Sunday, December 1, 2019

Khotbah Jum'at: KEAJAIBAN SEORANG MUKMIN

Khotbah Jumat, 26 Shafar 1441 H/ 25 Oktober 2019 M

๐ŸŒน๐Ÿ—’ Keajaiban Seorang Mukmin

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ุฌَุนَู„َู†َุง ุจِูَุถْู„ِู‡ِ ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ، ูˆَุฃَู…َุฑَู†َุง ุฃَู†ْ ู†َูƒُูˆู†َ ู„ِู†ِุนَู…ِู‡ِ ุดَุงูƒِุฑِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ุถَّุฑَّุงุกِ ุตَุงุจِุฑِูŠู†َ،

 ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุณَุงุฑَ ุนَู„َู‰ ู‡َุฏْูŠِู‡ِู…ْ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ:
 ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฌَู„َّ ูِูŠ ุนُู„َุงู‡ُ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ: (ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุตْุจِุฑُูˆุง ูˆَุตَุงุจِุฑُูˆุง ูˆَุฑَุงุจِุทُูˆุง ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Rasulullah Saw bersabda :
ุนَุฌَุจًุง ู„ِุฃَู…ْุฑِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ุฅِู†َّ ุฃَู…ْุฑَู‡ُ ูƒُู„َّู‡ُ ุฎَูŠْุฑٌ، ูˆَู„َูŠْุณَ ุฐَุงูƒَ ู„ِุฃَุญَุฏٍ ุฅِู„َّุง ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ، ุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُ ุณَุฑَّุงุกُ ุดَูƒَุฑَ ูَูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُ، ูˆَุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُ ุถَุฑَّุงุกُ ุตَุจَุฑَ ูَูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُ
“Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan itu baik baginya” (Muslim 5318). 

Nabi Saw menjelaskan dalam hadits ini tentang keadaan seorang mukmin, serta kedudukan mereka di sisi Tuhan semesta alam, dan balasan besar yang akan diberikan pada mereka ketika mereka bersyukur kepada-Nya dalam kesenangan dan bersabar saat ditimpa musibah, hal itu hanya diperuntukkan bagi seorang mukmin, yang hatinya dipenuhi keyakinan akan wujud, qudrah serta hikmah Allah, lalu ia tahu bahwa kebaikan yang ia terima adalah dari Allah, Dia berfirman :

ูˆَู…َุง ุจِูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†ِุนْู…َุฉٍ ูَู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (An Nahl 16 : 53). 

Dan dia juga meyakini bahwa :
ู…َุง ุฃَุตَุงุจَู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ู„ِูŠُุฎْุทِุฆَู‡ُ ูˆَุฃَู†َّ ู…َุง ุฃَุฎْุทَุฃَู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ู„ِูŠُุตِูŠุจَู‡ُ
“Apa yang (ditakdirkan) menimpanya, pasti menimpanya dan apa yang tidak (ditakdirkan) menimpanya, maka tidak akan menimpanya” (At Tirmidzi 2070). 

Sehingga ia menikmati hidup dengan perasaan yang baik, jiwa yang tenang, ia merasa tenang dibawah perlindungan dan perhatian Allah, Allah berfirman :

ูˆَู…َู†ْ ูŠُุคْู…ِู†ْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَู‡ْุฏِ ู‚َู„ْุจَู‡ُ
“Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya” (At Taghabun 64 : 11). 

Ia hidup bahagia di dunia, dan masuk surga dalam keadaan penuh syukur.

 Allah berfirman :
ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ูŠَู‡ْุฏِูŠู‡ِู…ْ ุฑَุจُّู‡ُู…ْ ุจِุฅِูŠู…َุงู†ِู‡ِู…ْ ุชَุฌْุฑِูŠ ู…ِู†ْ ุชَุญْุชِู‡ِู…ُ ุงู„ْุฃَู†ْู‡َุงุฑُ ูِูŠ ุฌَู†َّุงุชِ ุงู„ู†َّุนِูŠู…ِ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalshaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di abwah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan” (Yunus 10 : 9). 

Ia mendapati pahala yang mulia dan balasan yang besar, Allah berfirman :

ูˆَุณَูˆْูَ ูŠُุคْุชِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฃَุฌْุฑًุง ุนَุธِูŠู…ًุง
“Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” (An Nisa’ 4 : 146).

 Semua itu buah dari keimanan, oleh karena Rasulullah Saw berdoa kepada Tuhannya :

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุญَุจِّุจْ ุฅِู„َูŠْู†َุง ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†َ ูˆَุฒَูŠِّู†ْู‡ُ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِู†َุง
“Ya Allah, berilah kami rasa cinta pada keimanan, dan jadikanlah ia hiasan hati kami” (Al Adab Al Mufrad, karangan Al Bukhari 699 dan Ahmad 15891).

 Maksudnya ialah berilah kami kemuliaan dengan ketetapan iman dan buahnya yang melimpah.

Wahai orang yang diberikan kecintaan oleh Allah pada keimanan dan dijadikannya sebagai hiasan dalam hati mereka, sesungguhnya seroang mukmin :

ุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُ ุณَุฑَّุงุกُ ุดَูƒَุฑَ ูَูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُ
“Bila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur”. 

Bersyukur dalam kemakmuran atas segala nikmat yang dilimpahkan, itu semua merupakan ajaran para Nabi, perhatikan firman Allah tentang Nuh AS :
ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุนَุจْุฏًุง ุดَูƒُูˆุฑًุง
“Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur” (Al Isra’ 17 : 3). 

Nabi Ibrahim AS dicirikan sebagai hamba :
ุดَุงูƒِุฑًุง ู„ِุฃَู†ْุนُู…ِู‡ِ
“(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah” ( An Nahl 16 : 121). 

Nabi Sulaiman AS berdoa :
ุฑَุจِّ ุฃَูˆْุฒِุนْู†ِูŠ ุฃَู†ْ ุฃَุดْูƒُุฑَ ู†ِุนْู…َุชَูƒَ ุงู„َّุชِูŠ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠَّ ูˆَุนَู„َู‰ ูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูˆَุฃَู†ْ ุฃَุนْู…َู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ุชَุฑْุถَุงู‡ُ
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau angerahkan keapdaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk menerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai” (An Naml 27 : 19). 

Begitu pun Nabi Muhammad Saw bersabda :

ุฃَูَู„َุง ุฃَูƒُูˆู†ُ ุนَุจْุฏًุง ุดَูƒُูˆุฑًุง
“Tidakkah sudah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur” (Muttafaq ‘Alaih). 

Beliau pun rajin berdoa kepada Penciptanya :
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุนِู†َّุง ุนَู„َู‰ ุดُูƒْุฑِูƒَ ูˆَุฐِูƒْุฑِูƒَ ูˆَุญُุณْู†ِ ุนِุจَุงุฏَุชِูƒَ
“Ya Allah, berilah kepada kami pertolongan untuk bersyukur, berdziki dan beribadah dengan baik kepada-Mu” (Ahmad 8202). 

Lalu kita wahai hamba Allah, yang selalu berada dalam kenikmatan, setiap kali kita memandang, maka disana terdapat anugerah Allah yang sangat agung diberikan kepada kita, maka tidakkah sudah sepatutnya kita menjadi mukmin yang bersyukur ? Tentu hal ini sebagai jawaban atas panggilan Tuhan semesta alam dalam firman-Nya :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุทَูŠِّุจَุงุชِ ู…َุง ุฑَุฒَู‚ْู†َุงูƒُู…ْ ูˆَุงุดْูƒُุฑُูˆุง ู„ِู„َّู‡ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฅِูŠَّุงู‡ُ ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (Al Baqarah 2 : 172). 

Barang siapa yang bersyukur kepada Tuhannya, niscaya Dia akan menambahkan kebaikan, keutamaan dan nikmat berturut-turut akan dilimpahkan kepadanya :

ู†ِุนْู…َุฉً ู…ِู†ْ ุนِู†ْุฏِู†َุง ูƒَุฐَู„ِูƒَ ู†َุฌْุฒِูŠ ู…َู†ْ ุดَูƒَุฑَ
“Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Al Qamar 54 : 35). 

Syukur itu penambah nikmat, melanggengkan keberkahan, penolak keburukan dan tidak akan terputus tambahan nikmat dari Allah, hingga seseorang memutus syukurnya kepada Allah, dijelaskan dalam Al Quran :
ู„َุฆِู†ْ ุดَูƒَุฑْุชُู…ْ ู„َุฃَุฒِูŠุฏَู†َّูƒُู…ْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Ibrahim 14 : 7). 

Ini merupakan balasan bagi mukmin yang bersyukur di dunia, sedangkan di akhirat, ia akan menerima kedudukan yang mulia, Allah berfirman :

ูˆَุณَู†َุฌْุฒِูŠ ุงู„ุดَّุงูƒِุฑِูŠู†َ
“Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Ali Imran 3 : 145)

Saudaraku yang pandai bersyukur,  Rasulullah Saw bersabda :
ูˆَุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُ ุถَุฑَّุงุกُ ุตَุจَุฑَ ูَูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُ
“Dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan itu baik baginya” . terkadang seorang mukmin ditimpa cobaan dalam harta, jiwa, anak dan keluarganya (Tafsir Ibnu Katsir 2/179), Allah Swt berfirman :

ู„َุชُุจْู„َูˆُู†َّ ูِูŠ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu” (Ali Imran 3 : 186). 

Diantara hikmah ketika seorang muslim menghadapi musibah dengan kesabaran adalah ia akan mendapatkan pertolongan Allah dalam menghadapi musibah tersebut serta mendapatkan jalan keluar, Allah berfirman :

ูˆَุงุตْุจِุฑُูˆุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ
“Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Anfal 8 : 46). 

Hal yang dapat meneguhkan kesabaran seorang mukmin adalah keyakinannya bahwa Allah mencintainya, dijelaskan dalam firman-Nya :
ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ
“Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Ali Imran 3 : 146). 

Dan Allah Azza wa Jalla memberikan musibah pada seseorang, untuk mengujinya dan mencoba kesabarannya, serta ingin mengangkat kedudukan dan menambah pahala baginya, Allah berfirman :

ุฅِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُูˆู†َ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az Zumar 39 : 10)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan mukmin yang bersyukur dan bersabar dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ.

 ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ



Khutbah Kedua


ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ. ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Sesungguhnya seorang mukmin bila mendapatkan keluasan rezeki dan kelapangan di dunia, serta mendapatkan anugerah dari Tuhan pemilik langit dan bumi, dan ia mendapatkan taufiq untuk bersyukur kepada-Nya, maka ia akan mendapatkan kelebihan, keutamaan, kebaikan, dan meraih pahala yang agung : “Maka itu baik baginya”. 

Dan bila ia ditimpa marabahaya, lalu ia bersabar atas cobaan itu, maka ia telah mendapatkan kemuliaan balasan dan ia akan dicintai oleh penghuni langit : “Maka itu baik baginya”. Sehingga ia menyadari bahwa kesulitan dapat membawa anugerah dan cobaan pada hakikatnya merupakan pemberiaan, itulah salah satu dari pondasi keimanan yang dapat mendatangkan ketentraman jiwa pada diri manusia dan keseimbangan antara syukur terhadap nikmat dan sabar terhadap cobaan.

ู‡َุฐَุง ูˆุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ؛ ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ).

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุญَู„ِูŠู…ُ ูŠَุง ูƒَุฑِูŠู…ُ، ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ُูˆุฌِุจَุงุชِ ุฑَุญْู…َุชِูƒَ، ูˆَุนَุฒَุงุฆِู…َ ู…َุบْูِุฑَุชِูƒَ، ูˆَุงู„ْุบَู†ِูŠู…َุฉَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุจِุฑٍّ، ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َุฉَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฅِุซْู…ٍ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู„َุง ุชَุฏَุนْ ู„َู†َุง ุฐَู†ْุจًุง ุฅِู„َّุง ุบَูَุฑْุชَู‡ُ، ูˆَู„َุง ู‡َู…ًّุง ุฅِู„َّุง ูَุฑَّุฌْุชَู‡ُ، ูˆَู„َุง ุญَุงุฌَุฉً ู‡ِูŠَ ู„َูƒَ ุฑِุถًุง ุฅِู„َّุง ู‚َุถَูŠْุชَู‡َุง ูŠَุง ุฃَุฑْุญَู…َ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ. ูˆَุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฌَู…ِูŠุนَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ: ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงุชِ، ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนٌ ู‚َุฑِูŠุจٌ ู…ُุฌِูŠุจُ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„ْุฃَู…َุงู†َ ูˆَุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ، ูˆَุงู„ุฑَّุฎَุงุกَ ูˆَุงู„ِุงุฒْุฏِู‡َุงุฑَ، ูˆَุฒِุฏْู‡َุง ุชَู‚َุฏُّู…ًุง ูˆَุฑِูْุนَุฉً، ูˆَุชَุณَุงู…ُุญًุง ูˆَู…َุญَุจَّุฉً، ูˆَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَุงุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ .

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

Khotbah Jum'at: PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Khotbah Jum’at, 11 Rabiul Awwal 1441 H/ 08 September 2019 M

๐ŸŒบPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW๐ŸŒธ

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ุฃَุฑْุณَู„َ ุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ุจِุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ูˆَุงู„ْุญَู‚ِّ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ.

 ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†ِุนْู…َุชُู‡ُ، ูˆَุนَุทِูŠَّุชُู‡ُ ูˆَู…ِู†َّุชُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰:

 (ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูŠُุคْุชِูƒُู…ْ ูƒِูْู„َูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุฑَุญْู…َุชِู‡ِ ูˆَูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َูƒُู…ْ ู†ُูˆุฑًุง ุชَู…ْุดُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ)( ).

Kaum Muslimin yg Berbahagia...

Kini kita akan menyambut sebuah peringatan besar, peringatan yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, manusia yang paling baik, paling suci, yang dipenuhi kasih sayang dan paling bertakwa, tentu hal ini merupakan pengabulan atas doa nabi Ibrahim AS seperti termaktub dalam Al Quran :

ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุงุจْุนَุซْ ูِูŠู‡ِู…ْ ุฑَุณُูˆู„ًุง ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูŠَุชْู„ُูˆ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุขูŠَุงุชِูƒَ ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ูˆَุงู„ْุญِูƒْู…َุฉَ ูˆَูŠُุฒَูƒِّูŠู‡ِู…ْ ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒُ ุงู„ْุญَูƒِูŠู…ُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kelangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (As Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Baqarah 2 : 129). Serta sebagai kabar gembira bagi dari Nabi Isa AS, ketika ia berkata :

ูˆَู…ُุจَุดِّุฑًุง ุจِุฑَุณُูˆู„ٍ ูŠَุฃْุชِูŠ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِูŠ ุงุณْู…ُู‡ُ ุฃَุญْู…َุฏُ
“Dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seroang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” (A Shaf 61 : 6). 

Maka Allah mengabulkan doa kekasihnya Ibrahim, dan mewujudkan kabar gembira nabi Isa AS dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw yang dilahirkan pada tahun Gajah (Al Ahadits Al Mukhtarah 394), dari Qais bin Makhramah RA berkata :

ูˆُู„ِุฏْุชُ ุฃَู†َุง ูˆَุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„َّู… ุนَุงู…َ ุงู„ْูِูŠู„ِ
“Aku dan Rasulullah Saw dilahirkan pada tahun Gajah” (Ahmad 17891) . Tahun dimana terdapat kisah kejadian para pemilik gajah. Kelahiran Nabi Mulia ini disertai oleh beberapa kabar gembira dan tanda-tanda, yang menjelaskan kepada kita tentang tingginya kedudukan beliau, Rasulullah Saw bersabda :

ุฑَุฃَุชْ ุฃُู…ِّูŠ ุฃَู†َّู‡ُ ูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْู‡َุง ู†ُูˆุฑٌ ุฃَุถَุงุกَุชْ ู…ِู†ْู‡َุง ู‚ُุตُูˆุฑُ ุงู„ุดَّุงู…ِ
“Ibuku melihat cahaya keluar dari tubuhnya, cahaya yang menerangi istana-istana Syam” (Ahmad 22921)

Hamba Allah yg Budiman...

Rasulullah Saw selalu dalam lindungan Allah sejak masa kecilnya, dan di masa mudanya beliau berkontribusi aktif dalam pembangunan negerinya serta ketentramannya, beliau menegakkan keadilan, suatu hari beliau mendapatkan kehormatan untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sangat berharga yang dikenal dengan Hilf Al Fudhul, yang mengumpulkan semua kabilah Quraisy, mereka sepakat untuk mengembalikan hak pada pemiliknya, dan tidak ada lagi kedzaliman di Makkah dan juga bagi orang yang mengunjunginya, mereka sepakat untuk mengembalikan hak-hak orang yang terdzalimi, Rasulullah Saw bersabda :

ู„َู‚َุฏْ ุดَู‡ِุฏْุชُ ุญِู„ْูًุง ู…َุง ุฃُุญِุจُّ ุฃَู†َّ ู„ِูŠ ุจِู‡ِ ุญُู…ْุฑَ ุงู„ู†َّุนَู…ِ، ูˆَู„َูˆْ ุฃُุฏْุนَู‰ ุจِู‡ِ ูِูŠ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ِ ู„َุฃَุฌَุจْุชُ
“Aku menghadiri sebuah perjanjian, tidaklah ada yang melebihi kecintaanku pada unta merah kecuali perjanjian ini. Andai aku diajak untuk menyepakati perjanjian ini di masa Islam, pasti aku akan mendatanginya” (Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra 6/36).

 Perjanjian ini memberikan kontribusi besar demi terwujudnya perdamaian, toleransi, kerukunan , perlindungan dari tindakan ketidakadilan dan permusuhan, serta dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan antara keluarga kemanusiaan. Seperti ditegaskan oleh agama kita yang mulia ini, tentang pentingnya penepatan janji dan kesepakatan, Allah berfirman :

ูˆَุฃَูˆْูُูˆุง ุจِุนَู‡ْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِุฐَุง ุนَุงู‡َุฏْุชُู…ْ
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji” (An Nahl 16 : 91). 

Para ulama berpendapat bahwa : ayat ini diturunkan sebagai komitmen penepatan perjanjian yang ditandangani sebelum Islam dan Islam datang untuk menegaskan itu, selanjutanya dijelaskan oleh Nabi Saw bahwa selayaknya setiap perjanjian mengajak pada kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan dan penegakan kebenaran dan keadilan :

ู„َู…ْ ูŠَุฒِุฏْู‡ُ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ُ ุฅِู„َّุง ุดِุฏَّุฉً
“Tidaklah datang Islam melainkan untuk mengukuhkannya” (Muslim 2530). Maksudnya menguatkan dan melindunginya

Para pecinta Nabi Saw yg Berbahagia...

Setelah umur beliau mencapai empat puluh tahun, Allah megutusnya sebagai rahmat bagi semesta alam, Rasulullah Saw bersabda :

ุฅِู†َّู…َุง ุฃَู†َุง ุฑَุญْู…َุฉٌ ู…ُู‡ْุฏَุงุฉٌ
“Sesungguhnya aku rahmat yang dihadiahkan” (Ad Darimi 15). 

Dan diantara bentuk rahmat itu di dunia, adalah beliau membawa syariat yang moderat yang berdiri atas dasar keringanan dan kemudahan, beliau mempermudah manusia dalam urusan ibadah dan urusan muamalah mereka, Rasulullah Saw bersabda :

ุฅِู†ِّูŠ ุจُุนِุซْุชُ ุจِุงู„ْุญَู†ِูŠูِูŠَّุฉِ ุงู„ุณَّู…ْุญَุฉِ
“Sesungguhnya aku diutus dengan agama yang lurus dan mudah” (Ahmad 22951). 

Beliau juga sebagai rahmat bagi kita di hari kiamat, yang memenuhi kita dengan cinta, doa dan syafaatnya, Rasulullah Saw bersabda :

ู„ِูƒُู„ِّ ู†َุจِูŠٍّ ุฏَุนْูˆَุฉٌ ู…ُุณْุชَุฌَุงุจَุฉٌ، ูَุชَุนَุฌَّู„َ ูƒُู„ُّ ู†َุจِูŠٍّ ุฏَุนْูˆَุชَู‡ُ، ูˆَุฅِู†ِّูŠ ุงุฎْุชَุจَุฃْุชُ ุฏَุนْูˆَุชِูŠ ุดَูَุงุนَุฉً ู„ِุฃُู…َّุชِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
“Setiap nabi memiliki doa yang dikabulkan, dan setiap nabi disegerakan pengabulan doanya, sedangkan aku memyimpan doaku sebagai syafaat bagi ummatku pada hari kiamat” (Muttafaq ‘Alaih). Dan ketika manusia berangkat menemui para nabi, mereka memohon syafaat pada mereka, setiap mereka berkata : diriku, diriku, pergilah pada selainku. Kemudian mereka mendatangi Rasulullah dan berkata : wahai Muhammad, engkau utusan Allah, penutup para nabi, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, berilah kami syafaat kepada Tuhanmu (Muttafaq ‘Alaih).

 Rasulullah Saw bersabda : lalu aku berangkat hingga dibawah Arsy, aku tersungkur bersujud pada Tuhanku, kemudian Allah memulai dengan pujian dan sanjungan untukku yang belum pernah disampaikan pada seorang pun sebelumku, kemudian dikatakan : wahai Muhammad, angkatlah kepadamu, mintalah pasti kau diberi, berilah syafaat pasti kau diizinkan memberi syafaat, lalu aku mengangkat kepalaku dan berkata : ummatku ya Tuhan, ummatku ya Tuhan, ummatku ya Tuhan. Lalu dikatakan : wahai Muhammad masukkan orang yang tidak dihisab dari ummatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan, mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu” (Muttafaq ‘Alaih). 

Lalu mereka masuk surga, kemudian Rasulullah Saw memberikan syafaat kepada setiap orang yang mengucapkan “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah” dengan ikhlas dari hatinya, Rasulullah Saw bersabda :

ุฃَุณْุนَุฏُ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِุดَูَุงุนَุชِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ؛ ุฎَุงู„ِุตًุง ู…ِู†ْ ู‚َู„ْุจِู‡ِ
“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengatakan Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dengan ikhlas dari hatinya” (Bukhari 99 dan 6570). 

Sungguh agung kemuliaan itu dan sungguh luas kasih sayang itu

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mencintai nabi kami, yang belajar dari sirahnya, yang mengikuti petunjuk dan akhlaknya dan kelak mendapatkan syafaatnya, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุจَุนَุซَ ุฅِู„َูŠْู†َุง ุฑَุณُูˆู„ًุง، ูŠَุชْู„ُูˆ ุนَู„َูŠْู†ุง ุขูŠَุงุชِ ุฑَุจِّู†َุง، ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُู†ุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ูˆَุงู„ْุญِูƒْู…َุฉَ ูˆَูŠُุฒَูƒِّูŠู†َุง، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَู„ِูŠُّ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...

Allah menjelaskan dalam kitab-Nya tentang kedudukan hamba, nabi dan kekasih-Nya, dan Allah memujinya dihadapan para malaikat, dan para malaikat pun ikut bershalawat kapadanya, kemudian Allah memerintahkan kita agar bershalawat dan bersalam kepadanya, sebagai bentuk cinta dan pengagungan, penghormatan dan penghargaan, Allah berfirman :

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al Ahzab 33 : 56). 

Barang siapa yang bershalawat kepada Rasulullah Saw akan diangkat derajatnya, diperbanyak kebaikannya dan dihapus keburukannya dan dia akan mendapatkan rahmat dari Allah dan doa dari malaikat-Nya.

 Rasulullah Saw bersabda :
ู…َู†ْ ุตَู„َّู‰ ุนَู„َูŠَّ ูˆَุงุญِุฏَุฉً ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุนَุดْุฑًุง، ูˆَุญَุทَّ ุนَู†ْู‡ُ ุนَุดْุฑَ ุฎَุทِูŠุฆَุงุชٍ
“Barang siapa bershalawat satu shalawat kepadaku, niscaya Allah memlimpahkan sepuluh rahmat dan menghapuskan sepuluh kesalahan darinya” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 643).

ูˆَุฑَูَุนَ ู„َู‡ُ ุนَุดْุฑَ ุฏَุฑَุฌَุงุชٍ
“dan mengangkat sepuluh darajatnya” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 642).

 Rasulullah Saw bersabda :
ู…َุง ุตَู„َّู‰ ุนَู„َูŠَّ ุฃَุญَุฏٌ ุตَู„َุงุฉً ุฅِู„َّุง ุตَู„َّุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ู…َุง ุฏَุงู…َ ูŠُุตَู„ِّูŠ ุนَู„َูŠَّ

“Tidaklah seseorang bershalawat kepadaku, melainkan malaikat akan bershalawat untuknya selama ia bershalawat kepadaku” (Ahmad 15689 dan Ibnu Majah 907). 

Dengan bershalawat pada Rasulullah, kegundahan akan sirna dan jalan keluar akan terbuka, dari Ubai bin Ka’ab RA berkata :

ู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ุฌَุนَู„ْุชُ ุตَู„َุงุชِูŠ ูƒُู„َّู‡َุง ุนَู„َูŠْูƒَ؟ ู‚َุงู„َ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„َّู…: «ุฅِุฐَู†ْ ูŠَูƒْูِูŠَูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َุง ุฃَู‡َู…َّูƒَ ู…ِู†ْ ุฏُู†ْูŠَุงูƒَ ูˆَุขุฎِุฑَุชِูƒَ
Seseorang berkata : wahai Rasulullah : apa pendapatmu jika seluruh shalawatku untukmu ? Beliau menjawab : jika begitu, Allah akan mencukupi apa yang menjadi keresahanmu dari urusan dunia dan akhirat” (Ahmad 21242).

 Dan sekarang merupakan hari yang paling utama untuk bershalawat kepada sebaik-baiknya manusia, yaitu pada hari Jum’at yang penuh berkah, Nabi Saw bersabda :

ุฅِู†َّ ู…ِู†ْ ุฃَูْุถَู„ِ ุฃَูŠَّุงู…ِูƒُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ… ูَุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ุนَู„َูŠَّ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูِูŠู‡ِ، ูَุฅِู†َّ ุตَู„َุงุชَูƒُู…ْ ู…َุนْุฑُูˆุถَุฉٌ ุนَู„َูŠَّ
“Sesunguhnya hari yang paling baik bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan padaku” (Abu Daud 1047, An Nasa’i 1374 dan Ibnu Majah 1085). 

Karena itu, marilah kita memperbanyak shalawat dan salam kepada orang yang telah diberikan kedudukan yang tinggi oleh Allah dan dijadikan oleh-Nya sebagai pemberi syafaat pada kita di hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :

ุฃَูˆْู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุนَู„َูŠَّ ุตَู„ุงَุฉً
“Sesungguhnya manusia yang paling utama bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku” (At Tirmidzi 484)

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุฎَูŠْุฑَ ู…َู†ْ ุณُุฆِู„َ، ูˆَูŠَุง ุฃَุฌْูˆَุฏَ ู…َู†ْ ุฃَุนْุทَู‰، ูˆَูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ู…َู†ْ ุนَูَุง، ูˆَุฃَุนْุธَู…َ ู…َู†ْ ุบَูَุฑَ؛ ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุฃَูˆْูَุฑَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุนُู„ُูˆู…ِ ุฃَู†ْูَุนَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุฃَูƒْู…َู„َู‡َุง، ูˆَู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ูˆَุงู„ْูَูˆْุฒَ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุณَู…ِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ، ูŠَุง ุฑَูِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุฑَุฌَุงุชِ، ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ، ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู… ูˆَุงู„ุฃู…ْูˆَุงุชِ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ู†ِุนَู…َูƒَ، ูˆَุฌُูˆุฏَูƒَ ูˆَูَุถْู„َูƒَ، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฎَูŠْุฑَุงุชِู‡َุง ูˆَุฃَู‡ْู„ِู‡َุง، ูˆุงุฌْุนَู„ْู‡َุง ุฏَุงุฆِู…ًุง ูِูŠ ุณَุนَุงุฏَุฉٍ، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِูŠ ุฒِูŠَุงุฏِุฉٍ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏِูŠู†َุง ูˆَู„ِู…َู†ْ ู„َู‡ُ ุญَู‚ٌّ ุนَู„َูŠْู†َุง، ูˆَุนَุงูِู†َุง ูِูŠ ุฃَุจْุฏَุงู†ِู†َุง، ูˆَุฃَุณْู…َุงุนِู†َุง ูˆَุฃَุจْุตَุงุฑِู†َุง، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฃَู‡ْู„ِูŠู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง، ูˆَูِูŠ ูƒُู„ِّ ู…َุง ุฑَุฒَู‚ْุชَู†َุง، ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุญَู„ِูŠู…ُ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ُ، ุฑَุจُّ ุงู„ุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

Khotbah Jum'at: IMAN HARUS DISERTAI AMALAN

Khotbah Jumat, 02 Rabiul Akhir 1441 H/ 29 November 2019 M

๐ŸŒธIman Harus Disertai Amalan๐ŸŒธ

๐Ÿ“œKhutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุณَّุฑَ ู„ِุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุณُุจُู„َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ، ูˆَุณَู‡َّู„َ ู„َู‡ُู…ْ ุทَุฑِูŠู‚َ ุงู„ْุฌَู†َّุงุชِ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ: (ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ูŠَูˆْู…ًุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ ูِูŠู‡ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุซُู…َّ ุชُูˆَูَّู‰ ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ูˆَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُุธْู„َู…ُูˆู†َ)( ).

Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...

ู‚َุงู„َ ุฃَุจُูˆ ุฐَุฑٍّ ุงู„ْุบِูَุงุฑِูŠُّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ: ุณَุฃَู„ْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ  ุนَู†ْ ุนَู…َู„ٍ ูŠُุฏْุฎِู„ُ ุงู„ْู…َุฑْุกَ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ูˆَูŠُู†َุฌِّูŠู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูَู‚َุงู„َ : «ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ». ูَู‚ُู„ْุชُ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฅِู†َّ ู…َุนَ ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ุนَู…َู„ًุง؟ ู‚َุงู„َ: «ูŠَุฑْุถَุฎُ -ุฃَูŠْ: ูŠُุนْุทِูŠ- ู…ِู…َّุง ุฑَุฒَู‚َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ». ู‚ُู„ْุชُ: ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ُุนْุฏَู…ًุง ู„َุง ุดَูŠْุกَ ู„َู‡ُ؟ ู‚َุงู„َ: «ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َุนْุฑُูˆูًุง ุจِู„ِุณَุงู†ِู‡ِ». ู‚ُู„ْุชُ: ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุนَูŠِูŠًّุง ู„َุง ูŠُุจْู„ِุบُ ุนَู†ْู‡ُ ู„ِุณَุงู†ُู‡ُ؟ ุฃَูŠْ: ู„َุง ูŠُุญْุณِู†ُ ุงู„ุชَّุนْุจِูŠุฑَ. ู‚َุงู„َ: «ูَูŠُุนِูŠู†ُ ู…َุบْู„ُูˆุจًุง». ุฃَูŠْ: ูŠُุณَุงุนِุฏُ ุถَุนِูŠูًุง. ู‚ُู„ْุชُ: ูَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุถَุนِูŠูًุง ู„َุง ู‚ُุฏْุฑَุฉَ ู„َู‡ُ؟ ู‚َุงู„َ: «ูَู„ْูŠَุตْู†َุนْ ู„ِุฃَุฎْุฑَู‚َ». ุฃَูŠْ: ูŠُู‚َุฏِّู…ِ ุงู„ْู…ُุณَุงุนَุฏَุฉَ ู„ِู…َู†ْ ู„َุง ู…ِู‡ْู†َุฉَ ู„َู‡ُ ูˆَู„َุง ุญِุฑْูَุฉَ، ุฃَูˆْ ุนَุงุฌِุฒٍ ุนَู†ِ ุงู„ْุนَู…َู„ِ. ู‚ُู„ْุชُ: ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَุฎْุฑَู‚َ؟ ูَุงู„ْุชَูَุชَ ุฅِู„َูŠَّ ูˆَู‚َุงู„َ: «ู…َุง ุชُุฑِูŠุฏُ ุฃَู†ْ ุชَุฏَุนَ ูِูŠ ุตَุงุญِุจِูƒَ ุดَูŠْุฆًุง ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ، ูَู„ْูŠَุฏَุนِ ุงู„ู†َّุงุณَ ู…ِู†ْ ุฃَุฐَุงู‡ُ». ูَู‚ُู„ْุชُ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ู‡َุฐَุง ูƒُู„َّู‡ُ ู„َูŠَุณِูŠุฑٌ. ูَู‚َุงู„َ : «ูˆَุงู„َّุฐِูŠ ู†َูْุณِูŠ ุจِูŠَุฏِู‡ِ، ู…َุง ู…ِู†ْ ุนَุจْุฏٍ ูŠَุนْู…َู„ُ ุจِุฎَุตْู„َุฉٍ ู…ِู†ْู‡َุง، ูŠُุฑِูŠุฏُ ุจِู‡َุง ู…َุง ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฅِู„َّุง ุฃَุฎَุฐَุชْ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ، ุญَุชَّู‰ ุชُุฏْุฎِู„َู‡ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ

Abu Dzar Al Ghiffari RA berkata : aku bertanya pada Rasulullah Saw tentang amalan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga dan menyelamatkannya dari api neraka, Rasulullah Saw menjawab: beriman kepada Allah. Aku bertanya : wahai Rasulullah, sesungguhnya iman disertai amalan ? Beliau menjawab : memberikan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Aku bertanya : bila ia tidak memiliki apa-apa ? Beliau menjawab : berkata baik. Aku bertanya : bila ia tidak pandai mengungkapkan dengan ucapannya ? Beliau menjawab : menolong orang yang lemah. Aku bertanya : bila ia lemah tidak memiliki kemampuan ? Beliau menjawab: berilah bantuan pada orang yang tidak memiliki pekerjaan. Aku bertanya : bila ia tidak memiliki pekerjaan ? Beliau menoleh kepadaku dan bersabda : jika kau ingin temanmu berbuat baik, maka hindarilah menyakiti orang lain. Aku berkata : Wahai Rasulullah, sungguh semua ini sangatlah mudah. Rasulullah Saw bersabda : Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba melakukan satu perbuatan itu, dengan mengharap apa yang ada di sisi Allah, melainkan ia akan dijemput pada hari kiamat, hingga dimasukkan ke dalam surga” (Shahih Ibnu Hibban 373, Syu’bul Iman 3057)

Hamba Allah yg Berbahagia...

Pada hadits diatas, Abu Dzar RA bertanya pada Nabi Saw tentang amalan-amalan yang dapat memasukkannya ke surga, agar ia bersungguh-sungguh dan memperbanyak amalan tersebut, itulah tujuan utama dari pertanyaan sebenarnya, sehingga banyak didapati hadits dengan pertanyaan tentang amalan yang dapat menyampaikan mereka pada surga, dan ternyata iman kepada Allah merupakan hal pertama yang diarahkan oleh Nabi Saw pada Abu Dzar RA. Keimanan yang dimaksud adalah keyakinan yang teguh kepada Allah dan dengan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya Saw, karena keimanan merupakan penyebab utama bagi semua kebaikan dan kunci setiap keberuntungan, Allah Swt berfirman :

ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” (Al Mukminun 23 : 1). 

Dan diantara keyakinan Abu Dzar RA ialah ia meyakini bahwa keimanan harus disertai oleh amalan, karenanya ia bertanya : wahai Rasulullah, sesungguhnya iman disertai amalan ?. Karenanya seseorang harus bersungguh-sungguh berbuat kebaikan di dunia, agar mendapatkan surga sebagai balasan kemenagannya di akhirat, dan Allah telah menggandengkan antara keimanan dan amalan dalam beberapa ayat Al Quran, Dia menjanjikan kaum mukminin yang berbuat kebajikan, bahwa Dia akan mengampuni keburukan mereka, ditegaskan dalam firman-Nya :

ูˆَุนَุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ู„َู‡ُู…ْ ู…َุบْูِุฑَุฉٌ ูˆَุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูŠู…ٌ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Maidah 5 : 9). 

Pahala yang besar dimaksud adalah dimasukkan ke dalam surga, Allah Pemilik langit dan bumi berfirman :

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal didalamnya” (Al Baqarah 2 : 82)

Kaum Mukminin yg Berbahagia...

Nabi Saw telah menjelaskan pada Abu Dzar RA tentang amalan yang akan membuahkan keimanan, yang akan mendatangkan ridha Yang Maha Pengasih dan yang akan menjadikan surga sebagai balasan kemenangannya, yaitu seperti dijelaskan oleh hadits Nabi Saw : “memberikan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya”. Maksudnya memberikan sebagian apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, sehingga terjadi penggabungan antara keimanan dan sedekah, yang dapat memudahkan orang yang kesusahan, atau memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan, memberikan bantuan kepada para janda dan orang-orang miskin, Allah akan membalas perbuatan baiknya, mengampuni dosanya dan melipatgandakan pahalanya, seperti dijanjikan di dalam Al Quran :

ุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุฃَู†ْูِู‚ُูˆุง ู…ِู…َّุง ุฌَุนَู„َูƒُู…ْ ู…ُุณْุชَุฎْู„َูِูŠู†َ ูِูŠู‡ِ ูَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ْูَู‚ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar” (Al Hadid 57 : 7).

 Seorang shaleh berkata : sesungguhnya harta ini merupakan titipan bagi orang-orang mulia, sedangkan kami hanyalah perantara, bila datang kepada kami seorang fakir, maka kami memberinya hingga berkecukupan, bila datang orang miskin, maka kami memberinya hingga ia senang, semua itu demi menunaikan amanah Allah (Tahdzibul Kamal fi Asmair Rijal 8/114). 

Apapun yang kau nafkahkan wahai Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha mensyukuri, yang membalas yang sedikit dengan yang banyak (Tafsir ibnu Katsir 8/141), 

Allah berfirman :
ุฅِู†ْ ุชُู‚ْุฑِุถُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฑْุถًุง ุญَุณَู†ًุง ูŠُุถَุงุนِูْู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุดَูƒُูˆุฑٌ ุญَู„ِูŠู…ٌ

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun” (At Taghabun 64 : 17). 

Bila seseroang tidak memiliki sesuatu untuk diinfakkan, maka gantilah dengan ucapan baik, yang dapat mendatangkan kasih sayang, menanamkan cinta dan menambah keeratan, Abu Dzar RA berkata : bila ia tidak memiliki apa-apa ? Beliau menjawab : berkata baik”. Dia akan mendapatkan pahala sedekah, Rasulullah Saw menjelaskan dalam sabdanya :

ุงู„ْูƒَู„ِู…َุฉُ ุงู„ุทَّูŠِّุจَุฉُ ุตَุฏَู‚َุฉٌ
“Perkataan baik berpahala sedekah” (Muttafaq ‘Alaih). 

Karena berapa banyak perkataan baik yang diungkapkan oleh seseorang, justeru dapat menghibur orang miskin atau mengembalikan hak pada pemiliknya, kemudian Allah mengangkat derajatnya dihadapan para malaikat dan mencatat keridhaan-Nya bagi orang tersebut hingga hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :

ุฅِู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ْ ู„َูŠَุชَูƒَู„َّู…ُ ุจِุงู„ูƒَู„ِู…َุฉِ ู…ِู†ْ ุฑِุถْูˆَุงู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุง ูŠَุธُู†ُّ ุฃَู†ْ ุชَุจْู„ُุบَ ู…َุง ุจَู„َุบَุชْ، ูَูŠَูƒْุชُุจُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุจِู‡َุง ุฑِุถْูˆَุงู†َู‡ُ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ูŠَู„ْู‚َุงู‡ُ

“Sungguh seorang diantara kalian mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah, ia tidak mengira kalimat itu sampai seperti itu, lalu karenanya Allah mencatat keridhaan baginya hingga hari ia menjumpai-Nya” (Bukhari 6478 dan At Tirmidzi 2319)

Hamba Allah yg Berbahagia...

 Abu Dzar Ra bertanya : wahai Rasulullah : bila ia tidak pandai mengungkapkan dengan ucapannya ?. Artinya ia tidak mampu mengungkapkan kata yang baik. Rasulullah Saw bersabda : dengan menolong orang yang tertindas. Jadi, barang siapa yang diberikan kekuatan dan kemampuan oleh Allah, atau kedudukan, maka bantulah orang-orang yang lemah lagi gundah agar mereka mendapatkan hak-hak mereka dan agar hilang gundah mereka serta hiburlah hati mereka dan berilah kententraman pada jiwa mereka, itulah amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Dikatakan :

ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ؛ ุฃَูŠُّ ุงู„ْุฃَุนْู…َุงู„ِ ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ؟ ูَู‚َุงู„َ : «ุฃَุญَุจُّ ุงู„ْุฃَุนْู…َุงู„ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุณُุฑُูˆุฑٌ ุชُุฏْุฎِู„ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ู…ُุณْู„ِู…ٍ، ุฃَูˆْ ุชَูƒْุดِูُ ุนَู†ْู‡ُ ูƒُุฑْุจَุฉً

Wahai Rasulullah : amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah ? Beliau menjawab : amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang kau masukkan pada diri seorang muslim, atau kau menghilangkan kesulitan darinya” (Al Mu’jam Al Awsath 6026).

 Orang yang berusaha menyelesaikan satu masalah, lalu ada dampak baik darinya, maka baginya bagian dari balasan dan pahalanya (Tafsir Ibnu Katsir 2/368). Allah berfirman :

ู…َู†ْ ูŠَุดْูَุนْ ุดَูَุงุนَุฉً ุญَุณَู†َุฉً ูŠَูƒُู†ْ ู„َู‡ُ ู†َุตِูŠุจٌ ู…ِู†ْู‡َุง

“Dan barang yang siapa memberikan syafaat yang baik, niscaya akan memperoleh bahagian (pahala) daripadanya” (An Nisa’ 4 : 85). 

Tapi bila seseorang tidak mampu melakukan salah satu dari perbuatan baik diatas, maka : “hindarilah menyakiti orang lain”.

 Abu Dzar RA melanjutkan : Wahai Rasulullah, sungguh semua ini sangatlah mudah. Rasulullah Saw bersabda : Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba melakukan satu perbuatan itu, dengan mengharap apa yang ada di sisi Allah, melainkan ia akan dijemput pada hari kiamat, hingga dimasukkan ke dalam surga”.

 Amalan-amalan tersebut dilakukan oleh manusia di dunia, dan hasilnya akan di tuai di dunia dan akhirat, Allah berfirman :

ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ู…ِู†ْ ุฐَูƒَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฃُู†ْุซَู‰ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุคْู…ِู†ٌ ูَู„َู†ُุญْูŠِูŠَู†َّู‡ُ ุญَูŠَุงุฉً ุทَูŠِّุจَุฉً ูˆَู„َู†َุฌْุฒِูŠَู†َّู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุฃَุญْุณَู†ِ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun pertempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An Nahl 16 : 97)


Ya Allah, berilah kami petunjuk untuk berkata yang terbaik, untuk beramal yang paling utama dan masukkanlah kami ke dalam surga wahai Dzat Yang Maha Pemberi dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ،

 ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

 ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Para jamaah shalat sekalian...

Sesungguhnya berinfak kepada orang-orang yang membutuhkan, menolong orang lemah lagi tidak mampu, merupakan bentuk tenggang rasa, yang dapat memperkuat kasih sayang, persaudaran, solidaritas dan persatuan antara sesama manusia. 

Dan pada hari-hari yang penuh kebahagiaan ini, dimana kita berada pada hari peringatan Persatuan Negara Uni Emirates, yang tercatat sebagai era dan sejarah baru yang membanggakan dalam proses pembangunan, kemakmuran dan perkembangan, maka marilah kita berdoa kepada Allah : Semoga persatuan Negara Emirates ini langgeng dan semoga penduduk dan pendatang yang ada di negara ini dilimpahkan karunia oleh Allah.

ู‡َุฐَุง ูˆَุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ).

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุฎَูŠْุฑَ ู…َู†ْ ุณُุฆِู„َ، ูˆَูŠَุง ุฃَุฌْูˆَุฏَ ู…َู†ْ ุฃَุนْุทَู‰، ูˆَูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ู…َู†ْ ุนَูَุง، ูˆَุฃَุนْุธَู…َ ู…َู†ْ ุบَูَุฑَ؛ ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุฃَูˆْูَุฑَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุนُู„ُูˆู…ِ ุฃَู†ْูَุนَู‡َุง، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุฃَูƒْู…َู„َู‡َุง، ูˆَู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ูˆَุงู„ْูَูˆْุฒَ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุณَู…ِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ، ูŠَุง ุฑَูِูŠุนَ ุงู„ุฏَّุฑَุฌَุงุชِ، ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ، ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู… ูˆَุงู„ุฃู…ْูˆَุงุชِ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ. 

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ู†ِุนَู…َูƒَ، ูˆَุฌُูˆุฏَูƒَ ูˆَูَุถْู„َูƒَ، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฎَูŠْุฑَุงุชِู‡َุง ูˆَุฃَู‡ْู„ِู‡َุง، ูˆุงุฌْุนَู„ْู‡َุง ุฏَุงุฆِู…ًุง ูِูŠ ุณَุนَุงุฏَุฉٍ، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِูŠ ุฒِูŠَุงุฏِุฉٍ.

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏِูŠู†َุง ูˆَู„ِู…َู†ْ ู„َู‡ُ ุญَู‚ٌّ ุนَู„َูŠْู†َุง، ูˆَุนَุงูِู†َุง ูِูŠ ุฃَุจْุฏَุงู†ِู†َุง، ูˆَุฃَุณْู…َุงุนِู†َุง ูˆَุฃَุจْุตَุงุฑِู†َุง، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูِูŠ ุฃَู‡ْู„ِูŠู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง، ูˆَูِูŠ ูƒُู„ِّ ู…َุง ุฑَุฒَู‚ْุชَู†َุง، ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุญَู„ِูŠู…ُ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ُ، ุฑَุจُّ ุงู„ุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.

Saturday, November 16, 2019

Khotbah Jum'at: MAKANAN HALAL

Khotbah Jumat, 28 Muharram 1441 H/ 27 September 2019 M

"Makanan Halal"

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ู‚َุฏَّุฑَ ุงู„ْุฃَุฑْุฒَุงู‚َ ูˆَุงู„ْุฃَู‚ْูˆَุงุชَ، ูˆَุฃَู…َุฑَู†َุง ุจِุงู„ْูƒَุณْุจِ ุงู„ْุญَู„َุงู„ِ ูˆَุงู„ْุฃَูƒْู„ِ ู…ِู†َ ุงู„ุทَّูŠِّุจَุงุชِ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ุฃَุชْู‚َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ู„ِุฑَุจِّู‡ِ، ูˆَุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุชَุญَุฑِّูŠًุง ู„ِู„ْุญَู„َุงู„ِ ูِูŠ ูƒَุณْุจِู‡ِ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู‚َุงู„َ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ: (ูˆَูƒُู„ُูˆุง ู…ِู…َّุง ุฑَุฒَู‚َูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุญَู„َุงู„ًุง ุทَูŠِّุจًุง ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุชُู…ْ ุจِู‡ِ ู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ)( ).

Kaum Muslimin yang Berbahagia...

Allah swt berfirman:

ูˆَู…َุง ู…ِู†ْ ุฏَุงุจَّุฉٍ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง ูˆَูŠَุนْู„َู…ُ ู…ُุณْุชَู‚َุฑَّู‡َุง ูˆَู…ُุณْุชَูˆْุฏَุนَู‡َุง ูƒُู„ٌّ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ู…ُุจِูŠู†ٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Hud 11: 6).

 Maksudnya bahwa Allah menjamin semua rezeki makhluk-Nya baik kecil ataupun besar (Tafsir Ibnu Katsir 4/305). 

Allah menciptakan bumi dan menurunkan rezeki semua penghuninya dan mata pencahariannya, semua itu disediakan untuk kemaslahatan mereka. 

Allah berfirman:

ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุง ู„َูƒُู…ْ ูِูŠู‡َุง ู…َุนَุงูŠِุดَ ูˆَู…َู†ْ ู„َุณْุชُู…ْ ู„َู‡ُ ุจِุฑَุงุฒِู‚ِูŠู†َ

Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya” (Al Hijr 15 : 20). 

Allah menganugerahkan makanan yang berkah bagi penduduk bumi dan melanggengkan kebaikan padanya (Tafsir At Thabari 20/385), Allah berfirman:

ูˆَุฌَุนَู„َ ูِูŠู‡َุง ุฑَูˆَุงุณِูŠَ ู…ِู†ْ ูَูˆْู‚ِู‡َุง ูˆَุจَุงุฑَูƒَ ูِูŠู‡َุง ูˆَู‚َุฏَّุฑَ ูِูŠู‡َุง ุฃَู‚ْูˆَุงุชَู‡َุง

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya” (Fusshilat 41 : 10). 

Allah Swt menundukkan dan menyiapkan segala yang ada di bumi untuk manusia, agar mereka berusaha dan mencari penghidupan mereka, Allah berfirman:

ู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ُ ุงู„ุฃَุฑْุถَ ุฐَู„ُูˆู„ًุง ูَุงู…ْุดُูˆุง ูِูŠ ู…َู†َุงูƒِุจِู‡َุง ูˆَูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฑِุฒْู‚ِู‡ِ ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ู†ُّุดُูˆุฑُ

Dialah Yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (Al Mulk 67 : 15). 

Allah menganjurkan manusia agar mencari yang halal dan baik yang terdapat di bumi, Allah berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ูƒُู„ُูˆุง ู…ِู…َّุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุญَู„َุงู„ًุง ุทَูŠِّุจًุง

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” (Al Baqarah 2 : 168). 

Baik itu ialah makanan yang baik bagi badan dan jiwa. Ajakan ini juga  diperuntukkan oleh Allah SWT untuk para nabi dan rasul, seperti termaktub dalam firman-Nya:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ุฑُّุณُู„ُ ูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†َ ุงู„ุทَّูŠِّุจَุงุชِ ูˆَุงุนْู…َู„ُูˆุง ุตَุงู„ِุญًุง ุฅِู†ِّูŠ ุจِู…َุง ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ ุนَู„ِูŠู…ٌ

Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Mukminun 23 : 51).

 Para Nabi menunaikan perintah diatas dengan sebaik-baiknya, mereka bersungguh-sungguh, bekerja sekuat tenaga untuk mendapatkan rezeki yang halal, Rasulullah SAW bersabda:

ู…َุง ุฃَูƒَู„َ ุฃَุญَุฏٌ ุทَุนَุงู…ًุง ู‚َุทُّ، ุฎَูŠْุฑًุง ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَุฃْูƒُู„َ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِ ูŠَุฏِู‡ِ، ูˆَุฅِู†َّ ู†َุจِูŠَّ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฏَุงูˆُุฏَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ، ูƒَุงู†َ ูŠَุฃْูƒُู„ُ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِ ูŠَุฏِู‡ِ

Tiada sesuap pun makanan yang lebih baik dari makanan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud AS itu makan dari hasil dari kerjanya sendiri” (Bukhari 2072).

 Ketika seorang sahabat bertanya pada Rasulullah SAW tentang sebaik-baiknya dan pekerjaan yang paling utama, Beliau menjawab:

ุนَู…َู„ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุจِูŠَุฏِู‡ِ، ูˆَูƒُู„ُّ ุจَูŠْุนٍ ู…َุจْุฑُูˆุฑٍ

Pekerjaan seseorang dengan jerih payahnya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur” (At Thabrani dalam kitab Al Awsath 2140). 

Hal itu mencakup setiap keterampilan, pekerjaan dan perdagangan dan semua pekerjaan seorang yang didapat dengan cara yang halal, maka itulah sebaik-baiknya mata pencaharian, serta begitu juga hasil jerih payah anaknya, Nabi Saw menjelaskan:

ุฅِู†َّ ุฃَุทْูŠَุจَ ู…َุง ุฃَูƒَู„َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ู…ِู†ْ ูƒَุณْุจِู‡ِ، ูˆَุฅِู†َّ ูˆَู„َุฏَู‡ُ ู…ِู†ْ ูƒَุณْุจِู‡ِ

Sesungguhnya sebaik-baik apa yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya anaknya hasil dari usahanya” (Abu Daud 3528, At Tirmidzi 1358, An Nasa’i 4451, Ibnu Majah 2137 dan Ahmad 24032)

Hamba-Hamba Allah yang Dimuliakan...

Sesungguhnya Allah melarang kita mengambil harta dengan jalan illegal, Allah berfirman:

ูˆَู„َุง ุชَุฃْูƒُู„ُูˆุง ุฃَู…ْูˆَุงู„َูƒُู…ْ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ุจِุงู„ْุจَุงุทِู„ِ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan hara sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil” (Al Baqarah 2 : 188). 

Nabi SAW memperingatkan kita agar jangan terburu-buru dalam mendapatkan rezeki yang telah digariskan, sehingga mencari jalan yang tidak dihalalkan baginya, Nabi SAW bersabda:

ุฅِู†َّ ุฑُูˆุญَ ุงู„ْู‚ُุฏُุณِ ู†َูَุซَ ูِูŠ ุฑُูˆุนِูŠَ -ุฃَูŠْ: ุฃَูˆْุญَู‰ ุฅِู„َูŠَّ ุฌِุจْุฑِูŠู„ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ- ุฃَู†َّ ู†َูْุณًุง ู„َู†ْ ุชَู…ُูˆุชَ ุญَุชَّู‰ ุชَุณْุชَูƒْู…ِู„َ ุฃَุฌَู„َู‡َุง، ูˆَุชَุณْุชَูˆْุนِุจَ ุฑِุฒْู‚َู‡َุง، ูَุฃَุฌْู…ِู„ُูˆุง ูِูŠ ุงู„ุทَّู„َุจِ، ูˆَู„َุง ูŠَุญْู…ِู„َู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ُ ุงุณْุชِุจْุทَุงุกُ ุงู„ุฑِّุฒْู‚ِ ุฃَู†ْ ูŠَุทْู„ُุจَู‡ُ ุจِู…َุนْุตِูŠَุฉٍ؛ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُู†َุงู„ُ ู…َุง ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุฅِู„َّุง ุจِุทَุงุนَุชِู‡ِ

Sesungguhnya Ruh Kudus (Jibril) telah membisikkan pada hatiku, bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai tiba ajalnya dan menghabiskan rezekinya, maka perindahlah dalam mencari rezeki, dan jangan sampai tertundanya rezeki membuat seseorang mencarinya dengan kemaksiatan, karena rezeki dari Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada-Nya” (Hilyatul Awliya’ 10/27). 

Demikian pula Rasulullah SAW telah menganjurkan kita untuk meninggalkan hal yang diragukan kehalalannya, itu lebih baik bagi seseorang di dunia dan akhiratnya, Beliau bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู„َุงู„َ ุจَูŠِّู†ٌ، ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ْุญَุฑَุงู…َ ุจَูŠِّู†ٌ، ูˆَุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ุฃُู…ُูˆุฑٌ ู…ُุดْุชَุจِู‡َุงุชٌ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُู†َّ ูƒَุซِูŠุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ، ูَู…َู†ِ ุงุชَّู‚َู‰ ุงู„ุดُّุจُู‡َุงุชِ ูَู‚َุฏِ ุงุณْุชَุจْุฑَุฃَ ู„ِุฏِูŠู†ِู‡ِ ูˆَุนِุฑْุถِู‡ِ، ูˆَู…َู†ْ ูˆَู‚َุนَ ูِูŠ ุงู„ุดُّุจُู‡َุงุชِ ูˆَู‚َุนَ ูِูŠ ุงู„ْุญَุฑَุงู…ِ

Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barang siapa yang menjaga dirinya dari syubhat, ia berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang terjerumus dalam syubhat, ia pun terjerumus dalam perkara yang haram” (Muttafaq ‘Alaih).

 Rasulullah Saw telah mencontohkan bahwa beliau selalu berusaha untuk memakan dan minum yang halal, beliau tidak pernah makan kecuali yang halal, Rasulullah SAW bersabda:

ูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَู†ْู‚َู„ِุจُ ุฅِู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِูŠ ูَุฃَุฌِุฏُ ุงู„ุชَّู…ْุฑَุฉَ ุณَุงู‚ِุทَุฉً ุนَู„َู‰ ูِุฑَุงุดِูŠ ูَุฃَุฑْูَุนُู‡َุง ู„ِุขูƒُู„َู‡َุง، ุซُู…َّ ุฃَุฎْุดَู‰ ุฃَู†ْ ุชَูƒُูˆู†َ ุตَุฏَู‚َุฉً ูَุฃُู„ْู‚ِูŠู‡َุง

Demi Allah, ketika aku pulang ke keluargaku, aku menemukan kurma berserakan diatas tempat tidurku, lalu aku ambil untuk aku makan, kemudian aku takut kalau kurma itu bagian dari zakat, maka aku biarkan” (Muslim 1070).

 Dari Anas bin Malik RA : bahwa Rasulullah SAW berjalan melewati kurma yang jatuh di jalan, lalu beliau bersabda: "Seandainya aku tidak takut bahwa kurma itu bagian dari zakat, tentu aku memakannya” (Muslim 1071). 

Hal itu karena Nabi SAW tidak boleh memakan zakat.

Banyak pula contoh yang diambil dari para sahabat, mereka meninggalkan sebagian yang halal, karena takut terjatuh dalam yang haram, Ibnu Umar RA berkata : “Sesungguhnya aku senang meletakkan antara diriku dan yang diharamkan tabir dari yang halal”. Karena hal itu memiliki pengaruh baik dalam kehidupan dan setelah mereka meninggal.

Ya Allah, limpahkan pada kami rezeki yang halal dan baik, berkahilah rezeki yang Engkau berikan pada kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

ู†َูَุนَู†ِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ، ูˆَุจِุณُู†َّุฉِ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ. ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู‚َูˆْู„ِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ، ูَุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ.



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุจُูƒْุฑَุฉً ูˆَุนَุดِูŠًّุง، ูŠُุฏْุฎِู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุชَู‚ِูŠًّุง، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ูَุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ، ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ.
ุฃُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ.

Kaum muslimin yang berbahagia...

Sesungguhnya pada pencarian dan pendapatan yang halal, memiliki pengaruh dan manfaat yang besar, dan ini menjadi salah satu penyebab dikabulkannya doa serta diterimanya amalan shaleh, Rasulullah Saw bersabda :

ู…َู†ْ ุชَุตَุฏَّู‚َ ุจِุนَุฏْู„ِ ุชَู…ْุฑَุฉٍ ู…ِู†ْ ูƒَุณْุจٍ ุทَูŠِّุจٍ، ูˆَู„َุง ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َّุง ุงู„ุทَّูŠِّุจَ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุชَู‚َุจَّู„ُู‡َุง ุจِูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ، ุซُู…َّ ูŠُุฑَุจِّูŠู‡َุง ู„ِุตَุงุญِุจِู‡َุง، ูƒَู…َุง ูŠُุฑَุจِّูŠ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูَู„ُูˆَّู‡ُ -ุฃَูŠْ ู…ُู‡ْุฑَู‡ُ ุงู„ุตَّุบِูŠุฑَ- ุญَุชَّู‰ ุชَูƒُูˆู†َ ู…ِุซْู„َ ุงู„ْุฌَุจَู„ِ
“Barang siapa bersedekah senilai sebutir kurma dari usaha yang halal, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang diantara kalian membesarkan kuda kecilnya, hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Al Bukhari). 

Barang siapa menjaga mata pencahariannya dari yang halal, maka akan berpengaruh pada diri, anak dan hartanya, dan Allah akan memberkahi keturunannya.

Dan diantara pengaruh dari memakan makanan yang halal wahai hamba Allah adalah bahwa Allah akan memberikan kemudahan padanya di hari kiamat, karena ia akan ditanyai mengenai hartanya :
ู…ِู†ْ ุฃَูŠْู†َ ุงูƒْุชَุณَุจَู‡ُ، ูˆَูِูŠู…َ ุฃَู†ْูَู‚َู‡ُ
“Dari mana didapat dan kemana dinafkahkan” (At Tirmidzi 2416). Ia akan memiliki alasan dan ia dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ r ูَู‚َุงู„َ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِุฐَุง ุตَู„َّูŠْุชُ ุงู„ْู…َูƒْุชُูˆุจَุฉَ، ูˆَุญَุฑَّู…ْุชُ ุงู„ْุญَุฑَุงู…َ، ูˆَุฃَุญْู„َู„ْุชُ ุงู„ْุญَู„َุงู„َ، ุฃَุฃَุฏْุฎُู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ؟ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ r: «ู†َุนَู…ْ
“Ada seorang yang datang pada Nabi Saw dan bertanya : Wahai Rasulullah, apakah pendapatmu bila aku menunaikan shalat wajib dan mengharamkan yang haram dan menghalalkan yang halal, apakah aku akan masuk surga ? Nabi Saw menjawab : Ya” (Muslim 15). 

Oleh karena itu, marilah tanamkan pentingnya mencari yang halal dalam hati putra putri kita, sehingga kehidupan mereka terjaga, bahagia di dunia dan kenikmatan bagi mereka kelak di dalam surga.

ู‡َุฐَุง ูˆَุตَู„ُّูˆุง ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฎَุงุชَู…ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ، ูƒَู…َุง ุฃَู…َุฑَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ِ: (ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง)( ).

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ูˆَู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ. ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ: ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุนُุซْู…َุงู†َ ูˆَุนَู„ِูŠٍّ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฑَุญْู…َุชَูƒَ ู†َุฑْุฌُูˆ، ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุฏْุนُูˆ، ูَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ูَุถْู„َูƒَ، ูˆَุฃَุณْุจِุบْ ุนَู„َูŠْู†َุง ู†ِุนَู…َูƒَ، ูˆَุชَู‚َุจَّู„ْ ุตَู„َูˆَุงุชِู†َุง، ูˆَุถَุงุนِูْ ุญَุณَู†َุงุชِู†َุง، ูˆَุชَุฌَุงูˆَุฒْ ุนَู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِู†َุง، ูˆَุงุฑْูَุนْ ุฏَุฑَุฌَุงุชِู†َุง، ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َ ูˆَูِّู‚ْ ุฑَุฆِูŠุณَ ุงู„ุฏَّูˆْู„َุฉِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฎَู„ِูŠูَุฉْ ุจْู† ุฒَุงูŠِุฏْ ู„ِู…َุง ุชُุญِุจُّู‡ُ ูˆَุชَุฑْุถَุงู‡ُ، ูˆَุงุดْู…َู„ْ ุจِุชَูˆْูِูŠู‚ِูƒَ ู†َุงุฆِุจَู‡ُ ูˆَูˆَู„ِูŠَّ ุนَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†َ، ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†َู‡ُ ุญُูƒَّุงู…َ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ุดَّูŠุฎْ ุฒَุงูŠِุฏْ ูˆَุงู„ุดَّูŠุฎْ ู…َูƒْุชُูˆู…ْ ูˆَุดُูŠُูˆุฎَ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู†ْุชَู‚َู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุถْูˆَุงู†ِูƒَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ْ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ูَุณِูŠุญَ ุฌَู†َّุงุชِูƒَ. ูˆَุงุฑْุญَู…ِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฌَู…ِูŠุนَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ: ุงู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงุชِ، ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนٌ ู‚َุฑِูŠุจٌ ู…ُุฌِูŠุจُ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏَูˆْู„َุฉِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุงุชِ ุงู„ْุฃَู…َุงู†َ ูˆَุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ، ูˆَุงู„ุฑَّุฎَุงุกَ ูˆَุงู„ِุงุฒْุฏِู‡َุงุฑَ، ูˆَุฒِุฏْู‡َุง ุชَู‚َุฏُّู…ًุง ูˆَุฑِูْุนَุฉً، ูˆَุชَุณَุงู…ُุญًุง ูˆَู…َุญَุจَّุฉً، ูˆَุฃَุฏِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉَ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ؛ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ู†َุนْู„َู…ْ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ r، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَุงุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٌ r.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุงู„ْูˆَุทَู†ِ ูˆَู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُู…ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุฎْูŠَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุฒِ ุฃَู‡ْู„ِูŠู‡ِู…ْ ุฌَุฒَุงุกَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ؛ ุจِูƒَุฑَู…ِูƒَ ูŠَุง ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠู†َ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุตُุฑْ ู‚ُูˆَّุงุชِ ุงู„ุชَّุญَุงู„ُูِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠِّ، ูˆَุงู†ْุดُุฑِ ุงู„ِุงุณْุชِู‚ْุฑَุงุฑَ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…َ ูِูŠ ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงู„ْุนَุงู„َู…ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ุงู„ْุบَูŠْุซَ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงู†ِุทِูŠู†َ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุบِุซْู†َุง ุบَูŠْุซًุง ู…ُุบِูŠุซًุง ู‡َู†ِูŠุฆًุง ูˆَุงุณِุนًุง ุดَุงู…ِู„ًุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ، ูˆَุฃَู†ْุจِุชْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ.

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً، ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ، ูŠَุง ุนَุฒِูŠุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ: ุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ، ูˆَุงุดْูƒุฑُูˆู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ. ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ.