Friday, August 17, 2018

Khotbah Jum'at: WASIAT RASULULLAH SAW


Khutbah Jumat; 5 Dzul Hijjah 1439 H / 17 Agustus 2018 M
Wasiat Nabi Saw

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي حَثَّ عَلَى التَّوَاصِي بِالْخَيْرِ، وَأَمَرَ بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ بِالْوَصَايَا الْجَامِعَةِ، وَالْحِكَمِ النَّافِعَةِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum mukminin: aku berwasiat pada kalian dan pada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah, ini adalah wasiat untuk para pendahulu dan generasi berikutnya, dan diantara wasiat Nabi Saw adalah:
Ketika Muadz bin Jabal RA meminta : wahai Rasulullah berwasiatlah padaku. Beliau bersabda :

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Bertakwalah kepada Allâh dimana saja engkau berada”.

Wasiat dengan ketakwaan mencakup semua kebaikan. Dan diantara kesempurnaan ketakwaan kepada Allâh adalah malu terhadap-Nya; karena malu kepada Allâh merupakan sebab dari segala kebaikan, Rasulullah saw bersabda pada sebagian sahabatnya RA:

أُوصِيكَ أَنْ تَسْتَحِيَ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، كَمَا تَسْتَحِي مِنَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ مِنْ قَوْمِكَ

 “Aku berwasiat kepadamu agar merasa malu kepada Allâh Azza wa Jalla, sebagaimana malunya orang shaleh dari kaumnya”. Maksudnya hendaknya Anda mengetahui bahwa Allâh Swt melihat dan memandangmu.

Rasulullah saw berwasiat kepada kita agar bertaubat kepada Allâh, Beliau berpesan pada Muadz bin Jabal ketika Beliau dimintai wasiat:

ومَا عَمِلْتَ مِنْ سُوءٍ فَأَحْدِثْ لِلَّهِ فِيهِ تَوْبَةً

Dan apapun perbuatan buruk yang telah engkau kerjakan, maka berjanjilah pada Allâh untuk bertaubat”.

Kesempurnaan taubat adalah dengan melakukan kebaikan setelah perbuatan buruk agar keburukan itu dapat terhapus, dari Abi Dzar RA berkata : aku bertanya : wahai Rasulullah berwasiatlah padaku:

إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فأَتْبِعْهَا حَسَنَةً تَمْحُهَا

Bila engkau melakukan keburukan, maka ikutilah dengan kebaikan yang dapat menghapusnya”.

Termasuk wasiat Rasulullah saw kepada kita adalah menjaga shalat wajib, karena ia adalah tiang dan rukun agama kuat, Rasulullah menyampaikan wasiat pada Abu Ad Darda’ RA:

وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ مُتَعَمِّدًا

 “Janganlah engkau sekali-kali meninggalkan shalat wajib dengan sengaja”. 

Menjaga shalat dengan menunaikannya tepat waktu, dari Abi Dzar RA berkata:

 إِنَّ خَلِيلِي أَوْصَانِي أَنْ أُصَلِّيَ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا

Sesungguhnya kekasihku berwasiat kepadaku agar aku shalat tepat waktu”.

 Hendaknya seorang muslim tidak meninggalkan dzikir yang dianjurkan setelah shalat, karena itu juga termasuk wasiat Rasulullah, dari Muadz RA bahwa Rasulullah memegang tangannya dan bersabda : “Wahai Muadz aku berwasiat kepadamu agar jangan sekali-kali meninggalkan  setiap selesai shalat untuk membaca:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allâh,  berilah pertolongan kepadaku untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik kepada-Mu”.

Wahai orang-orang yang rindu menyimak wasiat Rasulullah:

Sesungguhnya diantara wasiat agung Rasulullah adalah berprilaku dan berbuat baik  terhadap manusia,  karena hal itu dapat memperkuat hubungan sesama mereka, dan ini merupakan bagian dari wasiat Rasulullah saw kepada Abi Dzar:

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Pergaulilah manusia dengan akhlak mulia”. Terutama terhadap kedua orang tua, sebagaimana wasiat Allâh dalam firman-Nya agar berbakti dan berbuat baik kepada keduanya:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya” (Al Ahqaf 46 : 15). 

Nabi berwasiat agar mentaati keduanya, dari Abu Al Darda’ RA berkata:

أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ ( بِتِسْعٍ: وَمِنْهَا أَنَّهُ قَالَ لَهَ :«وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ

Rasulullah berwasiat kepadaku dengan sembilan perkaranya, diantaranya : dan taatilah kedua orang tuamu”.

Berbuat baik kepada kerabat termasuk wasiat Nabi Saw, Abu Dzar RA : "Dan beliau berwasiat kepadaku agar aku menyambung kerabatku walaupun ia menjauh”.

 Silaturrahim dapat mewujudkan kasih sayang dan persatuan terutama bila itu dilakukan tanpa mengharapkan apa-apa, Rasulullah bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus

Memuliakan dan berbuat baik terhadap kaum perempuan juga termasuk wasiat Rasulullah, disebutkan dalam sabdanya:

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Berwasiatlah baik terhadap wanita”.

Dan suami wajib mengamalkan wasiat Rasulullah ini, dengan menunaikan hak-haknya dan memperlakukannya dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang. 

Allah berfirman:

  وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan bergaullah dengan mereka secara patut” (An Nisa’ 4 : 19)

Termasuk wasiat Rasulullah adalah berbuat baik terhadap tetangga, memuliakan dan mengunjunginya, Rasulullah Saw bersabda:

أُوصِيكُمْ بِالْجَارِ

Aku berwasiat kepadamu dengan tetangga”. Hak tetangga sangat besar, kedudukannya di sisi Allah sangat agung, dan hal ini juga termasuk wasiat Jibril AS terhadap Nabi kita Muhammad SAW:

مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Jibril senantiasa  berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa ia akan mendapatkan bagian harta waris”. Bentuk pemuliaan tetangga dengan berbagi makanan yang anda makan, disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar RA berkata:

إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ

Kekasihku berwasiat kepadaku : bila engkau memasak masakan, perbanyaklah kuahnya, kemudian perhatikan tetangga yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu, berilah kuah itu kepada mereka sepatutnya

Kaum mukminin : diantara akhlak dan etika mulia yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita adalah menjadi lidah (ucapan) dan kedua tangan (perbuatan), seorang sahabat berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي. قَالَ:« هَلْ تَمْلِكُ لِسَانَكَ؟» قَالَ: فَمَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْهُ؟ قَالَ:« أَفَتَمْلِكُ يَدَكَ؟» قَالَ: فَمَاذَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْ يَدِي؟ قَالَ:« فَلَا تَقُلْ بِلِسَانِكَ إِلَّا مَعْرُوفًا، وَلَا تَبْسُطْ يَدَكَ إِلَّا إِلَى خَيْرٍ

"Wahai Rasulullah berwasiatlah padaku.  Beliau bertanya : Apakah engkau menguasai ucapanmu ? Ia menjawab : Apa yang aku kuasai,  bila aku tidak menguasainya ? Beliau bertanya : Apakah engkau menguasai tanganmu ? Ia menjawab : apa yang aku kuasai bila aku tidak menguasainya. 
Beliau bersabda : Janganlah engkau berkata dengan lidahmu kecuali kebaikan dan jangan engkau julurkan tanganmu kecuali pada kebaikan”.

 Itulah kepribadian seorang mukmin, ia berperangai mulia, lembut, berujar baik, wajah ceria, dengan ucapan baiknya, ia mendapatkan pahala atau diam agar ia terselamatkan. Oleh karena itu Rasulullah saw berwasiat kepada seorang sahabatnya ketika ia meminta : berwasiatlah padaku. 

 Beliau bersabda:

 لَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا، وَلَا تَزْهَدَنَّ فِي الْمَعْرُوفِ، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ

Janganlah kamu menghina seseorang dan janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, walau dengan tersenyum saat berjumpa saudaramu”.

Ya Allah jadikanlah kami termasuk golongan orang yang mengamalkan wasiat Nabi-Mu Muhammad Saw, jadikanlah kami orang yang selalu berlomba dalam kebajikan, berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ،
وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : Termasuk wasiat Rasulullah Saw adalah puasa sunnah, dari Abu Hurairah RA berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي ( بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

"Kekasihku mewasiatkan aku tiga perkara, agar aku tidak meninggalkannya hingga aku mati : “Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan shalat Witr sebelum tidur”.

Dan termasuk puasa sunnah yang paling utama dan paling banyak pahalanya adalah puasa hari Arafah, Nabi Saw ditanya mengenainya.

 Beliau bersabda:

أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Saya berharap kepada Allâh,  Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya”. 

Mari kita tunaikan wasiat-wasiat Rasulullah Saw, karena ia sangat bermanfaat, banyak pahalanya, merangkap semua jenis kebaikan, dan hendaknya kita saling mengingatkan dengan wasiat diatas, agar kita termasuk hamba-hamba Allâh yang termaktub dalam firman-Nya:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ* أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

Dan dia (tidak pula) Termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan” (Al Balad 90 : 17-18).

Ya Allah, masukkan kami ke dalam golongan kanan yan beruntung mendapatkan surga-Mu.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

No comments:

Post a Comment