Khutbah
Jumat; 5 Dzul Hijjah 1439 H / 17 Agustus 2018 M
Wasiat
Nabi Saw
Khutbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي حَثَّ عَلَى
التَّوَاصِي بِالْخَيْرِ، وَأَمَرَ بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ
بِالْوَصَايَا الْجَامِعَةِ، وَالْحِكَمِ النَّافِعَةِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ
وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum
mukminin: aku berwasiat pada kalian dan pada diriku sendiri untuk bertakwa
kepada Allah, ini adalah wasiat untuk para pendahulu dan generasi berikutnya,
dan diantara wasiat Nabi Saw adalah:
Ketika
Muadz bin Jabal RA meminta : wahai Rasulullah berwasiatlah padaku. Beliau
bersabda :
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Bertakwalah
kepada Allâh dimana saja engkau berada”.
Wasiat
dengan ketakwaan mencakup semua kebaikan. Dan diantara kesempurnaan ketakwaan
kepada Allâh adalah malu terhadap-Nya; karena malu kepada Allâh merupakan sebab
dari segala kebaikan, Rasulullah saw bersabda pada sebagian sahabatnya RA:
أُوصِيكَ أَنْ تَسْتَحِيَ مِنَ اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ، كَمَا تَسْتَحِي مِنَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ مِنْ قَوْمِكَ
“Aku
berwasiat kepadamu agar merasa malu kepada Allâh Azza wa Jalla, sebagaimana
malunya orang shaleh dari kaumnya”. Maksudnya hendaknya Anda mengetahui bahwa
Allâh Swt melihat dan memandangmu.
Rasulullah
saw berwasiat kepada kita agar bertaubat kepada Allâh, Beliau berpesan pada
Muadz bin Jabal ketika Beliau dimintai wasiat:
ومَا عَمِلْتَ مِنْ سُوءٍ فَأَحْدِثْ لِلَّهِ
فِيهِ تَوْبَةً
“Dan
apapun perbuatan buruk yang telah engkau kerjakan, maka berjanjilah pada Allâh
untuk bertaubat”.
Kesempurnaan
taubat adalah dengan melakukan kebaikan setelah perbuatan buruk agar keburukan
itu dapat terhapus, dari Abi Dzar RA berkata : aku bertanya : wahai Rasulullah
berwasiatlah padaku:
إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فأَتْبِعْهَا حَسَنَةً
تَمْحُهَا
“Bila
engkau melakukan keburukan, maka ikutilah dengan kebaikan yang dapat
menghapusnya”.
Termasuk
wasiat Rasulullah saw kepada kita adalah menjaga shalat wajib, karena ia adalah
tiang dan rukun agama kuat, Rasulullah menyampaikan wasiat pada Abu Ad Darda’
RA:
وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ
مُتَعَمِّدًا
“Janganlah
engkau sekali-kali meninggalkan shalat wajib dengan sengaja”.
Menjaga
shalat dengan menunaikannya tepat waktu, dari Abi Dzar RA berkata:
إِنَّ
خَلِيلِي أَوْصَانِي أَنْ أُصَلِّيَ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا
“Sesungguhnya
kekasihku berwasiat kepadaku agar aku shalat tepat waktu”.
Hendaknya
seorang muslim tidak meninggalkan dzikir yang dianjurkan setelah shalat, karena
itu juga termasuk wasiat Rasulullah, dari Muadz RA bahwa Rasulullah memegang
tangannya dan bersabda : “Wahai Muadz aku berwasiat kepadamu agar jangan
sekali-kali meninggalkan setiap selesai shalat untuk membaca:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ
وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya
Allâh, berilah pertolongan kepadaku untuk berdzikir, bersyukur dan
beribadah dengan baik kepada-Mu”.
Wahai
orang-orang yang rindu menyimak wasiat Rasulullah:
Sesungguhnya
diantara wasiat agung Rasulullah adalah berprilaku dan berbuat baik
terhadap manusia, karena hal itu dapat memperkuat hubungan sesama mereka,
dan ini merupakan bagian dari wasiat Rasulullah saw kepada Abi Dzar:
وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Pergaulilah
manusia dengan akhlak mulia”. Terutama terhadap kedua orang tua, sebagaimana
wasiat Allâh dalam firman-Nya agar berbakti dan berbuat baik kepada keduanya:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ
إِحْسَانًا
“Dan
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya” (Al Ahqaf 46 : 15).
Nabi
berwasiat agar mentaati keduanya, dari Abu Al Darda’ RA berkata:
أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ ( بِتِسْعٍ: وَمِنْهَا
أَنَّهُ قَالَ لَهَ :«وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ
“Rasulullah
berwasiat kepadaku dengan sembilan perkaranya, diantaranya : dan taatilah kedua
orang tuamu”.
Berbuat
baik kepada kerabat termasuk wasiat Nabi Saw, Abu Dzar RA : "Dan beliau
berwasiat kepadaku agar aku menyambung kerabatku walaupun ia menjauh”.
Silaturrahim
dapat mewujudkan kasih sayang dan persatuan terutama bila itu dilakukan tanpa
mengharapkan apa-apa, Rasulullah bersabda:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ
الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
“Orang
yang menyambung silaturrahim bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah
terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim ialah orang yang
menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus”
Memuliakan
dan berbuat baik terhadap kaum perempuan juga termasuk wasiat Rasulullah,
disebutkan dalam sabdanya:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
“Berwasiatlah
baik terhadap wanita”.
Dan
suami wajib mengamalkan wasiat Rasulullah ini, dengan menunaikan hak-haknya dan
memperlakukannya dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang.
Allah
berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan
bergaullah dengan mereka secara patut” (An Nisa’ 4 : 19)
Termasuk
wasiat Rasulullah adalah berbuat baik terhadap tetangga, memuliakan dan
mengunjunginya, Rasulullah Saw bersabda:
أُوصِيكُمْ بِالْجَارِ
“Aku
berwasiat kepadamu dengan tetangga”. Hak tetangga sangat besar, kedudukannya di
sisi Allah sangat agung, dan hal ini juga termasuk wasiat Jibril AS terhadap
Nabi kita Muhammad SAW:
مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ، حَتَّى
ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril
senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa
ia akan mendapatkan bagian harta waris”. Bentuk pemuliaan tetangga dengan
berbagi makanan yang anda makan, disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar RA
berkata:
إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ، ثُمَّ
انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ
“Kekasihku
berwasiat kepadaku : bila engkau memasak masakan, perbanyaklah kuahnya,
kemudian perhatikan tetangga yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu,
berilah kuah itu kepada mereka sepatutnya”
Kaum
mukminin : diantara akhlak dan etika mulia yang diwasiatkan Rasulullah kepada
kita adalah menjadi lidah (ucapan) dan kedua tangan (perbuatan), seorang
sahabat berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي. قَالَ:« هَلْ
تَمْلِكُ لِسَانَكَ؟» قَالَ: فَمَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْهُ؟ قَالَ:«
أَفَتَمْلِكُ يَدَكَ؟» قَالَ: فَمَاذَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْ يَدِي؟
قَالَ:« فَلَا تَقُلْ بِلِسَانِكَ إِلَّا مَعْرُوفًا، وَلَا تَبْسُطْ يَدَكَ
إِلَّا إِلَى خَيْرٍ
"Wahai
Rasulullah berwasiatlah padaku. Beliau bertanya : Apakah engkau menguasai
ucapanmu ? Ia menjawab : Apa yang aku kuasai, bila aku tidak menguasainya
? Beliau bertanya : Apakah engkau menguasai tanganmu ? Ia menjawab : apa yang
aku kuasai bila aku tidak menguasainya.
Beliau
bersabda : Janganlah engkau berkata dengan lidahmu kecuali kebaikan dan jangan
engkau julurkan tanganmu kecuali pada kebaikan”.
Itulah
kepribadian seorang mukmin, ia berperangai mulia, lembut, berujar baik, wajah
ceria, dengan ucapan baiknya, ia mendapatkan pahala atau diam agar ia
terselamatkan. Oleh karena itu Rasulullah saw berwasiat kepada seorang
sahabatnya ketika ia meminta : berwasiatlah padaku.
Beliau
bersabda:
لَا
تَسُبَّنَّ أَحَدًا، وَلَا تَزْهَدَنَّ فِي الْمَعْرُوفِ، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى
أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ
“Janganlah
kamu menghina seseorang dan janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikitpun,
walau dengan tersenyum saat berjumpa saudaramu”.
Ya
Allah jadikanlah kami termasuk golongan orang yang mengamalkan wasiat Nabi-Mu
Muhammad Saw, jadikanlah kami orang yang selalu berlomba dalam kebajikan,
berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu
alaihi wa sallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar
ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di
antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ،
وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي
وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ
الرَّحِيمُ
Khutbah
Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ
وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : Termasuk wasiat Rasulullah Saw adalah puasa sunnah, dari Abu
Hurairah RA berkata:
أَوْصَانِي خَلِيلِي ( بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ
حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ
الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
"Kekasihku
mewasiatkan aku tiga perkara, agar aku tidak meninggalkannya hingga aku mati :
“Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan shalat Witr sebelum tidur”.
Dan
termasuk puasa sunnah yang paling utama dan paling banyak pahalanya adalah
puasa hari Arafah, Nabi Saw ditanya mengenainya.
Beliau
bersabda:
أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ
السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Saya
berharap kepada Allâh, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya
dan satu tahun sesudahnya”.
Mari
kita tunaikan wasiat-wasiat Rasulullah Saw, karena ia sangat bermanfaat, banyak
pahalanya, merangkap semua jenis kebaikan, dan hendaknya kita saling
mengingatkan dengan wasiat diatas, agar kita termasuk hamba-hamba Allâh yang
termaktub dalam firman-Nya:
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ* أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
“Dan
dia (tidak pula) Termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk
bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang
beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan” (Al Balad 90 : 17-18).
Ya
Allah, masukkan kami ke dalam golongan kanan yan beruntung mendapatkan
surga-Mu.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ،
وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ
وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ
وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ،
وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ
عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ
الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا
إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ،
وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي
عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ
أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ
رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ،
وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ
بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا
إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا
قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ،
وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ،
فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا
وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً
وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ
الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ
الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ
انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ
الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ
وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ
الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ
No comments:
Post a Comment