Friday, January 3, 2020

Khotbah Jum'at: PERUMPAMAAN SEORANG MUKMIN


Khotbah Jumat, 08 Jumadil Ula 1441 H/ 03 Januari 2020 M

Perumpamaan Seorang Mukmin

Khotbah Pertama::

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَعَدَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ بِالْأَجْرِ الْعَظِيمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ)( ).

Kaum Mukminin yang Mulia...

Sesungguhnya Allah Swt memerintahkan Nabi kita Muhammad Saw untuk menyampaikan berita gembira kepada kaum mukminin, bahwa bagi mereka di sisi Allah pahala dan karunia yang besar, Allah berfirman :

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah” (Al Ahzab 33 : 47). 

Karunia yang besar dimaksud adalah dimasukkan ke dalam surga, Allah berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ لَهُمْ مَا يَشاؤُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar” (As Syura 42 : 22). 

Lalu siapakah kaum mukminin itu ? dan seperti apakah sifat-sifat mereka ? 

Yang dimaksud dengan orang mukmin adalah mereka yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan beriman kepada takdir baik buruk, Allah berfirman :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demkian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya” (Al Baqarah 2 : 285). 

Nabi Saw menganjurkan kaum mukminin untuk selalu melakukan ketaatan dan meninggalkan yang diharamkan agar keimanan mereka terus bertambah, sebagaimana beliau menerangkan kepada para sahabatnya beberapa sifat, amalan, serta ciri-ciri yang dapat menambah keimanan kaum mukminin dan dapat mengangkat derajat mereka di dalam surga, disebutkan dalam sabdanya : “Perumpamaan seorang mukmin”

Kaum Mukminin yang Mulia...

Rasulullah Saw menyebutkan dalam sabdanya beberapa perumpamaan seorang bagi kaum mukminin, diantaranya yang termuat dalam sabdanya :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ؛ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ، وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ؛ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، لَا رِيحَ لَهَا، وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al Qur’an seperti buah Utrujjah, baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an seperti buah kurma, tidak berbau namun rasanya manis” (Muttafaq ‘Alaih).

 Bacaan Al-Quran seorang mukmin akan berpengaruh pada lahir dan batinnya, hingga jiwanya menjadi bersih dan akhlaknya meningkat mulia, yaitu seperti diperumpamakan oleh Rasulullah Saw dengan Utrujjah, yaitu buah yang menyerupai lemon, yang bermanfaat bagi yang dekat dengannya bahkan yang jauh juga, karena keindahan warna dan wangi aromanya yang terdapat padanya, serta rasanya yang enak (Umdatul Qari, Syarah Shahih Bukhari 20/38).

 Sedangkan seorang mukmin yang tidak begitu peduli membaca Al Quran, maka Nabi Saw mengumpamakannya seperti buah kurma, ia baik dan manis ketika dimakan, akan tetapi manfaatnya tidak sampai dan tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang mencicipinya.

 Maka hendaknya setiap kita bertanya pada diri kita sebagai kaum mukminin, bagaimana interaksi kita dengan Al Quran ? Dan termasuk golongan manakah kita dari dua golongan diatas ?

Saudaraku Seiman yang Berbahagia...

Rasulullah Saw mengumpamakan seorang mukmin seperti lebah, disebutkan dalam sabdanya:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ النَّحْلَةِ، أَكَلَتْ طَيِّبًا، وَوَضَعَتْ طَيِّبًا، وَوَقَعَتْ عَلَى عُودٍ فَلَمْ تَكْسِرْ وَلَمْ تُفْسِدْ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin adalah seperti lebah, ia makan yang baik-baik, mengeluarkan yang baik-baik, bila ia hinggap tidak membuat dahan patah dan rusak” (Ahmad 6872 dan Abul Qasim Al Asfahani dalam kitab At Targhib dan At Tarhib : 76). 

Seorang mukmin itu dalam segala hal selalu dalam kondisi baik, artinya ia mencari rezeki yang halal dan baik, menghiasi diri dengan ucapan dan perbautan yang baik, bersungguh-sungguh dalam bekerja, tidak bosan dan lelah dan tidak menyakiti seorang pun, bahkan ia selalu menyebarkan manfaat dimana saja berada. Dan ketika cobaan datang menderanya, kekuatannya semakin bertambah, Rasulullah Saw dalam sabdanya menyerupakan seorang mukmin dengan sebuah tanaman :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ؛ لَا تَزَالُ الرِّيحُ تُمِيلُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيبُهُ الْبَلَاءُ

“Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman, angin menerpanya ke kiri dan ke kanan, dan seorang mukmin senantiasa mengalami cobaan” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim). 

Bila cobaan banyak menerpanya, dan ketika musibah itu menimpa badannya, keluarga atau hartanya, ia tetap tabah dan bersabar, berusaha mengembalikan semangat dan kekuatannya, karena ia yakin bahwa cobaan itu dapat menghapus keburukan dan mengangkat derajatnya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 17/153), ia menjalani kehidupannya dan meneruskan kesuksesannya dengan penuh percaya diri, berbekal tawakkal kepada Tuhannya, sesuai dengan firman Allah :

وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal” (Al Maidah 5 : 11). 

Ketika seorang mukmin berbuat dosa, ia segera kembali dengan menjalani ketaatan kepada Penciptanya dan kembali beristiqomah, hal ini seperti perumpamaan tangkai, terkadang miring oleh terpaan angin, kemudian tegak kembali setelah angin berlalu, Rasulullah Saw bersabda :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ السُّنْبُلَةِ؛ تَمِيلُ أَحْيَانًا، وَتَقُومُ أَحْيَانًا

“Perumpamaan seorang mukmin seperti tangkai, terkadang miring dan terkadang berdiri” (Musnad Ahmad 23/83)

Bila seorang mukmin terjatuh pada keburukan, ia bersegera beristighfar dan bertaubat, kembali kepada Tuhannya dengan mengamalkan firman-Nya :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (An Nur 24 : 31)

Kaum Mukminin yang Terhormat...

Rasulullah Saw bersabda :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ شَجَرَةٍ خَضْرَاءَ، لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَلَا يَتَحَاتُّ… هِيَ النَّخْلَةُ

“Perumpamaan seorang mukmin bagaikan pohon yang hijau, daunnya tidak pernah berjatuhan dan berguguran.. yaitu pohon kurma” (Muttafaq ‘Alaih).

 Para ulama berpendapat bahwa maksud Nabi Saw menyamakan seorang mukmin dengan pohon kurma adalah karena kebaikannya yang banyak, pohonnya yang rindang, buahnya yang bermanfaat, serta termasuk tumbuhan yang indah, bentuk buahnya yang enak dipandang, dan semuanya bermanfaat (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 17/154),

Begitu juga seorang mukmin, memiliki kebaikan yang menyeluruh, manfaatnya luas, bila kau bersahabat dengannya, kau akan mendapatkan manfaat, bila kau bergaul dengannya kau akan beruntung dan bila kau bermusyawarah dengannya kau akan mendapatkan nasehat darinya (Tafsir Al Qurthubi 9/360). 

Jadi pohon keimanan dapat dikenali dengan buahnya yang baik, mulai dari amalan shaleh dan akhlak yang mulia, dengannya seorang mukmin akan mendapatkan cinta semua orang yang bergaul dan berinteraksi dengannya.

🤲 Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang beriman, sematkan pada kami akhlak dan sifat-sifat dan akhlak mukmin sejati serta masukkanlah kami kedalam surga bersama mereka, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

 أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

 أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para Jamaah Shalat yang Mulia...

Rasulullah Saw menjelaskan pada kita bahwa manusia berbeda-beda seperti berbedanya tingkatan barang tambang, Beliau bersabda :

النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ

“Manusia ibarat barang tambang berharga seperti perak dan emas” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim). 

Rasulullah Saw menjelaskan bahwa esensi seorang mukmin itu murni dan bersih, tidak berubah dan tidak tergantikan, disebutkan dalam sabda Nabi Saw :

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الْقِطْعَةِ مِنَ الذَّهَبِ، نَفَخَ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا، فَلَمْ تَتَغَيَّرْ وَلَمْ تَنْقُصْ

“Demi jiwa Muhammad yang ada di genggaman-Nya, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin bagaikan potongan emas yang disepuh oleh pemiliknya yang tidak pernah berubah dan tidak pernah berkurang” (Ahmad 6872 dan Abul Qasim Al Asfahani dalam kitab At Targhib dan At Tarhib : 76). 

Dan seorang mukmin yang tekun membaca Al Quran dan menyimaknya, maka keimanannya akan bertambah, kekhusuannya akan tampak dan amalan baiknya akan meningkat, seperti yang termaktub dalam firman Allah :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ* الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ* أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya” (Al Anfal 8 : 2-4). 

Seorang mukmin itu selalu bersungguh-sungguh untuk menggapai hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, tiada lelah dan tiada malas untuk membahagiakan dirinya dan membahagiakan orang di sekitarnya, pada mereka tidak didapati dalam ucapan dan tindakannya yang menyakiti orang lain atau mencederai perasaan mereka, Nabi Saw bersabda :

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ، وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka berperilaku keji dan suka berkata kasar” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 1/116 dan At Tirmidzi 1977). 

Marilah kita terapkan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia ini, dan marilah kita tanamkan pada hati putra putri kita.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

🤲🤲🤲 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ يَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا، وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

 اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.


Friday, December 27, 2019

Khotbah Jum'at: JANGAN RUSAK JIWAMU DENGAN NARKOBA

Khotbah Jum’at, 1 Jumadil Ula 1441 H / 27 Desember 2019

Jangan Rusak Jiwamu Dengan Narkoba

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، خَلَقَ النَّفْسَ وَسَوَّاهَا، وَبَيَّنَ لَهَا أَسْبَابَ هُدَاهَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، الْقَائِلُ: «اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا»( ).

 فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).

Kaum Muslimin yang Mulia...

Sesungguhnya Allah telah menciptakan jiwa manusia dan memuliakannya dengan meniupkan ruh padanya, memerintahkan malaikat untuk sujud kepadanya, jiwa (nafs) disebutkan dalam Al Quran lebih dari dua ratus sembilan puluh tempat, ini berarti menunjukkan atas kedudukannya yang tinggi dan mulia, dan Allah telah bersumpah atas nama jiwa tersebut:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaanNya)” (As Syams 91 : 7). 

Maksudnya ialah, jiwa itu Allah ciptakan dengan sempurna, lurus dan sesuai dengan fitrah (Tafsir Ibnu Katsir 8/411), diperkenalkan kepadanya jalan kebaikan untuk ditempuhnya, dijelaskan kepadanya jalan keburukan agar tidak terjerumus kedalamnya (Tafsir Al Qurthubi 20/75), Allah berfirman :

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kedurhakaan dan ketakwaannya” (As Syams 91 : 8). 

Allah menegaskan dan memerintahkan kita agar menjaga dan melindunginya dari semua yang dapat membahayakan dan merusaknya, Allah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya)” (Al An’am 6 : 151).

 Menjaga jiwa termasuk salah satu tujuan yang agung, yang Allah turunkan di dalam kitab-kitab-Nya untuk diwujudkan, Allah mengutus rasul-rasul-Nya yang mulia untuk menegaskan hal tersebut, dan sebagai rahmat bagi hamba-hamba-Nya serta kasih sayang kepada mereka, Allah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (An Nisa’ 4 : 29). 

Allah mengharamkan semua yang dapat menyakiti dan membahayakan hidup mereka. Dan narkoba merupakan barang yang diharamkan dan paling berbahaya, karena ia dapat merenggut jiwa yang dimuliakan oleh Allah, setelah badan mereka rusak serta sel-sel otak hancur, harta mereka sirna, kebahagiaan punah, keharmonisan keluarga terbengkalai, dan kehidupan pecandu narkoba berubah menjadi kehidupan yang sengsara dan melelahkan, sudah berapa banyak jiwa yang mencoba memakai narkoba, awalnya mereka termotivasi oleh coba-coba, rasa ingin tahu atau ajakan teman yang buruk, mereka lalai konsekuensinya dan efeknya yang menyakitkan, memang sangat susah lari dari cengkeraman narkoba ini, dan kini jumlah pecandunya sudah mencapai dua ratus tujuh puluh satu juta seluruh dunia, bahkan jumlah korban kecanduan narkoba lebih besar daripada korban perang, dimana narkoba ini telah membunuh lebih dari enam ratus ribu jiwa tahun ini, sebagaimana lima tahun belakangan ini banyak pengguna narkoba untuk tujuan non medis yang meninggal, narkoba adalah racun mematikan yang menggoda jiwa, kemudian menghancurkan dan menghabiskan nyawanya. 

Allah mengancam setiap orang yang membunuh dirinya dengan racun atau dengan lainnya, disebutkan dalam firman-Nya :

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

“Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (An Nisa’ 4 : 30). 

Maksudnya bahwa orang yang menyebabkan dirinya binasa dengan mengkonsumsi yang dilarang oleh Allah secara berlebihan dan mereka mengetahui bahwa itu diharamkan : “maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka”. 

Ancaman ini pasti agar kita semua menjauh dari semua yang diharamkan yang menyebabkan pelakunya dijebloskan ke neraka, diantaranya adalah narkoba, dimana pecandunya akan menanggung sakitnya, dimasukkan ke dalam neraka atau akan meninggal karenanya.

 Sebagaimana Rasulullah Saw telah menjelaskan akibat dari pembunuhan diri dengan menggunakan narkoba dan sejenisnya, beliau bersabda :

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِسُمٍّ، فَسُمُّهُ بِيَدِهِ، يَتَحَسَّاهُ -أَيْ: يَتَنَاوَلُهُ- فِي نَارِ جَهَنَّمَ، خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

“Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka racunnya ada di tangannya, kelak ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya” (Ahmad 7448 dan At Tirmidzi 2043)

Hamba Allah yang Mulia...

Sesungguhnya jiwa manusia dapat menikmati kebahagiaan ketika ia aman dan tenteram, hal ini berbeda dengan kondisi kejiwaan pecandu narkoba, ia selalu dalam kecemasan, depresi, kelelahan, tegang dan bergejolak.

Jaringan terorisme pun memahami bahaya narkoba, maka mereka menjadikannya sebagai senjata yang ditembakkan ke negara-negara dan masyarakat yang aman dan damai; Negara yang ingin mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya, sehingga narkoba menjadi ancaman terbesar bagi dunia serta menjadi sumber utama kecemasan bagi masyarakat internasional.

Kerena itu, dalam hal ini, UAE ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah tersebut dan demi terwujudnya ketentraman dunia, dan UAE mengajak semua pihak yang memiliki informasi mengenai kegiatan yang mencurigakan, agar segera melaporkan pada pihak berwajib, karena melindungi generasi serta memberikan pencerahan tentang bahaya narkoba serta efek buruknya merupakan tanggung jawab bersama semua masyarakat, terutama para orang tua, saudara-saudari, para kerabat, para guru, para pendidik, karena merekalah yang banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak dan para pelajar baik di rumah maupun di sekolah mereka.

 Rasulullah Saw telah bersabda :

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ingatlah, setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya” (Muttafaq ‘Alaih). 

Mari kita bekerja sama memikul tanggung jawab ini, karena ia berkaitan dengan generasi dan masa depan negari kita tercinta.

🤲 Ya Allah, berikan kepada jiwa-jiwa kami ketakwaan, sucikan ia, karena Engkaulah sebaik-baiknya Dzat yang menyucikannya, lindungilah putra-putri kami, berkahilah generasi kami dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

 أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ لِنَعْمَائِهِ، الرَّاغِبِينَ فِي رَحْمَتِهِ وَعَطَائِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Jamaah Shalat yang Mulia...

Hendaklah diketahui oleh pengguna narkoba, bahwa pintu taubat dan rahmat terus terbuka untuknya bila ia mau bertaubat, beristighfar dan mau kembali kepada Tuhannya, Allah berfirman :

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (An Nisa’ 4 : 110).

 Beruntunglah orang yang bersungguh-sungguh menyucikan dirinya dengan membenahi akhlak dan perbuatannya serta mengarahkannya pada ketaatan terhadap Penciptanya (Tafsir Ibnu Katsir 8/381), dengan memperbanyak amal shalih dan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla dengan semua bentuk ketaatan, ia akan mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan, Allah berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (As Syams 91 : 9)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ

اللَّهُمَّ أَفِضْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ، وَتَمِّمْ عَلَيْنَا نِعْمَتَكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ، وَاجْمَعْ عَلَى الْهُدَى أَمْرَنَا، وَاجْعَلِ التَّقْوَى زَادَنَا، وَالْجَنَّةَ مَآبَنَا، اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِالْحِلْمِ، وَارْفَعْنَا بِالْعِلْمِ، وَهَبْ لَنَا نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُم وَالأمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

 اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Saturday, December 21, 2019

Khotbah Jum'at: ABDULLA BIN MAS'UD

KhOtbah Jumat, 27 Dzul Hijjah 1439 H/7 September 2018 M
Abdullah bin Mas’ud

KhOtbah Pertama::

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا يَلِيقُ بِجَلَالِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ؛ قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ)().

Para jamaah shalat: kita berada di awal tahun ajaran baru –semoga Allah menjadikan tahun kesuksesan dan keistimewaan-, hendaknya kita mendorong para siswa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar, karena ilmu pengetahuan merupakan sebaik-baik hal yang dikumpulkan dan dimanfaatkan. Nabi SAW mengibaratkan pentingnya ilmu pengetahuan bagi manusia, bagaikan pentingnya air bagi kehidupan, Nabi SAW bersabda:

مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ، كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagaikan hujan yang lebat” (Muttafaq ‘Alaih). 
Oleh karena itu para Sahabat RA menaruh perhatian penuh pada ilmu, mereka bersungguh-sungguh, sehingga banyak diantara mereka yang sangat mumpuni dalam keilmuan, diantaranya adalah Abdullah bin Mas’ud RA, ia pantas menjadi teladan bagi para siswa dan para guru, sebagiaman ia termasuk para pendahulu, ia berkata:

لَقَدْ رَأَيْتُنِي سَادِسَ سِتَّةٍ مَا عَلَى الْأَرْضِ مُسْلِمٌ غَيْرُنَا

Aku melihatku termasuk dari enam pertama yang tidak muslim di atas bumi selain kami” (Ibnu Hibban 7062). Sejarahnya dipenuhi dengan pujian, prestasi dan keilmuan (Siyar A’lamun Nubala’ 3/281). 
Ia adalah seorang alim, mufassir dan faqih, ia adalah orang pertama yang membaca Al Quran dengan suara keras di Makkah (At Thabaqat Al Kubra 3/112 dan Siyar A’lamun Nubala’ 3/284). Cintanya pada ilmu mendorongnya untuk belajar langsung pada Nabi SAW, ia (Abdullah bin Mas’ud) berkata: Nabi SAW dan Abu Bakar datang, lalu aku berkata: ajarilah aku. Kemudian Beliau mengusap kepalaku dan berdoa: Allah merahmatimu, sesungguhnya engkau anak yang yang berilmu” (Al Mu’jam Al Awsath, karangan At Thabrani 7621, Ahmad 3598 dan 3599). 
Ia mendapatkan keberkahan dari doa Nabi SAW. Ia memiliki semangat dan kemauan yang tinggi untuk belajar, ia selalu bersama dengan Nabi SAW agar mendapatkan curahan ilmu dan petunjuk, maka ketika Nabi SAW melihat semangatnya dalam menuntut ilmu, Nabi SAW mendekatkan padanya, sehingga Abu Musa Al Asy’ari RA berkata:

قَدِمْتُ أَنَا وَأَخِي إِلَى الْمَدِينَةِ، فَكُنَّا نَظُنُّ ابْنَ مَسْعُودٍ وَأُمَّهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ ( مِنْ كَثْرَةِ دُخُولِهِمْ وَلُزُومِهِمْ لَهُ

Ketika aku dan saudaraku datang ke Madinah, kami menyangka bahwa Ibnu Mas’ud dan ibunya termasuk keluarga Rasulullah Saw karena seringnya mereka masuk dan berada di rumah beliau” (Muttafaq ‘Alaih).
Ia (Ibnu Mas’ud) bersemangat untuk mengambil ilmu dari sumbernya, ia berkata: aku mengambil langsung dari mulut Nabi SAW sebanyak 70 surah dan tidak seorang pun yang memperdebatkan mengenai itu denganku” (Ahmad 3598 dan 3599).
Ia bersungguh-sungguh dan bersusah payah dalam menimba ilmu, Ia berkata:

مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ إِلَّا أَنَا أَعْلَمُ أَيْنَ أُنْزِلَتْ، وَفِيمَ أُنْزِلَتْ، وَلَوْ أَعْلَمُ أَحَدًا أَعْلَمَ مِنِّي بِكِتَابِ اللَّهِ تَبْلُغُهُ الْإِبِلُ لَرَكِبْتُ إِلَيْهِ

Tidak ada surah dalam Kitabullah, melainkan aku tahu dimana diturunkan, tentang apa yang diturunkan, dan jika aku tahu bahwa ada seseorang lebih mengerti dariku mengenai Kitabullah, maka aku akan berangkat ke sana walaupun harus mengendarai unta” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim). Ia mengamalkan apa yang ia pelajari, ia mengikuti petunjuk Rasulullah SAW dalam segala hal, Hudzaifah bin Al Yaman RA berkata:

مَا أَعْرِفُ أَحَدًا أَقْرَبَ سَمْتًا وَهَدْيًا بِالنَّبِيِّ ( مِنِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ

Aku tidak mengenal seseorang yang paling mendekati perangai serta menetapi petunjuk Nabi SAW melebihi Ibnu Umm Abd” (Bukhari 3762). Maksudnya : Abdullah bin Mas’ud RA. Khudzaifah RA: sesungguhnya ia manusia yang paling mirip dengan Rasulullah SAW dalam menetapi hidayah, mengambil keputusan dan saat berkhutbah (Siyar A’lamun Nubala’ 3/287).
Ia (Ibnu Mas’ud) mendalami semua yang dipelajarinya, sehingga ia dicintai oleh Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW senang menyimak bacaan Quran darinya, Beliau berkata padanya:

اقْرَأْ عَلَيَّ». قَالَ: أَقْرَأُ عَلَيْكَ، وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟ قَالَ ( :« إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي». فَقَرَأَ عَلَيْهِ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ النِّسَاءِ إِلَى قَوْلِهِ تَعَالَى:( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا) قَالَ:« أَمْسِكْ». فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ (

Bacalah untukku”. Ia bertanya: Aku membacakan untukumu, sedangkan ia diturunkan padamu? Beliau bersabda: Sesungguhnya aku senang mendengarkan dari orang lain”. Kemudian ia membacakan padanya dari awal surah An Nisa’ hingga ayat:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا
Beliau berkata: hentikan. Dan kedua mata Nabi SAW berlinang air mata” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Bukhari).
Nabi SAW menganjurkan para sahabatnya agar belajar Al Quran dari Ibnu Mas’ud RA, disebutkan dalam sabdanya:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَقْرَأَ الْقُرْآنَ غَضًّا كَمَا أُنْزِلَ فَلْيَقْرَأْ عَلَى قِرَاءَةِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ

Barang siapa ingin membaca Al Quran dengan bacaan yang tepat seperti saat diturunkan, hendaklah ia membaca dengan bacaan Ibnu Umm Abd” (Ibnu Majah 138 dan Ahmad 35). Ilmu telah mengangkat, meninggikan kedudukan dan namanya tercatat dalam sejarah.
Kaum muslimin: Abdullah bin Mas’ud RA memiliki ilmu yang melimpah, kedudukannya tinggi di hadapan para sahabat, mereka mengetahui kemampuannya dan menghargai ilmunya, Umar RA berkata: Ia bagaikan bejana yang dipenuhi ilmu” (Ibnu Sa’d dalam kitab At Thabaqat 3/156 dan Tarikh Islam karangan Ad Dzahabi 2/205). Ketika ia diutus ke Kufah, 
Umar berpesan pada mereka: sesungguhnya aku -demi Allah- mendahulukannya atas diriku, maka belajarlah darinya (At Thabaqat Al Kubra 3/116). Ia (Ibnu Mas’ud) merupakan teladan bagi para guru, yang memperlakukan murid-muridnya dengan kelembutan dan keindahan akhlak. 
Suatu hari sebagian orang berkumpul di rumah Ali bin Abi Thalib RA. Mereka bertanya : Kami belum pernah melihat seseorang yang lebih mulia akhlaknya, lebih tinggi pengajarannya, lebih wara’, dan lebih baik persahabatannya melebihi Ibnu Mas’ud. Lalu Ali RA berkata: Sesungguhnya aku bersaksi padamu, bahwa pendapatku sebagaimana pendapat mereka bahkan lebih (Mushannaf Abi Syaibah 32241 dan At Thabaqat Al Kubra 3/115).
Kita belajar dari sahabat mulia ini; Abdullah bin Mas’ud RA mengenai perhatiannya terhadap penampilan serta wewangian yang digunakannya, dimana termasuk sahabat yang paling baik pakaiannya dan paling harum wewangiannya (At Thabaqat Al Kubra 3/116 dan Siyar A’lamun Nubala’ 3/281). Ia dikenal dengan wewangiannya yang harum di malam hari (At Thabaqat Al Kubra 3/117). Ia dicintai oleh sesamanya karena ilmunya yang melimpah, akhlaknya yang baik, jiwanya yang bersih, penampilannya yang indah, mereka senang berjumpa dengannya, mereka tidak bosan dengan ucapannya dan tidak pernah puas dengan ilmunya, seorang muridnya berkata: Abdullah mengajar kami setiap Kamis, ia menyampaikan beberapa hal, ia diam pada waktunya dan kami berharap terus ia menambah penyampaian ilmunya” (At Thabaqat Al Kubra 3/116).
Betapa indahnya bila para siswa berteladan pada sahabat mulia ini dalam ketekunannya mencari ilmu, sebagaimana betapa baiknya bila para guru berteladan pada akhlak, penampilan serta pengetahuannya yang melimpah.
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk berteladan padanya, berilah kami ilmu yang bermanfaat, amalan yang shalih dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: dunia kini berpacu dengan waktu untuk mendapatkan ilmu, untuk menggapai yang baru, mereka berlomba-lomba dalam berinovasi dan penemuan dalam berbagai cabang keilmuan. Wahai para siswa, kalian adalah harapan bangsa, mari bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, gunakan waktu dan tenaga kalian dalam menggapai ilmu, Abdullah bin Mas’ud RA berkata: Sesungguhnya aku tidak suka melihat seseorang yang kosong, tidak dalam pekerjaan dunia dan pekerjaan akhirat (At Thabari dalam kitab Al Kabir 9/106). Bila kalian bersungguh-sungguh, maka kalian akan menggapai seperti yang digapai orang-orang sebelum kalian bahkan lebih, kedudukan kalian akan terangkat di dunia dan di akhirat, kedua orang tua kalian akan menikmati kebahagiaan, kalian juga berkontribusi dalam kemajuan negara kalian, sehingga kalian juga akan mendapatkan kesuksesan dalam tugas kalian dan masa depan kalian. Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Mujadilah 58 : 11). 
Risalah keilmuan merupakan tanggung jawab bersama antara siswa, wali murid, guru dan institusi sekolah, oleh karena itu, marilah kita sambut tahun ajaran baru ini dengan kerja sama antara semua agar terwujud tujuan pendidikan.

اللَّهُمَّ ارْضَ عَنْ سَيِّدِنَا عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ (:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6880” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6880

Friday, December 20, 2019

Khotbah Jum'at: RUMAH SEBAGAI TEMPAT TINGGAL DAN KETENTRAMAN

 Khotbah Jumat, 23 Rabiul Akhir 1441 H/ 20 Desember 2019 M

Rumah sebagai Tempat Tinggal dan Ketentraman

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَنَا الْبُيُوتَ فَضْلًا مِنْهُ وَمِنَّةً، وَجَعَلَهَا لَنَا سَكَنًا وَرَحْمَةً، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، 

فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)( ).

Para Jamaah Shalat yg Budiman... 

Allah SWT berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal” (An Nahl 16 : 80). Ayat ini menerangkan bahwa Allah menganugerahkan kita nikmat rumah yang dihuni oleh kedua orang tua dan putra-putri kita, rumah adalah tempat tinggal, rumah adalah tempat kebahagiaan, rumah adalah tempat dimana manusia menikmati ketentraman, cinta, kasih sayang dan kenyamanan, itu semua merupakan tujuan utama didirikannya rumah dan rumah tangga, Allah Swt berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar Rum 30 : 21).

 Lalu, bagaimana kita dapat menggapai ketentraman dan kedamaian dalam rumah kita ?

Hamba Allah yang Mulia...

Sesungguhnya seorang mukmin yang memasuki rumahnya dengan berdzikir kepada Tuhannya, maka Allah akan melindunginya dari syetan, melindunginya dan keluarganya dari godaan, keburukan dan fitnah syetan, melindungi dalam makanan dan minuman, saat tidur dan saat terbangun, Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ

“Bila seseorang memasuki rumahnya, lalu ia berdzikir kepada Allah saat masuk rumah dan saat makannya. Syetan itu berkata : tidak ada tempat tidur dan tidak ada makan malam bagi kalian” (Muslim 2018). 

Maksudnya : syetan berkata kepada sesamanya : Allah telah melindungi orang tersebut dan rumahnya dari kalian, dengan dzikir dan permohonannya kepada Allah. Bila seorang mukmin beristiqomah dalam dzikir, dalam membaca dan menyimak Al Quran, maka Allah akan membangkitkan kehidupan dalam rumahnya, Rasulullah Saw bersabda :

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ؛ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah dan yang tidak disebut nama Allah didalamnya, bagaikan hidup dan mati” (Muslim 779).

 Rumah yang mendapatkan keberkahan serta penghuninya menikmati kehidupan yang baik, semua itu disebabkan oleh dzikir mereka kepada Tuhan semesta alam dan rajin membaca Al Quran didalam rumah tersebut. Dan diantara surah yang dapat melindungi rumah seseorang adalah surah Al Baqarah, Nabi Saw bersabda :

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَدْخُلُ بَيْتًا تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Bacalah surah Al Baqarah di rumah kalian, karena sesungguhnya syetan tidak masuk ke rumah yang dibacakan surah Al Baqarah didalamnya” (Syu’bul Iman, karangan Al Baihaqi 2/453)

Selanjutnya bila seorang mukmin menunaikan sebagian ibadah (shalat sunah) di rumahnya, maka rumah itu akan terlindungi, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, dimana beliau menunaikan sebagian shalatnya di rumahnya, beliau bersabda :

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ

“Jadikanlah sebagian shalat ditunaikan di rumah kalian” (Muttafaq ‘Alaih). Lalu dijelaskan oleh beliau mengenai keutamaan shalat di rumah :

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ، إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Shalatlah wahai manusia di rumah kalian, karena sebaik-baiknya shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat maktubah” (Muttafaq ‘Alaih).

 Sebagai pertanda baik ketika ia shalat sunat di rumah bahwa rumah seorang mukmin juga ikut menjadi saksi atas ketaatannya disamping ketaatan yang ditunaikan di masjid, dan para malaikat akan berbondong-berbondong menuju rumahnya dan keluarganya akan mendapatkan kebahagiaan, melimpahnya pahala dan keberkahan (Faidhul Qadir 1/535). Nabi Saw bersabda :

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ؛ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا

“Bila seseorang telah menunaikan shalatnya di masjid, maka hendaklah ia memberi jatah shalat di rumahnya, karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dalam rumahnya melalui shalatnya” (Muslim 778).

 Dan diantara kebaikan itu adalah ia kan menjadi teladan bagi keluarganya dan sebagai pelipat ganda pahala dan balasanya, karena sesungguhnya Allah melipatgandakan pahala shalat nafilah yang dilakukan di rumah, sebagaimana pelipat gandaan pahala shalat wajib di masjid, Rasulullah Saw bersabda :

تَطُوُّعُ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ يَزِيدُ عَلَى تَطَوُّعِهِ عِنْدَ النَّاسِ؛ كَفَضْلِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ

“Shalat sunnah seseorang di rumahnya lebih utama daripada shalat sunnah yang ditunaikan di hadapan manusia, seperti keutamaan shalat berjamaah terhadap shalat sendirian” (Mushannaf Abdur Razzaq 3/70 dan Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2256). 

Bila seorang suami mengajak keluarga dalam ibadah, maka pahalanya akan bertambah besar serta mendatangkan rahmat, Nabi Saw bersabda :

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ… رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا

“Allah merahmati seorang suami yang bangun sebagian malam, lalu shalat kemudian membangunkan isterinya.. Allah merahmati seorang isteri yang bangun sebagian malam, lalu shalat kemudian membangunkan suaminya” (Abu Daud 1308, 1450, An Nasa’i 1610 dan Ibnu Majah 1336). 

Betapa mulianya ketika Allah menyaksikan sebuah keluarga saat mereka sedang ruku’, sujud, berdzikir dan membaca Al Quran.

Kaum Muslimin yang Mulia...

Sesungguhnya Allah Swt menginginkan kita menyebarkan salam dalam rumah kita, disebutkan dalam firman-Nya :

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

“Dan apabila kamu memasuki (suatu rumah dari ) rumah-rumahmu (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salah yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik” (An Nur 24 : 61). 

Maksudnya : bila kalian wahai manusia masuk kedalam rumah kalian, maka ucapkanlah salam kepada keluarga kalian (Tafsir At Thabari 17/378), karena salam adalah ungkapan baik yang diperintahkan oleh Tuhan kalian, serta mendatangkan keberkahan pada rumah kalian dan berpahala besar di sisi Tuhan kalian (Tafsir At Thabari 17/384) dan (Tafsir Ar Razi 24/423). 

Seorang ulama berpendapat : bila seorang mukmin memasuki rumahnya dan didalamnya ada orang, maka ucapkanlah :

 السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

dan bila tidak ada seorang pun di dalam rumah, maka ucapkanlah :
 السَّلَامُ 
عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

 (keselamatan atas kami
 dan atas hamba-hamba Allah yang shaleh) (Tafsir Al Qurthubi 12/319) Tafsir At Thabari 17/379) dan Al Kafi fi Fiqh Ahlil Madinah 2/11332).

Demikian pula hendaknya seseorang memenuhi rumahnya dengan kebaikan dan keimanan, seperti yang diteladankan oleh para nabi dan para rasul, Nabi Nuh AS berkata :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا

“Ya Tuhanku ! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman” (Nuh 71 : 28). 

Seorang suami yang menjaga suasana keimanan di dalam rumahnya dan dihadapan keluarganya, maka akan berpengaruh besar terhadap pendidikan anak-anaknya, yang mampu menularkan nilai-nilai dan akhlak mulia, hal itu bisa ditampakan saat duduk bersama keluarga, seperti saat makan, saat belajar, hal ini dapat meneguhkan kebiasaan dan adat istiadat baik, mereka bersyukur atas segala nikmat tersebut dengan terus memohon kelebihan, sehingga rumah tersebut menjadi awal dari setiap akhlak dan perbuatan mulia. Dan diantara tindakan dan akhlak masyarakat yang mulia yang berawal dari dalam rumah tangga adalah menyambung tali persaudaraan dengan para kerabat dan tetangga, karena orang tuanya menganjurkan anak-anaknya untuk melakukan itu, sehingga ia menjadi teladan bagi mereka. 

Juga diantara akhlak baik yang berangkat dari rumah, adalah solidaritas dan kesetiakawanan, seperti yang dikisahkan oleh saudari Musa AS ketika ia mengisahkan tentang rumah tempat ia tumbuh dan dibesarkan, ia berkata :

هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ

“Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya” (Al Qasas 28 : 12).

 Dari pemeliharaan dan pendidikan rumah yang demikian, akhirnya Musa AS lahir dari rumah itu sebagai salah satu nabi utusan Allah dan termasuk ulul azm.

 Dengan demikian hendaknya kita meningkatkan perhatian kita terhadap keluarga dan rumah kita, menjaganya, menunaikan tanggung jawab kita kepada mereka, karena Allah akan meminta pertanggung jawaban kita, Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ اللَّهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ: أَحَفِظَ أَمْ ضَيَّعَ، حَتَّى يَسْأَلَ الرَّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung jawaban setiap pemimpin atas kepemimpinannya : apakah ia menjaga atau menyia-nyiakannya, sampai seorang suami diminta pertanggung jawaban tentang keluarganya” (Ibnu Hibban 10/344). 

Jadi keluarga adalah inti, pondasi dan dasar dari sebuah masyarakat, ia adalah madrasah pertama yang akan melahirkan generasi penerus, bila ia baik dan stabil, maka bangunan itu akan berdiri kokoh serta berpengaruh baik pada masyarakatnya.

🤲Ya Allah, tambahkanlah kebahagiaan, kemakmuran, cinta dan kasih sayang di rumah kami, jadikanlah kami hamba yang taat kepada-Mu dan mengikuti ajaran Rasul-mu, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagaimana telah Engaku firmankan dalam kitab-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


🗒 *Khutbah Kedua*

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْكُرُهُ فَإِنَّهُ سُبْحَانَهُ يَجْزِي مَنْ شَكَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para Jamaah Shalat yg Berbahagia...

Sesungguhnya diantara tanggung jawab kedua orang tua terhadap putra-putrinya adalah mengingatkan mereka dari hal-hal yang dapat mendatangkan mudarat di dunia dan di akhirat mereka, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (At Tahrim 66 : 6).

 Maksudnya : lindungilah rumah, putra-putri dan keluarga kalian dari kemaksiatan, jadikan rumah kalian sebagai pelindung mereka. Qatadah berkata : bila kau menyaksikan seorang dari keluargamu berbuat kemaksiatan kepada Allah, maka halangilah dan jauhkan mereka agar tidak melakukan kemaksiatan tersebut (Tafsir Ibnu Katsir 8/16). 

Berikut beberapa contoh kemaksiatan yang datang merusak rumah tangga dan menghancurkan masyarakat, seperti memakai narkoba, dan ini merupakan masalah yang mendunia yang dialami oleh banyak negara, maka kewajiban kita terhadap putra-putri kita serta tanggung jawab kita terhadap keluarga kita adalah melindungi mereka agar tidak terjatuh dalam kecanduan narkoba, karena narkoba adalah racun, yang membuat harta sirna, kesehatan melemah dan merusak agama dan moral. Perlu diperhatikan bahwa diantara bentuk kecanduan yang dapat membahayakan kesehatan dan merusak kesempatan dan usaha putra-putri kita adalah kecanduan game online, hal ini telah diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, karena permainan tersebut menjauhkan putra putri kita dari kenyataan, menjauhkan dari rumah, memisahkan dari masyarakat serta berdampak negatif pada kehidupan mereka.

Mari kita jaga kesehatan putra-putri kita, keselamatan badan dan akal mereka, mari kita tingkatkan kesadaran pada mereka tentang bahaya narkoba dan para pengedarnya serta bahaya game online, agar rumah tangga bahagia dan tenteram, dan semoga kita dapat melahirkan generasi produktif yang bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa dan negara mereka.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ

اللَّهُمَّ يَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ، وَيَا أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى، وَيَا أَكْرَمَ مَنْ عَفَا، وَأَعْظَمَ مَنْ غَفَرَ؛ نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْفَرَهَا، وَمِنَ الْعُلُومِ أَنْفَعَهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْمَلَهَا، وَنَسْأَلُكَ السَّعَادَةَ فِي الدُّنْيَا، وَالْفَوْزَ فِي الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ

اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

 اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا وَأَهْلِهَا، واجْعَلْهَا دَائِمًا فِي سَعَادَةٍ، وَمِنَ الْخَيْرِ فِي زِيَادِةٍ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِينَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَفِي كُلِّ مَا رَزَقْتَنَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.