Friday, January 3, 2020

Khotbah Jum'at: PERUMPAMAAN SEORANG MUKMIN


Khotbah Jumat, 08 Jumadil Ula 1441 H/ 03 Januari 2020 M

Perumpamaan Seorang Mukmin

Khotbah Pertama::

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَعَدَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ بِالْأَجْرِ الْعَظِيمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ)( ).

Kaum Mukminin yang Mulia...

Sesungguhnya Allah Swt memerintahkan Nabi kita Muhammad Saw untuk menyampaikan berita gembira kepada kaum mukminin, bahwa bagi mereka di sisi Allah pahala dan karunia yang besar, Allah berfirman :

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah” (Al Ahzab 33 : 47). 

Karunia yang besar dimaksud adalah dimasukkan ke dalam surga, Allah berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ لَهُمْ مَا يَشاؤُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar” (As Syura 42 : 22). 

Lalu siapakah kaum mukminin itu ? dan seperti apakah sifat-sifat mereka ? 

Yang dimaksud dengan orang mukmin adalah mereka yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan beriman kepada takdir baik buruk, Allah berfirman :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demkian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya” (Al Baqarah 2 : 285). 

Nabi Saw menganjurkan kaum mukminin untuk selalu melakukan ketaatan dan meninggalkan yang diharamkan agar keimanan mereka terus bertambah, sebagaimana beliau menerangkan kepada para sahabatnya beberapa sifat, amalan, serta ciri-ciri yang dapat menambah keimanan kaum mukminin dan dapat mengangkat derajat mereka di dalam surga, disebutkan dalam sabdanya : “Perumpamaan seorang mukmin”

Kaum Mukminin yang Mulia...

Rasulullah Saw menyebutkan dalam sabdanya beberapa perumpamaan seorang bagi kaum mukminin, diantaranya yang termuat dalam sabdanya :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ؛ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ، وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ؛ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، لَا رِيحَ لَهَا، وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al Qur’an seperti buah Utrujjah, baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an seperti buah kurma, tidak berbau namun rasanya manis” (Muttafaq ‘Alaih).

 Bacaan Al-Quran seorang mukmin akan berpengaruh pada lahir dan batinnya, hingga jiwanya menjadi bersih dan akhlaknya meningkat mulia, yaitu seperti diperumpamakan oleh Rasulullah Saw dengan Utrujjah, yaitu buah yang menyerupai lemon, yang bermanfaat bagi yang dekat dengannya bahkan yang jauh juga, karena keindahan warna dan wangi aromanya yang terdapat padanya, serta rasanya yang enak (Umdatul Qari, Syarah Shahih Bukhari 20/38).

 Sedangkan seorang mukmin yang tidak begitu peduli membaca Al Quran, maka Nabi Saw mengumpamakannya seperti buah kurma, ia baik dan manis ketika dimakan, akan tetapi manfaatnya tidak sampai dan tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang mencicipinya.

 Maka hendaknya setiap kita bertanya pada diri kita sebagai kaum mukminin, bagaimana interaksi kita dengan Al Quran ? Dan termasuk golongan manakah kita dari dua golongan diatas ?

Saudaraku Seiman yang Berbahagia...

Rasulullah Saw mengumpamakan seorang mukmin seperti lebah, disebutkan dalam sabdanya:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ النَّحْلَةِ، أَكَلَتْ طَيِّبًا، وَوَضَعَتْ طَيِّبًا، وَوَقَعَتْ عَلَى عُودٍ فَلَمْ تَكْسِرْ وَلَمْ تُفْسِدْ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin adalah seperti lebah, ia makan yang baik-baik, mengeluarkan yang baik-baik, bila ia hinggap tidak membuat dahan patah dan rusak” (Ahmad 6872 dan Abul Qasim Al Asfahani dalam kitab At Targhib dan At Tarhib : 76). 

Seorang mukmin itu dalam segala hal selalu dalam kondisi baik, artinya ia mencari rezeki yang halal dan baik, menghiasi diri dengan ucapan dan perbautan yang baik, bersungguh-sungguh dalam bekerja, tidak bosan dan lelah dan tidak menyakiti seorang pun, bahkan ia selalu menyebarkan manfaat dimana saja berada. Dan ketika cobaan datang menderanya, kekuatannya semakin bertambah, Rasulullah Saw dalam sabdanya menyerupakan seorang mukmin dengan sebuah tanaman :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ؛ لَا تَزَالُ الرِّيحُ تُمِيلُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيبُهُ الْبَلَاءُ

“Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman, angin menerpanya ke kiri dan ke kanan, dan seorang mukmin senantiasa mengalami cobaan” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim). 

Bila cobaan banyak menerpanya, dan ketika musibah itu menimpa badannya, keluarga atau hartanya, ia tetap tabah dan bersabar, berusaha mengembalikan semangat dan kekuatannya, karena ia yakin bahwa cobaan itu dapat menghapus keburukan dan mengangkat derajatnya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 17/153), ia menjalani kehidupannya dan meneruskan kesuksesannya dengan penuh percaya diri, berbekal tawakkal kepada Tuhannya, sesuai dengan firman Allah :

وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal” (Al Maidah 5 : 11). 

Ketika seorang mukmin berbuat dosa, ia segera kembali dengan menjalani ketaatan kepada Penciptanya dan kembali beristiqomah, hal ini seperti perumpamaan tangkai, terkadang miring oleh terpaan angin, kemudian tegak kembali setelah angin berlalu, Rasulullah Saw bersabda :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ السُّنْبُلَةِ؛ تَمِيلُ أَحْيَانًا، وَتَقُومُ أَحْيَانًا

“Perumpamaan seorang mukmin seperti tangkai, terkadang miring dan terkadang berdiri” (Musnad Ahmad 23/83)

Bila seorang mukmin terjatuh pada keburukan, ia bersegera beristighfar dan bertaubat, kembali kepada Tuhannya dengan mengamalkan firman-Nya :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (An Nur 24 : 31)

Kaum Mukminin yang Terhormat...

Rasulullah Saw bersabda :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ شَجَرَةٍ خَضْرَاءَ، لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَلَا يَتَحَاتُّ… هِيَ النَّخْلَةُ

“Perumpamaan seorang mukmin bagaikan pohon yang hijau, daunnya tidak pernah berjatuhan dan berguguran.. yaitu pohon kurma” (Muttafaq ‘Alaih).

 Para ulama berpendapat bahwa maksud Nabi Saw menyamakan seorang mukmin dengan pohon kurma adalah karena kebaikannya yang banyak, pohonnya yang rindang, buahnya yang bermanfaat, serta termasuk tumbuhan yang indah, bentuk buahnya yang enak dipandang, dan semuanya bermanfaat (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 17/154),

Begitu juga seorang mukmin, memiliki kebaikan yang menyeluruh, manfaatnya luas, bila kau bersahabat dengannya, kau akan mendapatkan manfaat, bila kau bergaul dengannya kau akan beruntung dan bila kau bermusyawarah dengannya kau akan mendapatkan nasehat darinya (Tafsir Al Qurthubi 9/360). 

Jadi pohon keimanan dapat dikenali dengan buahnya yang baik, mulai dari amalan shaleh dan akhlak yang mulia, dengannya seorang mukmin akan mendapatkan cinta semua orang yang bergaul dan berinteraksi dengannya.

🤲 Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang beriman, sematkan pada kami akhlak dan sifat-sifat dan akhlak mukmin sejati serta masukkanlah kami kedalam surga bersama mereka, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

 أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

 أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para Jamaah Shalat yang Mulia...

Rasulullah Saw menjelaskan pada kita bahwa manusia berbeda-beda seperti berbedanya tingkatan barang tambang, Beliau bersabda :

النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ

“Manusia ibarat barang tambang berharga seperti perak dan emas” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim). 

Rasulullah Saw menjelaskan bahwa esensi seorang mukmin itu murni dan bersih, tidak berubah dan tidak tergantikan, disebutkan dalam sabda Nabi Saw :

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الْقِطْعَةِ مِنَ الذَّهَبِ، نَفَخَ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا، فَلَمْ تَتَغَيَّرْ وَلَمْ تَنْقُصْ

“Demi jiwa Muhammad yang ada di genggaman-Nya, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin bagaikan potongan emas yang disepuh oleh pemiliknya yang tidak pernah berubah dan tidak pernah berkurang” (Ahmad 6872 dan Abul Qasim Al Asfahani dalam kitab At Targhib dan At Tarhib : 76). 

Dan seorang mukmin yang tekun membaca Al Quran dan menyimaknya, maka keimanannya akan bertambah, kekhusuannya akan tampak dan amalan baiknya akan meningkat, seperti yang termaktub dalam firman Allah :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ* الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ* أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya” (Al Anfal 8 : 2-4). 

Seorang mukmin itu selalu bersungguh-sungguh untuk menggapai hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, tiada lelah dan tiada malas untuk membahagiakan dirinya dan membahagiakan orang di sekitarnya, pada mereka tidak didapati dalam ucapan dan tindakannya yang menyakiti orang lain atau mencederai perasaan mereka, Nabi Saw bersabda :

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ، وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka berperilaku keji dan suka berkata kasar” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 1/116 dan At Tirmidzi 1977). 

Marilah kita terapkan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia ini, dan marilah kita tanamkan pada hati putra putri kita.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

🤲🤲🤲 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ يَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا، وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

 اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.


No comments:

Post a Comment