Sunday, December 1, 2019

Khotbah Jum'at: IMAN HARUS DISERTAI AMALAN

Khotbah Jumat, 02 Rabiul Akhir 1441 H/ 29 November 2019 M

๐ŸŒธIman Harus Disertai Amalan๐ŸŒธ

๐Ÿ“œKhutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุณَّุฑَ ู„ِุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุณُุจُู„َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ، ูˆَุณَู‡َّู„َ ู„َู‡ُู…ْ ุทَุฑِูŠู‚َ ุงู„ْุฌَู†َّุงุชِ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ: (ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ูŠَูˆْู…ًุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ ูِูŠู‡ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุซُู…َّ ุชُูˆَูَّู‰ ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ูˆَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُุธْู„َู…ُูˆู†َ)( ).

Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...

ู‚َุงู„َ ุฃَุจُูˆ ุฐَุฑٍّ ุงู„ْุบِูَุงุฑِูŠُّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ: ุณَุฃَู„ْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ  ุนَู†ْ ุนَู…َู„ٍ ูŠُุฏْุฎِู„ُ ุงู„ْู…َุฑْุกَ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ูˆَูŠُู†َุฌِّูŠู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูَู‚َุงู„َ : «ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ». ูَู‚ُู„ْุชُ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฅِู†َّ ู…َุนَ ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ุนَู…َู„ًุง؟ ู‚َุงู„َ: «ูŠَุฑْุถَุฎُ -ุฃَูŠْ: ูŠُุนْุทِูŠ- ู…ِู…َّุง ุฑَุฒَู‚َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ». ู‚ُู„ْุชُ: ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ُุนْุฏَู…ًุง ู„َุง ุดَูŠْุกَ ู„َู‡ُ؟ ู‚َุงู„َ: «ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َุนْุฑُูˆูًุง ุจِู„ِุณَุงู†ِู‡ِ». ู‚ُู„ْุชُ: ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุนَูŠِูŠًّุง ู„َุง ูŠُุจْู„ِุบُ ุนَู†ْู‡ُ ู„ِุณَุงู†ُู‡ُ؟ ุฃَูŠْ: ู„َุง ูŠُุญْุณِู†ُ ุงู„ุชَّุนْุจِูŠุฑَ. ู‚َุงู„َ: «ูَูŠُุนِูŠู†ُ ู…َุบْู„ُูˆุจًุง». ุฃَูŠْ: ูŠُุณَุงุนِุฏُ ุถَุนِูŠูًุง. ู‚ُู„ْุชُ: ูَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุถَุนِูŠูًุง ู„َุง ู‚ُุฏْุฑَุฉَ ู„َู‡ُ؟ ู‚َุงู„َ: «ูَู„ْูŠَุตْู†َุนْ ู„ِุฃَุฎْุฑَู‚َ». ุฃَูŠْ: ูŠُู‚َุฏِّู…ِ ุงู„ْู…ُุณَุงุนَุฏَุฉَ ู„ِู…َู†ْ ู„َุง ู…ِู‡ْู†َุฉَ ู„َู‡ُ ูˆَู„َุง ุญِุฑْูَุฉَ، ุฃَูˆْ ุนَุงุฌِุฒٍ ุนَู†ِ ุงู„ْุนَู…َู„ِ. ู‚ُู„ْุชُ: ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَุฎْุฑَู‚َ؟ ูَุงู„ْุชَูَุชَ ุฅِู„َูŠَّ ูˆَู‚َุงู„َ: «ู…َุง ุชُุฑِูŠุฏُ ุฃَู†ْ ุชَุฏَุนَ ูِูŠ ุตَุงุญِุจِูƒَ ุดَูŠْุฆًุง ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ، ูَู„ْูŠَุฏَุนِ ุงู„ู†َّุงุณَ ู…ِู†ْ ุฃَุฐَุงู‡ُ». ูَู‚ُู„ْุชُ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ู‡َุฐَุง ูƒُู„َّู‡ُ ู„َูŠَุณِูŠุฑٌ. ูَู‚َุงู„َ : «ูˆَุงู„َّุฐِูŠ ู†َูْุณِูŠ ุจِูŠَุฏِู‡ِ، ู…َุง ู…ِู†ْ ุนَุจْุฏٍ ูŠَุนْู…َู„ُ ุจِุฎَุตْู„َุฉٍ ู…ِู†ْู‡َุง، ูŠُุฑِูŠุฏُ ุจِู‡َุง ู…َุง ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฅِู„َّุง ุฃَุฎَุฐَุชْ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ، ุญَุชَّู‰ ุชُุฏْุฎِู„َู‡ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ

Abu Dzar Al Ghiffari RA berkata : aku bertanya pada Rasulullah Saw tentang amalan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga dan menyelamatkannya dari api neraka, Rasulullah Saw menjawab: beriman kepada Allah. Aku bertanya : wahai Rasulullah, sesungguhnya iman disertai amalan ? Beliau menjawab : memberikan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Aku bertanya : bila ia tidak memiliki apa-apa ? Beliau menjawab : berkata baik. Aku bertanya : bila ia tidak pandai mengungkapkan dengan ucapannya ? Beliau menjawab : menolong orang yang lemah. Aku bertanya : bila ia lemah tidak memiliki kemampuan ? Beliau menjawab: berilah bantuan pada orang yang tidak memiliki pekerjaan. Aku bertanya : bila ia tidak memiliki pekerjaan ? Beliau menoleh kepadaku dan bersabda : jika kau ingin temanmu berbuat baik, maka hindarilah menyakiti orang lain. Aku berkata : Wahai Rasulullah, sungguh semua ini sangatlah mudah. Rasulullah Saw bersabda : Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba melakukan satu perbuatan itu, dengan mengharap apa yang ada di sisi Allah, melainkan ia akan dijemput pada hari kiamat, hingga dimasukkan ke dalam surga” (Shahih Ibnu Hibban 373, Syu’bul Iman 3057)

Hamba Allah yg Berbahagia...

Pada hadits diatas, Abu Dzar RA bertanya pada Nabi Saw tentang amalan-amalan yang dapat memasukkannya ke surga, agar ia bersungguh-sungguh dan memperbanyak amalan tersebut, itulah tujuan utama dari pertanyaan sebenarnya, sehingga banyak didapati hadits dengan pertanyaan tentang amalan yang dapat menyampaikan mereka pada surga, dan ternyata iman kepada Allah merupakan hal pertama yang diarahkan oleh Nabi Saw pada Abu Dzar RA. Keimanan yang dimaksud adalah keyakinan yang teguh kepada Allah dan dengan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya Saw, karena keimanan merupakan penyebab utama bagi semua kebaikan dan kunci setiap keberuntungan, Allah Swt berfirman :

ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” (Al Mukminun 23 : 1). 

Dan diantara keyakinan Abu Dzar RA ialah ia meyakini bahwa keimanan harus disertai oleh amalan, karenanya ia bertanya : wahai Rasulullah, sesungguhnya iman disertai amalan ?. Karenanya seseorang harus bersungguh-sungguh berbuat kebaikan di dunia, agar mendapatkan surga sebagai balasan kemenagannya di akhirat, dan Allah telah menggandengkan antara keimanan dan amalan dalam beberapa ayat Al Quran, Dia menjanjikan kaum mukminin yang berbuat kebajikan, bahwa Dia akan mengampuni keburukan mereka, ditegaskan dalam firman-Nya :

ูˆَุนَุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ู„َู‡ُู…ْ ู…َุบْูِุฑَุฉٌ ูˆَุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูŠู…ٌ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Maidah 5 : 9). 

Pahala yang besar dimaksud adalah dimasukkan ke dalam surga, Allah Pemilik langit dan bumi berfirman :

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal didalamnya” (Al Baqarah 2 : 82)

Kaum Mukminin yg Berbahagia...

Nabi Saw telah menjelaskan pada Abu Dzar RA tentang amalan yang akan membuahkan keimanan, yang akan mendatangkan ridha Yang Maha Pengasih dan yang akan menjadikan surga sebagai balasan kemenangannya, yaitu seperti dijelaskan oleh hadits Nabi Saw : “memberikan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya”. Maksudnya memberikan sebagian apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, sehingga terjadi penggabungan antara keimanan dan sedekah, yang dapat memudahkan orang yang kesusahan, atau memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan, memberikan bantuan kepada para janda dan orang-orang miskin, Allah akan membalas perbuatan baiknya, mengampuni dosanya dan melipatgandakan pahalanya, seperti dijanjikan di dalam Al Quran :

ุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุฃَู†ْูِู‚ُูˆุง ู…ِู…َّุง ุฌَุนَู„َูƒُู…ْ ู…ُุณْุชَุฎْู„َูِูŠู†َ ูِูŠู‡ِ ูَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ْูَู‚ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar” (Al Hadid 57 : 7).

 Seorang shaleh berkata : sesungguhnya harta ini merupakan titipan bagi orang-orang mulia, sedangkan kami hanyalah perantara, bila datang kepada kami seorang fakir, maka kami memberinya hingga berkecukupan, bila datang orang miskin, maka kami memberinya hingga ia senang, semua itu demi menunaikan amanah Allah (Tahdzibul Kamal fi Asmair Rijal 8/114). 

Apapun yang kau nafkahkan wahai Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha mensyukuri, yang membalas yang sedikit dengan yang banyak (Tafsir ibnu Katsir 8/141), 

Allah berfirman :
ุฅِู†ْ ุชُู‚ْุฑِุถُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฑْุถًุง ุญَุณَู†ًุง ูŠُุถَุงุนِูْู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุดَูƒُูˆุฑٌ ุญَู„ِูŠู…ٌ

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun” (At Taghabun 64 : 17). 

Bila seseroang tidak memiliki sesuatu untuk diinfakkan, maka gantilah dengan ucapan baik, yang dapat mendatangkan kasih sayang, menanamkan cinta dan menambah keeratan, Abu Dzar RA berkata : bila ia tidak memiliki apa-apa ? Beliau menjawab : berkata baik”. Dia akan mendapatkan pahala sedekah, Rasulullah Saw menjelaskan dalam sabdanya :

ุงู„ْูƒَู„ِู…َุฉُ ุงู„ุทَّูŠِّุจَุฉُ ุตَุฏَู‚َุฉٌ
“Perkataan baik berpahala sedekah” (Muttafaq ‘Alaih). 

Karena berapa banyak perkataan baik yang diungkapkan oleh seseorang, justeru dapat menghibur orang miskin atau mengembalikan hak pada pemiliknya, kemudian Allah mengangkat derajatnya dihadapan para malaikat dan mencatat keridhaan-Nya bagi orang tersebut hingga hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :

ุฅِู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ْ ู„َูŠَุชَูƒَู„َّู…ُ ุจِุงู„ูƒَู„ِู…َุฉِ ู…ِู†ْ ุฑِุถْูˆَุงู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุง ูŠَุธُู†ُّ ุฃَู†ْ ุชَุจْู„ُุบَ ู…َุง ุจَู„َุบَุชْ، ูَูŠَูƒْุชُุจُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุจِู‡َุง ุฑِุถْูˆَุงู†َู‡ُ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ูŠَู„ْู‚َุงู‡ُ

“Sungguh seorang diantara kalian mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah, ia tidak mengira kalimat itu sampai seperti itu, lalu karenanya Allah mencatat keridhaan baginya hingga hari ia menjumpai-Nya” (Bukhari 6478 dan At Tirmidzi 2319)

Hamba Allah yg Berbahagia...

 Abu Dzar Ra bertanya : wahai Rasulullah : bila ia tidak pandai mengungkapkan dengan ucapannya ?. Artinya ia tidak mampu mengungkapkan kata yang baik. Rasulullah Saw bersabda : dengan menolong orang yang tertindas. Jadi, barang siapa yang diberikan kekuatan dan kemampuan oleh Allah, atau kedudukan, maka bantulah orang-orang yang lemah lagi gundah agar mereka mendapatkan hak-hak mereka dan agar hilang gundah mereka serta hiburlah hati mereka dan berilah kententraman pada jiwa mereka, itulah amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Dikatakan :

ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ؛ ุฃَูŠُّ ุงู„ْุฃَุนْู…َุงู„ِ ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ؟ ูَู‚َุงู„َ : «ุฃَุญَุจُّ ุงู„ْุฃَุนْู…َุงู„ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุณُุฑُูˆุฑٌ ุชُุฏْุฎِู„ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ู…ُุณْู„ِู…ٍ، ุฃَูˆْ ุชَูƒْุดِูُ ุนَู†ْู‡ُ ูƒُุฑْุจَุฉً

Wahai Rasulullah : amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah ? Beliau menjawab : amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang kau masukkan pada diri seorang muslim, atau kau menghilangkan kesulitan darinya” (Al Mu’jam Al Awsath 6026).

 Orang yang berusaha menyelesaikan satu masalah, lalu ada dampak baik darinya, maka baginya bagian dari balasan dan pahalanya (Tafsir Ibnu Katsir 2/368). Allah berfirman :

ู…َู†ْ ูŠَุดْูَุนْ ุดَูَุงุนَุฉً ุญَุณَู†َุฉً ูŠَูƒُู†ْ ู„َู‡ُ ู†َุตِูŠุจٌ ู…ِู†ْู‡َุง

“Dan barang yang siapa memberikan syafaat yang baik, niscaya akan memperoleh bahagian (pahala) daripadanya” (An Nisa’ 4 : 85). 

Tapi bila seseorang tidak mampu melakukan salah satu dari perbuatan baik diatas, maka : “hindarilah menyakiti orang lain”.

 Abu Dzar RA melanjutkan : Wahai Rasulullah, sungguh semua ini sangatlah mudah. Rasulullah Saw bersabda : Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba melakukan satu perbuatan itu, dengan mengharap apa yang ada di sisi Allah, melainkan ia akan dijemput pada hari kiamat, hingga dimasukkan ke dalam surga”.

 Amalan-amalan tersebut dilakukan oleh manusia di dunia, dan hasilnya akan di tuai di dunia dan akhirat, Allah berfirman :

ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ู…ِู†ْ ุฐَูƒَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฃُู†ْุซَู‰ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุคْู…ِู†ٌ ูَู„َู†ُุญْูŠِูŠَู†َّู‡ُ ุญَูŠَุงุฉً ุทَูŠِّุจَุฉً ูˆَู„َู†َุฌْุฒِูŠَู†َّู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุฃَุญْุณَู†ِ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun pertempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An Nahl 16 : 97)


Ya Allah, berilah kami petunjuk untuk berkata yang terbaik, untuk beramal yang paling utama dan masukkanlah kami ke dalam surga wahai Dzat Yang Maha Pemberi dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

 ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Para jamaah shalat sekalian...

Sesungguhnya berinfak kepada orang-orang yang membutuhkan, menolong orang lemah lagi tidak mampu, merupakan bentuk tenggang rasa, yang dapat memperkuat kasih sayang, persaudaran, solidaritas dan persatuan antara sesama manusia. 

Dan pada hari-hari yang penuh kebahagiaan ini, dimana kita berada pada hari peringatan Persatuan Negara Uni Emirates, yang tercatat sebagai era dan sejarah baru yang membanggakan dalam proses pembangunan, kemakmuran dan perkembangan, maka marilah kita berdoa kepada Allah : Semoga persatuan Negara Emirates ini langgeng dan semoga penduduk dan pendatang yang ada di negara ini dilimpahkan karunia oleh Allah.

ู‡َุฐَุง ูˆَุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ).

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุฎَูŠْุฑَ ู…َู†ْ ุณُุฆِู„َ، ูˆَูŠَุง ุฃَุฌْูˆَุฏَ ู…َู†ْ ุฃَุนْุทَู‰، ูˆَูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ู…َู†ْ ุนَูَุง، ูˆَุฃَุนْุธَู…َ ู…َู†ْ ุบَูَุฑَ؛ ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุฃَูˆْูَุฑَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุนُู„ُูˆู…ِ ุฃَู†ْูَุนَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุฃَูƒْู…َู„َู‡َุง، ูˆَู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ูˆَุงู„ْูَูˆْุฒَ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุณَู…ِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ، ูŠَุง ุฑَูِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุฑَุฌَุงุชِ، ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ، ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู… ูˆَุงู„ุฃู…ْูˆَุงุชِ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ. 

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ู†ِุนَู…َูƒَ، ูˆَุฌُูˆุฏَูƒَ ูˆَูَุถْู„َูƒَ، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฎَูŠْุฑَุงุชِู‡َุง ูˆَุฃَู‡ْู„ِู‡َุง، ูˆุงุฌْุนَู„ْู‡َุง ุฏَุงุฆِู…ًุง ูِูŠ ุณَุนَุงุฏَุฉٍ، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِูŠ ุฒِูŠَุงุฏِุฉٍ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏِูŠู†َุง ูˆَู„ِู…َู†ْ ู„َู‡ُ ุญَู‚ٌّ ุนَู„َูŠْู†َุง، ูˆَุนَุงูِู†َุง ูِูŠ ุฃَุจْุฏَุงู†ِู†َุง، ูˆَุฃَุณْู…َุงุนِู†َุง ูˆَุฃَุจْุตَุงุฑِู†َุง، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฃَู‡ْู„ِูŠู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง، ูˆَูِูŠ ูƒُู„ِّ ู…َุง ุฑَุฒَู‚ْุชَู†َุง، ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุญَู„ِูŠู…ُ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ُ، ุฑَุจُّ ุงู„ุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

No comments:

Post a Comment