KhOtbah Jumat, 22
Jumadil Ula 1441 H/ 17 Januari 2020 M
Maha Suci Engkau, Yaa
Allah
Khutbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ، (يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ
الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)( )
وَأَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، إِمَامُ
الذَّاكِرِينَ، وَقُدْوَةُ الْمُسَبِّحِينَ،
فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا)(
).
Kaum Mukminin yang Berbahagia...
Tuhan seluruh manusia, Yang Maha Mulia berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ
السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya
bertasbih kepada Allah” (Al Isra’ 17 : 44).
Langit, bumi dan semua makhluk yang ada didalamnya
mensucikan, mengagungkan dan meninggikan-Nya (Tafsir Ibnu Katsir 5/78).
Dan dalam Tasbih terdapat pengagungan dan pemuliaan terhadap
Allah Yang Maha Sempurna serta pujian terhadap-Nya yang sesuai dengan
sifat-sifat-Nya yang indah. Perlu diingat bahwa bertasbih kepada Allah
merupakan ibadah yang paling mudah, ketaatan yang paling agung dan qurbah yang
paling mulia, Rasulullah Saw bersabda :
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ
عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan diucapkan, pahalanya berat di
timbangan dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhanallaah wa
bihamdih, Subhanallaahil ‘adhim.” (Muttafaq ‘Alaih).
Lafadz "Subhanallah" adalah kalimat yang sangat
dicintai oleh Allah, diridhai dan sangat senang bila kalimat itu diucapkan
(Tafsir Ibnu Katsir 1/225), Rasulullah Saw menegaskan dalam sabdanya :
إِنَّ أَحَبَّ
الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَقُولَ الْعَبْدُ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ
وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
“Sesungguhnya ucapan yang paling disukai oleh Allah adalah
hendaknya seorang hamba membaca :
سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ
غَيْرُكَ” (An Nasa’i, dalam kitab As Sunan Al Kubra 10619).
Arti lafadz "Subhanakallahumma" adalah aku
bermunajat kepada-Mu ya Allah, munajat cinta dan pensucian, pengagungan dan
pemurnian, itulah keadaan semua makhluk, semua bertasbih memuji Allah dan
menyucikan Dzat-Nya, Allah berfirman :
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ
إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ
“Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya,
tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka” (Al Isra’ 17 : 44).
Dan inilah para malaikat yang mulia, mereka memahami
kemuliaan dan keagungan Pencipta mereka, sehingga mereka bertasbih memuji
dengan mengakui ilmu serta hikmah-Nya dalam penciptaan-Nya dengan berujar :
سُبْحَانَكَ لَا
عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
“Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari
apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al Baqraah 2 : 32).
Para nabi dan rasul bertasbih kepada Allah, Allah Swt
berfirman mengisahkan nabi Musa AS :
سُبْحَانَكَ تُبْتُ
إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ
“Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang
yang pertama-tama beriman” ( Al A’raf 7 : 143).
Allah Swt berfirman mengisahkan tentang nabi Isa ibnu Maryam
AS :
سُبْحَانَكَ مَا
يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ
“Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang
bukan hakku (mengatakannya)” (Al Maidah 5 : 116). Dan Nabi Muhammad Saw banyak
membaca :
سُبْحَانَكَ
وَبِحَمْدِكَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
sebagai pengamalan atas firman Allah Azza wa Jalla :
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ
رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun
kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat” (An Nashr 110 : 3).
Saudaraku yang Rajin Bertasbih...
Sesungguhnya kalimat “Subhanaka” merupakan kalimat
yang agung yang selalu diulang-ulang oleh seorang mukmin setiap waktu dan
memohon dengannya dalam setiap kondisi, Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا* وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً
وَأَصِيلًا
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut
nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di
waktu pagi dan petang” (Al Ahzab 33 : 41-42).
Dan bila seorang mukmin menyaksikan salah satu kebesaran
dari ciptaan Allah, maka hendaknya ia berpikir dan menghayati qudrah dan
keindahan penciptaannya, maka ia akan menyibukkan diri dengan bertasbih dengan
berujar :
رَبَّنَا مَا
خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Ali Imran
3 : 191).
Bila seorang mukmin menyimak kalam Tuhannya, hatinya merasa
khusu’, seluruh anggota tubuhnya tunduk pada keaguangan-Nya dan lidahnya
bertasbih, Allah berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ
أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ
لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا* وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ
رَبِّنَا لَمَفْعُولًا
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya
apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka
sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji
Tuhan kami pasti dipenuhi” (Al Isra’ 17 : 107-108).
Maksudnya adalah bahwa sebagai bentuk pengagungan dan
penghormatan kepada-Mu wahai Tuhan kami atas qudrah-Mu yang sempurna (Tafsir
Ibnu Katsir 5/128).
Seorang mukmin dianjurkan bertasbih setelah berwudlu, agar
pahalanya yang besar terjaga dan pada hari kiamat kembali ia mendapatkan
balasan yang sempurna, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ تَوَضَّأَ
ثُمَّ قَالَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ؛ كُتِبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ
عَلَيْهَا طَابَعٌ مِنْ مِسْكٍ، فَلَمْ يُكْسَرْ حَتَّى يُوَفَّى بِهَا يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
“Barang siapa berwudlu kemudian berdoa setelah berwudlu :
Maha suci Engkau ya Allah, segala puji untuk-Mu, tidak ada Tuhan kecuali
Engkau, aku mohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu, maka akan ditulis di
lembaran putih, kemudian distempel dengan stempel dari misk, yang tidak akan
hancur hingga ia mendapatkan balasan pada hari kiamat” (As Sunan Al Kubra,
karangan An Nasa’i 9829, Ad Du’a karangan At Thabrani 1/140 dan Ibnu Abi
Syaibah 13/450).
Bahkan Tasbih disyariatkan dalam salah satu rukun
teragung dalam Islam setelah kedua syahadat, yaitu shalat, disyariatkan saat
ruku’ dan sujud, dimana seorang mukmin paling dekat dengan Tuhannya, ia
bermunajat dengan Tasbih dan penuh pengagungan, Aisyah RA berkata : Rasulullah
Saw banyak membaca dalam ruku’ dan sujudnya : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ،
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي (Muttafaq ‘Alaih). Seusai shalat seorang
mukmin dianjurkan menyempurnakannya dengan bertasbih kepada Tuhannya,
Rasulullah Saw bersabda :
أَفَلَا
أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ، وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ
بَعْدَكُمْ؟ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ
مَا صَنَعْتُمْ». قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: «تُسَبِّحُونَ
وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ، دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ
مَرَّةً
“Maukah aku beritahu kalian sesuatu yang bisa mengejar orang
yang telah mendahului kalian dan menyalip jauh orang-orang sesudah kalian.
Tidak ada orang yang lebih utama dari kalian kecuali orang yang mengerjakan
seperti yang kalian kerjakan ? Mereka menjawab : tentu wahai Rasulullah. Beliau
menjawab : baca tasbih, takbir dan tahmid 33 kali usai setiap shalat” (Muttafaq
‘Alaih)
Saudaraku yang Selalu Bertasbih....
Seorang mukmin bila ditimpa kesukaran atau musibah, ia
bersegera bertasbih, seperti yang dilakukan oleh nabi Yunus AS, ketika ia
membaca :
لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.
Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dhalim” (Al
Anbiya’ 22 : 87).
Maka Allah mengabulkan dan menyelamatkannya dari kegelapan
malam, kegelapan lautan dan kegelapan perut ikan Hiu (Tafsir At Thabari
18/516). Allah berfirman :
فَاسْتَجَبْنَا
لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya
daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman”
(Al Anbiya’ 22 : 88). Yang kemudian ditegaskan oleh Nabi Saw kepada para
sahabatnya :
أَلَا أُخْبِرُكُمْ
بِشَيْءٍ إِذَا نَزَلَ بِرَجُلٍ مِنْكُمْ كَرْبٌ أَوْ بَلَاءٌ مِنْ بَلَايَا
الدُّنْيَا دَعَا بِهِ يُفَرَّجُ عَنْهُ؟ قَالُوا: بَلَى. فَقَالَ: «دُعَاءُ ذِي
النُّونِ: (لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ
الظَّالِمِينَ)»( )
“Maukah aku beritahu kalian satu doa, bila seseorang dari
kalian ditimpa kesusahan atau salah satu bencana dunia, lalu ia berdoa
dengannya, ia kan mendapatkan jalan keluar ? Mereka menjawab : tentu. Beliau
bersabda : berdoalah dengan doa Dzin Nun :
لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ
(An Nasa’i dalam kitab Al Kubra 10491).
فَإِنَّهُ لَمْ
يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ، إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
“Sesungguhnya tidak seorang muslim pun yang berdoa dengannya,
melainkan akan dikabulkan oleh Allah” (At Tirmidzi 3505).
فسُبْحَانَك
اللَّهُمَّ رَبَّنَا مَا أَعْظَمَكَ، سُبْحَانَكَ مَا أَكْرَمَكَ، سُبْحَانَكَ مَا
أَحْلَمَك، سُبْحَانَك مَا أَرْحَمَكَ
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang berdzikir
dan bertasbih kepada-Mu, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,
mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati
orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagaimana
termaktub dalam firman-Mu :
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ
مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ
وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي
وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، وَنُسَبِّحُهُ تَسْبِيحَ
الذَّاكِرِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Jamaah Shalat yang Mulia...
Sesungguhnya seorang mukmin menutup majlis pertemuannya
dengan bacaan :
سُبْحَانَ اللَّهِ
وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya :
مَنْ قَالَهَا فِي
مَجْلِسِ ذِكْرٍ؛ كَانَتْ كَالطَّابَعِ يُطْبَعُ عَلَيْهِ، وَمَنْ قَالَهَا فِي
مَجْلِسِ لَغْوٍ؛ كَانَتْ كَفَّارَةً لَهُ
“Barang siapa membacanya pada majlis dzikir, maka itu
bagaikan penutup yang mempercantiknya dan bila ia dibaca pada majlis yang
melalaikan, maka ia sebagai penghapus dosa baginya” (An Nasa’i dalam kitab Al
Kubra 10185). Dalam riwayat lain :
غُفِرَ لَهُ مَا
كَانَ فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِ
“Diampuni baginya apa yang ada pada majlis itu” (An Nasa’i
dalam kitab Al Kubra 10185).
Sungguh agung kalimat itu, dengannya Allah akan mengangkat
derajatnya dan mengampuni dosa-dosanya. Maka marilah kita berusaha untuk selalu
bertasbih kepada Allah di setiap waktu dan marilah kita ajarkan pada
putra-putri kita.
هَذَا وَصَلُّوا
وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ
الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).
اللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ:
أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ
الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ يَا
خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا،
وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نُسَبِّحُكَ اللَّهُمَّ عَدَدَ مَا خَلَقْتَ، وَمِلْءَ
مَا خَلَقْتَ، سُبْحَانَكَ رَبَّنَا عَدَدَ مَا فِي الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ،
وَمِلْءَ مَا فِي الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، سُبْحَانَكَ عدَدَ مَا أَحْصَى
كِتَابُكَ، وَمِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُكَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ عَدَدَ كُلِّ
شَيْءٍ، وَمِلْءَ كلِّ شيءٍ.
اللَّهُمَّ إنا
نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ
الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ
فِي الْآخِرَةِ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ
رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ
حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ يَا
سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ
وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ
بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ
عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي
خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ
فِي زِيَادِةٍ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ
لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي
أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا
وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ
شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ
الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛
بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ
قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي
بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ
اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ
السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ
يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
No comments:
Post a Comment