Friday, January 24, 2020

Khotbah Jum'at: SANG PENGHUNI SURGA


Khotbah Jumat, 29 Jumadil Ula 1441 H/ 24 Januari 2020 M

Sang Penghuni Surga

Khutbah Pertama::

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ، الْعَفُوِّ الْقَدِيرِ، دَعَانَا إِلَى الْعَفْوِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ، وَوَعَدَنَا عَلَيْهِ الْأَجْرَ الْعَظِيمَ،

 وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، أَكْثَرُ النَّاسِ عَفْوًا، وَأَعْظَمُهُمْ حِلْمًا وَصَفْحًا،

 فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ:

 (وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).

Kaum Mukminin yang Mulia...

Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata :

كُنَّا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ r فَقَالَ : يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ». فَطَلَعَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ؛ قَالَ النَّبِيُّ r مِثْلَ ذَلِكَ، فَطَلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ، وَكَذَلِكَ فِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ، فَلَمَّا قَامَ النَّبِيُّ r مِنْ مَجْلِسِهِ؛ تَبِعَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ذَلِكَ الرَّجُلَ، فَطَلَبَ مِنْهُ أَنْ يُؤْوِيَهُ فِي بَيْتِهِ ثَلَاثَ لَيَالٍ، فَرَحَّبَ بِهِ الرَّجُلُ… فَلَمَّا مَضَتِ الثَّلَاثُ لَيَالٍ؛ قَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ r يَقُولُ ثَلَاثَ مِرَارٍ: «يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ». فَطَلَعْتَ أَنْتَ الثَّلَاثَ مِرَارٍ، فَأَرَدْتُ أَنْ آوِيَ إِلَيْكَ؛ لِأَنْظُرَ مَا عَمَلُكَ؟ فَأَقْتَدِيَ بِهِ، فَلَمْ أَرَكَ تَعْمَلُ كَثِيرَ عَمَلٍ، فَمَا الَّذِى بَلَغَ بِكَ مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r؟ فَقَالَ الرَّجُلُ: مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ… غَيْرَ أَنِّي لَا أَجِدُ فِي نَفْسِي غِلًّا لِأَحَدٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَلَا أَحْسُدُهُ عَلَى خَيْرٍ أَعْطَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ

“Kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw, lalu beliau bersabda : 'Akan muncul sekarang seorang yang termasuk penduduk surga." Maka muncullah seseorang dari kaum Anshar. Keesokan hari Nabi Saw mengucapkan perkataan yang sama, dan muncullah orang itu lagi, dan begitu pula pada hari ketiga, dan ketika Nabi Saw berdiri (pergi) dari majelisnya, Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash RA mengikuti orang tersebut dan meminta izin untuk menginap di rumahnya selama tiga malam, lelaki itu mempersilahkan. Ketika berlalu tiga hari, Abdullah bin Amr RA berkata kepadanya : "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda tiga kali : Akan muncul kepada kalian sekarang seorang penduduk surga, dan tiga kali kau yang muncul, maka aku ingin menginap di rumahmu untuk melihat apa yang telah kau perbuat? Agar aku ikuti, tapi aku tidak melihatmu melakukan amalan yang banyak, lalu apa yang membuatmu sampai pada kedudukan seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw?" Orang itu menjawab : "Tidak lebih seperti yang kau lihat, hanya saja *aku tidak pernah menyimpan dalam diriku dengki pada seorangpun dari kaum muslimin, dan juga iri akan kebaikan yang telah diberikan oleh Allah kepada orang lain”* (Ahmad 13034). 

Sahabat mulia ini tidak dengki dan tidak iri, serta tidak memiliki permusuhan pada siapapun dalam hatinya, yang ada hanya rasa maaf, ampunan dan lapang dada, ia tidur di malam hari dengan jiwa dan hati yang tenteram. Imam As Syafii Rahimahullah mengatakan dalam syairnya :

لَمَّا عَفَوْتُ وَلَمْ أَحْقِدْ عَلَى أَحَدٍ أَرَحْتُ نَفْسِيَ مِنْ هَمِّ الْعَدَاوَاتِ

Ketika aku memaafkan dan tiada dengki pada seorang pun
Jiwaku tenang dari kegelisahan akibat permusuhan (Diwan Imam As Syafii 1/48).

Begitulah Wahai hamba Allah yang Mulia...

Betapa pentingnya nilai pemaafan bagi pelakunya, sebuah nilai kemanusiaan yang mulia serta merupakan ciri akhlak utama, yang dibawa oleh risalah samawi sejak dulu, hal ini ditegaskan oleh agama kita yang mulia ini yaitu agama yang dipenuhi nilai-nilai, yang memberikan perhatian penuh pada akhlak, terutama akhlak pemaafan. Dan sahabat mulia diatas mendapatkan kabar gembira balasan surga, karena ia bergaul dengan masyarakat dengan perasaan yang bersih dan penuh maaf, semua itu demi ketaatan dan mendekatkan diri pada Tuhannya Yang Mencintai pemaafan serta memerintahkannya, seperti diperintahkan pada Nabi-Nya Muhammad Saw :

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh” (Al A’raf 7 : 199). 

Inilah akhlak yang diterapkan oleh Nabi Saw akhlak utama ini dalam kehidupannya sehari-sehari dengan sebaik-baiknya, sehingga sifat maaf menjadi ciri, akhlak dan kebiasaannya, Sayyidah Aisyah RA berkata ketika ditanya tentang akhlak Nabi Saw :

كَانَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا… لَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ

“Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya, tidak membalas keburukan dengan keburukan, tapi beliau memaafkan dengan lapang dada” (At Tirmidzi 2016 dan Ibnu Hibban 6443). 

Nabi Saw mengajak para sahabatnya pada sifat maaf seperti tersebut dalam sabdanya :

يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ، صِلْ مَنْ قَطَعَكَ، وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ، وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

“Wahai Uqbah bin Amir, sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah orang yang tidak memberimu dan maafkanlah orang yang telah mendzalimu” (Ahmad 17452).

Kaum Mukminin yang Berbahagia...🙏

Allah Swt berfirman :

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (Al Maidah 5 : 13). 

Orang-orang yang berbuat baik dicintai oleh Allah karena hati mereka yang bening, batin dan lahir mereka yang bersih dan Allah akan membalas atas pemaafan dan kebaikan mereka (Tafsir Al Qurthubi 4/208). 

Allah akan memaafkan sebagaimana mereka memaafkan sesamanya, Allah menjelaskan dalam firman-Nya :

إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa” (An Nisa’ 4 : 149). 

Maksudnya: Bila kalian memaafkan maka Allah akan memaafkan kalian (Tafsir Al Qurthubi 4/6) dan mereka akan mendapatkan balasan yang besar, Allah Swt berfirman :

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah” (As Syura 42 : 40). 

Maka sungguh beruntung orang yang memaafkan dan berlapang dada dan tidak menyimpan dengki dalam hatinya, dan sungguh berbahagia orang yang mengampuni, bersabar dan tak ada iri sedikitpun dalam hatinya.

Wahai orang yang mencintai pemaafan...

 Sesungguhnya cakupan pemaafan mencakup semua sisi kehidupan, dan betapa indahnya bila akhlak pemaafan ini selalu ada dalam interaksi dan dalam tindakan kita, dalam kehidupan sosial dan keluarga kita, sehingga kedua pasangan suami isteri saling memaafkan kesalahan pasangannya yang timbul akibat kekeliruan, sehingga rumah tangga mereka dinaungi oleh baluran kasih, cinta, ketentraman dan rasa sayang, yang berbuah pada kebahagiaan anak, keeratan keluarga dan keberhasilan kehidupan rumah tangga, dan Allah telah menyeru kepada para suami isteri dalam firman-Nya :

وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

“Dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu” (Al Baqarah 2 : 237).

 Ibnu Abbas RA berpendapat : "Diantara kedua pasangan suami isteri yang paling dekat kepada ketakwaan adalah yang memaafkan (Tafsir Ibnu Katsir 1/644).

Gambaran pemaafan lainnya adalah yang terjadi antara sesama saudara dan kerabat, karena berapa banyak pertikaian panjang yang terjadi antara keduanya, setiap individu dari keduanya mengaku bahwa ialah yang benar, tapi bila salah satu dari keduanya berinisiatif untuk memaafkan, kemudian diterima oleh saudaranya dengan lapang dada dan penuh cinta lalu menghapus tuntutannya atas dasar cinta dan pengembalian tali persaudaraan, maka saat itu pula pemaafan akan menghapus permusuhan dalam hati, bahkan akan bersumber darinya kasih sayang yang tulus lagi murni, Maha Benar Tuhan kita Yang Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun yang berfirman :

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (Fusshilat 41 : 34).

 Jangkauan pemaafan itu sangat luas, meliputi semua kerabat, tetangga, teman, sejawat, teman sekolah dan semua orang di semua bidang pekerjaan.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang mengampuni dan memaafkan orang lain, “Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (Al Hasyr 59 : 10), dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

 أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ بِجَمِيعِ مَحَامِدِهِ الَّتِي لَا تُحْصَى عَدَدًا، وَلَا تَنْقَضِي أَبَدًا، لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Kaum Mukminin yang Berbahagia...

Allah Swt menerangkan sifat hamba-hamba-Nya yang baik dalam firman-Nya:

وَالْكاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Ali Imran 3 : 134).

 Maksudnya adalah bila ada orang yang mengundang amarahnya, maka mereka mengendalikannya dan memaafkan orang yang berlaku buruk kepadanya (Tafsir Ibnu Katsir 2/119 dan (2/122), sehingga mereka mendapatkan cinta dan ridha Allah, diangkat kehormatan dan kemuliaan mereka oleh Allah, Rasulullah Saw bersabda :

مَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

“Tidaklah seorang hamba memberikan maaf melainkan Allah akan memuliakannya” (Muslim 2588). 

Oleh karena itu marilah kita jadikan sikap pemaaf sebagai ciri khas dalam kehidupan kita, dan janganlah seorang dari kita tidur di.malam hari kecuali ia telah memaafkan sesamanya, mengampuni orang yang berbuat buruk padanya, sehingga hatinya bersih, sehingga kita bisa seperti sahabat mulia diatas, yang mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah Saw dalam bentuk surga.

Demikian pula mari kita perkuat dan ajarkan akhlak yang mulia ini kepada putra putri kita, karena pahala dan balasannya di sisi Allah adalah surga. 

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). 


🤲🤲🤲  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ يَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا، وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

 اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

 اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments:

Post a Comment