Tuesday, August 21, 2018

Khotbah Jum'at: KEDUDUKAN WANITA


Khutbah Jumat, 21 Dzul Qaidah 1439 H / 3 Agustus 2018 M

Kedudukan Wanita

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، كَرَّمَ النِّسَاءَ أَعْظَمَ تَكْرِيمٍ، وَأَعْلَى مَنْزِلَتَهُنَّ فِي دِينِهِ الْقَوِيمِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا يَلِيقُ بِجَلَالِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ؛ قَالَ تَعَالَى:( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ)().

Para jamaah shalat : sesungguhnya Allah telah mengangkat derajat wanita dan kehormatannya, seperti disebutkan dalam beberapa ayat Al Quran, diantaranya :

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Lelaki dan wanita pada dasarnya sama, hal ini ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

Sesungguhnya wanita saudara lelaki”. Wanita dihadapan hukum, perbuatan baik dan balasannya sama, Allâh menjelaskan :

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Laki-laki dan wanita yang banyak berdzikrullah, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Ahzab 35)

Dalam surah lain ditegaskan :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An Nahl 16 : 97)

Banyak ayat-ayat Quran yang diturunkan sebagai penjelasan mengenai hukum dan hak-hak wanita, pada surah An Nisa’ dijelaskan:

وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ

Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah : Allâh memberi fatwa kepadamu tentang mereka” (An Nisa’ 4 : 127).

Agama ini menjamin kepemilikan harta bagi seorang wanita, Allâh berfirman:

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ

(Karena) bagi laki-laki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan” (An Nisa’ 4 : 32).

Besar kecil warisan wanita telah ditentukan, Allâh berfirman:

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan” (An Nisa’ 4 : 7)

Semua itu merupakan bentuk pemuliaan Allâh terhadap wanita, Umar bin Khattab RA berkata : ketika Islam datang dan Allâh menyebutkan mengenai wanita, maka kami melihat itu sebagai kewajiban terhadap kami.

Para jamaah shalat : agama menjamin hak pendidikan wanita, dimana Nabi Saw menaruh perhatian besar mengenai hal itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ خَطَبَ، فَرَأَى أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعِ النِّسَاءَ، فَأَتَاهُنَّ، فَذَكَّرَهُنَّ، وَوَعَظَهُنَّ، وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ

Sesungguhnya Rasulullah menunaikan shalat Id dan berkhutbah, dan ketika beliau tahu bahwa wanita tidak mendengar khutbahnya, beliau mendatangi mereka, mengingatkan, menasehati, dan memerintahkan mereka agar bersedekah

Dari Abi Said Al Khudri RA berkata : Wanita bertanya pada Nabi:

غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ، فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ، فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا، لَقِيَهُنَّ فِيهِ، فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ

Kaum lelaki mengalahkan kami, sempatkan satu hari untuk kami darimu, beliau menjanjikan satu hari untuk pertemuan, yang diisi oleh nasehat dan perintah”. Nabi Saw selalu menjaga hak-hak wanita dibidang nasehat, pengarahan dan wasiat, diantara arahannya:

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ، لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

Wahai wanita muslimah, janganlah tetangga meremehkan hadiah tetangganya, walaupun hanya kikil kambing

Maksudnya: jangan sampai tetangga memutus pemberian terhadap tetangganya walaupun sedikit, seperti pemberian dalam bentuk kikil kambing yang masih ada dagingnya. Dalam hadits lain ditegaskan:

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَاتِ عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ، فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

Wahai wanita mukminah, hendaknya kalian bertahlil, bertasbih, menyucikan Allah, dan jangan sampai lalai dan kalianpun dilupakan oleh rahmat, hitunglah dengan jari jemari, karena nanti akan dimintai kesaksian”.

Aisyah RA memuji para wanita Anshar, karena banyak bertanya pada Rasulullah saw dalam urusan rincian agama mereka, ia (Aisyah) berkata:

نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ، لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ

“Sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshar, malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam agama mereka”

Kaum mukminin : Al Quran mencatat wanita-wanita agung, yang rajin berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya Maryam ibu Isa AS yang disifati dengan jujur, sebuah sifat yang belum disandang oleh wanita lainnya dalam Al Quran, begitu juga ratu Balqis pemilik kecerdasan dan pendapat jitu yang kemudian masuk Islam ditangan nabi Sulaiman AS, keduanya berserah diri pada Tuhan semesta alam. Dan diantara wanita pendahulu yang dicatat oleh sejarah, seperti yang disebutkan dalam sirah nabawiyah adalah Khadijah binti Khuwailid RA, ia adalah orang pertama yang beriman pada Rasulullah, mendukung dan membiayai dengan hartanya. Begitu pula putrinya Fatimah binti Muhammad, ia membela ayahnya dan membantu suaminya. Dari kalangan wanita terdapat banyak wanita alim, seperti Aisyah RA, ia termasuk manusia yang paling alim, rujukan para pembesar sahabat Rasulullah SAW.

Diantara mereka ada yang ahli di bidang Nahw, ushul, mantiq, syair, fiqh dan mawaris, dan sebagian mereka mewariskan buku karangan.

Ada wanita pemilik pemikiran yang cemerlang, berilmu, memiliki keutamaan dan ahli agama, mereka menjadi mufti pada masanya dalam urusan yang rumit, dan mereka pantas menjadi teladan bagi wanita-wanita shalihah lainnya.

Sebagian mereka ada yang menjadi penceramah yang mengadakan majlis pencerahan dan keilmuan. Ada pula ahli hadits, tempat rujukan para ulama, ia meriwayatkan hadits dan memberi ijazah pada mereka.

Di bidang sastra dan adab, wanita ikut memberikan warisan sastra yang tinggi nan indah.

Hamba Allâh : Islam membuka semua lapangan kebaikan bagi para wanita, agar mereka dapat berkontribusi baik dalam pembangunan masyarakat. Diantara mereka ada wanita pencetus, minbar pertama yang dibuat oleh Nabi Saw atas usulan seorang wanita. Minbar-minbar itulah yang kemudian diadopsi di masjid-masjid. Wanita memiliki andil di bidang ekonomi, dimana ada seorang shahabiyah yang oleh Umar bin Khattab RA selalu dijadikan rujukan pendapatnya dan diangkat sebagai pengelola urusan pasar.

Sebagian wanita ahli bidang kedokteran dan bedah, sebagian lainnya terkenal dalam pengobatan penyakit mata. Di semua bidang ada wanita yang ikut andil. Ya Allah berkahilah kami pada wanita-wanita kami, lindungilah dan muliakanlah mereka di dunia dan akhirat. Berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: diantara arahan Rasulullah saw adalah menghargai, memberikan perhatian dan memperlakukan dan berkomunikasi dengan baik terhadap wanita, Beliau bersabda :

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Berwasiatlah baik terhadap wanita

Dan berbuat baik terhadap wanita merupakan bukti atas kebaikan dan kemuliaan seorang lelaki, disebutkan dalam sabdanya:

خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Sebaik-baik kalian yang terbaik pada wanita mereka”. Perhatian terhadap wanita merupakan pemberian termulia, dan Negara Emirates terus bekerja untuk memberdayakan kaum wanita di masyarakat, memberikan mereka kesempatan untuk berperan sesuai kemampuannya, karena mereka merupakan unsur penting kebahagiaan sebuah keluarga, mereka pendidik generasi dan pencetak para pahlawan, mereka bersama lelaki dalam tugas dan bersumbangsih membangun negara. Syaikhah Fatma binti Mubarak berkata: “Sesungguhnya Negara Persatuan Emirates Arab menyediakan kesempatan kerja bagi perempuan di semua bidang kehidupan dan langkah wanita di negara ini cukup cepat dan meyakinkan, semua itu dapat dilihat dari semua sisi.

Mari kita bersama menghargai kedudukan wanita dan mendorong mereka agar menjadi pioner dalam pembangunan dan kemajuan masyarakatnya.

اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا وَنِسَاءَنَا لِكُلِّ خَيْرٍ، وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الْمُرْسَلِينَ، فَإِنَّكَ سُبْحَانَكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ الْمُبِينُ:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ (:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي ثَرَوَاتِهَا وَخَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

Friday, August 17, 2018

Khotbah Jum'at: AMALAN YANG KEKAL DAN SHALEH


Khutbah Jumat, 28 Dzul Qaidah 1439 H / 10 Agustus 2018 M
Amalan Yang Kekal Dan Saleh

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْأَرْضِ وَالسَّمَوَاتِ، حَثَّنَا عَلَى عَمَلِ الصَّالِحَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ ذَكَرَ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَتَقَرَّبَ إِلَيْهِ بِالطَّاعَاتِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى وَذِكْرِهِ، قَالَ تَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)().

Para jamaah shalat, Allâh berfirman:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (Al Kahf 18 : 46). Amalan kekal lagi shaleh mencakup semua ketaatan, semua kebajikan dan qurbah yang akan menjadi simpanan pahala bagi pelakunya di akhirat. Ibnu Abbas RA menafsirkan firman Allâh ( وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ), bahwa ia adalah dzikrullah, shalat, puasa, haji, sedekah, silaturrahim dan semua perbuatan baik yang membuat pelakunya kekal didalam surga. Allah mensifatinya dengan amalan yang kekal karena pahalanya akan kekal dan karena pahalanya yang melimpah, Allah berfirman:

وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا

Dan amal-amal shaleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya” (Maryam 19 : 76). Maksudnya pahala yang terbaik yang kembali pada pelakunya dan balasan yang utama yang kekal untuknya pada hari pembalasan.

Kaum mukminin : sesungguhnya dzikir termasuk amalan yang kekal lagi shaleh, yang memiliki pahala yang agung dan balasan yang mulia di sisi Yang Maha Mulia, Rasulullah Saw bersabda:

الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ هِيَ التَّكْبِيرُ، وَالتَّهْلِيلُ، وَالتَّسْبِيحُ، وَالتَّحْمِيدُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Amalan-amalan yang shaleh adalah takbir, tahlil, tasbih, tahmid dan hauqalah”. Allah telah memilihnya dan melipat gandakan kebaikan bagi pelakunya, Nabi Saw menjelaskan:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنَ الْكَلَامِ أَرْبَعًا: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، فَمَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، كُتِبَ لَهُ عِشْرُونَ حَسَنَةً، وَحُطَّ عَنْهُ عِشْرُونَ سَيِّئَةً، وَمَنْ قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ، وَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ، وَمَنْ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ بِهَا ثَلَاثُونَ حَسَنَةً، أَوْ حُطَّ عَنْهُ ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Sesungguhnya Allah memilih empat dari ucapanسُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ. 
Barang siapa membaca سُبْحَانَ اللَّهِ Allâh mencatat baginya dua pulih kebaikan dan menggugurkan darinya dua puluh keburukan. Barang siapa membaca اللَّهُ أَكْبَرُ seperti itu pahalanya. Barang siapa membaca لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ seperti itu pahalanya. Dan barang siapa membaca الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ dari dirinya, maka dicatat baginya tiga puluh kebaikan dan digugurkan darinya tiga puluh keburukan

Dengan kalimah thayyibah ini keburukan dihapuskan, Rasulullah Saw bersabda:

مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Tidak seorangpun di atas bumi yang membaca:
 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
 Melainkan dihapuskan darinya dosa-dosanya, walaupun lebih banyak dari buih lautan”. Pembaca kalimah diatas akan diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Dari Abu Hurairah RA berkata : “Rasulullah Saw keluar menjumpai kami dan bersabda:

خُذُوا جُنَّتَكُمْ -أَيْ وِقَايَتَكُمْ- مِنَ النَّارِ، قُولُوا: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ؛ فَإِنَّهُنَّ يَأْتِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُسْتَقْدَمَاتٍ وَمُسْتَأْخَرَاتٍ وَمُنْجِيَاتٍ، وَهُنَّ الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ

Ambillah perisai kalian dari neraka, ucapkanlah:
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
 Sesungguhnya itu semua akan datang pada hari kiamat dari depan dan belakang dan ia menjadi penyelamat, semua itu adalah amalan-amalan yang kekal lagi saleh”. Maksudnya berlindunglah kalian dari neraka dengan dzikir-dzikir tersebut, sesungguhnya semua itu adalah amalan-amalan yang kekal lagi shaleh yang akan datang pada hari kiamat didepan, belakang dan kanan kiri pelakunya dan semua itu yang akan melindunginya dari neraka.

Dengan dzikir, Allâh menanamkan bagi seseorang pepohonan yang kekal di surga, Rasulullah Saw bersabda:

قُلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، يُغْرَسْ لَكَ بِكُلِّ وَاحِدَةٍ شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ

Katakanlah سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Maka Allâh akan menanamkan bagimu dengan setiap satu bacaan satu pohon di surga”. Pohon kebaikan ini akan terus berbuah dan menunggu pemiliknya di surga, agar dapat memetik buah dan menikmati rindangnya serta manfaat lainnya.

Wahai orang-orang yang rajin berdzikir : Rasulullah Saw menganjurkan kita agar mengulang-ulang dzikir diatas di setiap waktu, bila seorang muslim selesai menunaikan shalatnya, hendaknya ia berdzikir dengan kalimah diatas, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ سَبَّحَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. خَلْفَ الصَّلَاةِ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ وَلَوْ كَانَ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa bertasbih sebanyak 33 kali, bertakbir sebanyak 33 kalu dan bertahmid sebanyak 33 kali, kemudian membaca:لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ setelah selesai shalat, maka dosanya diampuni walaupun lebih banyak dari buih lautan”. Bila seseorang hendak tidur, ia membaca dzikir diatas. Nabi Saw berkata pada Fatimah RA :

أَلَا أَدُلُّكِ عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْ خَادِمٍ؟ تُسَبِّحِينَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتَحْمَدِينَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتُكَبِّرِينَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ، حِينَ تَأْخُذِينَ مَضْجَعَكِ

"Maukah aku tunjukkan engkau yang lebih baik dari seorang pembantu ? Yaitu dengan bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 34 kali ketika engkau hendak tidur”. Maksudnya bahwa manfaat dzikir dan tasbih itu lebih baik daripada seorang pembantu, karena pahalanya kekal di akhirat, sedangkan manfaat pembantu hanya di dunia saja.

Hendaknya kita wahai hamba Allah memperbanyak dzikir kepada Allah di setiap waktu, ia sangat mudah tapi pahalanya sangat besar, dicintai oleh Allâh dan dengannya surga dapat diraih.

Ya Allah beratkan timbangan kami, angkat derajat kami di surga, berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سُبْحَانَهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : sesungguhnya diantara anugerah Allâh yang dilimpahkan pada kita adalah musim-musim kebaikan, seperti hari-hari yang diberkahi yaitu sepuluh hari awal bulan Dzul Hijjah, dimana Allâh telah bersumpah dengannya, Allâh berfirman:

وَالْفَجْرِ* وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar dan demi malam sepuluh” (Al Fajr 89 : 1-2)

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَات

Dan supaya mereka menyebut nama Allâh pada hari yang telah ditentukan” (Al Hajj 22 : 28)

Mari bersungguh-sungguh dalam beribadah pada waktu-waktu tersebut, mendekatkan diri kepada Allah dengan dzikir, amalan-amalan yang kekal lagi shaleh dan semua amalan shaleh yang mampu kita lakukan, sedikit ataupun banyak, karena sesungguhnya hari-hari tersebut merupakan hari-hari yang agung di sisi Allah dan yang paling dicintai oleh-Nya, Rasulullah Saw bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ، وَالتَّكْبِيرِ، وَالتَّحْمِيدِ

Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amalan yang lebih dicintai-Nya melebihi pada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut bertahlil, bertakbir dan bertahmid”.

Ia termasuk ucapan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allâh, Rasulullah Saw bersabda :

أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Ya Allâh berilah kami petunjuk menuju amalan yang terbaik dan akhlak termulia dan jadikanlah kami dengan anugerah dan kedermawanan-Mu termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.

وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الْمُرْسَلِينَ، فَإِنَّكَ سُبْحَانَكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ الْمُبِينُ:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ (:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

Khotbah Jum'at: WASIAT RASULULLAH SAW


Khutbah Jumat; 5 Dzul Hijjah 1439 H / 17 Agustus 2018 M
Wasiat Nabi Saw

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي حَثَّ عَلَى التَّوَاصِي بِالْخَيْرِ، وَأَمَرَ بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ بِالْوَصَايَا الْجَامِعَةِ، وَالْحِكَمِ النَّافِعَةِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum mukminin: aku berwasiat pada kalian dan pada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah, ini adalah wasiat untuk para pendahulu dan generasi berikutnya, dan diantara wasiat Nabi Saw adalah:
Ketika Muadz bin Jabal RA meminta : wahai Rasulullah berwasiatlah padaku. Beliau bersabda :

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Bertakwalah kepada Allâh dimana saja engkau berada”.

Wasiat dengan ketakwaan mencakup semua kebaikan. Dan diantara kesempurnaan ketakwaan kepada Allâh adalah malu terhadap-Nya; karena malu kepada Allâh merupakan sebab dari segala kebaikan, Rasulullah saw bersabda pada sebagian sahabatnya RA:

أُوصِيكَ أَنْ تَسْتَحِيَ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، كَمَا تَسْتَحِي مِنَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ مِنْ قَوْمِكَ

 “Aku berwasiat kepadamu agar merasa malu kepada Allâh Azza wa Jalla, sebagaimana malunya orang shaleh dari kaumnya”. Maksudnya hendaknya Anda mengetahui bahwa Allâh Swt melihat dan memandangmu.

Rasulullah saw berwasiat kepada kita agar bertaubat kepada Allâh, Beliau berpesan pada Muadz bin Jabal ketika Beliau dimintai wasiat:

ومَا عَمِلْتَ مِنْ سُوءٍ فَأَحْدِثْ لِلَّهِ فِيهِ تَوْبَةً

Dan apapun perbuatan buruk yang telah engkau kerjakan, maka berjanjilah pada Allâh untuk bertaubat”.

Kesempurnaan taubat adalah dengan melakukan kebaikan setelah perbuatan buruk agar keburukan itu dapat terhapus, dari Abi Dzar RA berkata : aku bertanya : wahai Rasulullah berwasiatlah padaku:

إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فأَتْبِعْهَا حَسَنَةً تَمْحُهَا

Bila engkau melakukan keburukan, maka ikutilah dengan kebaikan yang dapat menghapusnya”.

Termasuk wasiat Rasulullah saw kepada kita adalah menjaga shalat wajib, karena ia adalah tiang dan rukun agama kuat, Rasulullah menyampaikan wasiat pada Abu Ad Darda’ RA:

وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ مُتَعَمِّدًا

 “Janganlah engkau sekali-kali meninggalkan shalat wajib dengan sengaja”. 

Menjaga shalat dengan menunaikannya tepat waktu, dari Abi Dzar RA berkata:

 إِنَّ خَلِيلِي أَوْصَانِي أَنْ أُصَلِّيَ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا

Sesungguhnya kekasihku berwasiat kepadaku agar aku shalat tepat waktu”.

 Hendaknya seorang muslim tidak meninggalkan dzikir yang dianjurkan setelah shalat, karena itu juga termasuk wasiat Rasulullah, dari Muadz RA bahwa Rasulullah memegang tangannya dan bersabda : “Wahai Muadz aku berwasiat kepadamu agar jangan sekali-kali meninggalkan  setiap selesai shalat untuk membaca:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allâh,  berilah pertolongan kepadaku untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik kepada-Mu”.

Wahai orang-orang yang rindu menyimak wasiat Rasulullah:

Sesungguhnya diantara wasiat agung Rasulullah adalah berprilaku dan berbuat baik  terhadap manusia,  karena hal itu dapat memperkuat hubungan sesama mereka, dan ini merupakan bagian dari wasiat Rasulullah saw kepada Abi Dzar:

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Pergaulilah manusia dengan akhlak mulia”. Terutama terhadap kedua orang tua, sebagaimana wasiat Allâh dalam firman-Nya agar berbakti dan berbuat baik kepada keduanya:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya” (Al Ahqaf 46 : 15). 

Nabi berwasiat agar mentaati keduanya, dari Abu Al Darda’ RA berkata:

أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ ( بِتِسْعٍ: وَمِنْهَا أَنَّهُ قَالَ لَهَ :«وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ

Rasulullah berwasiat kepadaku dengan sembilan perkaranya, diantaranya : dan taatilah kedua orang tuamu”.

Berbuat baik kepada kerabat termasuk wasiat Nabi Saw, Abu Dzar RA : "Dan beliau berwasiat kepadaku agar aku menyambung kerabatku walaupun ia menjauh”.

 Silaturrahim dapat mewujudkan kasih sayang dan persatuan terutama bila itu dilakukan tanpa mengharapkan apa-apa, Rasulullah bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus

Memuliakan dan berbuat baik terhadap kaum perempuan juga termasuk wasiat Rasulullah, disebutkan dalam sabdanya:

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Berwasiatlah baik terhadap wanita”.

Dan suami wajib mengamalkan wasiat Rasulullah ini, dengan menunaikan hak-haknya dan memperlakukannya dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang. 

Allah berfirman:

  وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan bergaullah dengan mereka secara patut” (An Nisa’ 4 : 19)

Termasuk wasiat Rasulullah adalah berbuat baik terhadap tetangga, memuliakan dan mengunjunginya, Rasulullah Saw bersabda:

أُوصِيكُمْ بِالْجَارِ

Aku berwasiat kepadamu dengan tetangga”. Hak tetangga sangat besar, kedudukannya di sisi Allah sangat agung, dan hal ini juga termasuk wasiat Jibril AS terhadap Nabi kita Muhammad SAW:

مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Jibril senantiasa  berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa ia akan mendapatkan bagian harta waris”. Bentuk pemuliaan tetangga dengan berbagi makanan yang anda makan, disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar RA berkata:

إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ

Kekasihku berwasiat kepadaku : bila engkau memasak masakan, perbanyaklah kuahnya, kemudian perhatikan tetangga yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu, berilah kuah itu kepada mereka sepatutnya

Kaum mukminin : diantara akhlak dan etika mulia yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita adalah menjadi lidah (ucapan) dan kedua tangan (perbuatan), seorang sahabat berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي. قَالَ:« هَلْ تَمْلِكُ لِسَانَكَ؟» قَالَ: فَمَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْهُ؟ قَالَ:« أَفَتَمْلِكُ يَدَكَ؟» قَالَ: فَمَاذَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْ يَدِي؟ قَالَ:« فَلَا تَقُلْ بِلِسَانِكَ إِلَّا مَعْرُوفًا، وَلَا تَبْسُطْ يَدَكَ إِلَّا إِلَى خَيْرٍ

"Wahai Rasulullah berwasiatlah padaku.  Beliau bertanya : Apakah engkau menguasai ucapanmu ? Ia menjawab : Apa yang aku kuasai,  bila aku tidak menguasainya ? Beliau bertanya : Apakah engkau menguasai tanganmu ? Ia menjawab : apa yang aku kuasai bila aku tidak menguasainya. 
Beliau bersabda : Janganlah engkau berkata dengan lidahmu kecuali kebaikan dan jangan engkau julurkan tanganmu kecuali pada kebaikan”.

 Itulah kepribadian seorang mukmin, ia berperangai mulia, lembut, berujar baik, wajah ceria, dengan ucapan baiknya, ia mendapatkan pahala atau diam agar ia terselamatkan. Oleh karena itu Rasulullah saw berwasiat kepada seorang sahabatnya ketika ia meminta : berwasiatlah padaku. 

 Beliau bersabda:

 لَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا، وَلَا تَزْهَدَنَّ فِي الْمَعْرُوفِ، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ

Janganlah kamu menghina seseorang dan janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, walau dengan tersenyum saat berjumpa saudaramu”.

Ya Allah jadikanlah kami termasuk golongan orang yang mengamalkan wasiat Nabi-Mu Muhammad Saw, jadikanlah kami orang yang selalu berlomba dalam kebajikan, berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ،
وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : Termasuk wasiat Rasulullah Saw adalah puasa sunnah, dari Abu Hurairah RA berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي ( بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

"Kekasihku mewasiatkan aku tiga perkara, agar aku tidak meninggalkannya hingga aku mati : “Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan shalat Witr sebelum tidur”.

Dan termasuk puasa sunnah yang paling utama dan paling banyak pahalanya adalah puasa hari Arafah, Nabi Saw ditanya mengenainya.

 Beliau bersabda:

أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Saya berharap kepada Allâh,  Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya”. 

Mari kita tunaikan wasiat-wasiat Rasulullah Saw, karena ia sangat bermanfaat, banyak pahalanya, merangkap semua jenis kebaikan, dan hendaknya kita saling mengingatkan dengan wasiat diatas, agar kita termasuk hamba-hamba Allâh yang termaktub dalam firman-Nya:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ* أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

Dan dia (tidak pula) Termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan” (Al Balad 90 : 17-18).

Ya Allah, masukkan kami ke dalam golongan kanan yan beruntung mendapatkan surga-Mu.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ