Sunday, December 1, 2019

Khotbah Jum'at: KEAJAIBAN SEORANG MUKMIN

Khotbah Jumat, 26 Shafar 1441 H/ 25 Oktober 2019 M

🌹🗒 Keajaiban Seorang Mukmin

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، جَعَلَنَا بِفَضْلِهِ مُؤْمِنِينَ، وَأَمَرَنَا أَنْ نَكُونَ لِنِعَمِهِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الضَّرَّاءِ صَابِرِينَ،

 وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ،

 فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ:
 فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ جَلَّ فِي عُلَاهُ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Rasulullah Saw bersabda :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan itu baik baginya” (Muslim 5318). 

Nabi Saw menjelaskan dalam hadits ini tentang keadaan seorang mukmin, serta kedudukan mereka di sisi Tuhan semesta alam, dan balasan besar yang akan diberikan pada mereka ketika mereka bersyukur kepada-Nya dalam kesenangan dan bersabar saat ditimpa musibah, hal itu hanya diperuntukkan bagi seorang mukmin, yang hatinya dipenuhi keyakinan akan wujud, qudrah serta hikmah Allah, lalu ia tahu bahwa kebaikan yang ia terima adalah dari Allah, Dia berfirman :

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (An Nahl 16 : 53). 

Dan dia juga meyakini bahwa :
مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ
“Apa yang (ditakdirkan) menimpanya, pasti menimpanya dan apa yang tidak (ditakdirkan) menimpanya, maka tidak akan menimpanya” (At Tirmidzi 2070). 

Sehingga ia menikmati hidup dengan perasaan yang baik, jiwa yang tenang, ia merasa tenang dibawah perlindungan dan perhatian Allah, Allah berfirman :

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya” (At Taghabun 64 : 11). 

Ia hidup bahagia di dunia, dan masuk surga dalam keadaan penuh syukur.

 Allah berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalshaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di abwah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan” (Yunus 10 : 9). 

Ia mendapati pahala yang mulia dan balasan yang besar, Allah berfirman :

وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
“Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” (An Nisa’ 4 : 146).

 Semua itu buah dari keimanan, oleh karena Rasulullah Saw berdoa kepada Tuhannya :

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا
“Ya Allah, berilah kami rasa cinta pada keimanan, dan jadikanlah ia hiasan hati kami” (Al Adab Al Mufrad, karangan Al Bukhari 699 dan Ahmad 15891).

 Maksudnya ialah berilah kami kemuliaan dengan ketetapan iman dan buahnya yang melimpah.

Wahai orang yang diberikan kecintaan oleh Allah pada keimanan dan dijadikannya sebagai hiasan dalam hati mereka, sesungguhnya seroang mukmin :

إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Bila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur”. 

Bersyukur dalam kemakmuran atas segala nikmat yang dilimpahkan, itu semua merupakan ajaran para Nabi, perhatikan firman Allah tentang Nuh AS :
إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
“Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur” (Al Isra’ 17 : 3). 

Nabi Ibrahim AS dicirikan sebagai hamba :
شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ
“(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah” ( An Nahl 16 : 121). 

Nabi Sulaiman AS berdoa :
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau angerahkan keapdaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk menerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai” (An Naml 27 : 19). 

Begitu pun Nabi Muhammad Saw bersabda :

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
“Tidakkah sudah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur” (Muttafaq ‘Alaih). 

Beliau pun rajin berdoa kepada Penciptanya :
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ وَذِكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, berilah kepada kami pertolongan untuk bersyukur, berdziki dan beribadah dengan baik kepada-Mu” (Ahmad 8202). 

Lalu kita wahai hamba Allah, yang selalu berada dalam kenikmatan, setiap kali kita memandang, maka disana terdapat anugerah Allah yang sangat agung diberikan kepada kita, maka tidakkah sudah sepatutnya kita menjadi mukmin yang bersyukur ? Tentu hal ini sebagai jawaban atas panggilan Tuhan semesta alam dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (Al Baqarah 2 : 172). 

Barang siapa yang bersyukur kepada Tuhannya, niscaya Dia akan menambahkan kebaikan, keutamaan dan nikmat berturut-turut akan dilimpahkan kepadanya :

نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ
“Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Al Qamar 54 : 35). 

Syukur itu penambah nikmat, melanggengkan keberkahan, penolak keburukan dan tidak akan terputus tambahan nikmat dari Allah, hingga seseorang memutus syukurnya kepada Allah, dijelaskan dalam Al Quran :
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Ibrahim 14 : 7). 

Ini merupakan balasan bagi mukmin yang bersyukur di dunia, sedangkan di akhirat, ia akan menerima kedudukan yang mulia, Allah berfirman :

وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
“Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Ali Imran 3 : 145)

Saudaraku yang pandai bersyukur,  Rasulullah Saw bersabda :
وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan itu baik baginya” . terkadang seorang mukmin ditimpa cobaan dalam harta, jiwa, anak dan keluarganya (Tafsir Ibnu Katsir 2/179), Allah Swt berfirman :

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu” (Ali Imran 3 : 186). 

Diantara hikmah ketika seorang muslim menghadapi musibah dengan kesabaran adalah ia akan mendapatkan pertolongan Allah dalam menghadapi musibah tersebut serta mendapatkan jalan keluar, Allah berfirman :

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Anfal 8 : 46). 

Hal yang dapat meneguhkan kesabaran seorang mukmin adalah keyakinannya bahwa Allah mencintainya, dijelaskan dalam firman-Nya :
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Ali Imran 3 : 146). 

Dan Allah Azza wa Jalla memberikan musibah pada seseorang, untuk mengujinya dan mencoba kesabarannya, serta ingin mengangkat kedudukan dan menambah pahala baginya, Allah berfirman :

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَاب
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az Zumar 39 : 10)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan mukmin yang bersyukur dan bersabar dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

 أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ



Khutbah Kedua


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Sesungguhnya seorang mukmin bila mendapatkan keluasan rezeki dan kelapangan di dunia, serta mendapatkan anugerah dari Tuhan pemilik langit dan bumi, dan ia mendapatkan taufiq untuk bersyukur kepada-Nya, maka ia akan mendapatkan kelebihan, keutamaan, kebaikan, dan meraih pahala yang agung : “Maka itu baik baginya”. 

Dan bila ia ditimpa marabahaya, lalu ia bersabar atas cobaan itu, maka ia telah mendapatkan kemuliaan balasan dan ia akan dicintai oleh penghuni langit : “Maka itu baik baginya”. Sehingga ia menyadari bahwa kesulitan dapat membawa anugerah dan cobaan pada hakikatnya merupakan pemberiaan, itulah salah satu dari pondasi keimanan yang dapat mendatangkan ketentraman jiwa pada diri manusia dan keseimbangan antara syukur terhadap nikmat dan sabar terhadap cobaan.

هَذَا وصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؛ فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ يَا حَلِيمُ يَا كَرِيمُ، يَا رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

 اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ الْأَمَانَ وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً، وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ .

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments:

Post a Comment