Thursday, March 23, 2017

Khotbah Jum'at: SEPULUH MALAM TERAKHIR

Khotbah Jumat, 22 Ramadhan 1433 H / 10 Agustus 2012 M

Khotbah Pertama
الْحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ، وصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وخَلِيلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتَّابِعِينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ[[1].
Kaum mukminin ; Allah telah menganugerahkan bulan Ramadhan pada kita semua, memulyakan dengan malam dan hari-harinya, dan kita telah mendapatkan wewangiannya di awal dan pertengahannya, dan sekarang kita berada pada sepuluh terakhir yang tersisa darinya, dan bila bulan Ramadhan merupakan bulan yang termulya karena keistimewaan kebaikan dan kebajikan yang ada didalamnya, maka pada sepuluh hari terakhir merupakan yang termulya dari hari-hari sebelumnya, ia merupakan inti dan ringkasan dari satu bulan tersebut, karenanya Rasulullah Saw mengkhususkan sepuluh hari ini dengan memperbanyak ibadah, dan bergiat dengan semua bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah, yang tidak biasa dilakukannya di selain waktu tersebut, Aisyah RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام  يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

"Rasulullah Saw sangat giat pada sepuluh malam terakhir yang biasanya tidak giat pada selainnya” (Muslim 1175).

Beliau Saw menghidupkan semua malam-malamnya, beliau tidak bosan dan tidak penat dalam beribadah, dari Aisyah RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام  إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

"Rasulullah Saw bila memasuki sepuluh malam terakhir, menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan menyingsingkan sarungnya” (Muslim 1174).

Yang dimaksud dengan menyingsingkan sarungnya adalah meninggalkan keduniawian dan mengosongkan waktunya untuk beribadah serta bersungguh-sungguh dalam menunaikannya.
Sebagaimana beliau Saw selalu membangunkan keluarganya agar menunaikan shalat malam pada malam sepuluh terakhir, menganjurkan mereka untuk shalat bersamanya agar mendapatkan keburuntungan yang berbentuk pahala dan balasan yang besar, dari Ali bin Abi Thalib RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللهِ عليه الصلاة والسلام يُوقِظُ أَهْلَهُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَكُلَّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ يُطِيقُ الصَّلاةَ

"Rasulullah Saw membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, semuanya baik kecil ataupun besar yang mampu melaksanakan shalat" (At Tirmidzi 795, At Thabrany dalam kitab Al Mu'jam Al Awsath 7/253).
Hamba Allah ; hal paling penting yang membedakan malam-malam ini adalah malam Al Qadr, ditetapkan oleh Allah keistimewaan didalamnya dengan diturunkannya Al Quran, firman Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”(Ad Dukhan (44) : 3).

Pada malam penuh keberkahan ini, terdapat penganugerahan  Allah dalam memulyakan hamba-hamba-Nya, Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ* وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ* لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ* تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ* سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”(Al Qadr (97) : 1-5).

Ayat ini menerangkan bahwa ia lebih utama dari beribadah seribu tahun, dan disebutkan bahwa Rasulullah Saw diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya atau sesuai dengan kehendak Allah, umur ummatnya pendek-pendek sehingga amalannya tidak dapat menggapai amalan ummat sebelumnya yang umurnya panjang-panjang, maka Allah memberikannya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan” (Al Muwattha’ 703). Sebagaimana ayat ini menerangkan bahwa diantara keistimewaan malam Al Qadr adalah turunnya malaikat berserta jibril AS.
Nabi Saw diberikan keistimewaan dengan ditambahnya shalat qiyam, karena ia menjadi penyebab ampunan, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Al Qadr dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (Muttafaq ‘alaih).
Barang siapa yang diberikan kesempatan untuk melaksanakan shalat malam maka ia telah mendapatkan semua kebaikan, dan barang siapa terhalang dari pahalanya maka ia telah terhalang dari kebaikan semuanya, dari Anas bin Malik RA berkata : saat Ramadhan menjelang Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

“Sesungguhnya bulan ini telah datang menemui kalian, didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang dihalanginya maka ia telah dihalangi dari kebaikan keseluruhannya, dan tidak dihalangi dari kebaikannya kecuali orang yang merugi” (Ibnu Majah 1644).
Ia berada pada sepuluh malam terakhir, karenanya dianjurkan bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, dari Abdullah bin Abbas RA : bahwa Nabi Saw bersabda:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah ia pada sepuluh malam terakhir Ramadhan" (Bukhari 2021).

Beruntunglah orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan pada sepuluh malam terakhir, ia membaca Al Quran dan mentadabburinya, menjauh dari kesia-siaan dan beristighfar, ini merupakan hari-hari yang penuh kejernihan, wewangian dan malam-malam yang penuh keberkahan.
Ya Allah jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang diterima amalannya, dan semoga kami semua diberikan untuk taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, dan ketahuilah bahwa sebaik-baiknya perbuatan bertadarru' kepada Allah pada malam Al Qadr adalah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Saw kepada kita seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah RA berkata:

فعَنْ عَائِشَةَ رضيَ اللهُ عنهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ :« قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي »

Aku bertanya pada pada Rasulullah: “Ya Rasulullah, Apa yang aku baca bila bertepatan dengan malam Al Qadr ?” Rasulullah bersabda: “Bacalah: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan maka ampunilah aku” (At Tirmidzi 3513).

Sebaik-baiknya yang diterima seorang hamba pada malam-malam ini adalah ampunan Allah, seorang shaleh berkata : Tidak disebut orang arif, seseorang yang tidak menjadikan ampunan Allah sebagai tujuan dari cita-citanya.

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ عليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ،اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1671


([1]التوبة :119.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

Khotbah Jum'at: MELANJUTKAN KEDERMAWANAN SHEH ZAYED

Khotbah Jumat, 15 Ramadhan 1433 H / 03 Agustus 2012 M

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الكريمِ الغفورِ، يتفضَّلُ علَى مَنْ يُحبُّهُ بالرضَا والقبولِ، وأَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ، وصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وخَلِيلُهُ، أكرمُ الناسِ وأنفعُهُمْ، اللهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتَّابِعِينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ:فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ [[1].

Kaum mukminin; Allah telah menjadikan Ramadhan sebagai medan untuk berlomba dalam kebaikan, bersegera berbuat kebajikan dan keutamaan, karena dengannya akan tercapai keberuntungan dan kemenangan, Allah berfirman:

وَافْعَلُوا الخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (Al Hajj (22) : 77).

Beruntunglah orang yang mempunyai semua sifat kebaikan, sehingga Allah memberinya taufiq untuk mentaati-Nya, berusaha untuk menggapai ridha-Nya, selalu berjalan menempuh jalan kebaikan, bersama menaiki kendaraan orang-orang yang beruntung, sehingga pada akhirnya ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung.

Semua sifat kebaikan, kebajikan dan tanda-tanda keberuntungan terdapat pada seseorang yang terkenal dengan kebaikannya, dan semua orang mengetahui dan menyaksikan itu, dia adalah pendiri negara ini, pelaku kebangkitannya, yaitu Syaikh Zayed semoga Allah memberikannya kebaikan dan surga tempatnya, almarhum memulai perjalanan kebaikan dan kedermawanannya sejak almarhum memegang tampuk kepemimpinan sehingga menjadikan negara emirates tercatat dalam sejarah, dan setiap pencapaian di negara ini sebagai saksi dan bukti kebaikan Zayed maka beruntunglah orang yang telah dijadikan oleh Allah sebagai kunci pembuka kebaikan, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ... فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya ada diantara manusia yang menjadi kunci kebaikan dan penutup keburukan, maka beruntunglah orang yang telah dijadikan tangannya oleh Allah sebagai kunci pembuka kebaikan”(Ibnu Majah 237).

Hamba Allah ; diantara sirah penting syaikh Zayed adalah kepeduliannya terhadap manusia, dia telah menggunakan semua kemampuan negara dan kebaikannya untuk mengembangkan akal manusia dan melindungi raganya, sehingga terwujud kebangkitan yang menyeluruh di seantero negeri ini, pada akhirnya manusia Emirates mendapatkan ijazah keilmuan, pengalaman dan banyak pencapaian yang telah diraihnya.

Almarhum selalu berusaha untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kesadaran keagamaan, kemudian perhatiannya yang mendalam terhadap kitabullah, sehingga dibangunlah beberapa pusat untuk menghapal Quran sebagai pengamalan sabda Nabi Saw:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya" (Bukhari 5027).

Sebagaimana almarhum menaruh perhatian besar terhadap rumah-rumah Allah serta pembangunannya, hal tersebut berangkat dari keyakinannya terhadap firman Allah:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللَّهَ

“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah”(At Taubah (9) : 18), almarhum mendorong untuk membangun masjid-masjid, almarhum membangun masjid, mengawasinya dan juga shalat didalamnya dengan harapan mendapatkan pahala dan ridha Allah serta memakmurkan bumi ini dengan kebaikan, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِداً لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

“Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di surga”(Muslim 533).

Sekarang negara Emirates telah dipenuhi oleh beribu-ribu masjid tentu hal ini berkat pertolongan Allah, menara-menaranya terus meninggikan suara kebenaran, didalamnya terdapat dzikir kepada Allah, pelajaran agama dan keimanan terutama di bulan Ramadhan semakin sering terutama melalui mimbar agama yang disampaikan para ulama dari semua negara agar masyarakat Emirates dapat meneguk ilmu dan pengetahuan mereka, hal ini merupakan pemberian dan kebiasaan baik yang telah dilakukan oleh Al Marhum, Nabi Saw bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Muslim 1017).

Ini merupakan bukti cintanya pada ilmu dan ulama, serta kemauannya yang teguh untuk memajukan kebudayaan, menyebarkan metode moderat serta menanamkan nilai-nilai dan prinsip baik antar sesama manusia.

Kaum muslimin ; sejarah telah mencatat bahwa beliau merupakan pemimpin kemanusiaan yang bijak di era modern ini, ayah yang penuh kasih sayang, sandaran bagi pendatang, bagaimana tidak ? almarhum adalah orang yang selalu berusaha untuk membantu para fakir miskin dan menolong orang-orang yang membutuhkan, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ عَبَّادًا اخْتَصَّهُمْ بِالنِّعَمِ لِمَنَافِعِ الْعِبَادِ

“Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang dianugerahkan nikmat pada mereka agar mereka memberikan manfaat pada hamba-hamba-Nya” (At Thabrani dalam kitab Al Awsath 5/228).

Tangan kebaikannya serta usahanya menyebarkan kebaikan tidak terbatas didalam negara Emirates saja, akan tetapi melampaui negara-negara lainnya, banyak negara menjadi saksi atas kedermawannya, betapa banyak orang fakir yang telah terbantu, anak yatim yang terlindungi, dan orang yang membutuhkan yang terpenuhi kebutuhannya, sehingga banyak orang yang mencintainya, hal ini sebagai bukti cinta Allah kepadanya, Nabi Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْداً نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَناً فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِى جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَناً فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى أَهْلِ الأَرْضِ

“Sesungguhnya Allah Swt bila mencintai hamba-Nya memanggil Jibril seraya berfirman : sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia. Rasulullah bersabda : maka Jibril pun mencintai si fulan. Lalu, Jibril menyeru semua penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai si fulan. Nabi bersabda : maka, si fulan dicintai penduduk langit dan dia pun diterima oleh penduduk bumi” (Bukhari 7485).

Ya Allah berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu”(An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, dan ketahuilah bahwa perbuatan baik serta pencapaian besar ini masih terus berlangsung dengan pertolongan Allah, dan betapa banyak nikmat Allah yang tidak mampu dan tidak akan pernah kita mampu menghitungnya, negara Uni Emirates Arab sekarang telah berada pada tangga kemajuan dan pertumbuhan yang pesat, dan terus melangkah menuju pada kemakmuran, pembangunan dan pemberian, dan akan berlangsung terus untuk mewujudkan pencapaiannya yang agung, sehingga tujuan mulyanya terwujud dengan pertolongan dan rahmat Allah, Allah berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا

“Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira” (Yunus (10) : 58).

عبادَ اللهِ:إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِعليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ،وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًاويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَاا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1662


([1]الحشر : 18.
([2])الأحزاب : 56 .
([3])مسلم : 384.
([4])العنكبوت:45.

Khotbah Jum'at: BULAN RAMADHAN DAN AL-QUR'AN

Khotbah Jumat, 01 Ramadhan 1433 H / 20 Juli 2012 M

Khotbah Pertama

الحمدُ للهِ الذِي أنزلَ القرآنَ هُدًى للناسِ، وبيناتٍ مِنَ الهدَى والفرقانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ القائلُ سبحانَهُ :] فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْآنِ[([1]) وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ وصفِيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ القائلُ:« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعاً لأَصْحَابِهِ»([2]) فاللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ[([3]).

Kaum mukminin; sekarang kita berada dibawah rindangnya Ramadhan, kita merasa senang dengan kedatangannya, nikmatilah bulan agung ini, tamu mulya ini yang dikhususkan oleh Allah dengan amalan dan ibadah yang agung, keutamaan pahala dan ketinggian derajat, Rasulullah Saw bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

"Telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, Allah mewajibkan kalian berpuasa , pintu-pintu surga di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan yang kuat dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung) " (An Nasa'i 2106).

Puasa termasuk ibadah yang paling agung, pendekatan diri yang paling mulya dan dengannya terhapus keburukan, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq 'alaih). Dan Allah telah memberikan keistimewaan pada puasa dengan mengalamatkan puasa pada Dzatnya, sabda Nabi Saw:

قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Allah berfirman: “Setiap amalan anak Adam baginya kecuali puasa, maka sesungguhnya ia bagi-Ku dan Aku yang membalasnya” (Muttatafaq ‘alaih).

Maka perhatikanlah wahai hamba Allah, betapa Allah telah mengangkat derajat ibadah ini sehingga Dia langsung yang memberikan balasan orang yang berpuasa ? maka bersyukurlah kepada Allah yang telah memberikan Ramadhan kepada kita dan Allah memilih kita untuk beribadah di bulan Ramadhan, semoga Allah memberikan pertolongan pada kita agar mampu berpuasa dan qiyamul lail didalamnya.

Kaum muslimin ; karena keagungan dan keberhkahan malam-malam bulan ini, maka Allah memilihnya sebagai tempat nuzulul Quran, Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ القُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) (Al Baqarah (2) : 185).

Nuzulul Quran pada bulan yang penuh berkah ini terdapat banyak pertanda dan pelajaran yang dapat menghidupkan hati dan membangkitkan pemikiran, yang mengharuskan penghayatan dan penelitian, maka orang yang menalar akan mendapatkan bahwa Ramadhan dan Quran mempunyai kesamaan dalam beberapa hal, keduanya bertujuan untuk memewujudkan tujuan syariat yang mulya yaitu hidayah dan takwa, perhatikan firman Allah mengenai Al Quran:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan didalamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Baqarah (2) :2), dan bacalah firman Allah mengenai puasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Al Baqarah (2) : 183).

Dengannya tugas Quran dan puasa untuk mewujudkan takwa pada jiwa orang yang berpuasa saling melengkapi. Sebagaimana puasa dan membaca Quran termasuk salah satu amalan yang utama yang dapat memberikan syafaat kepada pelakunya di akhirat, Rasulullah Saw bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ. قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ

“Puasa dan Quran akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat puasa akan berkata : “Wahai Rabbku aku menghalangi dari makan dan syahwat berilah dia syafaat karenaku, Quran pun berkata: “Aku telah menghalangi dari tidur di malam hari berilah dia syafaat. Rasulullah Saw bersabda: “maka keduanya memberi syafaat" (Ahmad 6785).

Dan hubungan yang indah antara puasa dan Quran adalah bahwa puasa merupakan sebab dalam penjernihan jiwa, kehidupan hati dan pemikiran, inilah beberapa perkara yang sangat penting yang dibutuhkan oleh pembaca Quran agar ia dapat terpandu pada arti dan hikmahnya, sehingga terwujud dengan puasa arti sebuah penghayatan seperti disebutkan dalam firman Allah:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (Shad (38) : 29).

Kaum mukminin ; Allah telah menjamin cara mudah untuk menghapal Quran, diantara penyebabnya adalah selalu membacanya, firman Allah:

وَرَتِّلِ القُرْآنَ تَرْتِيلاً

“Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan”(Al Muzzammil (73) : 4), dan bulan Ramadhan merupakan bulan Quran, orang-orang shaleh telah menghayati makna ini, sehingga mereka sangat perhatian sekali untuk selalu membacanya di bulan Ramadhan, sebagian mereka menghatamkannya beberapa kali pada bulan Ramadhan.

Maka bersungguh-sungguhlah –wahai hamba Allah- untuk membaca Quran dan menghapalkannya, menghayati dan memahaminya serta menerapkan hukum-hukum dan hidayahnya.

Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk selalu membaca Quran di malam dan di siang hari dengan mengharap ridha-Mu, ya Allah terimalah puasa dan ibadah kami, ya Allah berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبد
ُ
هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah wahai hamba Allah, serta rasakan pengawasan-Nya sebagaimana seorang hamba yang meyakini akan menjumpai-Nya, ketahuilah bahwa qiyamul lail dibulan Ramadhan merupakan amalan yang selalu dilakukan oleh nabi Saw dan dijanjikan pahala dan keutamaan yang besar bagi orang yang melakukannya, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa melakukan ibadah di malam ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala niscaya diampuni baginya dosa yang telah lalu" (Muttafaq 'alaih). Dan termasuk qiyam ramadhan adalah shalat tarawih yang dilakukan di masjid. Dan ibadah yang paling utama untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Tuhannya setelah shalat fardhu adalah shalat malam, Rasulullah Saw:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Sebaik-baiknya shalat setelah shalat faridhah adalah shalat malam" (Muslim 1163). Bulan Ramadhan merupakan kesempatan untuk membiasakan diri pada ibadah mulya ini terutama bahwa seorang muslim bangun malam untuk makan sahur, maka gunakanlah kesempatan pada bulan ini dengan berpuasa sebaik-baiknya, berusaha untuk bangun shalat malam, agar kalian mendapatkan keutamaan Allah, ampunan dan ridha-Nya.

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([4]) وقالَ رسولُ اللهِعليه الصلاة والسلام :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([5])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تُوفِّقَنَا لتلاوةِ القرآنِ الكريمِ والصيامِ والقيامِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ العظيمَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجِلاءَ أحزانِنَا، وَذَهَابَ همومِنَا، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا منْهُ مَا نُسِّينَا، وعلِّمْنَا منْهُ مَا جَهِلْنَا، وارزُقْنَا تلاوتَهُ آناءَ الليلِ وأطرافَ النهارِ علَى الوجهِ الذِي يُرضِيكَ عنَّا. اللَّهُمَّ اجعَلْنَا مِمَّنْ يُحلُّ حلالَهُ ويُحرِّمُ حرامَهُ، ويتلُوهُ حقَّ تلاوتِهِ.
اللَّهُمَّ اجعَلْنَا مِنْ أهلِ القرآنِ الذينَ هُمْ أهلُكَ وخاصَّتُكَ يَا أرحمَ الراحمينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّاوأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([6]).


([2]) مسلم : 804 .
([3]) آل عمران :102.
([4]الأحزاب : 56 .
([5]) مسلم : 384.
([6]العنكبوت :45.