Friday, October 11, 2019

Khotbah Jumat: KELUARGA MERUPAKAN ANUGERAH ALLAH


Khotbah Jumat, 12 Shafar 1441 H/ 11 Oktober 2019 M

"Keluarga Merupakan Anugerah dari Allah"

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْكَرِيمِ الْوَهَّابِ، الْمُعْطِي بِغَيْرِ حِسَابٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى،

 قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia :

 Sesungguhnya Allah memuji hamba-hamba Allah yang berdoa kepada-Nya :
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Furqan 25 : 74). 

Mereka memohon kepada Tuhan mereka Yang Maha Pemberi, agar menganugerahkan kepada mereka sebuah keluarga yang tenteram, yang menjadi teladan bagi orang lain dalam ketaatan kepada Allah dan dalam berbuat baik kepada sesama, karena keluarga merupakan salah satu anugerah Allah yang paling agung yang diberikan kepada seseorang dalam hidupnya, Allah berfirman mengisahkan tentang Nabi Ayyub AS :
وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran” (Shad 34 : 43). Maksudnya bahwa Allah memuliakannya dengan adanya seorang isteri dan anak-anak bersamanya (Tafsir Al Baghawi 3/310). Ketika berkumpul bersama keluarga, maka ia akan lebih senang dan tenteram.

Isteri adalah pilar keluarga, pemberian dan anugerah dari Allah yang agung, hal ini dapat dilihat dalam firman Allah :
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (An Nahl 16:72). Seorang mufassir menjelaskan : bahwa isteri adalah anugerah yang diberikan pada kita (Tafsir AR Razi 25/19). 

Bersamanya membangun keluarga dan kehidupan menjadi tenteram, yaitu seorang isteri yang menghargai suaminya, yang membantunya atas urusan agama dan dunianya, menjaga anak-anaknya, membahagiakan keluarganya dan menyebarkan rasa cinta dan kasih sayang dalam keluarganya. Isteri merupakan harta yang sangat berharga bagi orang yang menyadari kedudukan dan nilainya.

 Rasulullah Saw bersabda pada Mu’adz bin Jabal RA :
يَا مُعَاذُ، قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَدِينِكَ؛ خَيْرُ مَا اكْتَنَزَ النَّاسُ
“Wahai Mu’adz, hati yang bersyukur, lidah yang berdzikir dan isteri shalihah yang membantumu dalam urusan dunia dan urusan agamamu, itu adalah sebaik-baiknya simpanan manusia” (Syu’bul Iman 6/47). 

Menghargai usaha isteri dan memperlakukannya dengan baik, merupakan salah satu bentuk syukur pada Allah, hal ini sesuai dengan perintah Allah :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut” (An Nisa’ 4 : 19). Yaitu suami menghormati isterinya dan memperlakukannya dengan lemah lembut, Rasulullah Saw bersabda :
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا؛ أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ
“Jika Allah Azza wa Jalla menginginkan kebaikan bagi sebuah keluarga, Allah berikan mereka kelemah lembutan” (Ahmad 24427). 

Dengan demikian, suami telah membantunya dalam urusan kehidupannya, yaitu dengan berteladan pada Rasulullah Saw yang menegaskan dalam sabdanya :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku” (At Tirmidzi 3895 dan Ibnu Majah 1977).

Hamba Allah : sesungguhnya anak dan keluarga merupakan anugerah Allah, Allah berfirman :
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki” (As Syura 42 : 49). 

Rasulullah Saw bersabda :
إِنَّ أَوْلَادَكُمْ هِبَةُ اللَّهِ لَكُمْ
“Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah untuk kalian” (Al Hakim 3123 dan As Sunan Al Kubra 16162). 

Nabi Ibrahim AS memahami nilai nikmat pemberian anak, ketika ia berdoa pada Tuhannya agar dianugerahi keturunan yang baik, disebutkan dalam doanya :
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh” (As Shaffat 37 : 100). 

Allah menyimak doanya dan mengabulkannya, seperti dijelaskan dalam firman-Nya :
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ
“Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub” (Al ‘Ankabut 29 : 27). 

Begitu pula nabi Zakaria AS berdoa kepada Tuhannya :
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا* وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا* يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
“Ia berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa keapda Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai” (Maryam 19 : 4-6).

 Maksudnya : yang diridhai akhlaknya dan yang baik perbuatannya (Tafsir Al Qurthubi 11/82). 

Anak shaleh yang taat pada Tuhannya, menjadi penolong keluarganya dan menjadi kebanggan negaranya. Para ulama memberikan ucapan selamat kepada orang yang dianugerahi anak oleh Allah, mereka menganjurkan mereka agar bersyukur pada Dzat Yang Maha Pemberi dengan ucapan :

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ
“Semoga Allah memberkahimu pada anak yang dianugerahkan padamu, kamu pun bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, semoga ia tumbuh dewasa dan kau dikarunia baktinya” (Al Adzkar, karangan An Nawawi : 853). 

Barang siapa dikarunia oleh Allah anak keturunan, maka hendaknya ia menghargai pemberian itu dengan sebaik-baiknya, bersyukur atas pemberian tersebut sebagimana dicontohkan oleh Ibrahim AS :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Isma’il dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa” (Ibrahim 14 : 39). 

Bentuk syukur atas pemberian anak adalah dengan mendidik mereka, mengarahkan mereka dan merawat mereka dengan sebaik-baiknya,

 Rasulullah Saw bersabda :
الرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Seorang suami pemimpin atas keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya” (Muttafaq ‘Alaih).

 Kedua orang tua hendaknya memperbanyak doa untuk kebaikan anak-anaknya, agar mereka istiqomah atas ketaatan pada Allah dan agar mereka menjaga shalat, sehingga mereka selalu dalam lindungan Allah sepanjang hayat mereka, sebagaimana doa nabi Ibrahim AS :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku” (Ibrahim 14 : 40). Anak adalah kebahagiaan bagi keluarga dan hiasan kehidupannya.

Dan diantara anugerah yang terindah adalah bila seorang memiliki saudara dan saudari yang ikut serta dalam kebahagiaan, menolongnya dalam duka serta membantunya dalam mewujudkan prestasi. Dan Allah Swt telah menganugerahkan Musa AS nabi Harun AS agar memperkuat dan membantunya dalam menjalankan tugasnya, Allah berfirman :

وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا
“Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi” (Maryam 19 : 53). 

Dan hak saudara adalah tidak boleh memutus hubungan persaudaraan, akan tetapi dianjurkan saling mengunjungi, saling menanyakan khabar sesama mereka, membantu memberikan solusi, membantu menghilangkan kesedihan dan gundahnya, itulah sebaik-baiknya pertolongan.

Ya Allah, berkahilah keluarga kami, langgengkan kebahagiaan dalam rumah dan keluarga kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ




Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Kaum Muslimin yg Berbahagia :

 Sesungguhnya anugerah Allah Azza wa Jalla di dunia merupakan pemberian yang berkonsekuensi sebagai balasan yang akan diterima di akhirat.

Al Hasan Al Bashri RA berkata :
مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ بِهِبَةٍ إلَّا وَعَلَيْهِ فِيهَا مَسْؤُولِيَّةٌ
“Tidaklah setiap nikmat yang diberikan Allah kepada seorang hamba, melainkan ada tanggung jawab di dalamnya” (Adabud Dunya wad Din, hal : 115). 

Jadi barang siapa dianugerahkan oleh Allah sebuah keluarga, maka hendaklah ia menjaga kerekatannya, bersungguh-sungguh dalam mewujudkan kebahagiaannya, dan perlu diketahui bahwa kebahagiaan keluarganya merupakan pemberian dari Allah Yang Maha Pemberi, hendaknya ia mensyukurinya. Seorang suami berusaha menciptakan ketentraman dalam keluarganya dan membahagiakan mereka. Begitu pula seorang isterti bekerja untuk menguatkan hubungan antara anggota keluarganya, memberikan mereka kehangatan dan kelembutan kasih sayangnya, serta menjaga mereka dengan sebaik-baiknya. 

Anak-anak berbakti kepada kedua orang tua mereka, belajar dengan sungguh-sungguh, menunaikan tugas mereka, membangun rasa saling menghargai, saling menghormati, saling membantu dan saling berkomunikasi sesama saudara, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang stabil dan bahagia, dan akhirnya masyarakat semakin kuat.

هَذَا وصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؛ فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). 

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ يَا حَلِيمُ يَا كَرِيمُ، يَا رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ الْأَمَانَ وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً، وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments:

Post a Comment