Thursday, March 23, 2017

Khotbah Jum'at: BENTUK KEBAIKAN PADA BULAN RAMADHAN


Khotbah Jumat, 08 Ramadhan 1433 H / 27 Juli 2012 M

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الذِي خَصَّنَا بِشهْرِ الطاعاتِ، وأجْزَلَ لنَا فيهِ المثوبةَ ورفْعَ الدرجاتِ، وأَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الأرضِ والسمواتِ، يتفضَّلُ علَى عبادِهِ فِي رمضانَ بالعتقِ وتكفيرِ السيئاتِ، وأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَاا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ، وصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وخَلِيلُهُ المبعوثُ بالآياتِ البيناتِ، خيرُ مَنْ صلَّى وصامَ، وعبدَ اللهََ وقامَ، وصلَّى بالليلِ والناسُ نيامٌ، اللهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتَّابِعِينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[[1].

Para shaimin; sekarang kita berada pada bulan yang penuh ketaatan, bulan kebaikan dan kebajikan, bulan perlombaan untuk melakukan ketaatan, bulan kasih sayang dan solidaritas, bulan yang selalu diharapkan kedatangannya dengan doa-doa kita agar kita dapat berjumpa dengannya, sehingga kita dapat mendekatkan diri didalamnya sesuai dengan perintah Rasulullah Saw, bentuk kebaikan dalam Ramadhan sangat banyak, Rasulullah Saw termasuk manusia yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau tampak pada bulan Ramadhan saat dijumpai oleh Jibril, Rasulullah Saw lebih baik dari tiupan angin yang berhembus, orang yang bahagia adalah orang yang berlomba dalam ketaatan, bersegera untuk melakukan kebaikan dan bersungguh-sungguh agar mendapatkan keberuntungan nikmatnya surga, firman Allah:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً* خَالِدِينَ فِيهَا لاَ يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلاً

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya” (Al Kahf (18) : 107-108)

Pada bulan Ramadhan semakin meningkat perhatian seorang muslim terhadap kaum fakir miskin, agar mereka mendapatkan keutamaan yang ada didalamnya, karenanya berilah makan sesuai kemampuan Anda dan janganlah Anda menutup pintu-pintu tersebut, perluaslah kedermawanan Anda agar mendapatkan pahala dan balasan yang banyak dan besar, firman Allah:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Al Baqarah (2) : 274).

Nabi Saw mengajarkan kita untuk memberikan makanan walaupun sedikit, seperti dalam sabdanya:

مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئاً

"Barang siapa memberikan makanan berbuka pada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahalanya tanpa dikurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikitpun" (At Tirmidzi 807)

Perbanyaklah wahai hamba Allah bersedekah, karena sedekah merupakan bukti, dan janganlah kalian pernah menolak seorang fakir ataupun miskin, bersegeralah dalam mengulurkan tangan untuk memberi dan berderma, karena tangan yang memberi itu lebih baik daripada tangan yang menerima, Nabi Saw bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

"Allah berfirman : wahai Anak Adam, berinfaklah, maka Aku akan berinfak padamu" (Muttafaq 'alaih). Maka barang siapa yang memberikan pemberian yang banyak terhadap sesama hamba Allah, maka Allah akan memberikannya kebaikan yang banyak, Allah berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya”.(Saba’ (34) : 39).

Kaum muslimin; menyantuni anak yatim termasuk salah satu bentuk kebaikan yang paling mulya dan paling murni, paling tinggi dan paling sempurna karenanya orang yang menyantuni anak yatim akan berteman dengan Rasulullah Saw di surga, Nabi Saw bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا». وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Aku dan penyantun anak yatim berdampingan seperti ini” kemudian Rasulullah mengisyaratkan dengan dua jari telunjuk dan jari tengan, lalu merenggangkan keduanya” (Bukhari 5304).

Menyantuni anak yatim itu berarti melindungi kehormatannya, menjaga hartanya, menjamin masa depannya, memperhatikan urusannya, menjalankan tugasnya, memberikan bantuan padanya dan berlaku baik terhadapnya, Allah berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu” (Al Baqarah (2) : 220)

Hal diatas merupakan gambaran dari kerekatan masyarakat dan ikatannya yang kuat antara mereka, semoga dengan perlakuan baik mereka terhadap anak yatim, Allah akan menurunkan keberkahan sehingga menjadi penyebab kebangkitan masyarakat dan menjadi penyebab terwujudnya kemajuannya.

Hamba Allah; wakaf merupakan salah satu perantara yang paling utama dalam penginvestasian harta, ia adalah cara yang biasa dilakukan oleh orang-orang shaleh, sehingga mereka mendapatkan keuntungan dari harta mereka di dunia melalui ketenangan jiwa dan ketentaman hati, manusia setiap kali melihat menyaksikan bekas perbuatan orang yang baik maka mereka akan berdoa untuknya dan keturunannya, sehingga mereka diliputi oleh keberkahan umur, rezeki, raga, isteri dan anak keturunan, rahmat dan cinta para hamba akan tertuju pada mereka, dan pahala wakaf terus berkelanjutan dan tidak terputus, Rasulullah Saw bersabda:

خَيْرُ مَا يُخَلِّفُ الرَّجُلُ مِنْ بَعْدِهِ ثَلاَثٌ: وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ، وَصَدَقَةٌ تَجْرِي يَبْلُغُهُ أَجْرُهَا، وَعِلْمٌ يُعْمَلُ بِهِ مِنْ بَعْدِهِ

"Sebaik-baiknya sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang setelah wafatnya adalah tiga ; anak shaleh yang mendoakannya, sedekah yang mengalir pahalanya dan ilmu yang diamalkan setelah wafatnya" (Ibnu Majah 241).

Betapa banyak waqaf yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti pembangunan klinik, pemberian pengobatan pada orang-orang yang sakit, menyediakan obat-obatan, membangun sekolah dan universitas, membangun masjid, santunan untuk anak yatim dan para janda, menikahkan pemuda pemudi, membayarkan hutang, meringankan beban orang yang mempunyai masalah, merawat para jompo dan orang-orang yang mempunyai kebutuhan khusus, memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan dan lainnya.

Ya Allah berkahilah harta kami dan terimalah sedekah kami, ya Allah berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

بارَكَ اللهُ لِي ولكُمْ فِي القرآنِ العظيمِ، ونفعَنِي وإياكُمْ بِمَا فيهِ مِنَ الآياتِ والذكْرِ الحكيمِ، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa bulan Ramadhan merupakan pintu lebar untuk melakukan semua bentuk kebaikan, dan diantaranya yang paling agung adalah bersedekah dengan harta, maka berlomba-lombalah wahai hamba Allah dalam berkontribusi dalam proyek waqaf, sebagai bentuk penggunaan bulan ini dengan sebaik-baiknya, sebagai pembersih jiwa kalian, sebagai penumbuh harta kalian, sebagai penggembira bagi saudara-saudara kalian, karena tidak tersisa bagi Anak Adam dari hartanya kecuali yang telah Anda sedekahkan, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْماً عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحاً تَرَكَهُ، وَمُصْحَفاً وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتاً لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

"Sesungguhnya amalan dan kebaikan yang akan mengikuti seorang mukmin setelah wafatnya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shaleh yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya saat sehatnya dan hidupnya akan dijumpainya setelah wafatnya" (Ibnu Majah 242).

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ. 
اللَّهُمَّ تقبَّلْ منَّا الصيامَ والقيامَ والصدقاتِ وصالِحَ الأعمالِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَاا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وَتَسْلِيمًا وفقهًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم،، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا،، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).
http://awqaf.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=1651


([1]) الأحزاب : 70 -71  .
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.
- مركز الفتوى الرسمي بالدولة  باللغات (العربية ، والإنجليزية ، والأوردو) للإجابة على الأسئلة الشرعية وقسم الرد على النساء         22 24  800
من الثامنة صباحا حتى الثامنة مساء عدا أيام العطل الرسمية
- خدمة الفتوى عبر الرسائل النصية sms على الرقم         2535

Khotbah Jum'at: MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Khotbah Jumat, 23 Sya'ban 1433 H / 13 Juli 2012 M

Khotbah Pertama

الحمدُ للهِِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ،وصفيُّهُ مِنْ خلقِهِ وخليلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى وطاعتِهِ، قالَ عزَّ وجلَّ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً[([1])

Kaum muslimin ; Allah berfirman:

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba” (Al Muthaffifin (83) : 26).

Manusia berlomba-lomba dalam kehidupan ini untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita mereka, mereka mengharapkan husnul khatimah dan tempat kembali yang baik, dan sesungguhnya amal shaleh serta keridhaan Allah merupakan perlombaan yang paling baik dan utama yang dilakukan oleh manusia, dalam hal ini Nabi Saw menjelaskan bahwa sesungguhnya tempat untuk berlomba yang paling utama adalah bulan Ramadhan, karena didalamnya terdapat keutamaan yang diberikan oleh Allah, Nabi Saw bersabda: 

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

"Jika datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru; "Wahai orang yang ingin kebaikan, lakukanlah! Wahai orang yang ingin kejelekan, kurangilah! Dan Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam" (At Tirmidzi 682).

Rasulullah Saw menganjurkan kita untuk membersihkan jiwa dan menjernihkan hati sehingga manusia menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan jiwa yang suci murni, karenanya Rasulullah berwasiat dalam sabdanya:

إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Di siang hari kalian sedang berpuasa, maka janganlah mengucapkan ucapan kotor dan berbuat onar, jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa” (Bukhari 1904).
Orang-orang shaleh terdahulu selalu bersiap-siap menyambut bulan ini dengan doa, mereka memohon kepada Allah enam bulan sebelumnya agar mereka dipanjangkan umur hingga menikmati Ramadhan, kemudian enam bulan lainnya berdoa agar diterima amalan dari mereka, diantara doa mereka: 

"Ya Allah selamatkan kami hingga Ramadhan dan selamatkan ibadah Ramadhan kami dan terimalah ia dari kami".

Keutamaan apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, sehingga mereka para orang-orang shaleh sibuk dengan doa selama setahun agar dapat berjumpa dengan Ramadhan.
Maka hendaknya kalian –wahai hamba Allah- bersungguh-sungguh sehingga pada bulan Ramadhan ini kalian termasuk golongan orang yang diterima, dan menjauhlah kalian dari setiap tindakan yang bertentangan dengan kesempatan agung ini, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan terus mengamalkannya, maka Allah sama sekali tidak butuh ia meninggalkan makanan dan minumannya” (Bukhari 1903).
Kaum mukminin ; kalian sekarang berada diambang pintu bulan yang dipenuhi keberkahan yaitu bulan Ramadhan, rahmat Allah diturunkan, kesalahan-kesalahan dihapuskan, doa-doa dikabulkan, Allah memandang perlombaan kalian didalamnya dan malaikat bangga terhadap kalian, orang yang berdzikir kepada Allah pada Ramadhan akan diampuni, orang yang memohon kepada Allah tidak akan disia-siakan, maka perlihatkanlah pada Allah kebaikan kalian, karena orang yang susah adalah yang tidak mendapatkan rahmat Allah, gunakan sebaik-sebaiknya dalam menyambut kedatangannya dengan memperbanyak ketaatan, menjaga anggota badan, gunakan kekuatan untuk memanfaatkan waktu dalam menggapai amal shaleh, menggapai keberuntungan, ampunan dan surga Allah, Ali RA berkata:

إِنَّ الصِّيَامَ لَيْسَ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ، وَلَكِنْ مِنَ الْكَذِبِ وَالْبَاطِلِ وَاللَّغْوِ

"Sesungguhnya puasa tidak dari makanan dan minuman semata, akan tetapi dari kebohongan, kebatilan dan kesia-siaan" (As Sunan Al Kubra karangan Al Baihaqi 4/2019).
Dari Jabir bin Abdullah RA berkata;

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَحَارِمِ ... وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَصَوْمِكَ سَوَاءً

“Bila Anda berpuasa, maka berpuasalah pendengaran, penglihatan dan ucapan Anda dari dusta dan perbuatan haram, hendaknya Anda berwibawa dan tenang saat Anda berpuasa dan jangan Anda jadikan hari tidak puasa dan puasa Anda sama" (Syu'bul Iman karangan Al Baihaqi 3/317).

Maka beruntunglah orang yang mendapatkan taufiq dari Allah dengan memakmurkan bulan-Nya dengan ketaatan, menyibukkan waktunya dengan membaca ayat-ayat-Nya, menghidupkan malam-malamnya dengan shalat, menjaga ucapannya dari kesalahan, hingga ia mendapatkan derajat yang tinggi, Rasulullah bersabda:

يَرْحَمُ اللَّهُ عَبْدًا قَالَ خَيْرًا فَغَنِمَ بِهِ، أَوْ سَكَتَ عَنْ سُوءٍ فَسَلِمَ

"Allah akan mengasihi seorang hamba yang berkata baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, atau menjauh dari keburukan maka ia akan selamat" (Az Zuhd Ibnu Ashim 1/20).
Ya Allah berkahilah kami pada yang tersisa dari bulan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan, berilah pertolongan pada kami untuk berpuasa, shalat malam, menjaga lisan dan membaca Al Quran, Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.
Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرِينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعِينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan ketahuilah bahwa mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ini adalah dengan niat kuat untuk selalu mengerjakan ketaatan dan menggunakan bulan ini agar mendapatkan derajat yang tertinggi, bukan dengan berlomba-lomba membeli makanan, minuman, menimbun bahan-bahan pokok tanpa perlu, Islam telah mengajarkan kita budaya komsumsi yang benar, diantaranya adalah membeli keperluan puasa seperlunya, moderat dalam segala hal, tidak berlebihan dalam memiliki yang tidak diperlukan, karena sesungguhnya berlomba-lomba dalam membeli dan menyimpan makanan di rumah hal ini bertentangan dengan tujuan persiapan diri menghadapi Ramadhan, dan bagi seorang muslim hendaknya mengingat bahwa bulan Ramadhan adalah bulan untuk berpuasa di siang hari dan menjalankan shalat di malam hari, dan diantara bentuk persiapan menghadapi Ramadhan adalah mendidik raga untuk selalu siap menunaikan ketaatan, yaitu dengan meninggalkan berlebih-berlebihan dalam membeli dan menyantab makanan, Allah berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al A’raf (7) : 31).

Para sahabat Nabi Saw makan untuk menutup lapar mereka dan untuk membantu mereka agar dapat beribadah kepada Tuhan mereka. (At Tafsir Al Kabir 24/95).

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا إلَى رمضانَ وسَلِّمْ لَنَا رمضانَ، وتَسَلَّمْهُ منَّا مُتقبلاً. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).


([1]الأحزاب :70 - 71.
([2]الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]العنكبوت :45.

Khotbah Jum'at: MEMBANTU PENDUDUK YAMAN

Khotbah Jumat, 16 Sya'ban 1433 H / 06 Juli 2012 M

Khotbah Pertama

الحمدُ للهِِ الَّذِي يُضاعِفُ الأجرَ للمنفقينَ والمتصدقينَ, وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، القائلُ سبحانَهُ:] وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ[([1]وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ ورسولُهُ،وَصَفَتْهُ السيدةُ خَدِيجَةُ رضيَ اللهُ عنهَا بقولِهَا: إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ، وَتَقْرِى الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ([2]) اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
أمَّا بعدُ: فأوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى وطاعتِهِ:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ[([3])

Kaum muslimin; penduduk Yaman hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan berdampak pada hampir semua penduduk, mereka mengalami kekurangan kebutuhan pokok, gizi buruk menimpa balita mereka dan kemiskinan merajalela dimana-mana, Rasulullah Saw memuji para penduduk Yaman karena kebaikannya dalam sabdanya:

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَلْيَنُ قُلُوباً وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً، الإِيمَانُ يَمَانٍ، وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

"Telah datang pada kalian penduduk Yaman, dimana mereka paling lembut hati dan perasaannya, keimanan ada pada orang Yaman dan hikmah terdapat pada orang Yaman” (Muttafaq ‘alaih).

Dan kewajiban kita adalah untuk mendampingi mereka, membantu mereka keluar dari cobaan yang mendera mereka, Rasulullah Saw bersabda: 

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia seorang mukmin, niscaya Allah akan melapangkan dirinya dari satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat, barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang yang susah, niscaya Allah akan meringankan penderitaan dirinya di dunia dan di akhirat, barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah selalu menolong hambaNya, selagi hambaNya berusaha menolong saudaranya” (Muslim 2699).

Ketahuilah wahai hamba Allah bahwasanya membantu orang yang sedang membutuhkan mereka amalan yang paling dicintai oleh Allah, Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang dimasukkan kepada hati seorang muslim, memecahkan masalahnya, melunasi hutangnya atau mengusir kelaparan darinya" (At Tabrani dalam Al Mu'jam Al Kabir 12/453).

Kaum mukminin ; bila seseorang mengeluarkan hartanya untuk menolong orang yang membutuhkan dan memberikan makanan orang yang kelaparan, maka ia akan mendapatkan ridha Allah dan surga-Nya dan ia akan mendapatkan balasan yang besar yang disediakan bagi orang-orang yang berinfak, Allah berfirman:

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَأَنفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar” (Al Hadid (57) : 7).

Berkontribusilah wahai hamba Allah dalam berinfak dengan mengharap ridha Allah semata, maka Allah akan menggantikan semua yang telah kalian infakkan dan akan melipat gandakan pahalanya, Allah berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (Al Baqarah (2) : 245).

Hamba Allah ; Rasulullah telah menganjurkan untuk berderma pada para fakir, orang-orang yang membutuhkan dan orang-orang yang ditimpa bencana.

Ketika datang kepadanya kaum bertelanjang kaki, maka berubahlah wajah Rasulullah karena kasihan/iba melihat keadaan mereka yang miskin. Lalu beliau masuk rumah kemudian keluar dan memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqamat. Lalu beliau shalat, kemudian berkhutbah seraya bersabda :”Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (An Nisaa’ : 1).

”Bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah” (Al Hasyr : 18).

Hendaklah seseorang mensedekahkan dinarnya, dirhamnya, bajunya, satu sha’ gandumnya, satu sha’ kurmanya, (hingga beliau mengatakan), dan walaupun hanya sepotong kurma”.

Kemudian datang seseorang dari kaum Anshar membawa karung yang berat, hampir tangannya tidak kuat, bahkan akhirnya tidak kuat. Kemudian manusia saling bergantian bersedekah hingga saya melihat dua tumpukan makanan dan baju, dan saya melihat wajah Rasulullah Saw berseri-seri seakan-akan emas yang disepuh.

Kita sebagai kaum mukminin hendaknya berusaha sesuai kemampuan kita untuk berkontribusi dalam membantu penduduk Yaman dengan menyediakan kebutuhan pokok mereka seperti, makanan pokok, obat-obatan dan lainnya melalui jalur lembaga-lembaga resmi di UAE terutama bulan sabit merah Emirates yang telah mempunyai pengalaman di lapangan terutama pada kondisi seperti ini, maka bersegeralah wahai hamba Allah dengan menginfakkan sebagian dari harta kalian, semoga Allah melipat gandakan pahala kalian, memberkahi kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-Nya disebabkan amalan baik kalian.

Ya Allah berilah taufiq kepada kami untuk mentaati-Mu dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami untuk ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).

نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنَا محمَّداً عبد
ُ
هُ ورسولُهُ، اللهمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرِينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعِينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan ketahuilah bahwa Islam menganjurkan berinfak dan berderma, dan sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah dan paling dekat kepada-Nya adalah orang yang menginfakkan pada para fakir dan orang-orang yang membutuhkan, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِيَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي. قَالَ: يَا رَبِّ وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلاَنٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي، يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي. قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: اسْتَسْقَاكَ عَبْدِي فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ، أَمَا إِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي

"Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : Wahai anak Adam Aku minta makan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepadaKu". Ia berkata: "Wahai Tuhan, bagaimanakah saya memberi makan kepadaMu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam ?". Allah berfirman: "Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya hamba-Ku si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidaklah memberi makan kepadanya,  apakah kamu tidak mengetahui seandainya kamu memberi makan kepadanya, niscaya kamu mendapatkannya di sisi-Ku. Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberi minum kepada Ku". Ia berkata: "Bagaimanakah saya memberi minum kepada-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan alam semesta ?". Allah berfirman: "Hamba Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum, apakah kamu tidak mengetahui seandainya kamu memberi minum padanya, niscaya kamu mendapatinya di sisi-Ku” (Muslim 2569).

Kaum muslimin; disana terdapat lebih dari sepuluh juta penduduk Yaman yang tertimpa dan mengalami kemiskinan, terdapat pula sejuta anak yang mengharapkan kebaikan kalian, maka bersegeralah untuk membantu dan menolong mereka agar kebutuhan mereka terpenuhi, dan hendaknya kita termasuk orang yang membantu mereka sehingga Allah membantu kita.

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ  تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([4]) وقالَ رسولُ اللهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([5])
اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبيِّنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أهلِ اليمنِ كُروبَهُمْ ونَفِّسْ عنْهُمْ مَا هُمْ فيهِ، وارزُقْهُمْ مِنَ الخيراتِ، ووفِّقْنَا لإعانَتِهِمْ وتقبَّلْ منَّا بفضْلِكَ ورحمتِكَ يَا ربَّ العالمينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، ورِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَعِلْمًا نَافِعًا، وعافيةً فِي البدنِ، وبركةً فِي العمرِ والذريةِ، اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّاوأَرْضِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ زَادَنا التَّقْوَى، وزِدْنَا إِيمَانًا ويقينًا وفقهًا وَتَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنجاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، ولاَ دَيْنًا إلاَّ قضيْتَهُ، وَلاَ مريضًا إلاَّ شفيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا ويسَّرْتَهَا يَا ربَّ العالمينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِكُلِّ مَنْ وَقَفَ لَكَ وَقْفًا يَعُودُ نَفْعُهُ عَلَى عِبَادِكَ، اللَّهُمَّ بارِكْ فِي مَالِ كُلِّ مَنْ زَكَّى وزِدْهُ مِنْ فضلِكَ العظيمِ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([6]).


([1]) البقرة : 272.  -:
([2]) البخاري : 3 .
([3]) الحشر : 18.
([4]الأحزاب : 56 .
([5]) مسلم : 384.
([6]العنكبوت :45.