Khotbah Jum’at, 1 Jumadil Ula 1441 H / 27 Desember 2019
Jangan Rusak Jiwamu Dengan Narkoba
Khotbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، خَلَقَ النَّفْسَ وَسَوَّاهَا، وَبَيَّنَ لَهَا أَسْبَابَ هُدَاهَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، الْقَائِلُ: «اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا»( ).
فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).
Kaum Muslimin yang Mulia...
Sesungguhnya Allah telah menciptakan jiwa manusia dan memuliakannya dengan meniupkan ruh padanya, memerintahkan malaikat untuk sujud kepadanya, jiwa (nafs) disebutkan dalam Al Quran lebih dari dua ratus sembilan puluh tempat, ini berarti menunjukkan atas kedudukannya yang tinggi dan mulia, dan Allah telah bersumpah atas nama jiwa tersebut:
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaanNya)” (As Syams 91 : 7).
Maksudnya ialah, jiwa itu Allah ciptakan dengan sempurna, lurus dan sesuai dengan fitrah (Tafsir Ibnu Katsir 8/411), diperkenalkan kepadanya jalan kebaikan untuk ditempuhnya, dijelaskan kepadanya jalan keburukan agar tidak terjerumus kedalamnya (Tafsir Al Qurthubi 20/75), Allah berfirman :
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kedurhakaan dan ketakwaannya” (As Syams 91 : 8).
Allah menegaskan dan memerintahkan kita agar menjaga dan melindunginya dari semua yang dapat membahayakan dan merusaknya, Allah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya)” (Al An’am 6 : 151).
Menjaga jiwa termasuk salah satu tujuan yang agung, yang Allah turunkan di dalam kitab-kitab-Nya untuk diwujudkan, Allah mengutus rasul-rasul-Nya yang mulia untuk menegaskan hal tersebut, dan sebagai rahmat bagi hamba-hamba-Nya serta kasih sayang kepada mereka, Allah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (An Nisa’ 4 : 29).
Allah mengharamkan semua yang dapat menyakiti dan membahayakan hidup mereka. Dan narkoba merupakan barang yang diharamkan dan paling berbahaya, karena ia dapat merenggut jiwa yang dimuliakan oleh Allah, setelah badan mereka rusak serta sel-sel otak hancur, harta mereka sirna, kebahagiaan punah, keharmonisan keluarga terbengkalai, dan kehidupan pecandu narkoba berubah menjadi kehidupan yang sengsara dan melelahkan, sudah berapa banyak jiwa yang mencoba memakai narkoba, awalnya mereka termotivasi oleh coba-coba, rasa ingin tahu atau ajakan teman yang buruk, mereka lalai konsekuensinya dan efeknya yang menyakitkan, memang sangat susah lari dari cengkeraman narkoba ini, dan kini jumlah pecandunya sudah mencapai dua ratus tujuh puluh satu juta seluruh dunia, bahkan jumlah korban kecanduan narkoba lebih besar daripada korban perang, dimana narkoba ini telah membunuh lebih dari enam ratus ribu jiwa tahun ini, sebagaimana lima tahun belakangan ini banyak pengguna narkoba untuk tujuan non medis yang meninggal, narkoba adalah racun mematikan yang menggoda jiwa, kemudian menghancurkan dan menghabiskan nyawanya.
Allah mengancam setiap orang yang membunuh dirinya dengan racun atau dengan lainnya, disebutkan dalam firman-Nya :
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
“Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (An Nisa’ 4 : 30).
Maksudnya bahwa orang yang menyebabkan dirinya binasa dengan mengkonsumsi yang dilarang oleh Allah secara berlebihan dan mereka mengetahui bahwa itu diharamkan : “maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka”.
Ancaman ini pasti agar kita semua menjauh dari semua yang diharamkan yang menyebabkan pelakunya dijebloskan ke neraka, diantaranya adalah narkoba, dimana pecandunya akan menanggung sakitnya, dimasukkan ke dalam neraka atau akan meninggal karenanya.
Sebagaimana Rasulullah Saw telah menjelaskan akibat dari pembunuhan diri dengan menggunakan narkoba dan sejenisnya, beliau bersabda :
مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِسُمٍّ، فَسُمُّهُ بِيَدِهِ، يَتَحَسَّاهُ -أَيْ: يَتَنَاوَلُهُ- فِي نَارِ جَهَنَّمَ، خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا
“Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka racunnya ada di tangannya, kelak ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya” (Ahmad 7448 dan At Tirmidzi 2043)
Hamba Allah yang Mulia...
Sesungguhnya jiwa manusia dapat menikmati kebahagiaan ketika ia aman dan tenteram, hal ini berbeda dengan kondisi kejiwaan pecandu narkoba, ia selalu dalam kecemasan, depresi, kelelahan, tegang dan bergejolak.
Jaringan terorisme pun memahami bahaya narkoba, maka mereka menjadikannya sebagai senjata yang ditembakkan ke negara-negara dan masyarakat yang aman dan damai; Negara yang ingin mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya, sehingga narkoba menjadi ancaman terbesar bagi dunia serta menjadi sumber utama kecemasan bagi masyarakat internasional.
Kerena itu, dalam hal ini, UAE ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah tersebut dan demi terwujudnya ketentraman dunia, dan UAE mengajak semua pihak yang memiliki informasi mengenai kegiatan yang mencurigakan, agar segera melaporkan pada pihak berwajib, karena melindungi generasi serta memberikan pencerahan tentang bahaya narkoba serta efek buruknya merupakan tanggung jawab bersama semua masyarakat, terutama para orang tua, saudara-saudari, para kerabat, para guru, para pendidik, karena merekalah yang banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak dan para pelajar baik di rumah maupun di sekolah mereka.
Rasulullah Saw telah bersabda :
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Ingatlah, setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya” (Muttafaq ‘Alaih).
Mari kita bekerja sama memikul tanggung jawab ini, karena ia berkaitan dengan generasi dan masa depan negari kita tercinta.
🤲 Ya Allah, berikan kepada jiwa-jiwa kami ketakwaan, sucikan ia, karena Engkaulah sebaik-baiknya Dzat yang menyucikannya, lindungilah putra-putri kami, berkahilah generasi kami dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ لِنَعْمَائِهِ، الرَّاغِبِينَ فِي رَحْمَتِهِ وَعَطَائِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Jamaah Shalat yang Mulia...
Hendaklah diketahui oleh pengguna narkoba, bahwa pintu taubat dan rahmat terus terbuka untuknya bila ia mau bertaubat, beristighfar dan mau kembali kepada Tuhannya, Allah berfirman :
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (An Nisa’ 4 : 110).
Beruntunglah orang yang bersungguh-sungguh menyucikan dirinya dengan membenahi akhlak dan perbuatannya serta mengarahkannya pada ketaatan terhadap Penciptanya (Tafsir Ibnu Katsir 8/381), dengan memperbanyak amal shalih dan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla dengan semua bentuk ketaatan, ia akan mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan, Allah berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (As Syams 91 : 9)
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ أَفِضْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ، وَتَمِّمْ عَلَيْنَا نِعْمَتَكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ، وَاجْمَعْ عَلَى الْهُدَى أَمْرَنَا، وَاجْعَلِ التَّقْوَى زَادَنَا، وَالْجَنَّةَ مَآبَنَا، اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِالْحِلْمِ، وَارْفَعْنَا بِالْعِلْمِ، وَهَبْ لَنَا نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُم وَالأمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.