Monday, February 10, 2020

Khotbah Jum'at: DAHSYATNYA BERINFAK


Khotbah Jumat, 14 Jumadil Akhirah 1441 H/ 07 Februari 2020 M

Dahsyatnya Berinfak

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الْغَنِيِّ الْكَرِيمِ، يُضَاعِفُ أَجْرَ الْمُنْفِقِينَ، وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ، وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ،

 وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، كَانَ قُدْوَةً فِي الْإِنْفَاقِ، وَالْبَذْلِ وَالْعَطَاءِ،

 فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ،

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (الم* ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ* الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)( ).

Kaum Mukminin yang Berbahagia...

 Dari Ibnu Abbas RA berkata : "Sebuah kafilah dari kumpulan para pedagang besar sampai di kediaman Utsman bin Affan RA, kemudian para pedagang itu berdatangan ke depan pintu rumahnya, ia (Utsman) pun keluar menjumpai mereka dan berkata : "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka menjawab : "Kami mendapatkan informasi bahwa anda memiliki persediaan bahan makanan yang banyak, juallah pada kami agar penduduk mendapatkan keluasan." Utsman berkata : "Dengan senang hati dan penuh cinta, silahkan masuk dan belilah." Para pedagang masuk ke rumah Utsman RA dan mendapati bahan makanan yang ada disana, para pedagang berkata : "Kami akan memberimu keuntungan lima Dirham dari setiap sepuluh dirham (5 kali lipat). Utsman berkata : "Tidakkah kalian tambahkan?" Para pedagang menjawab : "Tidak ada lagi pedagang di Madinah selain kami, memangnya siapakah yang berani beli lebih dari itu?" Utsman menjawab : "Semoga Allah Azza wa Jalla memberiku kelebihan dari setiap satu Dirham sepuluh kali lipat. Adakah yang mau membeli lebih dari itu?" Mereka menjawab : "Tidak." Ia berkata : "Sesungguhnya aku bersaksi pada Allah bahwa aku menjadikan bahan makanan ini sebagai sedekah saja karena Allah (As Syariah, karangan Al Ajiri 4/2013). Kemudian Utsman RA menginfakkan semua kafilah itu, dengan mengharap ridha Tuhannya dan demi memberi keluasan pada hamba-hamba-Nya.

Kaum Mukminin yang Berbahagia..

Berinfak dalam kebaikan, itulah ibadah yang mulia yang diperintahkan oleh Allah dalam kitab-Nya kepada kita semua, dimana Allah menyandingkan keimanan dengan infak, diterangkan dalam firman-Nya :

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar”(Al Hadid 57 : 7).

 Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang berinfak bahwa Dia akan menganugerahkan pada mereka kebaikan, pemberian balasan, kemuliaan dan kedermawanan dan Dia akan mengganti semua yang telah diinfakkan oleh mereka (Tafsir At Thabari 3 : 312) serta semua yang telah mereka keluarkan, Allah berfirman :

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Saba’ 34 : 39).

Nabi Saw merupakan manusia yang paling dermawan (Muslim 2307). 
Beliau berinfak dalam semua jenis kebaikan dan memberi tanpa takut jatuh miskin, dari Anas RA berkata :

مَا سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ r شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ

“Rasulullah Saw tidak pernah diminta sesuatu, melainkan selalu dipenuhinya” (Muslim 2312).

 Dan beliau menganjurkan agar bersegera dalam berinfak, ketika seseorang bertanya kepadanya :

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ r: «أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ، تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang paling utama ? Beliau menjawab : "Engkau bersedekah pada saat sehat dan sedang merasa kikir, kau berangan-angan menjadi kaya dan takut fakir” (Muttafaq ‘Alaih).

 Berinfak dalam kebaikan wahai hamba Allah adalah tentu sesuai dengan kemampuan yang ada, seperti dijelaskan oleh Allah Azza wa Jalla :

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya” (At Thalaq 65 : 7)

Wahai Orang2 yang Rajin Berinfak... 

Allah telah menjelaskan pada kita semua mengenai urutan orang yang berhak mendapatkan infak, yaitu dengan mendahulukan yang paling utama :

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Alah Maha Mengetahuinya” (Al Baqarah 2 : 215). 

Jadi orang yang pertama berhak mendapatkan infak secara berurutan adalah kedua orang tua, para kerabat yang nafkahnya berada dalam tanggung jawabnya, Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

“Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan mulailah dari orang-orang yang menjadi tanggunganmu” (Muttafaq ‘Alaih). 

Nafkah yang diberikan suami terhadap isteri dan anak-anaknya, termasuk nafkah dalam kebaikan dan memiliki pahala dan balasan yang sangat besar, Rasulullah Saw bersabda :

أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ؛ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ

“Sebaik-baiknya dinar (harta) yang dinafkahkan oleh seorang suami, adalah dinar (harta) yang dinafkahkan untuk keluarganya” (Muslim 994). 

Demikian pula seorang isteri memiliki dua pahala atas kontribusi dalam nafkah rumah tangganya, karena Zainab isteri Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata pada Bilal RA : "Tolong tanyakan pada Nabi Saw :

أَيَسَعُنِي أَنْ أَضَعَ صَدَقَتِي فِي زَوْجِي وَفِي بَنِي أَخٍ لِي يَتَامَى؟ فَقَالَ r: «نَعَمْ، لَهَا أَجْرَانِ، أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ

“Bolehkah aku memberikan sedekahku untuk suami, anak saudaraku yang yatim?" Rasulullah Saw bersabda : "Ya, baginya dua pahala, pahala kekerabatan dan pahala sedekah”. (Muttafaq ‘Alaih, lafal Ahmad). 

Ibnu Al Mubarak RA berkata :
 "Tidak ada yang menyamai mata pencaharian dan nafkah terhadap keluarga." (Siyar A’lamun Nubala’ 8/399), dan termasuk dalam infak terhadap anak-anak adalah mendidik dan memperhatikan urusan mereka.

Bentuk infak dalam kebaikan adalah yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, para yatim dan miskin di seluruh dunia, oleh karena itu Rasulullah Saw menganjurkan Abu Lubabah RA untuk menyerahkan pohon kurmanya untuk anak yatim, ia yang menuntutnya dan ia yang menangis karenanya, Rasulullah Saw bersabda pada Abu Lubabah : "Berikanlah kepadaku, dan bagimu tangkai kurma di surga (pohon kurma)." Lalu Abu Dahdah mendengar itu dan berkata pada Abu Lubabah : "Apakah kau menjual tangkai kurmamu dengan kebunku ini." Ia menjawab : "Tentu". Kemudian ia mendatangi Rasulullah Saw dan berkata : "Pohon kurma yang kau pinta untuk anak yatim, jika aku berikan ini, apakah bagiku tangkai kurma di surga?" Rasulullah Saw menjawab : "Iya".(As Sunan Al Kubra, karangan Al Baihaqi 11682)

فَأَعْطَاهَا لِلْيَتِيمِ، فَقَالَ r: «كَمْ مِنْ عِذْقٍ مُعَلَّقٍ -أَيْ كَمْ مِنْ عُنْقُودِ تَمْرٍ مُدَلًّى- فِي الْجَنَّةِ لِأَبِي الدَّحْدَاحِ

“Kemudian ia memberikannya kepada anak yatim, maka Rasulullah Saw bersabda : "Betapa banyak tangkai kurma yang menggantung di surga untuk Abu Dahdah” (Muslim 965).

فَأَتَى أَبُو الدَّحْدَاحِ امْرَأَتَهُ؛ فَقَالَ: يَا أُمَّ الدَّحْدَاحِ، اخْرُجِي مِنَ الْبُسْتَانِ، فَإِنِّي قَدْ بِعْتُهُ بِنَخْلَةٍ فِي الْجَنَّةِ. فَقَالَتْ: رَبِحَ الْبَيْعُ

“Lalu Abu Dahdah menemui isterinya seraya berkata : "Wahai Ummu Dahdah, keluarlah dari kebun, karena aku telah menjualnya dengan pohon kurma di surga." Isterinya menjawab : "Sungguh ini adalah penjualan yang sangat menguntungkan” (Ahmad 12482). 

Tentu, demi Allah, ia telah beruntung, karena apa pun yang ada di surga, pasti lebih baik dari dunia dan seisinya, maka jadikanlah lelaki tersebut -wahai hamba Allah- sebagai contoh dan tauladan, yang telah berinfak pohon kurma untuk anak yatim, dan ia mendapatkan balasannya nan agung di surga.

Sungguh beruntung orang yang berinfak terhadap ibu dan bapaknya, isteri dan anaknya, keluarga dan kerabatnya, juga menyalurkan keceriaan pada para janda dan orang-orang yang membutuhkan, para yatim dan miskin dan berinfak pada semua bentuk kebaikan dan kebajikan.

🤲Ya Allah, jadikanlah kami golongan orang-orang yang selalu berinfak dalam kebaikan, aungerahilah kami dari keberkahan-Mu Wahai Dzat Yang Maha Mulia dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

 أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Kaum Mukminin yang Berbahagia...

 Sesungguhnya setiap infak dalam kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim dengan mengharap ridha Allah, maka Allah akan mencatat dan menetapkan pahala baginya, dijelaskan dalam firman-Nya :

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah) niscaya pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah” (Al Baqarah 2 : 272).

 Sebagian orang diberikan keluasan rezeki oleh Allah, dilimpahkan keberkahan dalam mata pencahariannya, maka sudah sepatutnya ia menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah dilimpahkan oleh Allah kepadanya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Penciptanya dan agar nikmatnya menjadi langgeng. 

Almarhum Syaikh Zayed –semoga Allah merahmatinya- merupakan teladan dalam pemberiaan, kemurahan dan kedermawanan, uluran tangan baiknya sampai ke seluruh penjuru dunia, dalam bentuk bantuan pada para fakir dan orang-orang yang membutuhkan serta orang-orang yang lemah.

 Dan kalian wahai hamba Allah, yang sudah terbiasa mendapatkan karunia dan nikmat yang berlimpah dan kalian terbiasa memberikan kepada orang-orang yang membutuhkan di seluruh penjuru dunia, dengan menyalurkan keceriaan, menyebarkan kebaikan dan memberikan bantuan kepada mereka, lanjutkan kebiasaan kalian, maka Allah akan selalu bersama kalian. Dan renungkanlah, bahwa berapa banyak orang yang tertimpa penyakit di dunia ini, yang tidak mendapatkan obat untuk menurunkan rasa sakitnya, berapa banyak orang fakir yang tidak mampu memberikan makan keluarganya, berapa banyak ibu yang tidak menemukan sesuap makanan, lagi tidak mampu memberikan asupan pada bayinya dan berapa banyak anak yang kedinginan dan tak mendapatkan selimut penghangat. Dan Allah telah melimpahkan rezeki pada kalian, Dia Maha Melihat perbuatan kalian, infak kalian dan Mengetahui kebaikan kalian, Allah Swt berfirman :

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (Ali Imran 3 : 92). 

Dan marilah kita bersegera berinfak dalam kebaikan, berpartisipasi dan berkontribusi bersama Badan Amal Resmi yang ada di Emirat seperti "Hilal Ahmar" (Bulan Sabit Merah) sebagai bentuk ketaatan kita kepada Tuhan kita, agar nilai-nilai infak dalam kehidupan kita semakin meningkat dan sebagai penguatan atas budaya infak itu dalam kehidupan kita, dan mari kita ajarkan itu pada putra-putri kita.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ:

 (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

🤲🤲🤲 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

 وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، 

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

 اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

 اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ، أَوْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى مَرِيضٍ أَوْ يَتِيمٍ، أَوْ طَالِبِ عِلْمٍ أَوْ مِسْكِينٍ، وَاحْفَظْهُ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا رَزَقْتَهُ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

 اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

 اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments:

Post a Comment