Friday, March 2, 2018

Khotbah Jum'at: RELAWAN

Khotbah Jumat, 25 Jumadits Tsaniyah 1435 H / 25 April 2014
Relawan
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، شَكَرَ عِبَادَهُ الْمُتَطَوِّعِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:(وَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ)([1])نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ أَسْبَغَ عَلَيْنَا نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً، ومَا أَنْفَقَ عَبْدٌ شيئًا إِلَّا أخْلَفَهُ، وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، بَشَّرَ أهلَ البذلِ والمعروفِ بِفَضْلٍ مِنْ ربِّنَا الْكَرِيمِ الرؤوفِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى، قَالَ عَزَّ وَجَلَّ :] وَتَعَاوَنُوا عَلَى البِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ العِقَابِ[([2])
Kaum muslimin : sesungguhnya sebagian dari hamba Allah menjadi kunci pembuka kebaikan, yang dianugerahkan oleh Allah pada mereka kebaikan kemudian mereka menginvestasikannya dalam ketaatan, mereka diberikan kesehatan kemudian digunakan untuk perbuatan shaleh, mereka ruku' dan sujud kepada Tuhan mereka dan mereka juga selalu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan itu, Allah Swt berfirman :
يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ
"Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya" (Al Mukminun 23 : 61). Allah Swt telah menciptakan manusia dan membebaninya, diperintahkan untuk memakmurkan bumi dan menjadi khalifah disana, diperintahkan padanya untuk berbuat baik pada sesama, dan dijadikannya sebagai salah perbuatan baik yang dapat mendekatkan diri pada Tuhan semesta alam, dan menjadi penyebab keberuntungannya di dunia dan akhirat, Allah Swt berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan" (Al Hajj 22 : 77). Para ulama berpendapat bahwa pada ayat ini terdapat semua jenis kebaikan, diantaranya adalah berlaku baik terhadap makhluk Allah, mengasihi orang fakir miskin dan orang yang membutuhkan, bersedekah dan berkata baik.
Bekerja suka rela untuk sesama manusia, seperti memberikan bantuan, memenuhi kebutuhan mereka, menjauhkan mereka dari kemudaratan, meringankan beban musibah mereka, baik dengan bantuan material dan spiritual, semua itu dilakukan untuk mendapatkan ridha Allah, Allah Swt berfirman :
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لاَ نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلاَ شُكُوراً
"Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih" (Al Insan 76 : 9).Artinya bahwa : kami memberi makan kalian hanya mengharap pahala dan ridha Allah, oleh karena itu mereka tidak mengharap balasan dari siapa pun atas perbuatan mereka, dan Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, sehingga mereka berhak mendapatkan pujian itu. (Tafsir Ibnu Katsir 8 : 289)
Hamba Allah : sesungguhnya kerja suka rela merupakan kerja kemanusiaan yang diperuntukkan untuk sesama manusia, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, inilah pesan Nabi Saw ketika beliau kembali ke rumah Khadijah setelah beliau didatangi oleh Jibril AS di gua Hira', kemudian beliau berkata pada istrinya :
لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي». فَقَالَتْ خَدِيجَةُ رضي الله عنها: كَلاَّ وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَداً، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ
“Sungguh Aku khawatir terhadap diriku, Khadijah berkata : Tidak, sekali-kali tidak, Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya, karena engkau penyambung silaturahim, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memulyakan tamu dan menolong untuk kebenaran" (Muttafaq 'alaih)
Nabi Musa AS bekerja suka rela dengan membantu memberi minum ternak kedua putri Syuaib AS, ketika Nabi Musa melihat keduanya tidak mampu melakukannya, Allah Swt berfirman :
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لاَ نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ* فَسَقَى لَهُمَا
"Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya"Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya" (Al Qashash 28 : 22-23). Contoh lain Dzul Qarnain yang membangun bendungan antara dua gunung dengan suka rela dan ia tidak meminta upah dari siapa pun atas perbuatannya itu, Allah Swt berfirman :
قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجاً عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
"Mereka berkata: "Hai Dzul Qarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka? (Al Kahf 18 : 94)
Ia menolak untuk menerima upah dari mereka, bahkan ia lakukan itu dengan suka rela, Allah Swt berfirman :
مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْماً
"Dzul Qarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka" (Al Kahf 18 : 95). Artinya bantulah aku dengan tenaga kalian dan peralatan kalian untuk membangun. (Tafsir Ibnu Katsir 5/195)
Para sahabat Nabi Saw menyadari dan memahami nilai kerja suka rela dalam kebajikan, sehingga mereka bersegera untuk melakukan tindakan yang kekal pahalanya, sehingga mereka berhak mendapatkan kemulyaan dan pujian, sebagai contoh Abu Bakar RA rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk menolong sesamanya, ia juga rajin berbuat kebajikan, dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah Saw bertanya :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِماً؟». قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه: أَنَا.قَالَ:« فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً؟». قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه: أَنَا. قَالَ:« فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِيناً؟». قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه: أَنَا. قَالَ:« فَمَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضاً؟». قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه: أَنَا . فَقَالَ r:« مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Siapa diantara kalian yang puasa hari ini ? Abu Bakar menjawab : Aku. Siapa diantara kalian yang mengantar jenazah hari ini ? Abu Bakar menjawab : Aku. Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit ? Abu Bakar menjawab : Aku. Rasulullah bersabda : Tidak terkumpul semua amalan tersebut, kecuali ia masuk surga” (Muslim 1028)
Kaum muslimin : agama kita mengajarkan kita kerja suka rela, dengan beragam caranya, Rasulullah Saw bersabda :
:« عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ». فَقَالُوا: يَا نَبِىَّ اللَّهِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ:« يَعْمَلُ بِيَدِهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ:« يُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ.قَالَ:« فَلْيَعْمَلْ بِالْمَعْرُوفِ، وَلْيُمْسِكْ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهَا لَهُ صَدَقَةٌ»
"Setiap muslim harus bersedekah. Mereka bertanya : Wahai Nabi Allah, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki harta ? Beliau bersabda : Bekerjalah dengan tangannya sehingga ia bermanfaat bagi dirinya lalu bersedekah. Mereka bertanya lagi : Bagaimana kalau ia tidak punya ? Beliau bersabda : Membantu orang yang membutuhkan lagi meminta pertolongan. Mereka bertanya lagi : Kalau tidak bisa ? Beliau bersabda: Hendaklah ia melakukan kebajikan dan menahan diri dari keburukan, karena sesungguhnya ia mendatangkan pahal sedekah baginya (Muttafaq 'alaih) Semua perbuatan atau ucapan baik yang dilakukan oleh seseorang dengan suka rela karena Allah, maka Allah membalasnya dengan pahala sedekah,(Fathul Bari 3/208) dan pada hari kiamat menjadi pahala mendekatkan diri pada Allah dan mengangkat derajat pelakunya, Allah Swt berfirman :
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَى إِلاَّ مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الغُرُفَاتِ آمِنُونَ
"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)" (Saba' 34 : 37)
Hamba Allah : sesungguhnya pekerjaan suka rela akan membuat masyarakat semakin merekat, semakin saling menyayangi dan mengasihi, Rasulullah Saw bersabda :
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam" (Bukhari 5552). Ketika seorang fakir, miskin, anak yatim dan para janda merasa bahwa mereka hidup dalam lingkungan masyarakat yang kuat solidaritasnya, serta kerja suka rela menjadi kontribusi setiap individunya, maka akan bangkit rasa cinta mereka terhadap anggota masyarakat lainnya, sehingga mereka akan selalu berterima kasih atas perbuatan baik sesamanya, dari Abu Dzar RA berkata :
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ r أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ مِنَ الْخَيْرِ وَيَحْمَدُهُ النَّاسُ عَلَيْهِ؟ قَالَ:« تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ
"Rasulullah Saw ditanya mengenai : bagaimana pendapat engkau tentang orang yang mengerjakan suatu amal kebaikan dan orang lain memujinya ? Beliau menjawab : Itu merupakan kabar gembira bagi orang mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia" (Muslim 2642). Dan tugas suka rela ini semakin diperlukan terutama pada masa-masa darurat atau saat terjadi musibah yang datang tiba-tiba, sehingga para relawan yang bertugas dengan penuh tanggung jawab, menghamparkan harapan dan kasih sayang pada seluruh korban, mencoba menghilangkan kesedihan dan kegundahan yang menimpa mereka, berusaha menolong mencarikan jalan keluar pada mereka, dan semua itu sebagai gambaran atas keberkahan kemanusiaan, sehingga siapa pun dapat menikmati dan merasakan arti pemberian, dan relawan dengan pikiran dan tenaganya berusaha untuk membantu dengan jiwa yang besar dan ketegaran, apakah tidak balasan kebaikan kecuali kebaikan dan balasan amalan tergantung dari amalan yang diperbuat, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
"Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya" (Muslim 2699)
Ya Allah sambungkanlah kami dengan kebaikan, dan sampaikan kebaikan pada kami, dan berilah kami tambahan dari keutamaan-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Dermawan dan Maha Mulya dan berilah kami selalu taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صلى الله عليه وسلم
Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah pada Allah wahai hamba Allah dengan sebenar-benarnya takwa, merasalah diawasi dalam keramaian dan kesendirian dan ketahuilah bahwa kerja suka rela merupakan salah satu pondasi dasar dalam bangunan masyarakat, ia termasuk salah satu ciri kemajuannya dan sebagai bukti seberapa jauh anggota masyarakat turut andil dalam membangun sistem sosial, dan UAE telah menterjemahkan nilai-nilai mulya tersebut, sehingga ia terus menjadi pengulur tangan terhadap setiap orang yang tertimpa musibah, sehingga negara kita baik pemerintah maupun rakyatnya menjadi simbol kebaikan, maka setiap kali Anda berkunjung ke satu negara di dunia ini maka akan di dapati nama baik negara kita disana, sentuhan kemanusiaan pasti melekat pada setiap penduduk atas kerja suka rela yang dilakukan oleh para relawan negara ini dalam membantu sesama, sehingga akhirnya UAE mendapatkan peringkat pertama di dunia dalam proses bantuan kemanusiaan. Oleh karena itu, hendaknya seluruh penduduk negara ini bergabung dalam kerja kemanusiaan suka rela melalui insitutisi resmi yang terpercaya seperti Bulan Sabit Merah Emirates dan lainnya, agar mereka mampu menggunakan waktu luang mereka, agar mereka mampu mendapatkan kasih sayang dan penghargaan dari sesama, agar bertambah kesatuan masyarakat mereka, agar semakin dalam hubungan kasih sayang antara mereka, sehingga sejarah baik kedermawanan para pendahulu kita tetap terjamin, dan ini sebagai penterjemahan atas keloyalan mereka terhadap negaranya, serta sebagai bentuk perlombaan dalam kebaikan dengan keikhlasan hanya pada Tuhan mereka, Allah Swt berfirman :
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
"Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba" (Al Muthaffifin 83 : 26)
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([3]) وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([4])اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابِةِ الأَكْرَمِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ لَنَا وَلِوَالدينَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ، وَلاَ مَرِيضًا إِلاَّ شَفَيْتَهُ، وَلاَ مَيِّتًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد، وَأَدِمْ عَلَيْهِ مَوْفُورَ الصِّحْةِ وَالْعَافِيَةِ، وَاجْعَلْهُ يَا رَبَّنَا فِي حِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ احْفَظْ دَوْلَةَ الإِمَارَاتِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْعَالَمِينَ([5]).اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ] وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([6])

Khotbah Jum'at: SHOLAT NAWAFIL

Khotbah Jumat, 14 Jumadil Akhirah 1439 H/02 Maret 2018 M

Shalat Nawafil

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَرَضَ الصَّلَاةَ عِمَادَ الطَّاعَاتِ، وَشَرَعَ النَّوَافِلَ زِيَادَةً للْحَسَنَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى رَبِّهِ وَعَبَدَ، وَرَكَعَ لِلَّهِ وَسَجَدَ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى😦 إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ* آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ)([1]).

Kaum muslimin : sesungguhnya Allah mewajibkan shalat lima waktu pada kita sehari semalam, dan kita diperintahkan untuk memeliharanya, Allah berfirman :

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusu’” (Al Baqarah 2 : 238). Barang siapa memelihara shalat tepat waktunya, menyempurnakan rukun dan khusu’nya, maka Allah akan mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga, Rasulullah Saw bersabda :

خَمْسُ صَلَوَاتٍ افْتَرَضَهُنَّ اللَّهُ تَعَالَى، مَنْ أَحْسَنَ وُضُوءَهُنَّ وَصَلَّاهُنَّ لِوَقْتِهِنَّ، وَأَتَمَّ رُكُوعَهُنَّ وَخُشُوعَهُنَّ كَانَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ

“Shalat lima waktu yang telah diwajibkan oleh Allah, barang siapa memperbagus wudhunya dan mengerjakan tepat waktunya, menyempurnakan ruku’nya dan khusu’nya, maka Allah bernjanji untuk mengampuninya” (Abu Daud 425)

Dan sesungguhnya diantara pemberian Allah pada kita, bahwa Dia mensunnahkan shalat nawafil sebagai penyempurna shalat fardhu, Rasulullah Saw bersabda :

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ كَانَ أَتَمَّهَا كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ أَتَمَّهَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَتُكْمِلُونَ بِهَا فَرِيضَتَهُ؟

“Perkara pertama yang akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya, maka dicatat sempurna, dan bila tidak, maka Allah berfirman pada malaikat-Nya : perhatikan, apakah kalian mendapatkan pada hamba-Ku shalat sunnah yang dapat dijadikan penyempurna shalat fardhunya?” (Abu Daud 864, An Nasa’i 465, At Tirmidzi 413, Ibnu Majah 1426 dan Ahmad 16949). Ini merupakan anjuran untuk memperbanyak shalat nawafil, Rasulullah Saw berkata pada Tsauban RA :

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud, karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu” (Muslim 488). Yang dimaksud dengan sujud adalah shalat (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 2/238)

Para jamaah shalat : lalu apa saja shalat nawafil yang disunnahkan oleh Nabi Saw ?

Yang pertama sunnah rawathib, yaitu shalat-shalat sunnah yang dilakukan setelah atau sebelum shalat fardhu, Rasulullah Saw menganjurkan kita agar menjaganya, disebutkan dalam sabdanya :

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Tidak satupun hamba muslim yang menunaikan shalat karena Allah setiap hari sebanyak dua belas rakaat sunnah selain shalat wajib, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga” (Muslim 728).

Rasulullah Saw menjelaskan bilangan shalat sunnah rawatib, yaitu :

أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Empat rakaat sebelum shalat Dhuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah shalat Maghrib, dua rakaat setelah shalat Isya’ dan dua rakaat sebelum shalat Fajr” (At Tirmidzi 414, An Nasa’i 1794 dan Ibnu Majah 1140)

Seorang muslim memulai harinya dengan melakukan shalat nafilah, seperti shalat dua raka’at sebelum shalaf fajr, karena keutamaannya sangat besar dan tidak baik untuk ditinggalkan, dan karena pahalanya sangat agung dan tidak boleh dilupakan, Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat fajr lebih baik dari dunia dan isinya” (Muslim 725). Dalam riwayat lain :

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Sungguh kedua rakaat tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya” (Muslim 725). Oleh karenanya Rasulullah Saw bersegera menunaikannya, Aisyah RA berkata :

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ r فِي شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Aku belum pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding shalat sunnah dua rakaat sebelum fajr” (Muslim 724).

Sebagaimana Nabi Saw selalu menunaikan shalat empat rakaat sebelum shalat Dhuhur, dari Aisyah RA :

أَنَّ النَّبِيَّ r كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ

“Sesungguhnya Nabi Saw tidak meninggalkan empat rakaat sebelum shalat Dhuhur” (Bukhari 1182).Beliau tidak pernah meninggalkan untuk menunaikan dua rakaat setelah shalat Dhuhur, dari Ali RA berkata :

كَانَ النَّبِيُّ r يُصَلِّي قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ

“Nabi Saw shalat sebelum shalat Dhuhur empat rakaat dan setelahnya dua rakaat” (At Tirmidzi 424).

Dan barang siapa yang menginginkan pahala dan keutamaan yang lebih banyak serta mendapatkan surga sebagai balasannya, maka hendaklah ia menunaikan shalat sunnah empat rakaat setelah shalat Dhuhur, Nabi Saw bersabda :

مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا أَرْبَعًا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Barang siapa shalat sebelum Dhuhur empat rakaat dan setelahnya empat rakaat, maka Allah mengharamkan dari neraka” (Abu Daud 1269, At Tirmidzi 427, An Nasa’i 1814 dan Ibnu Majah 1160)

Saudaraku yang rajin menunaikan shalat nafilah : diantara nawafil yang selalu dilakukan oleh Nabi Saw adalah dua rakaat setelah Maghrib, dari Ibnu Umar RA bahwa :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r كَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ

“Sesungguhnya Rasulullah Saw menunaikan shalat dua rakaat setelah shalat Maghrib di rumahnya” (Bukhari 1180). Hendaknya seorang muslim menunaikan keduanya di masjid, di rumahnya, atau dimana saja ia menunaikan shalat Maghrib.

Dan Umar RA selalu berusaha untuk belajar shalat nawafil dan mengikutinya, disebutkan bahwa ia RA shalat bersama Nabi beberapa shalat nawafil, diantaranya :

سَجْدَتَانِ بَعْدَ الْعِشَاءِ

“Dua sujud setelah shalat Isya’” (Muttafaq ‘Alaih).Maksudnya dua rakaat setelah shalat Isya’ (Umdatul Qori 7/234)

Itulah sebagian sunnah-sunnah rawatib, peliharalah, karena sesungguhnya shalat-shalat nawafil mendatangkan manfaat dan faedah yang sangat besar, maka barang siapa mengajaganya maka Allah akan mencintai, memberinya taufiq dan Allah akan menjaga dan memudahkan urusannya, Allah berfirman dalam hadits Qudsy :

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

“Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri pada-Ku dengan sesuatu yang Aku cintai melebihi daripada ibadah yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan nawafil sehingga Aku mencintainya, jika Aku mencintaninya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya, dan bila ia memohon perlindungan kepada-Ku, maka Aku akan melindunginya” (Bukhari 6502).Dan dengan memperbanyak melakukan shalat nawafil, maka jiwa, hati dan ruh menjadi bersih, dan dengannya seorang mukmin akan menikmati kehidupan yang tenang dan tenteram, dan ia akan menjumpai Tuhannya dengan membawa shalat wajib yang dilakukan dengan sempurna dan shalat nawafil yang melimpah, sehingga Allah akan memasukkannya ke dalam rahmat-Nya dan membukakan baginya pintu-pintu surga-Nya.

Ya Allah, berilah kami pertolongan untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik kepada-Mu danberilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : sesungguhnya shalat nawafil termasuk kebaikan yang dapat dijadikan simpanan amalan seseorang, ia dapat menunaikannya di masjid atau di rumah sebagai bentuk pengamalan sabda Rasulullah Saw :

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا

“Jika seseorang selesai menunaikan shalat di masjid, maka jadikan sebagiannya (shalat sunnah) di rumahnya, karena sesungguhnya Allah menjadikan dari shalat di rumahnya kebaikan”(Muslim 778). Maksudnya ketika kalian shalat fardhu di masjid, maka tunaikan sebagian shalat nawafil di rumah kalian, agar anak-anak dan isteri kalian mencontoh, yang kecil belajar dan yang besar teringatkan, serta rahmat dan malaikat diturunkan di rumah tersebut (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 6/68).

Mari bersama menunaikan shalat nawafil, agar pahala besar digapai !

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الأَوْفِيَاءَ،وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ زِدِ الإِمَارَاتِ بَهْجَةً وَجَمَالاً، وَاكْتُبْ لِمَنْ غَرَسَ فِيهَا هَذِهِ الْخَيْرَاتِ الأَجْرَ وَالْحَسَنَاتِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.



Khotbah Jum'ar: BISMILLAH

Khotbah Jumat, 07 Jumadil Akhirah 1439 H/23 Februari 2018 M

Bismillah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، سُبْحَانَكَ نَحْمَدُكَ يَا مَالِكَ يَوْمِ الدِّينِ،وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، يَا مَنْ أَكْرَمْتَنَا وَهَدَيْتَنَا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اخْتَارَهُ اللَّهُ تَعَالَى لِرِسَالَتِهِ، وَخَتَمَ بِهِ نُبُوَّتَهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَسُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا)([1]).

Para jamaah shalat : sesungguhnya nama Allah diagungkan oleh hati, dan nama Allah memiliki keagungan dan wibawa tersendiri pada jiwa, Allah berfirman :

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ

“Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia” (Ar Rahman 55 : 78). Maksudnya bahwa nama Tuhanmu suci dan memiliki keagungan dan kebesaran, dan Dia pantas ditaati dan tidak tidak boleh bermaksiat kepada-Nya dan hendaknya Dia selalu diingat dan tidak dilupakan (Tafsir Ibnu Katsir 7/510)

Salah satu cara pengagungan Allah adalah dengan memulai segala sesuatu dan perbuatan dengan menyebut nama-Nya, inilah yang diajarkan oleh para Nabi, Nuh AS berkata pada orang-orang yang dibawanya diatas kapal :

اركبوا فيها بسم الله مجراها ومرساها إن ربي لغفور رحيم

“Dan Nuh berkata : Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Hud 11 : 41).Maksudnya bacalah Bismillah saat berlayar diatas lautan dan bacalah Bismillah saat berlabuh (Tafsir Ibnu Katsir 4/322)

Dan ketika Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Ratu Saba’, ia menulis :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ* أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (An Naml 27 : 30-31).Seorang ulama berkata : dan belum pernah ada seorang pun yang menulis : Bismillahir Rahmanir Rahim sebelum Nabi Sulaiman AS(Tafsir Ibnu Katsir 6/188)

Dan Allah mewahyukan pada Nabi kita Muhammad Saw agar mendahulukan Nama Allah dalam segala perbuatan dan sebelum menunaikan semua tugas-tugasnya (Tafsir Ibnu Katsir 1/114). Allah berfirman pada awal ayat yang diturunkan :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan” (Al Alaq 96 : 1).Maksudnya : bacalah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Al Quran dimulai dengan menyebut nama Tuhanmu (Tafsir At Thabari 20/119). Karenanya Nabi Saw memerintahkan untuk menulis “Dengan nama Allah” pada setiap surat atau perjanjian (rujuk hadits Bukhari 7, Muslim 1773 dan Abu Daud 3062)

Lalu apa yang dimaksud dengan Bismillahir Rahmanir Rahim ?

Maksudnya bahwa setiap muslim hendaknya memulai pekerjaannya dengan meminta pertolongan Allah, dan Basmalah mengandung tiga Asmaul Husna; yaitu Allah, Ar Rahman dan Ar Rahim, dan Allah mengumpulkan tiga Asma-Nya tersebut dalam satu ayat ini :

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Al Hasyr 59 : 22). Dan lafdhul Jalalah “Allah” merupakan Asmaul Husna yang paling banyak disebut di dalam Al Quran, dan ia merupakan nama yang lengkap bagi setiap nama dan sifat-Nya, sebagian ulama berpendapat bahwa ia merupakan nama Allah yang agung (Ismullah Al A’dham), dimana bila memohon dengan-Nya akan diberi, bila berdoa dengan-Nya akan dikabulkan, tidak seorang pun yang menamakan dirinya dengan nama ini, dan tidak dipanggil dengannya melainkan Allah semata, Allah berfirman :

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

“Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah) ? (Maryam 19 : 65). Begitu juga dengan nama Allah Swt (Ar Rahman), ini juga merupakan nama yang khusus bagi Allah, tidak dinamakan dan tidak disifatkan dengannya selain Allah (An Nihayah fi Ghariibil Hadits Wal Atsar karangan Ibnul Atsir 2/210). Dua nama ini (Allah dan Ar Rahman) terkumpul dalam satu ayat dalam Al Quran :

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمنَ أَيًّا ما تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى

“Katakanlah : serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik)” (Al Isra’ 17 : 110). Arti Ar Rahman adalah pemilik kasih untuk semua dan tidak ada tandingannya, sedangkan Ar Rahim adalah pemilik kasih sayang yang khusus diperuntukkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, Allah berfirman :

وَكانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (Al Ahzab 33 : 43)

Wahai orang yang senang memperbanyak dzikir : Allah berfirman :

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang” (Al Insan 76 : 25). Dan Nabi Saw telah mengajarkan kita agar memulai hari-hari kita dengan membaca Basmalah, disebutkan dalam sabdanya :

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Barang siapa membaca di pagi hari : dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, sebanyak tiga kali, maka tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga malam hari, dan bila membacanya di sore hari, maka tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga pagi hari” (Ahmad 528 dan Ibnu Hibban 852). Dengan menyebut nama Allah, maka kau akan mendapatkan perlindungan Allah, bila kau keluar rumah, maka bacalah Basmalah, agar Allah melindungimu, Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. فَيُقَالُ لَهُ: حَسْبُكَ، هُدِيتَ وَوُقِيتَ وَكُفِيتَ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Maka dikatakan padanya : cukuplah bagimu, kamu telah mendapat petunjuk dan perlindungan dan kecukupan” (Abu Daud 5095, At Tirmidzi 3426 dan An Nasa’i dalam kitab Al Kubra 9837)

Saat mengendarai kendaraan, bacalah Bismillah tiga kali dan Alhamdulillah, kemudian bacalah :

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ* وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

“Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami” (Az Zukhruf 43 : 13-14).Dengan doa itu semua, ia akan berada dalam lindungan dan penjagaan-Nya.

Ketika kembali pulang ke rumah keluargamu, maka bacalah Bismillah, Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ حِينَ يَدْخُلُ وَحِينَ يَطْعَمُ قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ هَا هُنَا. وَإِنْ دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عِنْدَ مَطْعَمِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Bila seseorang memasuki rumahnya, sambil menyebut nama Allah saat memasukinya dan saat makan, maka syetan berkata : tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam disini. Dan bila ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah saat memasukinya, ia berkata : sekarang kalian mendapatkan tempat bermalam. Dan bila ia tidak menyebut nama Allah saat makan, ia berkata : kalian mendapat tempat bermalam dan makan malam” (Muslim 2018 dan Ahmad 15109)

Tentu wahai hamba Allah : sesungguhnya ucapan “Bismillah” kalian saat makan termasuk ajaran Nabi Saw dan barang siapa lupa membaca Basmalah diawal makan, maka hendaknya ia membaca doa; Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، فَإِنْ نَسِيَ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Bila seorang diantara kalian makan, maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada permulaan makan, maka bacalah : Bismillah untuk awal dan akhirnya” (Abu Daud 3767, At Tirmidzi 1858 dan Ahmad 26292)

Ya Allah, jadikanlah kami golongan orang-orang yang selalu berdzikir menyebut Asma-Mu, bersyukur terhadap nikmat-Mu danberilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّسَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىسَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : berusaha untuk selalu berdzikir dengan Asma Allah dalam segala kondisi kehidupan kalian, mengajarkan hal tersebut pada anak-anak kalian serta mulailah setiap ibadah kalian dengan menyebut Asma-Nya, Rasulullah Saw memulai wudlu dengan Bismillah, saat menyembelih Hadyu dan hewan qurban, dan Rasulullah Saw mengajarkan kita agar menutup hari kita dengan Bismillah sebagaimana saat memulainnya, disebutkan dalam sabdanya :

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ فِرَاشَهُ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ ثَوْبِهِ -أَيْ بِطَرَفِ ثَوْبِهِ- ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَلْيَقُلْ: بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

“Bila salah satu dari kalian hendak berangkat tidur, hendaknya ia mengibaskan ujung kainnya tiga kali dan berdoa : Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhanku aku baringkan pinggangku dan mengangkatnya, bila Engkau menahan diriku, maka ampunilah dan jika Engkau melepaskannya, maka lindungilah sebagaimana Engkau melindungi hamba-hamba-Mu yang shalih” (Muttafaq ‘Alaih)

Marilah kita bersama selalu membaca Basmalah dalam segala urusan kehidupan harian kita

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الأَوْفِيَاءَ،وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ زِدِ الإِمَارَاتِ بَهْجَةً وَجَمَالاً، وَاكْتُبْ لِمَنْ غَرَسَ فِيهَا هَذِهِ الْخَيْرَاتِ الأَجْرَ وَالْحَسَنَاتِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.