Khutbah Jum’at, 11 Rabiul Awwal 1441 H/ 08 September 2019 M
๐บPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW๐ธ
Khutbah Pertama
ุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู، ุฃَุฑْุณََู ุฑَุณَُُููู ุจِุงُْููุฏَู َูุงْูุญَِّู ุงْูู
ُุจِِูู.
َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ุณَِّูุฏََูุง ََููุจََِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู َูุฑَุณُُُููู، ุฑَุญْู
َุฉُ ุงَِّููู َِููุนْู
َุชُُู، َูุนَุทَِّูุชُُู َูู
َِّูุชُُู،
َูุงَُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ََููุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ، َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู، َูุนََูู ู
َْู ุชَุจِุนَُูู
ْ ุจِุฅِุญْุณَุงٍู ุฅَِูู َْููู
ِ ุงูุฏِِّูู.
ุฃَู
َّุง ุจَุนْุฏُ: َูุฃُูุตُِููู
ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู ََْูููุณِู ุจِุชََْููู ุงَِّููู، َูุงَู ุณُุจْุญَุงَُูู َูุชَุนَุงَูู:
(َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุงุชَُّููุง ุงََّููู َูุขู
ُِููุง ุจِุฑَุณُِِููู ُูุคْุชُِูู
ْ َِِْْููููู ู
ِْู ุฑَุญْู
َุชِِู ََููุฌْุนَْู َُููู
ْ ُููุฑًุง ุชَู
ْุดَُูู ุจِِู ََููุบِْูุฑْ َُููู
ْ َูุงَُّููู ุบَُููุฑٌ ุฑَุญِูู
ٌ)( ).
Kaum Muslimin yg Berbahagia...
Kini kita akan menyambut sebuah peringatan besar, peringatan yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, manusia yang paling baik, paling suci, yang dipenuhi kasih sayang dan paling bertakwa, tentu hal ini merupakan pengabulan atas doa nabi Ibrahim AS seperti termaktub dalam Al Quran :
ุฑَุจََّูุง َูุงุจْุนَุซْ ِِูููู
ْ ุฑَุณًُููุง ู
ُِْููู
ْ َูุชُْูู ุนََِْูููู
ْ ุขَูุงุชَِู َُููุนَِّูู
ُُูู
ُ ุงِْููุชَุงุจَ َูุงْูุญِْูู
َุฉَ َُููุฒَِِّูููู
ْ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงْูุนَุฒِูุฒُ ุงْูุญَِููู
ُ
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kelangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (As Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Baqarah 2 : 129). Serta sebagai kabar gembira bagi dari Nabi Isa AS, ketika ia berkata :
َูู
ُุจَุดِّุฑًุง ุจِุฑَุณٍُูู َูุฃْุชِู ู
ِْู ุจَุนْุฏِู ุงุณْู
ُُู ุฃَุญْู
َุฏُ
“Dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seroang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” (A Shaf 61 : 6).
Maka Allah mengabulkan doa kekasihnya Ibrahim, dan mewujudkan kabar gembira nabi Isa AS dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw yang dilahirkan pada tahun Gajah (Al Ahadits Al Mukhtarah 394), dari Qais bin Makhramah RA berkata :
ُِููุฏْุชُ ุฃََูุง َูุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณَّูู
ุนَุงู
َ ุงِِْูููู
“Aku dan Rasulullah Saw dilahirkan pada tahun Gajah” (Ahmad 17891) . Tahun dimana terdapat kisah kejadian para pemilik gajah. Kelahiran Nabi Mulia ini disertai oleh beberapa kabar gembira dan tanda-tanda, yang menjelaskan kepada kita tentang tingginya kedudukan beliau, Rasulullah Saw bersabda :
ุฑَุฃَุชْ ุฃُู
ِّู ุฃََُّูู َูุฎْุฑُุฌُ ู
َِْููุง ُููุฑٌ ุฃَุถَุงุกَุชْ ู
َِْููุง ُูุตُูุฑُ ุงูุดَّุงู
ِ
“Ibuku melihat cahaya keluar dari tubuhnya, cahaya yang menerangi istana-istana Syam” (Ahmad 22921)
Hamba Allah yg Budiman...
Rasulullah Saw selalu dalam lindungan Allah sejak masa kecilnya, dan di masa mudanya beliau berkontribusi aktif dalam pembangunan negerinya serta ketentramannya, beliau menegakkan keadilan, suatu hari beliau mendapatkan kehormatan untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sangat berharga yang dikenal dengan Hilf Al Fudhul, yang mengumpulkan semua kabilah Quraisy, mereka sepakat untuk mengembalikan hak pada pemiliknya, dan tidak ada lagi kedzaliman di Makkah dan juga bagi orang yang mengunjunginya, mereka sepakat untuk mengembalikan hak-hak orang yang terdzalimi, Rasulullah Saw bersabda :
ََููุฏْ ุดَِูุฏْุชُ ุญًِْููุง ู
َุง ุฃُุญِุจُّ ุฃََّู ِูู ุจِِู ุญُู
ْุฑَ ุงَّููุนَู
ِ، ََْููู ุฃُุฏْุนَู ุจِِู ِูู ุงْูุฅِุณَْูุงู
ِ َูุฃَุฌَุจْุชُ
“Aku menghadiri sebuah perjanjian, tidaklah ada yang melebihi kecintaanku pada unta merah kecuali perjanjian ini. Andai aku diajak untuk menyepakati perjanjian ini di masa Islam, pasti aku akan mendatanginya” (Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra 6/36).
Perjanjian ini memberikan kontribusi besar demi terwujudnya perdamaian, toleransi, kerukunan , perlindungan dari tindakan ketidakadilan dan permusuhan, serta dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan antara keluarga kemanusiaan. Seperti ditegaskan oleh agama kita yang mulia ini, tentang pentingnya penepatan janji dan kesepakatan, Allah berfirman :
َูุฃَُْูููุง ุจِุนَْูุฏِ ุงَِّููู ุฅِุฐَุง ุนَุงَูุฏْุชُู
ْ
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji” (An Nahl 16 : 91).
Para ulama berpendapat bahwa : ayat ini diturunkan sebagai komitmen penepatan perjanjian yang ditandangani sebelum Islam dan Islam datang untuk menegaskan itu, selanjutanya dijelaskan oleh Nabi Saw bahwa selayaknya setiap perjanjian mengajak pada kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan dan penegakan kebenaran dan keadilan :
َูู
ْ َูุฒِุฏُْู ุงْูุฅِุณَْูุงู
ُ ุฅَِّูุง ุดِุฏَّุฉً
“Tidaklah datang Islam melainkan untuk mengukuhkannya” (Muslim 2530). Maksudnya menguatkan dan melindunginya
Para pecinta Nabi Saw yg Berbahagia...
Setelah umur beliau mencapai empat puluh tahun, Allah megutusnya sebagai rahmat bagi semesta alam, Rasulullah Saw bersabda :
ุฅَِّูู
َุง ุฃََูุง ุฑَุญْู
َุฉٌ ู
ُْูุฏَุงุฉٌ
“Sesungguhnya aku rahmat yang dihadiahkan” (Ad Darimi 15).
Dan diantara bentuk rahmat itu di dunia, adalah beliau membawa syariat yang moderat yang berdiri atas dasar keringanan dan kemudahan, beliau mempermudah manusia dalam urusan ibadah dan urusan muamalah mereka, Rasulullah Saw bersabda :
ุฅِِّูู ุจُุนِุซْุชُ ุจِุงْูุญََِِّููููุฉِ ุงูุณَّู
ْุญَุฉِ
“Sesungguhnya aku diutus dengan agama yang lurus dan mudah” (Ahmad 22951).
Beliau juga sebagai rahmat bagi kita di hari kiamat, yang memenuhi kita dengan cinta, doa dan syafaatnya, Rasulullah Saw bersabda :
ُِِّููู َูุจٍِّู ุฏَุนَْูุฉٌ ู
ُุณْุชَุฌَุงุจَุฉٌ، َูุชَุนَุฌََّู ُُّูู َูุจٍِّู ุฏَุนَْูุชَُู، َูุฅِِّูู ุงุฎْุชَุจَุฃْุชُ ุฏَุนَْูุชِู ุดََูุงุนَุฉً ِูุฃُู
َّุชِู َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ
“Setiap nabi memiliki doa yang dikabulkan, dan setiap nabi disegerakan pengabulan doanya, sedangkan aku memyimpan doaku sebagai syafaat bagi ummatku pada hari kiamat” (Muttafaq ‘Alaih). Dan ketika manusia berangkat menemui para nabi, mereka memohon syafaat pada mereka, setiap mereka berkata : diriku, diriku, pergilah pada selainku. Kemudian mereka mendatangi Rasulullah dan berkata : wahai Muhammad, engkau utusan Allah, penutup para nabi, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, berilah kami syafaat kepada Tuhanmu (Muttafaq ‘Alaih).
Rasulullah Saw bersabda : lalu aku berangkat hingga dibawah Arsy, aku tersungkur bersujud pada Tuhanku, kemudian Allah memulai dengan pujian dan sanjungan untukku yang belum pernah disampaikan pada seorang pun sebelumku, kemudian dikatakan : wahai Muhammad, angkatlah kepadamu, mintalah pasti kau diberi, berilah syafaat pasti kau diizinkan memberi syafaat, lalu aku mengangkat kepalaku dan berkata : ummatku ya Tuhan, ummatku ya Tuhan, ummatku ya Tuhan. Lalu dikatakan : wahai Muhammad masukkan orang yang tidak dihisab dari ummatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan, mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu” (Muttafaq ‘Alaih).
Lalu mereka masuk surga, kemudian Rasulullah Saw memberikan syafaat kepada setiap orang yang mengucapkan “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah” dengan ikhlas dari hatinya, Rasulullah Saw bersabda :
ุฃَุณْุนَุฏُ ุงَّููุงุณِ ุจِุดََูุงุนَุชِู َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ ู
َْู َูุงَู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู؛ ุฎَุงِูุตًุง ู
ِْู َْููุจِِู
“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengatakan Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dengan ikhlas dari hatinya” (Bukhari 99 dan 6570).
Sungguh agung kemuliaan itu dan sungguh luas kasih sayang itu
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mencintai nabi kami, yang belajar dari sirahnya, yang mengikuti petunjuk dan akhlaknya dan kelak mendapatkan syafaatnya, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam firman-Mu :
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุฃَุทِูุนُูุง ุงََّููู َูุฃَุทِูุนُูุง ุงูุฑَّุณَُูู َูุฃُِْููู ุงูุฃَู
ْุฑِ ู
ُِููู
ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
ََููุนَِูู ุงَُّููู َูุฅَِّูุงُูู
ْ ุจِุงُْููุฑْุขِู ุงْูุนَุธِูู
ِ، َูุจِุณَُّูุฉِ َูุจِِِّูู ุงَْููุฑِูู
ِ ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ. ุฃَُُููู َِْูููู َูุฐَุง
Khutbah Kedua
ุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุงَّูุฐِู ุจَุนَุซَ ุฅََِْูููุง ุฑَุณًُููุง، َูุชُْูู ุนََْูููุง ุขَูุงุชِ ุฑَุจَِّูุง، َُููุนَِّูู
ُูุง ุงِْููุชَุงุจَ َูุงْูุญِْูู
َุฉَ َُููุฒََِّูููุง، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َُِّููู ุงูุตَّุงِูุญَِูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ุณَِّูุฏََูุง ََููุจََِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู َูุฑَุณُُُููู، َูุงَُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ََููุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ، َูุนََูู ุขِِูู َูุฃَุตْุญَุงุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู، َูุนََูู ุงูุชَّุงุจِุนَِูู َُููู
ْ ุจِุฅِุญْุณَุงٍู ุฅَِูู َْููู
ِ ุงูุฏِِّูู.ุฃُูุตُِููู
ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู ََْูููุณِู ุจِุชََْููู ุงَِّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู.
Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...
Allah menjelaskan dalam kitab-Nya tentang kedudukan hamba, nabi dan kekasih-Nya, dan Allah memujinya dihadapan para malaikat, dan para malaikat pun ikut bershalawat kapadanya, kemudian Allah memerintahkan kita agar bershalawat dan bersalam kepadanya, sebagai bentuk cinta dan pengagungan, penghormatan dan penghargaan, Allah berfirman :
ุฅَِّู ุงََّููู َูู
ََูุงุฆَِูุชَُู ُูุตََُّููู ุนََูู ุงَّููุจِِّู َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุตَُّููุง ุนََِْููู َูุณَِّูู
ُูุง ุชَุณِْููู
ًุง
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al Ahzab 33 : 56).
Barang siapa yang bershalawat kepada Rasulullah Saw akan diangkat derajatnya, diperbanyak kebaikannya dan dihapus keburukannya dan dia akan mendapatkan rahmat dari Allah dan doa dari malaikat-Nya.
Rasulullah Saw bersabda :
ู
َْู ุตََّูู ุนَََّูู َูุงุญِุฏَุฉً ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู ุนَุดْุฑًุง، َูุญَุทَّ ุนَُْูู ุนَุดْุฑَ ุฎَุทِูุฆَุงุชٍ
“Barang siapa bershalawat satu shalawat kepadaku, niscaya Allah memlimpahkan sepuluh rahmat dan menghapuskan sepuluh kesalahan darinya” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 643).
َูุฑََูุนَ َُูู ุนَุดْุฑَ ุฏَุฑَุฌَุงุชٍ
“dan mengangkat sepuluh darajatnya” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 642).
Rasulullah Saw bersabda :
ู
َุง ุตََّูู ุนَََّูู ุฃَุญَุฏٌ ุตََูุงุฉً ุฅَِّูุง ุตََّูุชْ ุนََِْููู ุงْูู
ََูุงุฆَِูุฉُ ู
َุง ุฏَุงู
َ ُูุตَِّูู ุนَََّูู
“Tidaklah seseorang bershalawat kepadaku, melainkan malaikat akan bershalawat untuknya selama ia bershalawat kepadaku” (Ahmad 15689 dan Ibnu Majah 907).
Dengan bershalawat pada Rasulullah, kegundahan akan sirna dan jalan keluar akan terbuka, dari Ubai bin Ka’ab RA berkata :
َูุงَู ุฑَุฌٌُู َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุฃَุฑَุฃَْูุชَ ุฅِْู ุฌَุนَْูุชُ ุตََูุงุชِู ََُّูููุง ุนَََْููู؟ َูุงَู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณَّูู
: «ุฅِุฐَْู َََِْููููู ุงَُّููู ู
َุง ุฃََูู
ََّู ู
ِْู ุฏَُْููุงَู َูุขุฎِุฑَุชَِู
Seseorang berkata : wahai Rasulullah : apa pendapatmu jika seluruh shalawatku untukmu ? Beliau menjawab : jika begitu, Allah akan mencukupi apa yang menjadi keresahanmu dari urusan dunia dan akhirat” (Ahmad 21242).
Dan sekarang merupakan hari yang paling utama untuk bershalawat kepada sebaik-baiknya manusia, yaitu pada hari Jum’at yang penuh berkah, Nabi Saw bersabda :
ุฅَِّู ู
ِْู ุฃَْูุถَِู ุฃََّูุงู
ُِูู
ْ َْููู
َ ุงْูุฌُู
ُุนَุฉِ… َูุฃَْูุซِุฑُูุง ุนَََّูู ู
َِู ุงูุตََّูุงุฉِ ِِููู، َูุฅَِّู ุตََูุงุชَُูู
ْ ู
َุนْุฑُูุถَุฉٌ ุนَََّูู
“Sesunguhnya hari yang paling baik bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan padaku” (Abu Daud 1047, An Nasa’i 1374 dan Ibnu Majah 1085).
Karena itu, marilah kita memperbanyak shalawat dan salam kepada orang yang telah diberikan kedudukan yang tinggi oleh Allah dan dijadikan oleh-Nya sebagai pemberi syafaat pada kita di hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :
ุฃََْููู ุงَّููุงุณِ ุจِู َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ ุฃَْูุซَุฑُُูู
ْ ุนَََّูู ุตَูุงَุฉً
“Sesungguhnya manusia yang paling utama bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku” (At Tirmidzi 484)
ุงَُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ََููุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ، َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู. َูุงุฑْุถَ ุงَُّูููู
َّ ุนَِู ุงْูุฎََُููุงุกِ ุงูุฑَّุงุดِุฏَِูู: ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ َูุนُู
َุฑَ َูุนُุซْู
َุงَู َูุนٍَِّูู، َูุนَْู ุณَุงุฆِุฑِ ุงูุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงْูุฃَْูุฑَู
َِูู.
ุงَُّูููู
َّ َูุง ุฎَْูุฑَ ู
َْู ุณُุฆَِู، ََููุง ุฃَุฌَْูุฏَ ู
َْู ุฃَุนْุทَู، ََููุง ุฃَْูุฑَู
َ ู
َْู ุนََูุง، َูุฃَุนْุธَู
َ ู
َْู ุบََูุฑَ؛ َูุณْุฃََُูู ู
َِู ุงْูุฎَْูุฑَุงุชِ ุฃََْููุฑََูุง، َูู
َِู ุงْูุนُُููู
ِ ุฃََْููุนََูุง، َูู
َِู ุงْูุฃَุฎَْูุงِู ุฃَْูู
َََููุง، ََููุณْุฃََُูู ุงูุณَّุนَุงุฏَุฉَ ِูู ุงูุฏَُّْููุง، َูุงَْْูููุฒَ ِูู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ.
ุงَُّูููู
َ َِّْููู ุฑَุฆِูุณَ ุงูุฏََّْููุฉِ ุงูุดَّูุฎْ ุฎََِูููุฉْ ุจْู ุฒَุงِูุฏْ ِูู
َุง ุชُุญِุจُُّู َูุชَุฑْุถَุงُู، َูุงุดْู
َْู ุจِุชََِِْููููู َูุงุฆِุจَُู َََِّูููู ุนَْูุฏِِู ุงْูุฃَู
َِูู، َูุฅِุฎَْูุงَُูู ุญَُّูุงู
َ ุงْูุฅِู
َุงุฑَุงุชِ.
ุงَُّูููู
َّ َูุง ุณَู
ِูุนَ ุงูุฏَّุนََูุงุชِ، َูุง ุฑَِููุนَ ุงูุฏَّุฑَุฌَุงุชِ، ุงุบِْูุฑْ ِْููู
ُุณِْูู
َِูู َูุงْูู
ُุณِْูู
َุงุชِ، َูุงْูู
ُุคْู
َِِููู َูุงْูู
ُุคْู
َِูุงุชِ، ุงْูุฃَุญَْูุงุกِ ู
ُِْููู
َูุงูุฃู
َْูุงุชِ، ุงَُّูููู
َّ ุงุฑْุญَู
ِ ุงูุดَّูุฎْ ุฒَุงِูุฏْ َูุงูุดَّูุฎْ ู
َْูุชُูู
ْ َูุดُُููุฎَ ุงْูุฅِู
َุงุฑَุงุชِ ุงَّูุฐَِูู ุงْูุชََُูููุง ุฅَِูู ุฑِุถَْูุงَِูู، َูุฃَุฏْุฎُِْููู
ْ ุจَِูุถَِْูู َูุณِูุญَ ุฌََّูุงุชَِู.
ุงَُّูููู
َّ ุฃَุฏِู
ْ ุนََูู ุฏََْููุฉِ ุงْูุฅِู
َุงุฑَุงุชِ ِูุนَู
ََู، َูุฌُูุฏََู ََููุถََْูู، َูุจَุงุฑِْู ِูู ุฎَْูุฑَุงุชَِูุง َูุฃََِْูููุง، ูุงุฌْุนََْููุง ุฏَุงุฆِู
ًุง ِูู ุณَุนَุงุฏَุฉٍ، َูู
َِู ุงْูุฎَْูุฑِ ِูู ุฒَِูุงุฏِุฉٍ.
ุงَُّูููู
َّ ุงุบِْูุฑْ ََููุง ََِูููุงِูุฏَِููุง َِููู
َْู َُูู ุญٌَّู ุนَََْูููุง، َูุนَุงَِููุง ِูู ุฃَุจْุฏَุงَِููุง، َูุฃَุณْู
َุงุนَِูุง َูุฃَุจْุตَุงุฑَِูุง، َูุจَุงุฑِْู ِูู ุฃََِْููููุง َูุฐُุฑَِّّูุงุชَِูุง، َِููู ُِّูู ู
َุง ุฑَุฒَْูุชََูุง، َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุฃَْูุชَ ุงْูุญَِููู
ُ ุงَْููุฑِูู
ُ، ุฑَุจُّ ุงูุนَุฑْุดِ ุงْูุนَุธِูู
ِ.
ุงَُّูููู
َّ ุงุฑْุญَู
ْ ุดَُูุฏَุงุกَ ุงَْููุทَِู ََُّูููุงุชِ ุงูุชَّุญَุงُِูู ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑَ، َูุฃَุฏْุฎُِْููู
ُ ุงْูุฌََّูุฉَ ู
َุนَ ุงْูุฃَุฎَْูุงุฑِ، َูุงุฌْุฒِ ุฃَِِْููููู
ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงูุตَّุงุจِุฑَِูู؛ ุจَِูุฑَู
َِู َูุง ุฃَْูุฑَู
َ ุงْูุฃَْูุฑَู
َِูู. ุงَُّูููู
َّ ุงْูุตُุฑْ َُّููุงุชِ ุงูุชَّุญَุงُِูู ุงْูุนَุฑَุจِِّู، َูุงْูุดُุฑِ ุงِูุงุณْุชِْูุฑَุงุฑَ َูุงูุณََّูุงู
َ ِูู ุจُْูุฏَุงِู ุงْูู
ُุณِْูู
َِูู، َูุงْูุนَุงَูู
ِ ุฃَุฌْู
َุนَِูู.
ุงَُّูููู
َّ ุงุณَِْููุง ุงْูุบَْูุซَ ََููุง ุชَุฌْุนََْููุง ู
َِู ุงَْููุงِูุทَِูู، ุงَُّูููู
َّ ุฃَุบِุซَْูุง، ุงَُّูููู
َّ ุฃَุบِุซَْูุง، ุงَُّูููู
َّ ุฃَุบِุซَْูุง ุบَْูุซًุง ู
ُุบِูุซًุง َِูููุฆًุง َูุงุณِุนًุง ุดَุงู
ًِูุง، ุงَُّูููู
َّ ุงุณَِْููุง ู
ِْู ุจَุฑََูุงุชِ ุงูุณَّู
َุงุกِ، َูุฃَْูุจِุชْ ََููุง ู
ِْู ุจَุฑََูุงุชِ ุงْูุฃَุฑْุถِ.
ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً، َِููู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً، ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ، َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ู
َุนَ ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑِ، َูุง ุนَุฒِูุฒُ َูุง ุบََّูุงุฑُ.
ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู: ุงุฐُْูุฑُูุง ุงََّููู ุงْูุนَุธِูู
َ َูุฐُْูุฑُْูู
ْ، َูุงุดْูุฑُُูู ุนََูู ِูุนَู
ِِู َูุฒِุฏُْูู
ْ. َูุฃَِูู
ِ ุงูุตََّูุงุฉَ.
No comments:
Post a Comment