Khotbah Jumat, 04 Rabiul Awwal 1441 H/ 01 Nopember 2019 M
๐นAmalan Penyelamat๐น
Khutbah Pertama
ุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ู
َุง ุชَุชَุงุจَุนَ ุงَُّْูููู َูุงََّูููุงุฑُ، ุฌَุนََู ِูู َูุตَุตِ ุงูุณَّุงุจَِِููู ุนِุจْุฑَุฉً ِูุฃُِููู ุงْูุฃَุจْุตَุงุฑِ، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ุณَِّูุฏََูุง ََููุจََِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู َูุฑَุณُُُููู، َูุงَُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ََููุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ، َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู، َูุนََูู ู
َْู ุณَุงุฑَ ุนََูู َูุฏِِْููู
ْ ุฅَِูู َْููู
ِ ุงูุฏِِّูู.
ุฃَู
َّุง ุจَุนْุฏُ:
َูุฃُูุตُِููู
ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู ََْูููุณِู ุจِุชََْููู ุงَِّููู، َูุงَู ุฌََّู ِูู ุนَُูุงُู: (َูู
َْู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَْู َُูู ู
َุฎْุฑَุฌًุง* ََููุฑْุฒُُْูู ู
ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ َูู
َْู َูุชَََّْููู ุนََูู ุงَِّููู ََُููู ุญَุณْุจُُู)( ).
Kaum Muslimin yg Berbahagia...
Rasulullah Saw bersabda :
ุงْูุทَََูู ุซََูุงุซَุฉُ ุฑَْูุทٍ ู
ِู
َّْู َูุงَู َูุจَُْููู
ْ ุญَุชَّู ุฃََْููุง ุงْูู
َุจِูุชَ ุฅَِูู ุบَุงุฑٍ، َูุฏَุฎَُُููู َูุงْูุญَุฏَุฑَุชْ ุตَุฎْุฑَุฉٌ ู
َِู ุงْูุฌَุจَِู، َูุณَุฏَّุชْ ุนََِْูููู
ُ ุงْูุบَุงุฑَ، ََููุงُููุง: ุฅَُِّูู َูุง ُْููุฌُِููู
ْ ู
ِْู َูุฐِِู ุงูุตَّุฎْุฑَุฉِ ุฅَِّูุง ุฃَْู ุชَุฏْุนُูุง ุงََّููู ุจِุตَุงِูุญِ ุฃَุนْู
َุงُِููู
ْ
“Ada tiga orang dari orang sebelum kalian berangkat bepergian, hingga mereka bermalam di sebuah goa, ketika mereka berada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Mereka berkata: Sesungguhnya kalian tidak akan selamat dari batu besar ini, kecuali dengan kalian berdoa pada Allah dengan menyebutkan amal baik kalian” (Muttafaq ‘Alaih).
Lalu mereka berdoa kepada Allah, memohon dengan penuh khusyu’, mereka berharap semoga amalan baik mereka dapat menyelamatkan mereka, karena Dia-lah satu-satunya yang dapat menyelamatkan.
Kemudian orang pertama pun bertaqarrub pada Allah dengan bakti, pelayanan, dan dalam mendahulukan kedua orang tuanya atas dirinya, ia berdoa :
ุงَُّูููู
َّ ุฅَُِّูู َูุงَู ِูู َูุงِูุฏَุงِู ุดَْูุฎَุงِู َูุจِูุฑَุงِู، َูุงู
ْุฑَุฃَุชِู، ََِููู ุตِุจَْูุฉٌ ุตِุบَุงุฑٌ ุฃَุฑْุนَู ุนََِْูููู
ْ، َูุฅِุฐَุง ุฑَุฌَุนْุชُ ุฅَِِْูููู
ْ ุญََูุจْุชُ َูุจَุฏَุฃْุชُ ุจَِูุงِูุฏََّู َูุณََْููุชُُูู
َุง َูุจَْู ุจََِّูู، َูุฃََُّูู َูุฃَู ุจِู ุฐَุงุชَ َْููู
ٍ ุงูุดَّุฌَุฑُ ََููู
ْ ุขุชِ ุญَุชَّู ุฃَู
ْุณَْูุชُ، ََููุฌَุฏْุชُُูู
َุง َูุฏْ َูุงู
َุง، َูุญََูุจْุชُ َูู
َุง ُْููุชُ ุฃَุญُْูุจُ، َูุฌِุฆْุชُ ุจِุงْูุฅَِูุงุกِ َُููู
ْุชُ ุนِْูุฏَ ุฑُุกُูุณِِูู
َุง ุฃَْูุฑَُู ุฃَْู ุฃُِููุธَُูู
َุง ู
ِْู َْููู
ِِูู
َุง، َูุฃَْูุฑَُู ุฃَْู ุฃَุณَِْูู ุงูุตِّุจَْูุฉَ َูุจَُْููู
َุง َูุงูุตِّุจَْูุฉُ َูุจَُْููู ََููุตِูุญَُูู ุนِْูุฏَ َูุฏَู
ََّู، ََููู
ْ َูุฒَْู ุฐََِูู ุฏَุฃْุจِู َูุฏَุฃْุจَُูู
ْ ุญَุชَّู ุทََูุนَ ุงَْููุฌْุฑُ». ุซُู
َّ ุชََูุฌََّู ุจِุงูุฏُّุนَุงุกِ ุฅَِูู ุงَِّููู ุชَุนَุงَูู َูุงุฆًِูุง: «ุงَُّูููู
َّ ุฅِْู ُْููุชُ َูุนَْูุชُ ุฐََِูู ุงุจْุชِุบَุงุกَ َูุฌَِْูู، ََููุฑِّุฌْ ุนََّูุง ู
َุง َูุญُْู ِِููู ู
ِْู َูุฐِِู ุงูุตَّุฎْุฑَุฉِ، َูุงَْููุฑَุฌَุชْ ุดَْูุฆًุง َูุง َูุณْุชَุทِูุนَُูู ุงْูุฎُุฑُูุฌَ
“Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia, seorang isteri dan anak-anak yang masih kecil. Aku menghidupi mereka dengan mengembala ternak, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum anak-anaku. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan pulang sudah larut malam dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu aku memerah susu sebagaimana sebelumnya, lalu aku membawa susu itu dan berdiri di dekat keduanya, karena tidak mau membangunkan dari tidur keduanya, aku tidak ingin memberikan susu tersebut kepada anak-anakku sebelum keduanya minum, meskipun anak-anak menangis dan merengek di kakiku. Begitulah keadaanku dan keadaan mereka hingga terbit fajar. Kemudian ia berdoa kepada Allah : "Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini. Maka batu yang menutupi pintu gua itu pun bergeser sedikit tapi mereka tidak mampu keluar.
Bergesernya batu dari pintu goa merupakan bukti atas dikabulnya ketaatan oleh Allah dan bukti atas ridha-Nya terhadap amalan orang tersebut, karena bakti kepada kedua orang tua termasuk amalan yang disegerakan balasannya oleh Allah di dunia, dan kedua orang tua merupakan manusia yang paling utama untuk mendapatkan perlindungan dan perhatian, jasa keduanya sangat besar bagi anak-anaknya, dan hak mereka juga besar, sehingga Allah mendampingkan syukur kepada-Nya dengan terima kasih kepada keduanya, Allah berfirman :
ุฃَِู ุงุดُْูุฑْ ِูู ََِูููุงِูุฏََْูู ุฅََِّูู ุงْูู
َุตِูุฑُ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (Luqman 31 : 14).
Allah pun berwasiat agar berbakti kepada kedua orang tua, berlaku baik kepada keduanya, terutama ketika keduanya telah tua, keduanya tinggal bersamamu dan dibawah asuhanmu, sebagaimana dulu kau berada dalam asuhannya (Tafsir Ar Razi 20/324).
Allah berfirman :
ََููุถَู ุฑَุจَُّู ุฃََّูุง ุชَุนْุจُุฏُูุง ุฅَِّูุง ุฅَِّูุงُู َูุจِุงَْููุงِูุฏَِْูู ุฅِุญْุณَุงًูุง ุฅِู
َّุง َูุจُْูุบََّู ุนِูุฏََู ุงِْููุจَุฑَ ุฃَุญَุฏُُูู
َุง ุฃَْู َِููุงُูู
َุง ََููุง ุชَُْูู َُููู
َุง ุฃٍُّู ََููุง ุชََْููุฑُْูู
َุง َُْููู َُููู
َุง ًَْูููุง َูุฑِูู
ًุง
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepadamu kedaunya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Al Isra’ 17 : 23)
Para Jamaah Shalat yg Terhormat.....
Orang yang kedua pun bertaqarrub kepada Allah dengan rasa takutnya serta amalannya menjauh dari kemaksiatan, walaupun situasi dan kondisinya memudahkan untuk melakukan perbuatan tersebut, ia berdoa :
ุงَُّูููู
َّ َูุงَูุชْ ِูู ุจِْูุชُ ุนَู
ٍّ، َูุงَูุชْ ุฃَุญَุจَّ ุงَّููุงุณِ ุฅََِّูู، َูุฃَุฑَุฏْุชَُูุง ุนَْู َْููุณَِูุง، َูุงู
ْุชََูุนَุชْ ู
ِِّูู؛ ุญَุชَّู ุฃََูู
َّุชْ ุจَِูุง ุณََูุฉٌ ู
َِู ุงูุณَِِّููู -ุฃَْู: ุฃَุตَุงุจَุชَْูุง ุถَุงุฆَِูุฉٌ َูุญَุงุฌَุฉٌ- َูุฌَุงุกَุชِْูู، َูุฃَุนْุทَْูุชَُูุง ุนِุดْุฑَِูู َูู
ِุฆَุฉَ ุฏَِููุงุฑٍ ุนََูู ุฃَْู ุชُุฎََِّูู ุจَِْููู َูุจََْูู َْููุณَِูุง
“Ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang sangat aku sayangi, aku menginginkannya, tapi ia menolak, hingga ia mendapatkan satu kesulitan –maksudnya ia tertimpa kesempitan dan membutuhkan bantuan-, ia mendatangiku, lalu aku memberinya 120 Dinar, dengan syarat ia mau berduaan denganku”.
Lalu putri pamannya tersebut mengingatkan bahwa Allah mengetahui yang tersembunyi dan rahasia, hingga hatinya tersentuh rasa takut kepada Allah, ia meninggalkan nafsunya dan berlaku baik kepada putri pamannya, ia menyambung hubungan persaudaraan dan meninggalkan uang untuknya, ia berkata :
'Kemudian aku meninggalkannya padahal ia sangat aku cintai, aku tinggalkan emas yang aku berikan kepadanya, ya Allah, jikalau aku mengerjakan demikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan ridha-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi, lalu batu besar bergeser, tapi mereka belum bisa keluar”.
Lelaki tersebut merupakan salah satu contoh dari sebagian orang yang mendapatkan ridha dari Allah, yang dikabulkan doanya, yang diselamatkan disebabkan ketulusan hatinya dan dimasukkan ke dalam surga, Allah berfirman :
ุฅَِّู ุงَّูุฐَِูู َูุฎْุดََْูู ุฑَุจَُّูู
ْ ุจِุงْูุบَْูุจِ َُููู
ْ ู
َุบِْูุฑَุฉٌ َูุฃَุฌْุฑٌ َูุจِูุฑٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak Nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar” (Al Mulk 67 : 12)
Kaum Mukminin yg Budiman...
Lalu orang ketiga pun mendekatkan diri kepada Allah dengan menyebut aamalannya ketika membayar upah pekerja serta amanah dalam memperlakukannya, ia berdoa :
ุงَُّูููู
َّ ุฅِِّูู ุงุณْุชَุฃْุฌَุฑْุชُ ุฃُุฌَุฑَุงุกَ، َูุฃَุนْุทَْูุชُُูู
ْ ุฃَุฌْุฑَُูู
ْ ุบَْูุฑَ ุฑَุฌٍُู َูุงุญِุฏٍ؛ ุชَุฑََู ุงَّูุฐِู َُูู َูุฐََูุจَ، َูุซَู
َّุฑْุชُ ุฃَุฌْุฑَُู ุญَุชَّู َูุซُุฑَุชْ ู
ُِْูู ุงْูุฃَู
َْูุงُู، َูุฌَุงุกَِูู ุจَุนْุฏَ ุญٍِูู ََููุงَู: َูุง ุนَุจْุฏَ ุงَِّููู ุฃَุฏِّ ุฅََِّูู ุฃَุฌْุฑِู، َُْูููุชُ َُูู: ُُّูู ู
َุง ุชَุฑَู ู
ِْู ุฃَุฌْุฑَِู ู
َِู ุงْูุฅِุจِِู َูุงْูุจََูุฑِ َูุงْูุบََูู
ِ… َูุฃَุฎَุฐَُู َُُّููู َูุงุณْุชَุงَُูู، ََููู
ْ َูุชْุฑُْู ู
ُِْูู ุดَْูุฆًุง، ุงَُّูููู
َّ َูุฅِْู ُْููุชُ َูุนَْูุชُ ุฐََِูู ุงุจْุชِุบَุงุกَ َูุฌَِْูู، َูุงْูุฑُุฌْ ุนََّูุง ู
َุง َูุญُْู ِِููู
“Ya Allah, aku pernah mempekerjakan beberapa orang, aku memberikan upah mereka, tapi ada satu pekerja yang belum aku berikan upahnya, ia meninggalkan upahnya dan pergi, aku kembangkan upahnya hingga melimpah. Suatu hari ia mendatangiku dan berkata : Wahai hamba Allah, berilah upahku, aku menjawab : 'Semua yang kau lihat mulai dari unta, sapi dan kambing semua itu upahmu. Lalu ia mengambil semua dan tidak tersisa, ia tidak meninggalkan sedikit pun. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan demikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan ridha-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Bukhari).
Orang ini memberikan upah pekerjanya, menjaga hak-haknya dan berbuat baik kepadanya dengan menginvestasikan harta tersebut untuknya, sehingga Allah membalasnya dengan balasan yang segera di dunia, dengan dikabulkan doanya dan diberikan jalan keluar. Rasulullah Saw memerintahkan kita agar memberikan hak-hak pekerja, disebutkan dalam sabdanya :
ุฃَุนْุทُูุง ุงْูุฃَุฌِูุฑَ ุฃَุฌْุฑَُู َูุจَْู ุฃَْู َูุฌَِّู ุนَุฑَُُูู
“Berilah upah pekerja sebelum keringatnya mengering” (Ibnu Majah 2443).
Begitulah Allah menyelamatkan mereka bertiga dari cobaan yan menimpa dengan amalan dan perbuatan baik mereka :
َูุงَْููุฑَุฌَุชِ ุงูุตَّุฎْุฑَุฉُ، َูุฎَุฑَุฌُูุง َูู
ْุดَُูู
“Kemudian batu besar itu bergeser, sehingga mereka bisa keluar dan meninggalkan goa” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Bukhari).
Itulah hasil sempurna dari amalan shaleh, dengannya Allah memberikan jalan keluar dari bencana dan memudahkan menuju jalan kebaikan.
Ya Allah, anugerahilah kami amalan shaleh yang mendekatkan kami kepada-Mu, yang dapat menyenangkan hati kami, yang dapat melapangkan gundah kami dan yang dapat membahagiakan kami di dunia dan akhirat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam firman-Mu :
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุฃَุทِูุนُูุง ุงََّููู َูุฃَุทِูุนُูุง ุงูุฑَّุณَُูู َูุฃُِْููู ุงูุฃَู
ْุฑِ ู
ُِููู
ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
ََููุนَِูู ุงَُّููู َูุฅَِّูุงُูู
ْ ุจِุงُْููุฑْุขِู ุงْูุนَุธِูู
ِ، َูุจِุณَُّูุฉِ َูุจِِِّูู ุงَْููุฑِูู
ِ ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ. ุฃَُُููู َِْูููู َูุฐَุง َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑُ ุงََّููู ِูู ََُูููู
ْ، َูุงุณْุชَุบِْูุฑُُูู ุฅَُِّูู َُูู ุงْูุบَُููุฑُ ุงูุฑَّุญِูู
ُ
Khutbah Kedua
ุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู، َُูู ุงْูุญَู
ْุฏُ ุงْูุญَุณَُู َูุงูุซََّูุงุกُ ุงْูุฌَู
ُِูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ุณَِّูุฏََูุง ََููุจََِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู َูุฑَุณُُُููู، َูุงَُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ََููุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุขِِูู َูุฃَุตْุญَุงุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู، َูุนََูู ุงูุชَّุงุจِุนَِูู َُููู
ْ ุจِุฅِุญْุณَุงٍู ุฅَِูู َْููู
ِ ุงูุฏِِّูู. ุฃُูุตُِููู
ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู ََْูููุณِู ุจِุชََْููู ุงَِّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู.
Kaum Muslimin yg Berbahagia....
Sesungguhnya mereka bertiga yakin bahwa Allah Swt tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas karena mengharap ridha-Nya, mereka semua berdoa : Ya Allah, jikalau aku mengerjakan demikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan ridha-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi”.
Mereka menyadari bahwa kebaikan yang paling baik bagi seseorang dalam mendekatkan diri kepada Yang Maha Pemberi adalah merasa takut kepada Yang Maha Pemurah, berbakti, amanah dan berbuat baik, sehingga Allah memberikan keselamatan pada mereka dan memberikan jalan keluar.
Mereka adalah contoh segolongan orang, yang dijadikan contoh oleh Rasulullah Saw agar kita berteladan pada mereka dalam keikhlasan dan perbuatan baik.
Jadi, hendaknya manusia memperbanyak melakukan amalan baik, menyumbangkan kebaikan dalam setiap waktu dan menjauh dari yang diharamkan, karena itu semua akan menjadi penyebab bagi dia mendapatkan perlindungan dari Allah, Rasulullah Saw bersabda :
ุงุญَْูุธِ ุงََّููู َูุญَْูุธَْู، ุงุญَْูุธِ ุงََّููู ุชَุฌِุฏُْู ุฃَู
َุงู
ََู، ุชَุนَุฑَّْู ุฅَِِْููู ِูู ุงูุฑَّุฎَุงุกِ، َูุนْุฑَِْูู ِูู ุงูุดِّุฏَّุฉِ
“Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia dihadapanmu, hendaklah kamu mengingat Allah di waktu senang, niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit” (Ahmad 2803).
Hendaknya para orang tua menanamkan dalam hati putra-putri mereka ; rasa takut kepada Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, kepada kerabat, kepada orang-orang lemah, kepada orang-orang yang membutuhkan dan memberikan upah tepat waktu kepada para pekerja.
َูุฐَุง ูุตَُّููุง َูุณَِّูู
ُูุง ุนََูู ุฎَุงุชَู
ِ ุงَّููุจَِِّููู َูุงْูู
ُุฑْุณََِููู، َูู
َุง ุฃَู
َุฑَ ุฑَุจُّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู؛ ََููุงَู ِูู ِูุชَุงุจِِู ุงْูู
ُุจِِูู: (ุฅَِّู ุงََّููู َูู
ََูุงุฆَِูุชَُู ُูุตََُّููู ุนََูู ุงَّููุจِِّู َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุตَُّููุง ุนََِْููู َูุณَِّูู
ُูุง ุชَุณِْููู
ًุง)( ).
ุงَُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ََููุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ، َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู. َูุงุฑْุถَ ุงَُّูููู
َّ ุนَِู ุงْูุฎََُููุงุกِ ุงูุฑَّุงุดِุฏَِูู: ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ َูุนُู
َุฑَ َูุนُุซْู
َุงَู َูุนٍَِّูู، َูุนَْู ุณَุงุฆِุฑِ ุงูุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงْูุฃَْูุฑَู
َِูู.
ุงَُّูููู
َّ َูุง ุญَِููู
ُ َูุง َูุฑِูู
ُ، َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุฑْุดِ ุงْูุนَุธِูู
ِ، َูุณْุฃََُูู ู
ُูุฌِุจَุงุชِ ุฑَุญْู
َุชَِู، َูุนَุฒَุงุฆِู
َ ู
َุบِْูุฑَุชَِู، َูุงْูุบَِููู
َุฉَ ู
ِْู ُِّูู ุจِุฑٍّ، َูุงูุณََّูุงู
َุฉَ ู
ِْู ُِّูู ุฅِุซْู
ٍ، ุงَُّูููู
َّ َูุง ุชَุฏَุนْ ََููุง ุฐَْูุจًุง ุฅَِّูุง ุบََูุฑْุชَُู، ََููุง َูู
ًّุง ุฅَِّูุง َูุฑَّุฌْุชَُู، ََููุง ุญَุงุฌَุฉً َِูู ََูู ุฑِุถًุง ุฅَِّูุง َูุถَْูุชََูุง َูุง ุฃَุฑْุญَู
َ ุงูุฑَّุงุญِู
َِูู.
ุงَُّูููู
َ َِّْููู ุฑَุฆِูุณَ ุงูุฏََّْููุฉِ ุงูุดَّูุฎْ ุฎََِูููุฉْ ุจْู ุฒَุงِูุฏْ ِูู
َุง ุชُุญِุจُُّู َูุชَุฑْุถَุงُู، َูุงุดْู
َْู ุจِุชََِِْููููู َูุงุฆِุจَُู َََِّูููู ุนَْูุฏِِู ุงْูุฃَู
َِูู، َูุฅِุฎَْูุงَُูู ุญَُّูุงู
َ ุงْูุฅِู
َุงุฑَุงุชِ.
ุงَُّูููู
َّ ุงุฑْุญَู
ِ ุงูุดَّูุฎْ ุฒَุงِูุฏْ َูุงูุดَّูุฎْ ู
َْูุชُูู
ْ َูุดُُููุฎَ ุงْูุฅِู
َุงุฑَุงุชِ ุงَّูุฐَِูู ุงْูุชََُูููุง ุฅَِูู ุฑِุถَْูุงَِูู، َูุฃَุฏْุฎُِْููู
ْ ุจَِูุถَِْูู َูุณِูุญَ ุฌََّูุงุชَِู.
َูุงุฑْุญَู
ِ ุงَُّูููู
َّ ุฌَู
ِูุนَ ุงْูู
ُุณِْูู
َِูู َูุงْูู
ُุณِْูู
َุงุชِ، َูุงْูู
ُุคْู
َِِููู َูุงْูู
ُุคْู
َِูุงุชِ: ุงْูุฃَุญَْูุงุกِ ู
ُِْููู
ْ َูุงْูุฃَู
َْูุงุชِ، ุฅََِّูู ุณَู
ِูุนٌ َูุฑِูุจٌ ู
ُุฌِูุจُ ุงูุฏَّุนََูุงุชِ.
ุงَُّูููู
َّ ุฃَุฏِู
ْ ุนََูู ุฏََْููุฉِ ุงْูุฅِู
َุงุฑَุงุชِ ุงْูุฃَู
َุงَู َูุงِูุงุณْุชِْูุฑَุงุฑَ، َูุงูุฑَّุฎَุงุกَ َูุงِูุงุฒْุฏَِูุงุฑَ، َูุฒِุฏَْูุง ุชََูุฏُّู
ًุง َูุฑِْูุนَุฉً، َูุชَุณَุงู
ُุญًุง َูู
َุญَุจَّุฉً، َูุฃَุฏِู
ْ ุนََูู ุฃََِْูููุง ุงูุณَّุนَุงุฏَุฉَ َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู.
ุงَُّูููู
َّ ุฅَِّูุง َูุณْุฃََُูู ู
َِู ุงْูุฎَْูุฑِ ُِِّููู؛ ุนَุงุฌِِِูู َูุขุฌِِِูู، ู
َุง ุนَِูู
َْูุง ู
ُِْูู َูู
َุง َูู
ْ َูุนَْูู
ْ، ََููุนُูุฐُ ุจَِู ู
َِู ุงูุดَّุฑِّ ُِِّููู؛ ุนَุงุฌِِِูู َูุขุฌِِِูู، ู
َุง ุนَِูู
َْูุง ู
ُِْูู َูู
َุง َูู
ْ َูุนَْูู
ْ، ุงَُّูููู
َّ ุฅَِّูุง َูุณْุฃََُูู ู
ِْู ุฎَْูุฑِ ู
َุง ุณَุฃَََูู ุนَุจْุฏَُู ََููุจَُِّูู ู
ُุญَู
َّุฏٌ ، ََููุนُูุฐُ ุจَِู ู
ِْู ุดَุฑِّ ู
َุง ุนَุงุฐَ ู
ُِْูู ุนَุจْุฏَُู ََููุจَُِّูู ู
ُุญَู
َّุฏٌ .
ุงَُّูููู
َّ ุงุฑْุญَู
ْ ุดَُูุฏَุงุกَ ุงَْููุทَِู ََُّูููุงุชِ ุงูุชَّุญَุงُِูู ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑَ، َูุฃَุฏْุฎُِْููู
ُ ุงْูุฌََّูุฉَ ู
َุนَ ุงْูุฃَุฎَْูุงุฑِ، َูุงุฌْุฒِ ุฃَِِْููููู
ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงูุตَّุงุจِุฑَِูู؛ ุจَِูุฑَู
َِู َูุง ุฃَْูุฑَู
َ ุงْูุฃَْูุฑَู
َِูู.
ุงَُّูููู
َّ ุงْูุตُุฑْ َُّููุงุชِ ุงูุชَّุญَุงُِูู ุงْูุนَุฑَุจِِّู، َูุงْูุดُุฑِ ุงِูุงุณْุชِْูุฑَุงุฑَ َูุงูุณََّูุงู
َ ِูู ุจُْูุฏَุงِู ุงْูู
ُุณِْูู
َِูู، َูุงْูุนَุงَูู
ِ ุฃَุฌْู
َุนَِูู.
ุงَُّูููู
َّ ุงุณَِْููุง ุงْูุบَْูุซَ ََููุง ุชَุฌْุนََْููุง ู
َِู ุงَْููุงِูุทَِูู، ุงَُّูููู
َّ ุฃَุบِุซَْูุง، ุงَُّูููู
َّ ุฃَุบِุซَْูุง، ุงَُّูููู
َّ ุฃَุบِุซَْูุง ุบَْูุซًุง ู
ُุบِูุซًุง َِูููุฆًุง َูุงุณِุนًุง ุดَุงู
ًِูุง، ุงَُّูููู
َّ ุงุณَِْููุง ู
ِْู ุจَุฑََูุงุชِ ุงูุณَّู
َุงุกِ، َูุฃَْูุจِุชْ ََููุง ู
ِْู ุจَุฑََูุงุชِ ุงْูุฃَุฑْุถِ.
ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً، َِููู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً، ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ، َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ู
َุนَ ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑِ، َูุง ุนَุฒِูุฒُ َูุง ุบََّูุงุฑُ.
ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู: ุงุฐُْูุฑُูุง ุงََّููู ุงْูุนَุธِูู
َ َูุฐُْูุฑُْูู
ْ، َูุงุดْูุฑُُูู ุนََูู ِูุนَู
ِِู َูุฒِุฏُْูู
ْ. َูุฃَِูู
ِ ุงูุตََّูุงุฉَ.
๐น๐น๐๐๐๐น๐น
No comments:
Post a Comment