Khotbah Jumat, 11 Rajab 1441 H/ 06 Maret 2020 M
Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati
Khotbah Pertama::
الْحَمْدُ لِلَّهِ
الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِصِحَّةِ الْأَبْدَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ الرَّحِيمُ الرَّحْمَنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبِيَّنَا
مُحَمَّدًا رَسُولُهُ إِلَى الْأَنَامِ،
فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ، وَعَلَى مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ. أَمَّا بَعْدُ:
Bertakwalah kepada Allah –wahai hamba Allah- dengan
sebenar-benarnya takwa, serta mohonlah kepada-Nya kesehatan dan kesembuhan,
sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dalam doanya kepada Tuhannya Azza wa
Jalla di setiap pagi :
اللَّهُمَّ
عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي
بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya Allah sehatkanlah badanku, ya Allah sehatkanlah pendengaranku,
, ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau” (Bukhari dalam
kitab Al Adab Al Mufrad : 701).
Karena kesehatan jasmani dan kesembuhannya termasuk
salah satu nikmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada kita, maka kita wajib
menjaganya, yaitu dengan melakukan tindakan pencegahan, karena satu dirham
untuk pencegahan lebih baik dari pengeluaran banyak untuk pengobatan, dengan
kata lain lebih baik mencegah daripada mengobati.
Dan diantara metode pencegahan adalah dengan menjaga kebersihan,
seperti yang disyariatkan oleh Allah melalui proses wudlu, didalamnya terdapat
pelajaran penting tentang perlunya kebersihan, Allah Swt befirman :
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ
وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ
إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak
mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan
sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (Al
Maidah 5 : 6).
Pada ayat mulia ini, Allah swt mensyaratkan kebersihan untuk
menunaikan ibadah yang agung seperti shalat, maka diwajibkan bagi setiap muslim
untuk membasuh beberapa bagian tubuhnya saat berwudlu agar terbersihkan dari
kotoran, dan disunnahkan untuk melakukan tiga kali, agar lebih terjamin
kebersihannya, sehingga ia selesai berwudlu dalam keadaan suci dan melakukan
shalat dalam keadaan bersih, dengan demikian ia telah melakukan salah satu
tindakan yang bermanfaat untuk kesehatannya.
Juga diantara salah satu bentuk perwujudan kebersihan adalah
seperti yang disunnahkan oleh Nabi Saw bagi setiap muslim adalah berwudlu di
rumahnya sebelum berangkat ke masjid, beliau bersabda :
مَنْ تَوَضَّأَ فِي
بَيْتِهِ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ…
“Barang siapa berwudlu di rumahnya dengan sebaik-baiknya,
kemudian ia mendatangi masjid” (Al Mu’jam Al Kabir, karangan At Thabrani 2139).
Jadi wudlu yang dilakukan oleh seorang muslim di
rumahnya, lebih tepat dalam penerapan kebersihan daripada berwudlu di
tempat-tempat wudlu umum.
Hamba Allah yang Mulia..
Sesungguhnya manusia bila tertimpa satu penyakit yang
menular, maka hendaknya ia menghindari kontak langsung dengan orang lain, demi
untuk melindungi kesehatan, keselamatan dan agar mereka terhindar dari
marabahaya, Nabi Saw bersabda :
لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ
عَلَى مُصِحٍّ
“Jangan campurkan onta sakit dengan onta yang sehat”
(Muttafaq ‘Alaih).
Hal ini mencakup semua tempat umum, diantaranya
masjid, oleh karena itu; *setiap orang yang hendak shalat (Mushalli) bila
merasa badannya panas, demam, pilek, batuk atau bersin-bersin, hendaknya ia
shalat di rumahnya dan tidak datang ke masjid untuk menunaikan shalat jamaah
atau shalat Jum’at, hingga Allah menganugerahkan kesembuhan padanya.*
Di antara cara untuk menjaga keselamatan orang lain
adalah berpegang teguh dengan ajaran Nabi Saw, dimana bila Nabi Saw bersin,
beliau menutup wajahnya dengan tangan atau bajunya” (At Tirmidzi 2745).
Semua itu merupakan pencegahan dari penyebaran penyakit.
Tugas kita adalah menerapkan semua arahan Nabi SAW tersebut, serta memahami
tujuannya agar terwujud kemaslahatan bersama.
🤲🤲🤲 Ya
Allah, anugerahilah kami kesehatan dan kesembuhan pada badan dan raga kami dan
berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada
kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam kitab-Mu:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ
مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
أَقُولُ قَوْلِي
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ
Khutbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أَمَّا بَعْدُ:
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, serta ketahuilah
bahwa mengikuti anjuran medis, dapat memudahkan pencegahan, namun jika
mengabaikannya dapat berakibat kebinasaan.
Dan bila kita memperhatikan penyebaran virus corona di
dunia, maka negara Uni Emirat Arab telah melakukan upaya besar untuk membendung
penyebarannya, dalam hal ini Departemen Kesehatan telah mengeluarkan beberapa
petunjuk pencegahan, seperti :
*Menghindari tempat-tempat umum, tidak melakukan kontak
langsung dengan orang yang tertimpa penyakit menular, mencuci kedua tangan
dengan air dan sabun, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau
bersin. Dan cukup mengucapkan sapaan, dan menghindari jabatan tangan, ciuman
atau pelukan.*
Kini kewajiban kita adalah menjalankan semua anjuran diatas,
karena hal itu merupakan tuntutan agama dan kewajiban bagi setiap warga negara.
هَذَا وَصَلُّوا
وَسَلِّمُوا عَلَى خَيْرِ الْأَنْبِيَاءِ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ r؛ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ؛ وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ:
إِنِّي دَاعٍ فَأَمِّنُوا، فَإِنَّهُ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ،
وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الْعَبْدُ يَدَيْهِ، ضَارِعًا
إِلَيْهِ؛ أَنْ يَرُدَّهُمَا خَائِبَتَيْنِ،
🤲🤲🤲 اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِاسْمِكَ
الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَهُ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ؛ مِنْ أَنْ
يَلْحَقَ بِنَا مَرَضٌ أَوْ بَلَاءٌ، أَوْ يَحِلَّ بِنَا سَقَمٌ أَوْ وَبَاءٌ، يَا
سَمِيعَ الدُّعَاءِ. وَنَسْأَلُكَ يَا رَبَّنَا أَنْ تُدِيمَ الْعَافِيَةَ
عَلَيْنَا، وَعَلَى سُكَّانِ الْعَالَمِ مِنْ حَوْلِنَا، وَتَكْفِيَنَا شَرَّ
الْأَوْبِئَةِ وَالْأَمْرَاضِ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ
رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ
عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ
وَتَرْضَاهُ.
اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ
انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ
عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، بِكَرَمِكَ يَا
أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ:
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
No comments:
Post a Comment