Friday, December 20, 2019

Khotbah Jum'at: RUMAH SEBAGAI TEMPAT TINGGAL DAN KETENTRAMAN

 Khotbah Jumat, 23 Rabiul Akhir 1441 H/ 20 Desember 2019 M

Rumah sebagai Tempat Tinggal dan Ketentraman

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَنَا الْبُيُوتَ فَضْلًا مِنْهُ وَمِنَّةً، وَجَعَلَهَا لَنَا سَكَنًا وَرَحْمَةً، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، 

فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)( ).

Para Jamaah Shalat yg Budiman... 

Allah SWT berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal” (An Nahl 16 : 80). Ayat ini menerangkan bahwa Allah menganugerahkan kita nikmat rumah yang dihuni oleh kedua orang tua dan putra-putri kita, rumah adalah tempat tinggal, rumah adalah tempat kebahagiaan, rumah adalah tempat dimana manusia menikmati ketentraman, cinta, kasih sayang dan kenyamanan, itu semua merupakan tujuan utama didirikannya rumah dan rumah tangga, Allah Swt berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar Rum 30 : 21).

 Lalu, bagaimana kita dapat menggapai ketentraman dan kedamaian dalam rumah kita ?

Hamba Allah yang Mulia...

Sesungguhnya seorang mukmin yang memasuki rumahnya dengan berdzikir kepada Tuhannya, maka Allah akan melindunginya dari syetan, melindunginya dan keluarganya dari godaan, keburukan dan fitnah syetan, melindungi dalam makanan dan minuman, saat tidur dan saat terbangun, Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ

“Bila seseorang memasuki rumahnya, lalu ia berdzikir kepada Allah saat masuk rumah dan saat makannya. Syetan itu berkata : tidak ada tempat tidur dan tidak ada makan malam bagi kalian” (Muslim 2018). 

Maksudnya : syetan berkata kepada sesamanya : Allah telah melindungi orang tersebut dan rumahnya dari kalian, dengan dzikir dan permohonannya kepada Allah. Bila seorang mukmin beristiqomah dalam dzikir, dalam membaca dan menyimak Al Quran, maka Allah akan membangkitkan kehidupan dalam rumahnya, Rasulullah Saw bersabda :

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ؛ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah dan yang tidak disebut nama Allah didalamnya, bagaikan hidup dan mati” (Muslim 779).

 Rumah yang mendapatkan keberkahan serta penghuninya menikmati kehidupan yang baik, semua itu disebabkan oleh dzikir mereka kepada Tuhan semesta alam dan rajin membaca Al Quran didalam rumah tersebut. Dan diantara surah yang dapat melindungi rumah seseorang adalah surah Al Baqarah, Nabi Saw bersabda :

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَدْخُلُ بَيْتًا تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Bacalah surah Al Baqarah di rumah kalian, karena sesungguhnya syetan tidak masuk ke rumah yang dibacakan surah Al Baqarah didalamnya” (Syu’bul Iman, karangan Al Baihaqi 2/453)

Selanjutnya bila seorang mukmin menunaikan sebagian ibadah (shalat sunah) di rumahnya, maka rumah itu akan terlindungi, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, dimana beliau menunaikan sebagian shalatnya di rumahnya, beliau bersabda :

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ

“Jadikanlah sebagian shalat ditunaikan di rumah kalian” (Muttafaq ‘Alaih). Lalu dijelaskan oleh beliau mengenai keutamaan shalat di rumah :

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ، إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Shalatlah wahai manusia di rumah kalian, karena sebaik-baiknya shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat maktubah” (Muttafaq ‘Alaih).

 Sebagai pertanda baik ketika ia shalat sunat di rumah bahwa rumah seorang mukmin juga ikut menjadi saksi atas ketaatannya disamping ketaatan yang ditunaikan di masjid, dan para malaikat akan berbondong-berbondong menuju rumahnya dan keluarganya akan mendapatkan kebahagiaan, melimpahnya pahala dan keberkahan (Faidhul Qadir 1/535). Nabi Saw bersabda :

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ؛ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا

“Bila seseorang telah menunaikan shalatnya di masjid, maka hendaklah ia memberi jatah shalat di rumahnya, karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dalam rumahnya melalui shalatnya” (Muslim 778).

 Dan diantara kebaikan itu adalah ia kan menjadi teladan bagi keluarganya dan sebagai pelipat ganda pahala dan balasanya, karena sesungguhnya Allah melipatgandakan pahala shalat nafilah yang dilakukan di rumah, sebagaimana pelipat gandaan pahala shalat wajib di masjid, Rasulullah Saw bersabda :

تَطُوُّعُ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ يَزِيدُ عَلَى تَطَوُّعِهِ عِنْدَ النَّاسِ؛ كَفَضْلِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ

“Shalat sunnah seseorang di rumahnya lebih utama daripada shalat sunnah yang ditunaikan di hadapan manusia, seperti keutamaan shalat berjamaah terhadap shalat sendirian” (Mushannaf Abdur Razzaq 3/70 dan Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2256). 

Bila seorang suami mengajak keluarga dalam ibadah, maka pahalanya akan bertambah besar serta mendatangkan rahmat, Nabi Saw bersabda :

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ… رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا

“Allah merahmati seorang suami yang bangun sebagian malam, lalu shalat kemudian membangunkan isterinya.. Allah merahmati seorang isteri yang bangun sebagian malam, lalu shalat kemudian membangunkan suaminya” (Abu Daud 1308, 1450, An Nasa’i 1610 dan Ibnu Majah 1336). 

Betapa mulianya ketika Allah menyaksikan sebuah keluarga saat mereka sedang ruku’, sujud, berdzikir dan membaca Al Quran.

Kaum Muslimin yang Mulia...

Sesungguhnya Allah Swt menginginkan kita menyebarkan salam dalam rumah kita, disebutkan dalam firman-Nya :

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

“Dan apabila kamu memasuki (suatu rumah dari ) rumah-rumahmu (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salah yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik” (An Nur 24 : 61). 

Maksudnya : bila kalian wahai manusia masuk kedalam rumah kalian, maka ucapkanlah salam kepada keluarga kalian (Tafsir At Thabari 17/378), karena salam adalah ungkapan baik yang diperintahkan oleh Tuhan kalian, serta mendatangkan keberkahan pada rumah kalian dan berpahala besar di sisi Tuhan kalian (Tafsir At Thabari 17/384) dan (Tafsir Ar Razi 24/423). 

Seorang ulama berpendapat : bila seorang mukmin memasuki rumahnya dan didalamnya ada orang, maka ucapkanlah :

 السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

dan bila tidak ada seorang pun di dalam rumah, maka ucapkanlah :
 السَّلَامُ 
عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

 (keselamatan atas kami
 dan atas hamba-hamba Allah yang shaleh) (Tafsir Al Qurthubi 12/319) Tafsir At Thabari 17/379) dan Al Kafi fi Fiqh Ahlil Madinah 2/11332).

Demikian pula hendaknya seseorang memenuhi rumahnya dengan kebaikan dan keimanan, seperti yang diteladankan oleh para nabi dan para rasul, Nabi Nuh AS berkata :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا

“Ya Tuhanku ! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman” (Nuh 71 : 28). 

Seorang suami yang menjaga suasana keimanan di dalam rumahnya dan dihadapan keluarganya, maka akan berpengaruh besar terhadap pendidikan anak-anaknya, yang mampu menularkan nilai-nilai dan akhlak mulia, hal itu bisa ditampakan saat duduk bersama keluarga, seperti saat makan, saat belajar, hal ini dapat meneguhkan kebiasaan dan adat istiadat baik, mereka bersyukur atas segala nikmat tersebut dengan terus memohon kelebihan, sehingga rumah tersebut menjadi awal dari setiap akhlak dan perbuatan mulia. Dan diantara tindakan dan akhlak masyarakat yang mulia yang berawal dari dalam rumah tangga adalah menyambung tali persaudaraan dengan para kerabat dan tetangga, karena orang tuanya menganjurkan anak-anaknya untuk melakukan itu, sehingga ia menjadi teladan bagi mereka. 

Juga diantara akhlak baik yang berangkat dari rumah, adalah solidaritas dan kesetiakawanan, seperti yang dikisahkan oleh saudari Musa AS ketika ia mengisahkan tentang rumah tempat ia tumbuh dan dibesarkan, ia berkata :

هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ

“Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya” (Al Qasas 28 : 12).

 Dari pemeliharaan dan pendidikan rumah yang demikian, akhirnya Musa AS lahir dari rumah itu sebagai salah satu nabi utusan Allah dan termasuk ulul azm.

 Dengan demikian hendaknya kita meningkatkan perhatian kita terhadap keluarga dan rumah kita, menjaganya, menunaikan tanggung jawab kita kepada mereka, karena Allah akan meminta pertanggung jawaban kita, Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ اللَّهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ: أَحَفِظَ أَمْ ضَيَّعَ، حَتَّى يَسْأَلَ الرَّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung jawaban setiap pemimpin atas kepemimpinannya : apakah ia menjaga atau menyia-nyiakannya, sampai seorang suami diminta pertanggung jawaban tentang keluarganya” (Ibnu Hibban 10/344). 

Jadi keluarga adalah inti, pondasi dan dasar dari sebuah masyarakat, ia adalah madrasah pertama yang akan melahirkan generasi penerus, bila ia baik dan stabil, maka bangunan itu akan berdiri kokoh serta berpengaruh baik pada masyarakatnya.

🤲Ya Allah, tambahkanlah kebahagiaan, kemakmuran, cinta dan kasih sayang di rumah kami, jadikanlah kami hamba yang taat kepada-Mu dan mengikuti ajaran Rasul-mu, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagaimana telah Engaku firmankan dalam kitab-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


🗒 *Khutbah Kedua*

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْكُرُهُ فَإِنَّهُ سُبْحَانَهُ يَجْزِي مَنْ شَكَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...

Sesungguhnya diantara tanggung jawab kedua orang tua terhadap putra-putrinya adalah mengingatkan mereka dari hal-hal yang dapat mendatangkan mudarat di dunia dan di akhirat mereka, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (At Tahrim 66 : 6).

 Maksudnya : lindungilah rumah, putra-putri dan keluarga kalian dari kemaksiatan, jadikan rumah kalian sebagai pelindung mereka. Qatadah berkata : bila kau menyaksikan seorang dari keluargamu berbuat kemaksiatan kepada Allah, maka halangilah dan jauhkan mereka agar tidak melakukan kemaksiatan tersebut (Tafsir Ibnu Katsir 8/16). 

Berikut beberapa contoh kemaksiatan yang datang merusak rumah tangga dan menghancurkan masyarakat, seperti memakai narkoba, dan ini merupakan masalah yang mendunia yang dialami oleh banyak negara, maka kewajiban kita terhadap putra-putri kita serta tanggung jawab kita terhadap keluarga kita adalah melindungi mereka agar tidak terjatuh dalam kecanduan narkoba, karena narkoba adalah racun, yang membuat harta sirna, kesehatan melemah dan merusak agama dan moral. Perlu diperhatikan bahwa diantara bentuk kecanduan yang dapat membahayakan kesehatan dan merusak kesempatan dan usaha putra-putri kita adalah kecanduan game online, hal ini telah diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, karena permainan tersebut menjauhkan putra putri kita dari kenyataan, menjauhkan dari rumah, memisahkan dari masyarakat serta berdampak negatif pada kehidupan mereka.

Mari kita jaga kesehatan putra-putri kita, keselamatan badan dan akal mereka, mari kita tingkatkan kesadaran pada mereka tentang bahaya narkoba dan para pengedarnya serta bahaya game online, agar rumah tangga bahagia dan tenteram, dan semoga kita dapat melahirkan generasi produktif yang bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa dan negara mereka.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ

اللَّهُمَّ يَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا، وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ

اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

 اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments:

Post a Comment