Khotbah Jumat, 15 Jumadil Ula 1441 H/ 10
Januari 2020 M
Setiap Usaha
akan Menuai Hasil
Khotbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
الْمُبْدِئِ الْمُعِيدِ، الْفَعَّالِ لِمَا يُرِيدُ، عَالِمِ الْغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ، يَكْتُبُ لِكُلِّ إِنْسَانٍ عَمَلَهُ،
وَيُحْصِي لَهُ سَعْيَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ،
فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوصِيكُمْ
عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَاتَّقُوا
يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا
كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).
Kaum Muslimin yang Berbahagia...
Allah Swt berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ
لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى* وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى* ثُمَّ يُجْزَاهُ
الْجَزَاءَ الْأَوْفَى
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa
yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan
(kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling
sempurna” (An Najm 53 : 39 – 41).
Pada ayat-ayat ini, Allah mengingatkan kita pada beberapa
prinsip agama yang lengkap dan dasarnya yang kuat, yang disebutkan pula dalam
kitab-kitab samawi, diantaranya yaitu usaha dan bekerja. Dan usaha termasuk
kewajiban yang agung dalam Islam, sebagaimana ia termasuk ajaran para nabi dan
rasul. Yang dimaksud usaha adalah setiap perbuatan dan pekerjaan. Dan usaha
manusia di dunia ini beragam dan pekerjaannya berbeda-beda. Allah berfirman:
إِنَّ سَعْيَكُمْ
لَشَتَّى
“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda” (Al Lail 92 :
4). Dan diantara bentuk usaha adalah mencari ridha Allah dan beribadah
kepada-Nya, berdzikir dan menjalankan ketaatan, dan usaha ini di sisi Allah
akan mendapatkan balasan dan juga termasuk amalan yang mabrur dan pelakunya
akan mendapatkan pahala, Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا
إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ
تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk
menunaikan sembahyang pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat
Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika
kamu mengetahui” (Al Jumu’ah 62 : 9)
Usaha untuk memberikan manfaat pada sesama, juga termasuk
usaha yang akan mendapatkan balasan yang besar dari Allah serta akan diangkat
nama baiknya, seperti disebutkan didalam Al Quran kisah seorang yang
menginginkan kaumnya mendapatkan hidayah dan berusaha mengajarkan mereka
kebaikan, Allah berfirman:
وَجَاءَ مِنْ
أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ*
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ* وَمَا لِيَ لَا
أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An
Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata : ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah
orang yang tidak meminta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang
mendapat petunjuk. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku
dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan” (Yasin 36 :
20-22).
Berusaha dalam mencari rezeki yang halal, usahanya akan
mendatangkan keridhaan Allah Yang Maha Tinggi, seperti usaha Sayyidah Hajar
ketika mencari air, makanan dan rezeki untuk anaknya, yang dijadikan oleh Allah
sebagai manasik haji dan umrah, agar mengenang dan berteladan perbuatan
baiknya, dan Nabi Saw menjelaskan tentang usahanya (Hajar) antara Shafa dan
Marwah dalam sabdanya:
فَذَلِكَ سَعْيُ
النَّاسِ بَيْنَهُمَا
“Itulah sa’i yang mesti dilakukan oleh manusia antara dua
bukit itu” (Bukhari 3364).
Allah menganjurkan seorang muslim untuk berusaha di muka
bumi mencari rezeki-Nya, disebutkan dalam firman-Nya:
هُوَ الَّذِي
جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ
رِزْقِهِ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka
berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan
hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (Al Mulk 67 :
15).
Nabi SAW menganjurkan seorang mukmin untuk mencari rezeki,
untuk mencukupi diri dan keluarganya.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa : 'Ada seorang melewati
orang-orang, lalu mereka kagum dengan pekerjaannya (orang yang lewat itu),
mereka berkata : "Seandainya orang itu berjuang di jalan Allah (pasti
lebih baik)". Maka Nabi Saw bersabda kepada mereka:
إِنْ كَانَ يَسْعَى
عَلَى أَبَوَيْهِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ
كَانَ يَسْعَى عَلَى صِبْيَةٍ صِغَارٍ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ كَانَ
يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ لِيُغْنِيَهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Jika ia berusaha mencari rezeki untuk kedua orang tuanya
yang renta, maka ia di jalan Allah, jika ia berusaha mencari rezeki untuk
anaknya yang masih kecil, maka ia di jalan Allah, jika ia bekerja untuk
mencukupi dirinya maka ia di jalan Allah” (As Sunan Al Kubra, karangan Al
Baihaqi 7/479 dengan nomor 15742)
Diantara usaha yang terpuji adalah membantu para fakir dan
orang-orang yang membutuhkan, memberikan makan pada para miskin, membantu para
janda dan yatim dengan mengharap ridha Allah Swt, Allah berfirman menjelaskan
tentang hamba-hamba-Nya yang baik:
وَيُطْعِمُونَ
الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا* إِنَّمَا
نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزاءً وَلَا شُكُورًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang
miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan
kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki
balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih” (Al Insan 76 :
8-9).
Allah akan membalas atas perbuatan dan usaha baik mereka dan
kemudian mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Nabi Saw menjelaskan bahwa
pahala orang yang bertanggung jawab terhadap orang-orang yang lemah sepadan
dengan pahala orang yang berpuasa dan orang yang shalat malam.
Hamba Allah yang Mulia;;
Allah Swt berfirman:
وَأَنَّ سَعْيَهُ
سَوْفَ يُرَى
"Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan
(kepadanya)". Maksudnya bahwa Allah Swt akan memperlihatkan kepada semua manusia
usaha dan amalan mereka masing-masing:
فَمَنْ يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ* وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا
يَرَهُ
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan
kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Az
Zalzalah 99 : 7-8).
Demikian pula amalan manusia dan usahanya akan dihadapkan
kepada Allah dan akan dilihat oleh manusia di dunia dan akhirat, Allah
menjelaskan:
وَقُلِ اعْمَلُوا
فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى
عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya
serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan
dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata,
lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (At Taubah 9 :
105).
Maksud firman Allah : “Dan katakanlah : Bekerjalah kamu” (At
Taubah 9 : 105). Mencakup semua usaha dan pekerjaan yang dibutuhkan seseorang
di akhirat dan dunianya, untuk kepentingan penghidupan dan hari akhiratnya
(Tafsir Ar Razi 16/142).
Hendaknya semua usaha seorang mukmin dalam ketaatan kepada
Allah, agar ia mendapatkan pujian dan pahala yang besar, dan di akhirat ia
mendapatkan balasan yang sempurnan lagi banyak, Allah berfirman:
ثُمَّ يُجْزَاهُ
الْجَزَاءَ الْأَوْفَى
“Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang
paling sempurna” (An Najm 53 : 41).
Maksudnya Allah akan membalas usahanya dengan balasan
yang sempurna dan terbanyak (Tafsri Ibnu Katsir 7/456) pada hari kiamat, Allah
berfirman pada Nabi Musa AS:
إِنَّ السَّاعَةَ
آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى
“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan
(waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan”
(Thaha 20 : 15).
Jadi jangan sampai manusia menyia-nyiakan usaha dan
mengingkari kesungguhannya, Allah berfirman :
فَمَنْ يَعْمَلْ
مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ
كَاتِبُونَ
“Maka barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, sedang ia
beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya
Kami menuliskan amalannya itu untuknya” (Al Anbiya’ 21 : 94).
Bila Anak Adam melihat usaha dan amalannya yang tercatat
didalam kitab-Nya, ia akan teringat padahal sebelumnya ia telah lupa (Tafsri Ar
Razi 31/48). Allah berfirman :
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ
الْإِنْسَانُ مَا سَعَى
“Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah
dikerjakannya” (An Nazi’at 79 : 35).
Disanalah setiap jiwa akan mendapatkan balasan atas
segala kerja dan perbuatannya.
Maka sungguh beruntunglah orang yang memiliki semangat
tinggi serta menggunakan kekuatannya untuk berbuat baik untuk kemanusiaan dan
membangun masa depan gemilang untuk mereka.
Ya Allah,
berilah kami taufiq untuk mengerjakan kebaikan, berderma dan beramal baik,
bahagiakan kami dengan anugerah masuk surga, dan berilah kami semua taufiq
untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar
ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ
مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
أَقُولُ قَوْلِي
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ،
فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Kaum Muslimin yang Berbahagia...
Barang siapa yang menginginkan dan mencari akhirat lalu ia
berbuat untuknya dengan bersungguh dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhannya,
berusaha mendapatkan ridha-Nya, ia yakin dan percaya dengan pahala yang ada di
sisi Allah, serta balasan atas usahanya yang besar, maka Allah akan membalas
atas amalnya dan memberinya sebaik-baiknya balasan (Tafsir At Thabari 14/537).
Allah berfirman :
وَمَنْ أَرَادَ
الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ
مَشْكُورًا
“Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan
berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka
mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik” (Al Isra’ 17 :
19).
Dan pada hari kiamat :
يَوْمَ تَرَى
الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ
وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin
laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di
sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita
gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang
kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak” (Al Hadid 57 :
12).
Sebesar kebersegeraan seorang mukmin di dunia menuju
perbuatan baik, maka di akhirat ia pun akan menjadi pendahulu menuju surga, ia
berbahagia dengan amalan dan melihat hasil usahanya, Allah berfirman :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ
نَاعِمَةٌ* لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ* فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ* لَا تَسْمَعُ فِيهَا
لَاغِيَةً
“Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang
karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan
yang tidak berguna” (Al Ghasyiyah 88 : 8-11).
Mereka menempati surga yang dipenuhi kenikmatan dan mereka
akan dipanggil oleh Tuhan semesta alam :
إِنَّ هَذَا كَانَ
لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا
“Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah
disyukuri (diberi balasan)” (Al Insan 76 : 22).
Marilah kita berusaha menuju ketaatan dan dzikir kepada
Allah, berusaha mencari rezeki yang halal karena pahalanya sangat besar, dan
marilah kita berusaha berkhidmat dan berbakti kepada kedua orang tua,
mengunjungi keluarga dan kerabat, marilah kita berusaha untuk memberikan
manfaat kepada tetangga kita, teman dan membantu para fakir miskin, para janda
dan anak yatim, dan marilah kita tanamkan itu semua dalam benak putra putri
kita.
هَذَا وَصَلُّوا
وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ
الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).
🤲🤲🤲 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ يَا
خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا،
وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ
الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ
السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ
رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ
حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ يَا
سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ
وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ
بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ
عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي
خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ
فِي زِيَادِةٍ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ
لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي
أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا
وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ
شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ
الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛
بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ
قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي
بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ
اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ
السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
No comments:
Post a Comment