Friday, December 13, 2019

Khotbah Jum'at:: MAKNA KATA TANYA "BAGAIMANA" DALAM ALQUR'AN

Khotbah Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 H/ 13 Desember 2019 M

Makna Kata tanya “Bagaimana” (Kaifa) dalam Al Quran

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَنْزَلَ إِلَيْنَا الْقُرْآنَ الْكَرِيمَ، فِيهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ، وَاسْتِفْهَامَاتٌ تُنَبِّهُ الْمُتَدَبِّرِينَ، 

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ،

 فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ:

 (أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا أَفَلَا تَعْقِلُونَ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Allah berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran?” (An Nisa’ 4 : 82).

 Ini merupakan ajakan dari Allah agar kita memperhatikan Al Quran, karena di dalamnya terdapat mukjizat pada kefasihannya yang sempurna dan di dalamnya terdapat beragam metode penyampaian yang indah, diantaranya banyak sekali menggunakan kata tanya (Istifhâm)  yang menanyakan tentang kondisi sesuatu yang ada (Tafsir Al Qurthubi 3/299). 

Itu semua sebagai peringatan bagi orang yang mau menghayati, sebagai penggerak akal mereka agar pandangan mereka lebih fokus. Di antara pertanyaan yang terdapat di dalam Alquran ialah kata "bagaimana" (kaifa).

 Allah Swt menyebutkan kata tanya “Bagaimana” (Kaifa) sebanyak 83 kali di dalam kitab-Nya, di berbagai bidang dan beragam tujuan, agar kita mau merenungkan bukti kekuatan-Nya, keindahan peciptaan-Nya dan agar kita mengambil pelajaran dari kondisi orang-orang yang terdahulu. Juga bagaimana Allah menggambarkan kepada kita tentang keadaan manusia pada hari kiamat, semua itu agar kita mencari dan meneliti makna Alquran yang sangat dalam serta tujuannya yang mulia.

Lalu pada bidang apa saja penggunaan pertanyan “Bagaimana” (Kaifa) terdapat di dalam Al Quran ?

Hamba Allah yang Budiman...

Pertanyaan dengan menggunakan kata tanya “Bagaimana” (Kaifa) digunakan sebagai penguat keimanan yang agung, seperti pertanyaan tentang realitas alam semesta ini, rahasia keberadaan semua makhluk, bagaimana permulaan penciptaan dan keberlanjutannya, bagaimana ia dihidupkan kembali setelah kematiannya, seperti yang termaktub dalam firman Allah :

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah : Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al Ankabut 29 : 20).

Nabi Ibrahim AS pernah bertanya kepada Tuhannya :

رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَى

“Ya Tuhanku, perlihatkan padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati," agar keimanan, keyakinan dan ketentramannya semakin kuat. Dan ketika Tuhannya bertanya kepadanya :

أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي

“Belum yakinkah kamu?. Ibrahim menjawab : Aku telah yekin, akan tetapi agar hatiku lebih mantap (dengan imanku). Lalu Allah mendekatkan kepadanya gambaran bagaimana cara menghidupkan dari kematian, disebutkan dalam firman-Nya :

وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi maha Bijaksana” (Al Baqarah 2 : 260).

 Maksudnya bahwa Allah Maha perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh sesuatu apapun dan tidak dapat dicegah oleh sesuatu apapun (Tafsir Ibnu Katsir 1/690), 

Dialah (Allah) yang menghidupkan bumi setelah kematiannya dan mengembalikan kesuburannya setelah kekeringan, Allah Swt berfirman :

فَانْظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ ذَلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَى وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Ar Rum 30 : 50). 

Maksudnya lihatlah dengan pandangan penalaran dan penuh penghayatan, terhadap proses bagaimana Allah menyuburkan bumi setelah kekeringan, semua itu merupakan bekas dari bekas-bekas (bukti) rahmat-Nya (At Tahrir wat Tanwir 21/123)

Wahai orang-orang yang Mau Berfikir....

 Sesungguhnya pertanyaan dengan penggunaan kata "kaifa" atau “bagaimana” di dalam Al Quran, membuka pintu penelitian bagi kita serta cakrawala keilmuan, menambah keimanan dan pengagungan kita terhadap Tuhan kita, didalamnya juga terdapat ketaatan pada perintah Pencipta kita, karena Allah telah mengajak kita untuk bertanya pada diri kita tentang kebesaran makhluk-Nya yang mengelilingi kita yang menunjukkan atas kemampuan dan keesaan-Nya (At Tahrir wat Tanwir 30/303) dan sebagai bukti atas keluasan ilmu dan keindahan penciptaan-Nya (Tafsir Ar Razi 32/289), 

Allah berfirman :

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan” (Al Ghasyiah 88 : 17). 

Allah telah menciptakan unta dengan penciptaan yang unik dan menakjubkan, dengan kekuatan bangunan tubuhnya, yang mampu membawa dan mampu berdiri bangkit dengan bawaan dan beban yang berat, ia mampu menyimpan makanan dan air, ia mampu bersabar dalam dahaga dalam waktu yang panjang. Kemudian Allah memerintahkan kita agar menghayati keagungan penciptaan langit, yang kita lihat siang malam dan dalam perjalanan kita dan dalam hadir kita, Allah berfirman :

وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

“Dan langit, bagaimana ia ditinggikan ?” (Al Ghasyiah 88 : 18). Maka apakah kita pernah bertanya pada diri kita : bagaimana Allah meninggikan langit tanpa tiang ? Menghiasinya dengan bintang gemintang, dan apakah ia tidak memiliki keretakan dan pecahan ? (Tafsir Al Baghawi 7/357). 

Kemudian disebutkan dalam firman-Nya :

وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

“Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan ?” (Al Ghasyiah 88 : 19).

 Agar perhatian kita tertuju pada ketangguhan gunung, dalam ketinggiannya yang terlihat kuat dan tidak goyah. Kemudian Allah menganjurkan kita agar memperhatikan bumi tempat kita berpijak, Allah berfirman :

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

“Dan bumi bagaimana ia dihamparkan ?” (Al Ghasyiah 88 : 20). 

Bumi adalah tempat kita berpijak dan tempat kita tinggal, Allah menciptakannya layak untuk berjalan, untuk duduk dan untuk beristirahat (At Tahrir wat Tanwir 30/304-306), sebagai rahmat dan agar kita mudah menjalani kehidupan ini.

Hamba Allah yang Mulia...

 Sesungguhnya diantara pertanyaan menggunakan kata tanya “Bagaimana” di dalam Al Quran terdapat hikmah bagi orang yang mau menghayatinya, seperti dalam pembagian rezeki diantara kita, agar jiwa kita menjadi tenang dan hati kita menjadi tenteram, Allah berfirman :

انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ

“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain)” (Al Isra’ 17 : 21). 

Maksudnya perhatikanlah bagaimana Allah melebihkan pemberian akal dan pemahaman kepada sebagian mereka (Tafsir Ibnu Katsir 7/226).

 Sebagaimana Kami melebihkan tugas dan pemberian atas mereka, Kami jadikan sebagian mereka kaya, sebagian lainnya miskin dan ada pula yang hidup antara kaya dan miskin (Tafsir Ibnu Katsir 5/63). 

Allah telah menjelaskan hikmah perbedaan tersebut dalam firman-Nya :

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا

“Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain” (Az Zukhruf 43 : 32).

 Maksudnya agar mereka saling tolong menolong antara mereka, sehingga sebagian menjadi penyebab bagi kehidupan lainnya dalam kehidupan dunia (Tafsir At Thabari 20/585) yang satu menolong dengan hartanya, yang lainnya dengan pekerjaannya, sehingga urusan dunia menjadi lancar (Tafsir Al Baghawi 7/212).

 Kemudian Allah berfirman :

وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

“Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya” (Al Isra’ 17 : 21). 

Maksudnya bahwa keutamaan diantara mereka dalam urusan akhirat, lebih besar dan lebih utama daripada urusan dunia, maka jika keinginan manusia lebih mengedepankan urusan dunia, perlu diketahui bahwa mencari keutamaan akhirat lebih utama (Tafsir Al Baghawi 5/85, Tafsir Ar Razi 20/319 dan Tafsir Ibnu Katsir 5/63). 

Oleh karena itu, hendaknya kita memperhatikan semua hal diatas dan mengamalkan kandungannya, karena dengan berpikir akan melahirkan hikmah, mewariskan ketakutan (khasyah) kepada Allah serta dapat membuahkan kesungguhan beramal.

🤲Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman tentang kitab-Mu, penghayatan tentang ayat-ayat-Mu dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagaimana termaktub dalam firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

 أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Sesungguhnya Allah menciptakan kita dalam kehidupan ini dan memudahkan untuk kita semua makhluk yang ada di sekitar kita (Tafsir Al Qurthubi 8/318), agar Dia (Allah) melihat amalan apa yang kita perbuat ? Bagaimana ketaatan kita kepada Tuhan kita dan pengikutan kita pada Rasulullah Saw, Allah Swt berfirman :

ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لَنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

“Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat” (Yunus 10 : 14).

 Maksudnya bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia, memberikan kepercayaan untuk menunaikan kebaikan, memperbanyak ketaatan dan memperlakukan manusia dengan baik (At Tahrir wat Tanwir 8/201-211) dan (9/62).

 Umar bin Khattab RA berkata : "Maha Benar Tuhan kami, yang tidak menciptakan kami di muka bumi melainkan untuk melihat bagaimana perbuatan kami, maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan amalan kalian, malam dan siang, rahasia dan terang-terangan (Tafsir Ibnu Katsir 4/252). 

Allah Swt melihat perbuatan kalian dan manusia pun menyaksikan ucapan, perbuatan dan karya kalian, Allah berfirman :

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat” (At Taubah 9 : 105).

 Kemudian Allah akan membalas atas kebaikan, kebajikan dan semua tindakan baik yang kita lakukan :

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ* وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (Az Zalzalah 99 : 7-8). 

Mari kita hayati Kitabullah dan ayat-ayatnya, perhatikan dan renungkan pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalamnya, serta marilah kita ajarkan itu semua pada putra-putri kita, agar mereka juga mengambil pelajaran dari kitabullah yang agung itu.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ يَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا، وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ

اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

 اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

No comments:

Post a Comment