Saturday, November 16, 2019

Khotbah Jum'at: PERINTAH BERTAFAKKUR


Khotbah Jumat, 05 Shafar 1441 H/ 04 Oktober 2019 M

Perintah Bertafakkur (Berpikir)

Khutbah Pertama

(الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ* يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ)( ). وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، (تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا)( ). وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ)( ).

Kaum Muslimin yang Berbahagia  : Aisyah RA berkata : Rasulullah Saw berdiri menunaikan shalat malam, dan beliau terus menangis, hingga datang Bilal mengingatkannya tentang shalat subuh. Tatkala ia melihat beliau menangis, ia bertanya : wahai Rasulullah, kenapa kau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang ?

 Beliau menjawab : Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur ? Pada malam ini telah turun padaku sebuah ayat, celakalah orang yang membacanya tapi tidak meresapinya :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali Imran 3 : 190). 

Pada ayat ini terdapat ajakan Allah pada pemilik akal yang sehat agar menghayati penciptaan langit, menghayati keindahan penciptaan-Nya, Dia-lah yang berfirman :

أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerjaan langit dan bumi?” (Al A’raf 7 : 185).

 Memperhatikan keluasan langit dan alam raya, maksudnya adalah menghayati tentang apa yang telah dititipkan oleh Allah didalamnya; mulai dari bukti-bukit yang jelas atas hikmah dan keaguangan qudrah-Nya (Tafsir Al Qurthubi 2/191)

Lalu kenapa kita harus memikirkan tentang penciptaan langit ?

 Dalam penciptaan langit terdapat tanda-tanda yang jelas bagi orang yang berakal serta hikmah bagi pemilik hati, yang dapat menguatkan keimanan terhadap Tuhan semesta alam dalam hati mereka, meneguhkan keyakinan dengan keagungan Allah dalam jiwa mereka, Allah berfirman mengisahkan tentang Ibrahim AS :

وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ
“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin” (Al An’am 6 : 75). 

Allah Azza wa Jalla memuji orang-orang yang menggunakan akalnya untuk memikirkan tentang penciptaan langit, sehingga mereka semakin bertambah pengagungannya terhadap Pencipta mereka, semakin takut pada Tuhan mereka dan akan tergerak ucapan mereka untuk bertasbih :

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Ali Imran 3 : 191). 

Maha Suci Engkau Tuhan kami, yang telah menundukkan langit untuk kemanfaatan dan keberlanjutan kehidupan kami, seperti Engkau firmankan dalam kitab-Mu :

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (Al Jatsiyah 45 : 13).

 Langit adalah atas pelindung bagi penduduk bumi, yang terus memberikan kebaikannya pada kehidupan mereka dan darinya rezeki mereka diturunkan, Allah berfirman :

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu” (Ad Dzariyat 51 : 22). 

Darinya diturunkan air tawar yang menumbuhkan kehidupan di bumi untuk kehidupan penghuni bumi, Allah berfirman :

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)” (An Nahl 16 : 65). 

Air hujan itu kemudian mengalir ke lembah-lembah dan sungai-sungai, Allah berfirman :

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا
“Allah telah menurunkkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang” (Ar Ra’d 13 : 17). 

Maka tumbuhlah tanaman, pepohonan, buah-buahan menjadi matang, kebaikan melimpah, sehingga tersebarlah keceriaan di muka bumi, Allah berfirman :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ
“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu” Ibrahim 14 : 32). 

Kehidupan manusia tidak akan berlansung kecuali dengan berlanjutnya pemberian dari langit dan bumi.

Hamba Allah yang Dimuliakan...

Apakah yang kita pikirkan tentang penciptaan langit ? Sesungguhnya Allah menciptakan langit dengan penciptaan yang unik, sempurna dan tidak ada yang sebanding dengannya (Tafsir Ibnu Katsir 1/398). Allah Azza wa Jalla menjelaskan :

بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Allah Pencipta langit dan bumi” (Al Baqarah 2 : 117). 

Dia menciptakan dengan kekuatan-Nya dan mengangkatnnya dengan kekuasaan-Nya, disebutkan dalam firman-Nya :

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (Ad Dzariyat 51 : 47).

 Maksudnya Kami membangunnya dengan kekuatan, tanpa pasak bumi, dan Kami mengangkatnya tanpa sesuatu yang dapat dipegang dari atasnya dan tanpa tiang yang menyangga dari bawahnya (Tafsir Ibnu Katsir 7/424). Allah Swt berfirman :

خَلَقَ السَّمَوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا
“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya” (Luqman 31 : 10). 

Maka berpikirlah wahai hamba Allah tentang hikmah penciptaan langit dan kekuatan kerekatannya walaupun dengan tinggi dan keluasannya, Allah berfirman :

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا* رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit ? Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya lau menyempurnakannya” (An Nazi’at 79 : 27-28).

 Maksudnya bahwa Allah menciptakan langit sangat tinggi, yang berjauhan dan memiliki kesamaan pada setiap penjurunya (Tafsir Ibnu Katsir 8/316), Maha Suci Allah Yang:

خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang” (Al Mulk 67 : 3). 

Maksudnya ialah bahwa Dia menciptakannya (langit) bertingkat-tingkat, tidak ada perbedaan, tidak ada kesalahan dan tidak memiliki cacat (Tafsir Ibnu Katsir 8/176). 

Dan dijadikan didalamnya planet-planet dan bintang-bintang yang berpijar, Allah Swt berfirman :

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجاً وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya)” (Al Hijr 15 : 16). 

Bintang-bintang adalah hiasan langit dunia, dan sebagai tanda-tanda petunjuk di kegelapan malam baik di daratan maupun di lautan. (Tafsir At Thabari 23/123). Allah berfirman :

وَعَلَامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
“Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapatkan petunjuk” (An Nahl 16 : 16). 

Bintang-bintang yang ada di langit tak seorang pun mengetahui jumlahnya kecuali Allah, seorang astronom berpendapat : di langit terdapat galaksi yang tak terbilang, galaksi adalah kumpulan bintang-bintang dan planet-planet yang mengitarinya. Dan pada galaksi kita saja terdapat sekitar seratus milyar bintang seperti matahar.

Maha Suci Dzat yang telah menundukkan bintang-bintang, planet-planet yang beredar pada orbitnya, Maha Mulia Allah yang telah menjaganya, dan tak seorang pun mampu menahannya. Allah berfirman :

وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi melainkan dengan izin-Nya ? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia” (Al Hajj 22 : 65)

Ya Allah, limpahkanlah kepada kami taufiq untuk menghayati ayat-ayat-Mu dan memikirkan tentang keindahan ciptaan-Mu, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.



Khutbah Kedua

(الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ)( ). وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Kaum Muslimin yang Berbahagia...

Allah Swt berfirman :
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Katakanlah : Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi” (Yunus 10 : 101). 

Pada ayat ini Allah mengajak manusia untuk memperhatikan langit dan mengekplorasi ruang angkasa, karena hal ini akan meneguhkan keimanan dalam hati mereka dan meningkatkan pengetahuan mereka. Orang yang naik ke langit, tentu memiliki pengetahuan yang luas dan keistimewaan pada akalnya. 

Cita-cita pendiri Negara Persatuan Emirates Arab dan pembangun peradabannya, syaikh Zayed bin Sultan Al Nahyan adalah bahwa ia mengingingkan salah satu dari penduduknya ada yang mampu menjelajahi ruang angkasa, yaitu dengan syarat tidak bermalas-malasan dalam mencari ilmu dan melakukan penelitian, sehingga ia dapat memberikan manfaat pada kemanusiaan dengan ilmu dan penelitiannya dan dapat membawa kemuliaan bagi tanah airnya. Dan dengan usaha bersama antara semua bidang keahlian dan dengan tindak lanjut serta dorongan yang terus menerus dari pemimpin yang cerdas, maka cita-cita itu akhirnya terwujud, sehingga salah seorang putra Emirates terbang ke ruang angkasa sebagai astronot, ia membawa Al Quran dan bendera negaranya, dengan berbekal keimanan dan ketawakkalan kepada Tuhannya, inilah yang membuat kita bangga, sebuah prestasi kebudayaan yang akan tercatat dalam sejarah.

 Semoga Allah memberikan kesuksesan pada usahanya, dan tugas putra putri kita adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pengetahuan, hingga kelak mereka dapat berkhidmat untuk tanah air mereka, mengangkat derajat masyarakat mereka dan semoga pencapaian seperti ini dapat diwujudkan oleh mereka dalam berbagai bidang.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

 اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ نَرْجُو، وَإِيَّاكَ نَدْعُو، فَأَدِمْ عَلَيْنَا فَضْلَكَ، وَأَسْبِغْ عَلَيْنَا نِعَمَكَ، وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِنَا، وَضَاعِفْ حَسَنَاتِنَا، وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِنَا، وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

 اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ الْأَمَانَ وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً، وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments:

Post a Comment