Khotbah
Jumat, 05 Shafar 1441 H/ 04 Oktober 2019 M
Perintah
Bertafakkur (Berpikir)
Khotbah
Pertama
(الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ
فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ* يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ
وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا
وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ)( ). وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، (تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ
وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا
تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا)( ). وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ
سُبْحَانَهُ: (إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ
فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ)( ).
Kaum
Muslimin yang Berbahagia : Aisyah RA berkata : Rasulullah Saw berdiri
menunaikan shalat malam, dan beliau terus menangis, hingga datang Bilal
mengingatkannya tentang shalat subuh. Tatkala ia melihat beliau menangis, ia
bertanya : wahai Rasulullah, kenapa kau menangis, padahal Allah telah
mengampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang ?
Beliau
menjawab : Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur ? Pada malam ini telah
turun padaku sebuah ayat, celakalah orang yang membacanya tapi tidak
meresapinya :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali Imran 3 : 190).
Pada
ayat ini terdapat ajakan Allah pada pemilik akal yang sehat agar menghayati
penciptaan langit, menghayati keindahan penciptaan-Nya, Dia-lah yang berfirman
:
أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ
“Dan
apakah mereka tidak memperhatikan kerjaan langit dan bumi?” (Al A’raf 7 : 185).
Memperhatikan
keluasan langit dan alam raya, maksudnya adalah menghayati tentang apa yang
telah dititipkan oleh Allah didalamnya; mulai dari bukti-bukit yang jelas atas
hikmah dan keaguangan qudrah-Nya (Tafsir Al Qurthubi 2/191)
Lalu
kenapa kita harus memikirkan tentang penciptaan langit ?
Dalam
penciptaan langit terdapat tanda-tanda yang jelas bagi orang yang berakal serta
hikmah bagi pemilik hati, yang dapat menguatkan keimanan terhadap Tuhan semesta
alam dalam hati mereka, meneguhkan keyakinan dengan keagungan Allah dalam jiwa
mereka, Allah berfirman mengisahkan tentang Ibrahim AS :
وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ
السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ
“Dan
demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang
terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu
termasuk orang-orang yang yakin” (Al An’am 6 : 75).
Allah
Azza wa Jalla memuji orang-orang yang menggunakan akalnya untuk memikirkan
tentang penciptaan langit, sehingga mereka semakin bertambah pengagungannya
terhadap Pencipta mereka, semakin takut pada Tuhan mereka dan akan tergerak
ucapan mereka untuk bertasbih :
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ
“Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Ali Imran 3 :
191).
Maha
Suci Engkau Tuhan kami, yang telah menundukkan langit untuk kemanfaatan dan
keberlanjutan kehidupan kami, seperti Engkau firmankan dalam kitab-Mu :
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي
الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan
Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (Al
Jatsiyah 45 : 13).
Langit
adalah atas pelindung bagi penduduk bumi, yang terus memberikan kebaikannya pada
kehidupan mereka dan darinya rezeki mereka diturunkan, Allah berfirman :
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
“Dan
di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang
dijanjikan kepadamu” (Ad Dzariyat 51 : 22).
Darinya
diturunkan air tawar yang menumbuhkan kehidupan di bumi untuk kehidupan
penghuni bumi, Allah berfirman :
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ
يَسْمَعُونَ
“Dan
Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi
sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”
(An Nahl 16 : 65).
Air
hujan itu kemudian mengalir ke lembah-lembah dan sungai-sungai, Allah berfirman
:
أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ
أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا
“Allah
telah menurunkkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah di lembah-lembah menurut
ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang” (Ar Ra’d 13 : 17).
Maka
tumbuhlah tanaman, pepohonan, buah-buahan menjadi matang, kebaikan melimpah,
sehingga tersebarlah keceriaan di muka bumi, Allah berfirman :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ
وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا
لَكُمْ
“Allah-lah
yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit,
kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi
rezeki untukmu” Ibrahim 14 : 32).
Kehidupan
manusia tidak akan berlansung kecuali dengan berlanjutnya pemberian dari langit
dan bumi.
Hamba
Allah yang Dimuliakan...
Apakah
yang kita pikirkan tentang penciptaan langit ? Sesungguhnya Allah menciptakan
langit dengan penciptaan yang unik, sempurna dan tidak ada yang sebanding
dengannya (Tafsir Ibnu Katsir 1/398). Allah Azza wa Jalla menjelaskan :
بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Allah
Pencipta langit dan bumi” (Al Baqarah 2 : 117).
Dia
menciptakan dengan kekuatan-Nya dan mengangkatnnya dengan kekuasaan-Nya,
disebutkan dalam firman-Nya :
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا
لَمُوسِعُونَ
“Dan
langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami
benar-benar meluaskannya” (Ad Dzariyat 51 : 47).
Maksudnya
Kami membangunnya dengan kekuatan, tanpa pasak bumi, dan Kami mengangkatnya
tanpa sesuatu yang dapat dipegang dari atasnya dan tanpa tiang yang menyangga
dari bawahnya (Tafsir Ibnu Katsir 7/424). Allah Swt berfirman :
خَلَقَ السَّمَوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا
“Dia
menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya” (Luqman 31 : 10).
Maka
berpikirlah wahai hamba Allah tentang hikmah penciptaan langit dan kekuatan
kerekatannya walaupun dengan tinggi dan keluasannya, Allah berfirman :
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ
بَنَاهَا* رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
“Apakah
kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit ? Allah telah membangunnya.
Dia meninggikan bangunannya lau menyempurnakannya” (An Nazi’at 79 : 27-28).
Maksudnya
bahwa Allah menciptakan langit sangat tinggi, yang berjauhan dan memiliki
kesamaan pada setiap penjurunya (Tafsir Ibnu Katsir 8/316), Maha Suci Allah Yang:
خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي
خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ
“Yang
telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat
pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang” (Al Mulk 67 :
3).
Maksudnya
ialah bahwa Dia menciptakannya (langit) bertingkat-tingkat, tidak ada
perbedaan, tidak ada kesalahan dan tidak memiliki cacat (Tafsir Ibnu Katsir
8/176).
Dan
dijadikan didalamnya planet-planet dan bintang-bintang yang berpijar, Allah Swt
berfirman :
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجاً
وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ
“Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan
Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya)” (Al Hijr
15 : 16).
Bintang-bintang
adalah hiasan langit dunia, dan sebagai tanda-tanda petunjuk di kegelapan malam
baik di daratan maupun di lautan. (Tafsir At Thabari 23/123). Allah berfirman :
وَعَلَامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
“Dan
(Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah
mereka mendapatkan petunjuk” (An Nahl 16 : 16).
Bintang-bintang
yang ada di langit tak seorang pun mengetahui jumlahnya kecuali Allah, seorang
astronom berpendapat : di langit terdapat galaksi yang tak terbilang, galaksi
adalah kumpulan bintang-bintang dan planet-planet yang mengitarinya. Dan pada
galaksi kita saja terdapat sekitar seratus milyar bintang seperti matahar.
Maha
Suci Dzat yang telah menundukkan bintang-bintang, planet-planet yang beredar
pada orbitnya, Maha Mulia Allah yang telah menjaganya, dan tak seorang pun
mampu menahannya. Allah berfirman :
وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى
الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Dan
Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi melainkan dengan izin-Nya ?
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada
manusia” (Al Hajj 22 : 65)
Ya
Allah, limpahkanlah kepada kami taufiq untuk menghayati ayat-ayat-Mu dan
memikirkan tentang keindahan ciptaan-Mu, dan berilah kami semua taufiq untuk
mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan
mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai
pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah
Kedua
(الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ
وَالنُّورَ)( ). وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ
وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى
التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Kaum
Muslimin yang Berbahagia...
Allah
Swt berfirman :
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ
“Katakanlah
: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi” (Yunus 10 : 101).
Pada
ayat ini Allah mengajak manusia untuk memperhatikan langit dan mengekplorasi
ruang angkasa, karena hal ini akan meneguhkan keimanan dalam hati mereka dan
meningkatkan pengetahuan mereka. Orang yang naik ke langit, tentu memiliki
pengetahuan yang luas dan keistimewaan pada akalnya.
Cita-cita
pendiri Negara Persatuan Emirates Arab dan pembangun peradabannya, syaikh Zayed
bin Sultan Al Nahyan adalah bahwa ia mengingingkan salah satu dari penduduknya
ada yang mampu menjelajahi ruang angkasa, yaitu dengan syarat tidak
bermalas-malasan dalam mencari ilmu dan melakukan penelitian, sehingga ia dapat
memberikan manfaat pada kemanusiaan dengan ilmu dan penelitiannya dan dapat
membawa kemuliaan bagi tanah airnya. Dan dengan usaha bersama antara semua
bidang keahlian dan dengan tindak lanjut serta dorongan yang terus menerus dari
pemimpin yang cerdas, maka cita-cita itu akhirnya terwujud, sehingga salah
seorang putra Emirates terbang ke ruang angkasa sebagai astronot, ia membawa Al
Quran dan bendera negaranya, dengan berbekal keimanan dan ketawakkalan kepada
Tuhannya, inilah yang membuat kita bangga, sebuah prestasi kebudayaan yang akan
tercatat dalam sejarah.
Semoga
Allah memberikan kesuksesan pada usahanya, dan tugas putra putri kita adalah
bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pengetahuan, hingga kelak mereka dapat
berkhidmat untuk tanah air mereka, mengangkat derajat masyarakat mereka dan
semoga pencapaian seperti ini dapat diwujudkan oleh mereka dalam berbagai
bidang.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ
النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي
كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ
رَحْمَتَكَ نَرْجُو، وَإِيَّاكَ نَدْعُو، فَأَدِمْ عَلَيْنَا فَضْلَكَ، وَأَسْبِغْ
عَلَيْنَا نِعَمَكَ، وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِنَا، وَضَاعِفْ حَسَنَاتِنَا،
وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِنَا، وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَ
وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ
وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ،
وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ
مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ،
وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ
الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
الْأَمَانَ وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا
تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً، وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا
السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ
كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ،
وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ
وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ
عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r،
وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ
الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا
أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ،
وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ،
وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا
مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ
بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ
الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ
يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
No comments:
Post a Comment