْู‡َุฑْู‡ُู…َุง ูˆَู‚ُู„ْ ู„َู‡ُู…َุง ู‚َูˆْู„ًุง ูƒَุฑِูŠู…ًุง

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepadamu kedaunya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Al Isra’ 17 : 23)

Para Jamaah Shalat yg Terhormat.....

Orang yang kedua pun bertaqarrub kepada Allah dengan rasa takutnya serta amalannya menjauh dari kemaksiatan, walaupun situasi dan kondisinya memudahkan untuk melakukan perbuatan tersebut, ia berdoa :

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูƒَุงู†َุชْ ู„ِูŠ ุจِู†ْุชُ ุนَู…ٍّ، ูƒَุงู†َุชْ ุฃَุญَุจَّ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฅِู„َูŠَّ، ูَุฃَุฑَุฏْุชُู‡َุง ุนَู†ْ ู†َูْุณِู‡َุง، ูَุงู…ْุชَู†َุนَุชْ ู…ِู†ِّูŠ؛ ุญَุชَّู‰ ุฃَู„َู…َّุชْ ุจِู‡َุง ุณَู†َุฉٌ ู…ِู†َ ุงู„ุณِّู†ِูŠู†َ -ุฃَูŠْ: ุฃَุตَุงุจَุชْู‡َุง ุถَุงุฆِู‚َุฉٌ ูˆَุญَุงุฌَุฉٌ- ูَุฌَุงุกَุชْู†ِูŠ، ูَุฃَุนْุทَูŠْุชُู‡َุง ุนِุดْุฑِูŠู†َ ูˆَู…ِุฆَุฉَ ุฏِูŠู†َุงุฑٍ ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْ ุชُุฎَู„ِّูŠَ ุจَูŠْู†ِูŠ ูˆَุจَูŠْู†َ ู†َูْุณِู‡َุง

“Ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang sangat aku sayangi, aku menginginkannya, tapi ia menolak, hingga ia mendapatkan satu kesulitan –maksudnya ia tertimpa kesempitan dan membutuhkan bantuan-, ia mendatangiku, lalu aku memberinya 120 Dinar, dengan syarat ia mau berduaan denganku”.

Lalu putri pamannya tersebut mengingatkan bahwa Allah mengetahui yang tersembunyi dan rahasia, hingga hatinya tersentuh rasa takut kepada Allah, ia meninggalkan nafsunya dan berlaku baik kepada putri pamannya, ia menyambung hubungan persaudaraan dan meninggalkan uang untuknya, ia berkata :

'Kemudian aku meninggalkannya padahal ia sangat aku cintai, aku tinggalkan emas yang aku berikan kepadanya, ya Allah, jikalau aku mengerjakan demikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan ridha-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi, lalu batu besar bergeser, tapi mereka belum bisa keluar”. 

Lelaki tersebut merupakan salah satu contoh dari sebagian orang yang mendapatkan ridha dari Allah, yang dikabulkan doanya, yang diselamatkan disebabkan ketulusan hatinya dan dimasukkan ke dalam surga, Allah berfirman :

ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฎْุดَูˆْู†َ ุฑَุจَّู‡ُู…ْ ุจِุงู„ْุบَูŠْุจِ ู„َู‡ُู…ْ ู…َุบْูِุฑَุฉٌ ูˆَุฃَุฌْุฑٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak Nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar” (Al Mulk 67 : 12)

Kaum Mukminin yg Budiman...

Lalu orang ketiga pun mendekatkan diri kepada Allah dengan menyebut aamalannya ketika membayar upah pekerja serta amanah dalam memperlakukannya, ia berdoa :

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุงุณْุชَุฃْุฌَุฑْุชُ ุฃُุฌَุฑَุงุกَ، ูَุฃَุนْุทَูŠْุชُู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุบَูŠْุฑَ ุฑَุฌُู„ٍ ูˆَุงุญِุฏٍ؛ ุชَุฑَูƒَ ุงู„َّุฐِูŠ ู„َู‡ُ ูˆَุฐَู‡َุจَ، ูَุซَู…َّุฑْุชُ ุฃَุฌْุฑَู‡ُ ุญَุชَّู‰ ูƒَุซُุฑَุชْ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงู„ُ، ูَุฌَุงุกَู†ِูŠ ุจَุนْุฏَ ุญِูŠู†ٍ ูَู‚َุงู„َ: ูŠَุง ุนَุจْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุฏِّ ุฅِู„َูŠَّ ุฃَุฌْุฑِูŠ، ูَู‚ُู„ْุชُ ู„َู‡ُ: ูƒُู„ُّ ู…َุง ุชَุฑَู‰ ู…ِู†ْ ุฃَุฌْุฑِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฅِุจِู„ِ ูˆَุงู„ْุจَู‚َุฑِ ูˆَุงู„ْุบَู†َู…ِ… ูَุฃَุฎَุฐَู‡ُ ูƒُู„َّู‡ُ ูَุงุณْุชَุงู‚َู‡ُ، ูَู„َู…ْ ูŠَุชْุฑُูƒْ ู…ِู†ْู‡ُ ุดَูŠْุฆًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُ ูَุนَู„ْุชُ ุฐَู„ِูƒَ ุงุจْุชِุบَุงุกَ ูˆَุฌْู‡ِูƒَ، ูَุงูْุฑُุฌْ ุนَู†َّุง ู…َุง ู†َุญْู†ُ ูِูŠู‡ِ

“Ya Allah, aku pernah mempekerjakan beberapa orang, aku memberikan upah mereka, tapi ada satu pekerja yang belum aku berikan upahnya, ia meninggalkan upahnya dan pergi, aku kembangkan upahnya hingga melimpah. Suatu hari ia mendatangiku dan berkata : Wahai hamba Allah, berilah upahku, aku menjawab : 'Semua yang kau lihat mulai dari unta, sapi dan kambing semua itu upahmu. Lalu ia mengambil semua dan tidak tersisa, ia tidak meninggalkan sedikit pun. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan demikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan ridha-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Bukhari). 

Orang ini memberikan upah pekerjanya, menjaga hak-haknya dan berbuat baik kepadanya dengan menginvestasikan harta tersebut untuknya, sehingga Allah membalasnya dengan balasan yang segera di dunia, dengan dikabulkan doanya dan diberikan jalan keluar. Rasulullah Saw memerintahkan kita agar memberikan hak-hak pekerja, disebutkan dalam sabdanya :

ุฃَุนْุทُูˆุง ุงู„ْุฃَุฌِูŠุฑَ ุฃَุฌْุฑَู‡ُ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَุฌِูَّ ุนَุฑَู‚ُู‡ُ
“Berilah upah pekerja sebelum keringatnya mengering” (Ibnu Majah 2443). 

Begitulah Allah menyelamatkan mereka bertiga dari cobaan yan menimpa dengan amalan dan perbuatan baik mereka :

ูَุงู†ْูَุฑَุฌَุชِ ุงู„ุตَّุฎْุฑَุฉُ، ูَุฎَุฑَุฌُูˆุง ูŠَู…ْุดُูˆู†َ
“Kemudian batu besar itu bergeser, sehingga mereka bisa keluar dan meninggalkan goa” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Bukhari). 

Itulah hasil sempurna dari amalan shaleh, dengannya Allah memberikan jalan keluar dari bencana dan memudahkan menuju jalan kebaikan.

Ya Allah, anugerahilah kami amalan shaleh yang mendekatkan kami kepada-Mu, yang dapat menyenangkan hati kami, yang dapat melapangkan gundah kami dan yang dapat membahagiakan kami di dunia dan akhirat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ู„َู‡ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ุงู„ْุญَุณَู†ُ ูˆَุงู„ุซَّู†َุงุกُ ุงู„ْุฌَู…ِูŠู„ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ. ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Kaum Muslimin yg Berbahagia....

Sesungguhnya mereka bertiga yakin bahwa Allah Swt tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas karena mengharap ridha-Nya, mereka semua berdoa : Ya Allah, jikalau aku mengerjakan demikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan ridha-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi”. 

Mereka menyadari bahwa kebaikan yang paling baik bagi seseorang dalam mendekatkan diri kepada Yang Maha Pemberi adalah merasa takut kepada Yang Maha Pemurah, berbakti, amanah dan berbuat baik, sehingga Allah memberikan keselamatan pada mereka dan memberikan jalan keluar. 

Mereka adalah contoh segolongan orang, yang dijadikan contoh oleh Rasulullah Saw agar kita berteladan pada mereka dalam keikhlasan dan perbuatan baik. 

Jadi, hendaknya manusia memperbanyak melakukan amalan baik, menyumbangkan kebaikan dalam setiap waktu dan menjauh dari yang diharamkan, karena itu semua akan menjadi penyebab bagi dia mendapatkan perlindungan dari Allah, Rasulullah Saw bersabda :

ุงุญْูَุธِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุญْูَุธْูƒَ، ุงุญْูَุธِ ุงู„ู„َّู‡َ ุชَุฌِุฏْู‡ُ ุฃَู…َุงู…َูƒَ، ุชَุนَุฑَّูْ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ูِูŠ ุงู„ุฑَّุฎَุงุกِ، ูŠَุนْุฑِูْูƒَ ูِูŠ ุงู„ุดِّุฏَّุฉِ

“Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia dihadapanmu, hendaklah kamu mengingat Allah di waktu senang, niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit” (Ahmad 2803). 

Hendaknya para orang tua menanamkan dalam hati putra-putri mereka ; rasa takut kepada Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, kepada kerabat, kepada orang-orang lemah, kepada orang-orang yang membutuhkan dan memberikan upah tepat waktu kepada para pekerja.

ู‡َุฐَุง ูˆุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ؛ ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ).

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุญَู„ِูŠู…ُ ูŠَุง ูƒَุฑِูŠู…ُ، ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ُูˆุฌِุจَุงุชِ ุฑَุญْู…َุชِูƒَ، ูˆَุนَุฒَุงุฆِู…َ ู…َุบْูِุฑَุชِูƒَ، ูˆَุงู„ْุบَู†ِูŠู…َุฉَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุจِุฑٍّ، ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َุฉَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฅِุซْู…ٍ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู„َุง ุชَุฏَุนْ ู„َู†َุง ุฐَู†ْุจًุง ุฅِู„َّุง ุบَูَุฑْุชَู‡ُ، ูˆَู„َุง ู‡َู…ًّุง ุฅِู„َّุง ูَุฑَّุฌْุชَู‡ُ، ูˆَู„َุง ุญَุงุฌَุฉً ู‡ِูŠَ ู„َูƒَ ุฑِุถًุง ุฅِู„َّุง ู‚َุถَูŠْุชَู‡َุง ูŠَุง ุฃَุฑْุญَู…َ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ.

 ูˆَุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฌَู…ِูŠุนَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ: ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงุชِ، ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนٌ ู‚َุฑِูŠุจٌ ู…ُุฌِูŠุจُ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„ْุฃَู…َุงู†َ ูˆَุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ، ูˆَุงู„ุฑَّุฎَุงุกَ ูˆَุงู„ِุงุฒْุฏِู‡َุงุฑَ، ูˆَุฒِุฏْู‡َุง ุชَู‚َุฏُّู…ًุง ูˆَุฑِูْุนَุฉً، ูˆَุชَุณَุงู…ُุญًุง ูˆَู…َุญَุจَّุฉً، ูˆَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَุงุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ .

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. 

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐ŸŒน๐ŸŒน

Monday, November 11, 2019

Khotbah Jum'at: PERINGATAN MAULID NABI SAW

Khutbah Jum’at, 11 Rabiul Awwal 1441 H/ 08 September 2019 M

๐ŸŒบPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW๐ŸŒธ

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ุฃَุฑْุณَู„َ ุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ุจِุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ูˆَุงู„ْุญَู‚ِّ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ.

 ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†ِุนْู…َุชُู‡ُ، ูˆَุนَุทِูŠَّุชُู‡ُ ูˆَู…ِู†َّุชُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰:

 (ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูŠُุคْุชِูƒُู…ْ ูƒِูْู„َูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุฑَุญْู…َุชِู‡ِ ูˆَูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َูƒُู…ْ ู†ُูˆุฑًุง ุชَู…ْุดُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Kini kita akan menyambut sebuah peringatan besar, peringatan yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, manusia yang paling baik, paling suci, yang dipenuhi kasih sayang dan paling bertakwa, tentu hal ini merupakan pengabulan atas doa nabi Ibrahim AS seperti termaktub dalam Al Quran :

ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุงุจْุนَุซْ ูِูŠู‡ِู…ْ ุฑَุณُูˆู„ًุง ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูŠَุชْู„ُูˆ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุขูŠَุงุชِูƒَ ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ูˆَุงู„ْุญِูƒْู…َุฉَ ูˆَูŠُุฒَูƒِّูŠู‡ِู…ْ ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒُ ุงู„ْุญَูƒِูŠู…ُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kelangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (As Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Baqarah 2 : 129). Serta sebagai kabar gembira bagi dari Nabi Isa AS, ketika ia berkata :

ูˆَู…ُุจَุดِّุฑًุง ุจِุฑَุณُูˆู„ٍ ูŠَุฃْุชِูŠ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِูŠ ุงุณْู…ُู‡ُ ุฃَุญْู…َุฏُ
“Dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seroang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” (A Shaf 61 : 6). 

Maka Allah mengabulkan doa kekasihnya Ibrahim, dan mewujudkan kabar gembira nabi Isa AS dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw yang dilahirkan pada tahun Gajah (Al Ahadits Al Mukhtarah 394), dari Qais bin Makhramah RA berkata :

ูˆُู„ِุฏْุชُ ุฃَู†َุง ูˆَุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„َّู… ุนَุงู…َ ุงู„ْูِูŠู„ِ
“Aku dan Rasulullah Saw dilahirkan pada tahun Gajah” (Ahmad 17891) . Tahun dimana terdapat kisah kejadian para pemilik gajah. Kelahiran Nabi Mulia ini disertai oleh beberapa kabar gembira dan tanda-tanda, yang menjelaskan kepada kita tentang tingginya kedudukan beliau, Rasulullah Saw bersabda :

ุฑَุฃَุชْ ุฃُู…ِّูŠ ุฃَู†َّู‡ُ ูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْู‡َุง ู†ُูˆุฑٌ ุฃَุถَุงุกَุชْ ู…ِู†ْู‡َุง ู‚ُุตُูˆุฑُ ุงู„ุดَّุงู…ِ
“Ibuku melihat cahaya keluar dari tubuhnya, cahaya yang menerangi istana-istana Syam” (Ahmad 22921)

Hamba Allah yg Budiman...

Rasulullah Saw selalu dalam lindungan Allah sejak masa kecilnya, dan di masa mudanya beliau berkontribusi aktif dalam pembangunan negerinya serta ketentramannya, beliau menegakkan keadilan, suatu hari beliau mendapatkan kehormatan untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sangat berharga yang dikenal dengan Hilf Al Fudhul, yang mengumpulkan semua kabilah Quraisy, mereka sepakat untuk mengembalikan hak pada pemiliknya, dan tidak ada lagi kedzaliman di Makkah dan juga bagi orang yang mengunjunginya, mereka sepakat untuk mengembalikan hak-hak orang yang terdzalimi, Rasulullah Saw bersabda :

ู„َู‚َุฏْ ุดَู‡ِุฏْุชُ ุญِู„ْูًุง ู…َุง ุฃُุญِุจُّ ุฃَู†َّ ู„ِูŠ ุจِู‡ِ ุญُู…ْุฑَ ุงู„ู†َّุนَู…ِ، ูˆَู„َูˆْ ุฃُุฏْุนَู‰ ุจِู‡ِ ูِูŠ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ِ ู„َุฃَุฌَุจْุชُ
“Aku menghadiri sebuah perjanjian, tidaklah ada yang melebihi kecintaanku pada unta merah kecuali perjanjian ini. Andai aku diajak untuk menyepakati perjanjian ini di masa Islam, pasti aku akan mendatanginya” (Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra 6/36).

 Perjanjian ini memberikan kontribusi besar demi terwujudnya perdamaian, toleransi, kerukunan , perlindungan dari tindakan ketidakadilan dan permusuhan, serta dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan antara keluarga kemanusiaan. Seperti ditegaskan oleh agama kita yang mulia ini, tentang pentingnya penepatan janji dan kesepakatan, Allah berfirman :

ูˆَุฃَูˆْูُูˆุง ุจِุนَู‡ْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِุฐَุง ุนَุงู‡َุฏْุชُู…ْ
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji” (An Nahl 16 : 91). 

Para ulama berpendapat bahwa : ayat ini diturunkan sebagai komitmen penepatan perjanjian yang ditandangani sebelum Islam dan Islam datang untuk menegaskan itu, selanjutanya dijelaskan oleh Nabi Saw bahwa selayaknya setiap perjanjian mengajak pada kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan dan penegakan kebenaran dan keadilan :

ู„َู…ْ ูŠَุฒِุฏْู‡ُ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ُ ุฅِู„َّุง ุดِุฏَّุฉً
“Tidaklah datang Islam melainkan untuk mengukuhkannya” (Muslim 2530). Maksudnya menguatkan dan melindunginya

Para pecinta Nabi Saw yg Berbahagia...

Setelah umur beliau mencapai empat puluh tahun, Allah megutusnya sebagai rahmat bagi semesta alam, Rasulullah Saw bersabda :

ุฅِู†َّู…َุง ุฃَู†َุง ุฑَุญْู…َุฉٌ ู…ُู‡ْุฏَุงุฉٌ
“Sesungguhnya aku rahmat yang dihadiahkan” (Ad Darimi 15). 

Dan diantara bentuk rahmat itu di dunia, adalah beliau membawa syariat yang moderat yang berdiri atas dasar keringanan dan kemudahan, beliau mempermudah manusia dalam urusan ibadah dan urusan muamalah mereka, Rasulullah Saw bersabda :

ุฅِู†ِّูŠ ุจُุนِุซْุชُ ุจِุงู„ْุญَู†ِูŠูِูŠَّุฉِ ุงู„ุณَّู…ْุญَุฉِ
“Sesungguhnya aku diutus dengan agama yang lurus dan mudah” (Ahmad 22951). 

Beliau juga sebagai rahmat bagi kita di hari kiamat, yang memenuhi kita dengan cinta, doa dan syafaatnya, Rasulullah Saw bersabda :

ู„ِูƒُู„ِّ ู†َุจِูŠٍّ ุฏَุนْูˆَุฉٌ ู…ُุณْุชَุฌَุงุจَุฉٌ، ูَุชَุนَุฌَّู„َ ูƒُู„ُّ ู†َุจِูŠٍّ ุฏَุนْูˆَุชَู‡ُ، ูˆَุฅِู†ِّูŠ ุงุฎْุชَุจَุฃْุชُ ุฏَุนْูˆَุชِูŠ ุดَูَุงุนَุฉً ู„ِุฃُู…َّุชِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
“Setiap nabi memiliki doa yang dikabulkan, dan setiap nabi disegerakan pengabulan doanya, sedangkan aku memyimpan doaku sebagai syafaat bagi ummatku pada hari kiamat” (Muttafaq ‘Alaih). Dan ketika manusia berangkat menemui para nabi, mereka memohon syafaat pada mereka, setiap mereka berkata : diriku, diriku, pergilah pada selainku. Kemudian mereka mendatangi Rasulullah dan berkata : wahai Muhammad, engkau utusan Allah, penutup para nabi, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, berilah kami syafaat kepada Tuhanmu (Muttafaq ‘Alaih).

 Rasulullah Saw bersabda : lalu aku berangkat hingga dibawah Arsy, aku tersungkur bersujud pada Tuhanku, kemudian Allah memulai dengan pujian dan sanjungan untukku yang belum pernah disampaikan pada seorang pun sebelumku, kemudian dikatakan : wahai Muhammad, angkatlah kepadamu, mintalah pasti kau diberi, berilah syafaat pasti kau diizinkan memberi syafaat, lalu aku mengangkat kepalaku dan berkata : ummatku ya Tuhan, ummatku ya Tuhan, ummatku ya Tuhan. Lalu dikatakan : wahai Muhammad masukkan orang yang tidak dihisab dari ummatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan, mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu” (Muttafaq ‘Alaih). 

Lalu mereka masuk surga, kemudian Rasulullah Saw memberikan syafaat kepada setiap orang yang mengucapkan “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah” dengan ikhlas dari hatinya, Rasulullah Saw bersabda :

ุฃَุณْุนَุฏُ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِุดَูَุงุนَุชِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ؛ ุฎَุงู„ِุตًุง ู…ِู†ْ ู‚َู„ْุจِู‡ِ
“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengatakan Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dengan ikhlas dari hatinya” (Bukhari 99 dan 6570). 

Sungguh agung kemuliaan itu dan sungguh luas kasih sayang itu

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mencintai nabi kami, yang belajar dari sirahnya, yang mengikuti petunjuk dan akhlaknya dan kelak mendapatkan syafaatnya, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุจَุนَุซَ ุฅِู„َูŠْู†َุง ุฑَุณُูˆู„ًุง، ูŠَุชْู„ُูˆ ุนَู„َูŠْู†ุง ุขูŠَุงุชِ ุฑَุจِّู†َุง، ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُู†ุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ูˆَุงู„ْุญِูƒْู…َุฉَ ูˆَูŠُุฒَูƒِّูŠู†َุง، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَู„ِูŠُّ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...

Allah menjelaskan dalam kitab-Nya tentang kedudukan hamba, nabi dan kekasih-Nya, dan Allah memujinya dihadapan para malaikat, dan para malaikat pun ikut bershalawat kapadanya, kemudian Allah memerintahkan kita agar bershalawat dan bersalam kepadanya, sebagai bentuk cinta dan pengagungan, penghormatan dan penghargaan, Allah berfirman :

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al Ahzab 33 : 56). 

Barang siapa yang bershalawat kepada Rasulullah Saw akan diangkat derajatnya, diperbanyak kebaikannya dan dihapus keburukannya dan dia akan mendapatkan rahmat dari Allah dan doa dari malaikat-Nya.

 Rasulullah Saw bersabda :
ู…َู†ْ ุตَู„َّู‰ ุนَู„َูŠَّ ูˆَุงุญِุฏَุฉً ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุนَุดْุฑًุง، ูˆَุญَุทَّ ุนَู†ْู‡ُ ุนَุดْุฑَ ุฎَุทِูŠุฆَุงุชٍ
“Barang siapa bershalawat satu shalawat kepadaku, niscaya Allah memlimpahkan sepuluh rahmat dan menghapuskan sepuluh kesalahan darinya” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 643).

ูˆَุฑَูَุนَ ู„َู‡ُ ุนَุดْุฑَ ุฏَุฑَุฌَุงุชٍ
“dan mengangkat sepuluh darajatnya” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 642).

 Rasulullah Saw bersabda :
ู…َุง ุตَู„َّู‰ ุนَู„َูŠَّ ุฃَุญَุฏٌ ุตَู„َุงุฉً ุฅِู„َّุง ุตَู„َّุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ู…َุง ุฏَุงู…َ ูŠُุตَู„ِّูŠ ุนَู„َูŠَّ

“Tidaklah seseorang bershalawat kepadaku, melainkan malaikat akan bershalawat untuknya selama ia bershalawat kepadaku” (Ahmad 15689 dan Ibnu Majah 907). 

Dengan bershalawat pada Rasulullah, kegundahan akan sirna dan jalan keluar akan terbuka, dari Ubai bin Ka’ab RA berkata :

ู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ุฌَุนَู„ْุชُ ุตَู„َุงุชِูŠ ูƒُู„َّู‡َุง ุนَู„َูŠْูƒَ؟ ู‚َุงู„َ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„َّู…: «ุฅِุฐَู†ْ ูŠَูƒْูِูŠَูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َุง ุฃَู‡َู…َّูƒَ ู…ِู†ْ ุฏُู†ْูŠَุงูƒَ ูˆَุขุฎِุฑَุชِูƒَ
Seseorang berkata : wahai Rasulullah : apa pendapatmu jika seluruh shalawatku untukmu ? Beliau menjawab : jika begitu, Allah akan mencukupi apa yang menjadi keresahanmu dari urusan dunia dan akhirat” (Ahmad 21242).

 Dan sekarang merupakan hari yang paling utama untuk bershalawat kepada sebaik-baiknya manusia, yaitu pada hari Jum’at yang penuh berkah, Nabi Saw bersabda :

ุฅِู†َّ ู…ِู†ْ ุฃَูْุถَู„ِ ุฃَูŠَّุงู…ِูƒُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ… ูَุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ุนَู„َูŠَّ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูِูŠู‡ِ، ูَุฅِู†َّ ุตَู„َุงุชَูƒُู…ْ ู…َุนْุฑُูˆุถَุฉٌ ุนَู„َูŠَّ
“Sesunguhnya hari yang paling baik bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan padaku” (Abu Daud 1047, An Nasa’i 1374 dan Ibnu Majah 1085). 

Karena itu, marilah kita memperbanyak shalawat dan salam kepada orang yang telah diberikan kedudukan yang tinggi oleh Allah dan dijadikan oleh-Nya sebagai pemberi syafaat pada kita di hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :

ุฃَูˆْู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุนَู„َูŠَّ ุตَู„ุงَุฉً
“Sesungguhnya manusia yang paling utama bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku” (At Tirmidzi 484)

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุฎَูŠْุฑَ ู…َู†ْ ุณُุฆِู„َ، ูˆَูŠَุง ุฃَุฌْูˆَุฏَ ู…َู†ْ ุฃَุนْุทَู‰، ูˆَูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ู…َู†ْ ุนَูَุง، ูˆَุฃَุนْุธَู…َ ู…َู†ْ ุบَูَุฑَ؛ ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุฃَูˆْูَุฑَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุนُู„ُูˆู…ِ ุฃَู†ْูَุนَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุฃَูƒْู…َู„َู‡َุง، ูˆَู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ูˆَุงู„ْูَูˆْุฒَ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุณَู…ِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ، ูŠَุง ุฑَูِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุฑَุฌَุงุชِ، ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ، ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู… ูˆَุงู„ุฃู…ْูˆَุงุชِ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ู†ِุนَู…َูƒَ، ูˆَุฌُูˆุฏَูƒَ ูˆَูَุถْู„َูƒَ، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฎَูŠْุฑَุงุชِู‡َุง ูˆَุฃَู‡ْู„ِู‡َุง، ูˆุงุฌْุนَู„ْู‡َุง ุฏَุงุฆِู…ًุง ูِูŠ ุณَุนَุงุฏَุฉٍ، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِูŠ ุฒِูŠَุงุฏِุฉٍ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏِูŠู†َุง ูˆَู„ِู…َู†ْ ู„َู‡ُ ุญَู‚ٌّ ุนَู„َูŠْู†َุง، ูˆَุนَุงูِู†َุง ูِูŠ ุฃَุจْุฏَุงู†ِู†َุง، ูˆَุฃَุณْู…َุงุนِู†َุง ูˆَุฃَุจْุตَุงุฑِู†َุง، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฃَู‡ْู„ِูŠู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง، ูˆَูِูŠ ูƒُู„ِّ ู…َุง ุฑَุฒَู‚ْุชَู†َุง، ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุญَู„ِูŠู…ُ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ُ، ุฑَุจُّ ุงู„ุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

Friday, October 11, 2019

Khotbah Jumat: KELUARGA MERUPAKAN ANUGERAH ALLAH


Khotbah Jumat, 12 Shafar 1441 H/ 11 Oktober 2019 M

"Keluarga Merupakan Anugerah dari Allah"

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุงู„ْูˆَู‡َّุงุจِ، ุงู„ْู…ُุนْุทِูŠ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุจَุงุฑَูƒَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุณَุงุฑَ ุนَู„َู‰ ู‡َุฏْูŠِู‡ِู…ْ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.
ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰،

 ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ: (ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ูŠَูˆْู…ًุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ ูِูŠู‡ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุซُู…َّ ุชُูˆَูَّู‰ ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ูˆَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُุธْู„َู…ُูˆู†َ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia :

 Sesungguhnya Allah memuji hamba-hamba Allah yang berdoa kepada-Nya :
ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Furqan 25 : 74). 

Mereka memohon kepada Tuhan mereka Yang Maha Pemberi, agar menganugerahkan kepada mereka sebuah keluarga yang tenteram, yang menjadi teladan bagi orang lain dalam ketaatan kepada Allah dan dalam berbuat baik kepada sesama, karena keluarga merupakan salah satu anugerah Allah yang paling agung yang diberikan kepada seseorang dalam hidupnya, Allah berfirman mengisahkan tentang Nabi Ayyub AS :
ูˆَูˆَู‡َุจْู†َุง ู„َู‡ُ ุฃَู‡ْู„َู‡ُ ูˆَู…ِุซْู„َู‡ُู…ْ ู…َุนَู‡ُู…ْ ุฑَุญْู…َุฉً ู…ِู†َّุง ูˆَุฐِูƒْุฑَู‰ ู„ِุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู„ْุจَุงุจِ
“Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran” (Shad 34 : 43). Maksudnya bahwa Allah memuliakannya dengan adanya seorang isteri dan anak-anak bersamanya (Tafsir Al Baghawi 3/310). Ketika berkumpul bersama keluarga, maka ia akan lebih senang dan tenteram.

Isteri adalah pilar keluarga, pemberian dan anugerah dari Allah yang agung, hal ini dapat dilihat dalam firman Allah :
ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌًุง
“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (An Nahl 16:72). Seorang mufassir menjelaskan : bahwa isteri adalah anugerah yang diberikan pada kita (Tafsir AR Razi 25/19). 

Bersamanya membangun keluarga dan kehidupan menjadi tenteram, yaitu seorang isteri yang menghargai suaminya, yang membantunya atas urusan agama dan dunianya, menjaga anak-anaknya, membahagiakan keluarganya dan menyebarkan rasa cinta dan kasih sayang dalam keluarganya. Isteri merupakan harta yang sangat berharga bagi orang yang menyadari kedudukan dan nilainya.

 Rasulullah Saw bersabda pada Mu’adz bin Jabal RA :
ูŠَุง ู…ُุนَุงุฐُ، ู‚َู„ْุจٌ ุดَุงูƒِุฑٌ، ูˆَู„ِุณَุงู†ٌ ุฐَุงูƒِุฑٌ، ูˆَุฒَูˆْุฌَุฉٌ ุตَุงู„ِุญَุฉٌ ุชُุนِูŠู†ُูƒَ ุนَู„َู‰ ุฃَู…ْุฑِ ุฏُู†ْูŠَุงูƒَ ูˆَุฏِูŠู†ِูƒَ؛ ุฎَูŠْุฑُ ู…َุง ุงูƒْุชَู†َุฒَ ุงู„ู†َّุงุณُ
“Wahai Mu’adz, hati yang bersyukur, lidah yang berdzikir dan isteri shalihah yang membantumu dalam urusan dunia dan urusan agamamu, itu adalah sebaik-baiknya simpanan manusia” (Syu’bul Iman 6/47). 

Menghargai usaha isteri dan memperlakukannya dengan baik, merupakan salah satu bentuk syukur pada Allah, hal ini sesuai dengan perintah Allah :

ูˆَุนَุงุดِุฑُูˆู‡ُู†َّ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut” (An Nisa’ 4 : 19). Yaitu suami menghormati isterinya dan memperlakukannya dengan lemah lembut, Rasulullah Saw bersabda :
ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุจِุฃَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชٍ ุฎَูŠْุฑًุง؛ ุฃَุฏْุฎَู„َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ุฑِّูْู‚َ
“Jika Allah Azza wa Jalla menginginkan kebaikan bagi sebuah keluarga, Allah berikan mereka kelemah lembutan” (Ahmad 24427). 

Dengan demikian, suami telah membantunya dalam urusan kehidupannya, yaitu dengan berteladan pada Rasulullah Saw yang menegaskan dalam sabdanya :
ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ู„ِุฃَู‡ْู„ِู‡ِ، ูˆَุฃَู†َุง ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ู„ِุฃَู‡ْู„ِูŠ
“Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku” (At Tirmidzi 3895 dan Ibnu Majah 1977).

Hamba Allah : sesungguhnya anak dan keluarga merupakan anugerah Allah, Allah berfirman :
ู„ِู„َّู‡ِ ู…ُู„ْูƒُ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ ูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุฅِู†َุงุซًุง ูˆَูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุงู„ุฐُّูƒُูˆุฑَ
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki” (As Syura 42 : 49). 

Rasulullah Saw bersabda :
ุฅِู†َّ ุฃَูˆْู„َุงุฏَูƒُู…ْ ู‡ِุจَุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َูƒُู…ْ
“Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah untuk kalian” (Al Hakim 3123 dan As Sunan Al Kubra 16162). 

Nabi Ibrahim AS memahami nilai nikmat pemberian anak, ketika ia berdoa pada Tuhannya agar dianugerahi keturunan yang baik, disebutkan dalam doanya :
ุฑَุจِّ ู‡َุจْ ู„ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh” (As Shaffat 37 : 100). 

Allah menyimak doanya dan mengabulkannya, seperti dijelaskan dalam firman-Nya :
ูˆَูˆَู‡َุจْู†َุง ู„َู‡ُ ุฅِุณْุญَุงู‚َ ูˆَูŠَุนْู‚ُูˆุจَ
“Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub” (Al ‘Ankabut 29 : 27). 

Begitu pula nabi Zakaria AS berdoa kepada Tuhannya :
ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุฅِู†ِّูŠ ูˆَู‡َู†َ ุงู„ْุนَุธْู…ُ ู…ِู†ِّูŠ ูˆَุงุดْุชَุนَู„َ ุงู„ุฑَّุฃْุณُ ุดَูŠْุจًุง ูˆَู„َู…ْ ุฃَูƒُู†ْ ุจِุฏُุนَุงุฆِูƒَ ุฑَุจِّ ุดَู‚ِูŠًّุง* ูˆَุฅِู†ِّูŠ ุฎِูْุชُ ุงู„ْู…َูˆَุงู„ِูŠَ ู…ِู†ْ ูˆَุฑَุงุฆِูŠ ูˆَูƒَุงู†َุชِ ุงู…ْุฑَุฃَุชِูŠ ุนَุงู‚ِุฑًุง ูَู‡َุจْ ู„ِูŠ ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ูˆَู„ِูŠًّุง* ูŠَุฑِุซُู†ِูŠ ูˆَูŠَุฑِุซُ ู…ِู†ْ ุขู„ِ ูŠَุนْู‚ُูˆุจَ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู‡ُ ุฑَุจِّ ุฑَุถِูŠًّุง
“Ia berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa keapda Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai” (Maryam 19 : 4-6).

 Maksudnya : yang diridhai akhlaknya dan yang baik perbuatannya (Tafsir Al Qurthubi 11/82). 

Anak shaleh yang taat pada Tuhannya, menjadi penolong keluarganya dan menjadi kebanggan negaranya. Para ulama memberikan ucapan selamat kepada orang yang dianugerahi anak oleh Allah, mereka menganjurkan mereka agar bersyukur pada Dzat Yang Maha Pemberi dengan ucapan :

ุจَุงุฑَูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َูƒَ ูِูŠ ุงู„ْู…َูˆْู‡ُูˆุจِ، ูˆَุดَูƒَุฑْุชَ ุงู„ْูˆَุงู‡ِุจَ، ูˆَุจَู„َุบَ ุฃَุดُุฏَّู‡ُ، ูˆَุฑُุฒِู‚ْุชَ ุจِุฑَّู‡ُ
“Semoga Allah memberkahimu pada anak yang dianugerahkan padamu, kamu pun bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, semoga ia tumbuh dewasa dan kau dikarunia baktinya” (Al Adzkar, karangan An Nawawi : 853). 

Barang siapa dikarunia oleh Allah anak keturunan, maka hendaknya ia menghargai pemberian itu dengan sebaik-baiknya, bersyukur atas pemberian tersebut sebagimana dicontohkan oleh Ibrahim AS :

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ูˆَู‡َุจَ ู„ِูŠ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒِุจَุฑِ ุฅِุณْู…َุงุนِูŠู„َ ูˆَุฅِุณْุญَุงู‚َ ุฅِู†َّ ุฑَุจِّูŠ ู„َุณَู…ِูŠุนُ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Isma’il dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa” (Ibrahim 14 : 39). 

Bentuk syukur atas pemberian anak adalah dengan mendidik mereka, mengarahkan mereka dan merawat mereka dengan sebaik-baiknya,

 Rasulullah Saw bersabda :
ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุฑَุงุนٍ ูِูŠ ุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ูˆَู…َุณْุคُูˆู„ٌ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ
“Seorang suami pemimpin atas keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya” (Muttafaq ‘Alaih).

 Kedua orang tua hendaknya memperbanyak doa untuk kebaikan anak-anaknya, agar mereka istiqomah atas ketaatan pada Allah dan agar mereka menjaga shalat, sehingga mereka selalu dalam lindungan Allah sepanjang hayat mereka, sebagaimana doa nabi Ibrahim AS :

ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ُู‚ِูŠู…َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุชَู‚َุจَّู„ْ ุฏُุนَุงุกِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku” (Ibrahim 14 : 40). Anak adalah kebahagiaan bagi keluarga dan hiasan kehidupannya.

Dan diantara anugerah yang terindah adalah bila seorang memiliki saudara dan saudari yang ikut serta dalam kebahagiaan, menolongnya dalam duka serta membantunya dalam mewujudkan prestasi. Dan Allah Swt telah menganugerahkan Musa AS nabi Harun AS agar memperkuat dan membantunya dalam menjalankan tugasnya, Allah berfirman :

ูˆَูˆَู‡َุจْู†َุง ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฑَุญْู…َุชِู†َุง ุฃَุฎَุงู‡ُ ู‡َุงุฑُูˆู†َ ู†َุจِูŠًّุง
“Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi” (Maryam 19 : 53). 

Dan hak saudara adalah tidak boleh memutus hubungan persaudaraan, akan tetapi dianjurkan saling mengunjungi, saling menanyakan khabar sesama mereka, membantu memberikan solusi, membantu menghilangkan kesedihan dan gundahnya, itulah sebaik-baiknya pertolongan.

Ya Allah, berkahilah keluarga kami, langgengkan kebahagiaan dalam rumah dan keluarga kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ




Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุจَุงุฑَูƒَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

Kaum Muslimin yg Berbahagia :

 Sesungguhnya anugerah Allah Azza wa Jalla di dunia merupakan pemberian yang berkonsekuensi sebagai balasan yang akan diterima di akhirat.

Al Hasan Al Bashri RA berkata :
ู…َุง ุฃَู†ْุนَู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َู‰ ุนَุจْุฏٍ ุจِู‡ِุจَุฉٍ ุฅู„َّุง ูˆَุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠู‡َุง ู…َุณْุคُูˆู„ِูŠَّุฉٌ
“Tidaklah setiap nikmat yang diberikan Allah kepada seorang hamba, melainkan ada tanggung jawab di dalamnya” (Adabud Dunya wad Din, hal : 115). 

Jadi barang siapa dianugerahkan oleh Allah sebuah keluarga, maka hendaklah ia menjaga kerekatannya, bersungguh-sungguh dalam mewujudkan kebahagiaannya, dan perlu diketahui bahwa kebahagiaan keluarganya merupakan pemberian dari Allah Yang Maha Pemberi, hendaknya ia mensyukurinya. Seorang suami berusaha menciptakan ketentraman dalam keluarganya dan membahagiakan mereka. Begitu pula seorang isterti bekerja untuk menguatkan hubungan antara anggota keluarganya, memberikan mereka kehangatan dan kelembutan kasih sayangnya, serta menjaga mereka dengan sebaik-baiknya. 

Anak-anak berbakti kepada kedua orang tua mereka, belajar dengan sungguh-sungguh, menunaikan tugas mereka, membangun rasa saling menghargai, saling menghormati, saling membantu dan saling berkomunikasi sesama saudara, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang stabil dan bahagia, dan akhirnya masyarakat semakin kuat.

ู‡َุฐَุง ูˆุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ؛ ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ). 

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุญَู„ِูŠู…ُ ูŠَุง ูƒَุฑِูŠู…ُ، ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ُูˆุฌِุจَุงุชِ ุฑَุญْู…َุชِูƒَ، ูˆَุนَุฒَุงุฆِู…َ ู…َุบْูِุฑَุชِูƒَ، ูˆَุงู„ุบَู†ِูŠู…َุฉَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุจِุฑٍّ، ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َุฉَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฅِุซْู…ٍ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู„َุง ุชَุฏَุนْ ู„َู†َุง ุฐَู†ْุจًุง ุฅِู„َّุง ุบَูَุฑْุชَู‡ُ، ูˆَู„َุง ู‡َู…ًّุง ุฅِู„َّุง ูَุฑَّุฌْุชَู‡ُ، ูˆَู„َุง ุญَุงุฌَุฉً ู‡ِูŠَ ู„َูƒَ ุฑِุถًุง ุฅِู„َّุง ู‚َุถَูŠْุชَู‡َุง ูŠَุง ุฃَุฑْุญَู…َ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ. ูˆَุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฌَู…ِูŠุนَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ: ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงุชِ، ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนٌ ู‚َุฑِูŠุจٌ ู…ُุฌِูŠุจُ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„ْุฃَู…َุงู†َ ูˆَุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ، ูˆَุงู„ุฑَّุฎَุงุกَ ูˆَุงู„ِุงุฒْุฏِู‡َุงุฑَ، ูˆَุฒِุฏْู‡َุง ุชَู‚َุฏُّู…ًุง ูˆَุฑِูْุนَุฉً، ูˆَุชَุณَุงู…ُุญًุง ูˆَู…َุญَุจَّุฉً، ูˆَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ r، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَุงุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ r.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.
ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.
ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

Friday, October 4, 2019


Khotbah Jumat, 05 Shafar 1441 H/ 04 Oktober 2019 M

Perintah Bertafakkur (Berpikir)

Khotbah Pertama

(ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ู„َู‡ُ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู„َู‡ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَูƒِูŠู…ُ ุงู„ْุฎَุจِูŠุฑُ* ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ูŠَู„ِุฌُ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู…َุง ูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَู…َุง ูŠَู†ْุฒِู„ُ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَู…َุง ูŠَุนْุฑُุฌُ ูِูŠู‡َุง ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ)( ). ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، (ุชُุณَุจِّุญُ ู„َู‡ُ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชُ ุงู„ุณَّุจْุนُ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถُ ูˆَู…َู†ْ ูِูŠู‡ِู†َّ ูˆَุฅِู†ْ ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ุฅِู„َّุง ูŠُุณَุจِّุญُ ุจِุญَู…ْุฏِู‡ِ ูˆَู„َูƒِู†ْ ู„َุง ุชَูْู‚َู‡ُูˆู†َ ุชَุณْุจِูŠุญَู‡ُู…ْ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุญَู„ِูŠู…ًุง ุบَูُูˆุฑًุง)( ). ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ. ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ: (ุฅِู†َّ ูِูŠ ุงุฎْุชِู„َุงูِ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ูˆَู…َุง ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุชَّู‚ُูˆู†َ)( ).

Kaum Muslimin yang Berbahagia  : Aisyah RA berkata : Rasulullah Saw berdiri menunaikan shalat malam, dan beliau terus menangis, hingga datang Bilal mengingatkannya tentang shalat subuh. Tatkala ia melihat beliau menangis, ia bertanya : wahai Rasulullah, kenapa kau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang ?

 Beliau menjawab : Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur ? Pada malam ini telah turun padaku sebuah ayat, celakalah orang yang membacanya tapi tidak meresapinya :

ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَุงุฎْุชِู„ุงَูِ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู„ْุจَุงุจِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali Imran 3 : 190). 

Pada ayat ini terdapat ajakan Allah pada pemilik akal yang sehat agar menghayati penciptaan langit, menghayati keindahan penciptaan-Nya, Dia-lah yang berfirman :

ุฃَูˆَู„َู…ْ ูŠَู†ْุธُุฑُูˆุง ูِูŠ ู…َู„َูƒُูˆุชِ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerjaan langit dan bumi?” (Al A’raf 7 : 185).

 Memperhatikan keluasan langit dan alam raya, maksudnya adalah menghayati tentang apa yang telah dititipkan oleh Allah didalamnya; mulai dari bukti-bukit yang jelas atas hikmah dan keaguangan qudrah-Nya (Tafsir Al Qurthubi 2/191)

Lalu kenapa kita harus memikirkan tentang penciptaan langit ?

 Dalam penciptaan langit terdapat tanda-tanda yang jelas bagi orang yang berakal serta hikmah bagi pemilik hati, yang dapat menguatkan keimanan terhadap Tuhan semesta alam dalam hati mereka, meneguhkan keyakinan dengan keagungan Allah dalam jiwa mereka, Allah berfirman mengisahkan tentang Ibrahim AS :

ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ู†ُุฑِูŠ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ู…َู„َูƒُูˆุชَ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู„ِูŠَูƒُูˆู†َ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُูˆู‚ِู†ِูŠู†َ
“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin” (Al An’am 6 : 75). 

Allah Azza wa Jalla memuji orang-orang yang menggunakan akalnya untuk memikirkan tentang penciptaan langit, sehingga mereka semakin bertambah pengagungannya terhadap Pencipta mereka, semakin takut pada Tuhan mereka dan akan tergerak ucapan mereka untuk bertasbih :

ุฑَุจَّู†َุง ู…َุง ุฎَู„َู‚ْุชَ ู‡َุฐَุง ุจَุงุทِู„ًุง ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Ali Imran 3 : 191). 

Maha Suci Engkau Tuhan kami, yang telah menundukkan langit untuk kemanfaatan dan keberlanjutan kehidupan kami, seperti Engkau firmankan dalam kitab-Mu :

ูˆَุณَุฎَّุฑَ ู„َูƒُู…ْ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ู…ِู†ْู‡ُ ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุชَูَูƒَّุฑُูˆู†َ
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (Al Jatsiyah 45 : 13).

 Langit adalah atas pelindung bagi penduduk bumi, yang terus memberikan kebaikannya pada kehidupan mereka dan darinya rezeki mereka diturunkan, Allah berfirman :

ูˆَูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุฑِุฒْู‚ُูƒُู…ْ ูˆَู…َุง ุชُูˆุนَุฏُูˆู†َ
“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu” (Ad Dzariyat 51 : 22). 

Darinya diturunkan air tawar yang menumbuhkan kehidupan di bumi untuk kehidupan penghuni bumi, Allah berfirman :

ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَู†ْุฒَู„َ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ู…َุงุกً ูَุฃَุญْูŠَุง ุจِู‡ِ ุงู„ْุฃَุฑْุถَ ุจَุนْุฏَ ู…َูˆْุชِู‡َุง ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู„َุขูŠَุฉً ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุณْู…َุนُูˆู†َ
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)” (An Nahl 16 : 65). 

Air hujan itu kemudian mengalir ke lembah-lembah dan sungai-sungai, Allah berfirman :

ุฃَู†ْุฒَู„َ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ู…َุงุกً ูَุณَุงู„َุชْ ุฃَูˆْุฏِูŠَุฉٌ ุจِู‚َุฏَุฑِู‡َุง ูَุงุญْุชَู…َู„َ ุงู„ุณَّูŠْู„ُ ุฒَุจَุฏًุง ุฑَุงุจِูŠًุง
“Allah telah menurunkkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang” (Ar Ra’d 13 : 17). 

Maka tumbuhlah tanaman, pepohonan, buah-buahan menjadi matang, kebaikan melimpah, sehingga tersebarlah keceriaan di muka bumi, Allah berfirman :

ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ูˆَุฃَู†ْุฒَู„َ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ู…َุงุกً ูَุฃَุฎْุฑَุฌَ ุจِู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุซَّู…َุฑَุงุชِ ุฑِุฒْู‚ًุง ู„َูƒُู…ْ
“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu” Ibrahim 14 : 32). 

Kehidupan manusia tidak akan berlansung kecuali dengan berlanjutnya pemberian dari langit dan bumi.

Hamba Allah yang Dimuliakan...

Apakah yang kita pikirkan tentang penciptaan langit ? Sesungguhnya Allah menciptakan langit dengan penciptaan yang unik, sempurna dan tidak ada yang sebanding dengannya (Tafsir Ibnu Katsir 1/398). Allah Azza wa Jalla menjelaskan :

ุจَุฏِูŠุนُ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ
“Allah Pencipta langit dan bumi” (Al Baqarah 2 : 117). 

Dia menciptakan dengan kekuatan-Nya dan mengangkatnnya dengan kekuasaan-Nya, disebutkan dalam firman-Nya :

ูˆَุงู„ุณَّู…َุงุกَ ุจَู†َูŠْู†َุงู‡َุง ุจِุฃَูŠْุฏٍ ูˆَุฅِู†َّุง ู„َู…ُูˆุณِุนُูˆู†َ
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (Ad Dzariyat 51 : 47).

 Maksudnya Kami membangunnya dengan kekuatan, tanpa pasak bumi, dan Kami mengangkatnya tanpa sesuatu yang dapat dipegang dari atasnya dan tanpa tiang yang menyangga dari bawahnya (Tafsir Ibnu Katsir 7/424). Allah Swt berfirman :

ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ุจِุบَูŠْุฑِ ุนَู…َุฏٍ ุชَุฑَูˆْู†َู‡َุง
“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya” (Luqman 31 : 10). 

Maka berpikirlah wahai hamba Allah tentang hikmah penciptaan langit dan kekuatan kerekatannya walaupun dengan tinggi dan keluasannya, Allah berfirman :

ุฃَุฃَู†ْุชُู…ْ ุฃَุดَุฏُّ ุฎَู„ْู‚ًุง ุฃَู…ِ ุงู„ุณَّู…َุงุกُ ุจَู†َุงู‡َุง* ุฑَูَุนَ ุณَู…ْูƒَู‡َุง ูَุณَูˆَّุงู‡َุง
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit ? Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya lau menyempurnakannya” (An Nazi’at 79 : 27-28).

 Maksudnya bahwa Allah menciptakan langit sangat tinggi, yang berjauhan dan memiliki kesamaan pada setiap penjurunya (Tafsir Ibnu Katsir 8/316), Maha Suci Allah Yang:

ุฎَู„َู‚َ ุณَุจْุนَ ุณَู…َูˆَุงุชٍ ุทِุจَุงู‚ًุง ู…َุง ุชَุฑَู‰ ูِูŠ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ู…ِู†ْ ุชَูَุงูˆُุชٍ
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang” (Al Mulk 67 : 3). 

Maksudnya ialah bahwa Dia menciptakannya (langit) bertingkat-tingkat, tidak ada perbedaan, tidak ada kesalahan dan tidak memiliki cacat (Tafsir Ibnu Katsir 8/176). 

Dan dijadikan didalamnya planet-planet dan bintang-bintang yang berpijar, Allah Swt berfirman :

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฌَุนَู„ْู†َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุจُุฑُูˆุฌุงً ูˆَุฒَูŠَّู†َّุงู‡َุง ู„ِู„ู†َّุงุธِุฑِูŠู†َ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya)” (Al Hijr 15 : 16). 

Bintang-bintang adalah hiasan langit dunia, dan sebagai tanda-tanda petunjuk di kegelapan malam baik di daratan maupun di lautan. (Tafsir At Thabari 23/123). Allah berfirman :

ูˆَุนَู„َุงู…َุงุชٍ ูˆَุจِุงู„ู†َّุฌْู…ِ ู‡ُู…ْ ูŠَู‡ْุชَุฏُูˆู†َ
“Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapatkan petunjuk” (An Nahl 16 : 16). 

Bintang-bintang yang ada di langit tak seorang pun mengetahui jumlahnya kecuali Allah, seorang astronom berpendapat : di langit terdapat galaksi yang tak terbilang, galaksi adalah kumpulan bintang-bintang dan planet-planet yang mengitarinya. Dan pada galaksi kita saja terdapat sekitar seratus milyar bintang seperti matahar.

Maha Suci Dzat yang telah menundukkan bintang-bintang, planet-planet yang beredar pada orbitnya, Maha Mulia Allah yang telah menjaganya, dan tak seorang pun mampu menahannya. Allah berfirman :

ูˆَูŠُู…ْุณِูƒُ ุงู„ุณَّู…َุงุกَ ุฃَู†ْ ุชَู‚َุนَ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َّุง ุจِุฅِุฐْู†ِู‡ِ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِุงู„ู†َّุงุณِ ู„َุฑَุกُูˆูٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ
“Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi melainkan dengan izin-Nya ? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia” (Al Hajj 22 : 65)

Ya Allah, limpahkanlah kepada kami taufiq untuk menghayati ayat-ayat-Mu dan memikirkan tentang keindahan ciptaan-Mu, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ.



Khutbah Kedua

(ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ูˆَุฌَุนَู„َ ุงู„ุธُّู„ُู…َุงุชِ ูˆَุงู„ู†ُّูˆุฑَ)( ). ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.
ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Kaum Muslimin yang Berbahagia...

Allah Swt berfirman :
ู‚ُู„ِ ุงู†ْุธُุฑُูˆุง ู…َุงุฐَุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ
“Katakanlah : Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi” (Yunus 10 : 101). 

Pada ayat ini Allah mengajak manusia untuk memperhatikan langit dan mengekplorasi ruang angkasa, karena hal ini akan meneguhkan keimanan dalam hati mereka dan meningkatkan pengetahuan mereka. Orang yang naik ke langit, tentu memiliki pengetahuan yang luas dan keistimewaan pada akalnya. 

Cita-cita pendiri Negara Persatuan Emirates Arab dan pembangun peradabannya, syaikh Zayed bin Sultan Al Nahyan adalah bahwa ia mengingingkan salah satu dari penduduknya ada yang mampu menjelajahi ruang angkasa, yaitu dengan syarat tidak bermalas-malasan dalam mencari ilmu dan melakukan penelitian, sehingga ia dapat memberikan manfaat pada kemanusiaan dengan ilmu dan penelitiannya dan dapat membawa kemuliaan bagi tanah airnya. Dan dengan usaha bersama antara semua bidang keahlian dan dengan tindak lanjut serta dorongan yang terus menerus dari pemimpin yang cerdas, maka cita-cita itu akhirnya terwujud, sehingga salah seorang putra Emirates terbang ke ruang angkasa sebagai astronot, ia membawa Al Quran dan bendera negaranya, dengan berbekal keimanan dan ketawakkalan kepada Tuhannya, inilah yang membuat kita bangga, sebuah prestasi kebudayaan yang akan tercatat dalam sejarah.

 Semoga Allah memberikan kesuksesan pada usahanya, dan tugas putra putri kita adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pengetahuan, hingga kelak mereka dapat berkhidmat untuk tanah air mereka, mengangkat derajat masyarakat mereka dan semoga pencapaian seperti ini dapat diwujudkan oleh mereka dalam berbagai bidang.

ู‡َุฐَุง ูˆَุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ).

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฑَุญْู…َุชَูƒَ ู†َุฑْุฌُูˆ، ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุฏْุนُูˆ، ูَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ูَุถْู„َูƒَ، ูˆَุฃَุณْุจِุบْ ุนَู„َูŠْู†َุง ู†ِุนَู…َูƒَ، ูˆَุชَู‚َุจَّู„ْ ุตَู„َูˆَุงุชِู†َุง، ูˆَุถَุงุนِูْ ุญَุณَู†َุงุชِู†َุง، ูˆَุชَุฌَุงูˆَุฒْ ุนَู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِู†َุง، ูˆَุงุฑْูَุนْ ุฏَุฑَุฌَุงุชِู†َุง، ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ. ูˆَุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฌَู…ِูŠุนَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ: ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงุชِ، ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนٌ ู‚َุฑِูŠุจٌ ู…ُุฌِูŠุจُ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„ْุฃَู…َุงู†َ ูˆَุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ، ูˆَุงู„ุฑَّุฎَุงุกَ ูˆَุงู„ِุงุฒْุฏِู‡َุงุฑَ، ูˆَุฒِุฏْู‡َุง ุชَู‚َุฏُّู…ًุง ูˆَุฑِูْุนَุฉً، ูˆَุชَุณَุงู…ُุญًุง ูˆَู…َุญَุจَّุฉً، ูˆَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ r، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَุงุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ r.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.