Khotbah
Jumat, 28 Muharram 1441 H/ 27 September 2019 M
"Makanan Halal"
Khutbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَدَّرَ الْأَرْزَاقَ
وَالْأَقْوَاتَ، وَأَمَرَنَا بِالْكَسْبِ الْحَلَالِ وَالْأَكْلِ مِنَ
الطَّيِّبَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ
وَرَسُولُهُ، أَتْقَى النَّاسِ لِرَبِّهِ، وَأَكْثَرُهُمْ تَحَرِّيًا لِلْحَلَالِ
فِي كَسْبِهِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: (وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ
اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ)( ).
Kaum
Muslimin yang Berbahagia...
Allah
swt berfirman:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى
اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ
مُبِينٍ
“Dan
tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi
rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat
penyimpannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Hud 11:
6).
Maksudnya
bahwa Allah menjamin semua rezeki makhluk-Nya baik kecil ataupun besar (Tafsir
Ibnu Katsir 4/305).
Allah
menciptakan bumi dan menurunkan rezeki semua penghuninya dan mata
pencahariannya, semua itu disediakan untuk kemaslahatan mereka.
Allah
berfirman:
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ
لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ
“Dan
Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami
menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki
kepadanya” (Al Hijr 15 : 20).
Allah
menganugerahkan makanan yang berkah bagi penduduk bumi dan melanggengkan
kebaikan padanya (Tafsir At Thabari 20/385), Allah berfirman:
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا
وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا
“Dan
Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya”
(Fusshilat 41 : 10).
Allah
Swt menundukkan dan menyiapkan segala yang ada di bumi untuk manusia, agar
mereka berusaha dan mencari penghidupan mereka, Allah berfirman:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ ذَلُولًا
فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah
Yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan
makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali
setelah) dibangkitkan” (Al Mulk 67 : 15).
Allah
menganjurkan manusia agar mencari yang halal dan baik yang terdapat di bumi,
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي
الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
“Hai
sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi”
(Al Baqarah 2 : 168).
Baik
itu ialah makanan yang baik bagi badan dan jiwa. Ajakan ini juga
diperuntukkan oleh Allah SWT untuk para nabi dan rasul, seperti termaktub dalam
firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ
وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Wahai
para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang
shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Mukminun
23 : 51).
Para
Nabi menunaikan perintah diatas dengan sebaik-baiknya, mereka
bersungguh-sungguh, bekerja sekuat tenaga untuk mendapatkan rezeki yang halal,
Rasulullah SAW bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ
أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ
السَّلَامُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tiada
sesuap pun makanan yang lebih baik dari makanan hasil jerih payahnya sendiri,
dan sesungguhnya Nabi Daud AS itu makan dari hasil dari kerjanya sendiri”
(Bukhari 2072).
Ketika
seorang sahabat bertanya pada Rasulullah SAW tentang sebaik-baiknya dan
pekerjaan yang paling utama, Beliau menjawab:
عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ، وَكُلُّ بَيْعٍ
مَبْرُورٍ
“Pekerjaan
seseorang dengan jerih payahnya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur” (At
Thabrani dalam kitab Al Awsath 2140).
Hal
itu mencakup setiap keterampilan, pekerjaan dan perdagangan dan semua pekerjaan
seorang yang didapat dengan cara yang halal, maka itulah sebaik-baiknya mata
pencaharian, serta begitu juga hasil jerih payah anaknya, Nabi Saw menjelaskan:
إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ
كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ
“Sesungguhnya
sebaik-baik apa yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri,
dan sesungguhnya anaknya hasil dari usahanya” (Abu Daud 3528, At Tirmidzi 1358,
An Nasa’i 4451, Ibnu Majah 2137 dan Ahmad 24032)
Hamba-Hamba
Allah yang Dimuliakan...
Sesungguhnya
Allah melarang kita mengambil harta dengan jalan illegal, Allah berfirman:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ
بِالْبَاطِلِ
“Dan
janganlah sebahagian kamu memakan hara sebahagian yang lain di antara kamu
dengan jalan yang batil” (Al Baqarah 2 : 188).
Nabi
SAW memperingatkan kita agar jangan terburu-buru dalam mendapatkan rezeki yang
telah digariskan, sehingga mencari jalan yang tidak dihalalkan baginya, Nabi
SAW bersabda:
إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِيَ -أَيْ:
أَوْحَى إِلَيَّ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ- أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ
حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا، وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا، فَأَجْمِلُوا فِي
الطَّلَبِ، وَلَا يَحْمِلَنَّ أَحَدَكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ
بِمَعْصِيَةٍ؛ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلَّا بِطَاعَتِهِ
“Sesungguhnya Ruh Kudus (Jibril) telah membisikkan pada hatiku, bahwa setiap jiwa tidak akan
mati sampai tiba ajalnya dan menghabiskan rezekinya, maka perindahlah dalam
mencari rezeki, dan jangan sampai tertundanya rezeki membuat seseorang
mencarinya dengan kemaksiatan, karena rezeki dari Allah tidak akan diperoleh
kecuali dengan ketaatan kepada-Nya” (Hilyatul Awliya’ 10/27).
Demikian
pula Rasulullah SAW telah menganjurkan kita untuk meninggalkan hal yang
diragukan kehalalannya, itu lebih baik bagi seseorang di dunia dan akhiratnya,
Beliau bersabda:
إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ
بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ
النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ،
وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ
“Sesungguhnya
yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat
perkara-perkara yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka
barang siapa yang menjaga dirinya dari syubhat, ia berlepas diri (demi
keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang terjerumus dalam
syubhat, ia pun terjerumus dalam perkara yang haram” (Muttafaq ‘Alaih).
Rasulullah
Saw telah mencontohkan bahwa beliau selalu berusaha untuk memakan dan minum
yang halal, beliau tidak pernah makan kecuali yang halal, Rasulullah SAW bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِي
فَأَجِدُ التَّمْرَةَ سَاقِطَةً عَلَى فِرَاشِي فَأَرْفَعُهَا لِآكُلَهَا، ثُمَّ
أَخْشَى أَنْ تَكُونَ صَدَقَةً فَأُلْقِيهَا
“Demi
Allah, ketika aku pulang ke keluargaku, aku menemukan kurma berserakan diatas
tempat tidurku, lalu aku ambil untuk aku makan, kemudian aku takut kalau kurma
itu bagian dari zakat, maka aku biarkan” (Muslim 1070).
Dari
Anas bin Malik RA : bahwa Rasulullah SAW berjalan melewati kurma yang jatuh di
jalan, lalu beliau bersabda: "Seandainya aku tidak takut bahwa kurma itu bagian
dari zakat, tentu aku memakannya” (Muslim 1071).
Hal
itu karena Nabi SAW tidak boleh memakan zakat.
Banyak
pula contoh yang diambil dari para sahabat, mereka meninggalkan sebagian yang
halal, karena takut terjatuh dalam yang haram, Ibnu Umar RA berkata :
“Sesungguhnya aku senang meletakkan antara diriku dan yang diharamkan tabir
dari yang halal”. Karena hal itu memiliki pengaruh baik dalam kehidupan dan
setelah mereka meninggal.
Ya
Allah, limpahkan pada kami rezeki yang halal dan baik, berkahilah rezeki yang
Engkau berikan pada kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,
mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati
orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan
atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah
Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ بُكْرَةً وَعَشِيًّا، يُدْخِلُ
الْجَنَّةَ مِنْ عِبَادِهِ مَنْ كَانَ تَقِيًّا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Kaum
muslimin yang berbahagia...
Sesungguhnya
pada pencarian dan pendapatan yang halal, memiliki pengaruh dan manfaat yang
besar, dan ini menjadi salah satu penyebab dikabulkannya doa serta diterimanya
amalan shaleh, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ
طَيِّبٍ، وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ، فَإِنَّ اللَّهَ
يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهَا، كَمَا يُرَبِّي
أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ -أَيْ مُهْرَهُ الصَّغِيرَ- حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ
“Barang
siapa bersedekah senilai sebutir kurma dari usaha yang halal, dan Allah tidak
menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah akan menerima sedekahnya
dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti
seorang diantara kalian membesarkan kuda kecilnya, hingga sedekah tersebut
menjadi besar seperti gunung” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Al Bukhari).
Barang
siapa menjaga mata pencahariannya dari yang halal, maka akan berpengaruh pada
diri, anak dan hartanya, dan Allah akan memberkahi keturunannya.
Dan
diantara pengaruh dari memakan makanan yang halal wahai hamba Allah adalah
bahwa Allah akan memberikan kemudahan padanya di hari kiamat, karena ia akan
ditanyai mengenai hartanya :
مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيمَ أَنْفَقَهُ
“Dari
mana didapat dan kemana dinafkahkan” (At Tirmidzi 2416). Ia akan memiliki
alasan dan ia dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ r
فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِذَا
صَلَّيْتُ الْمَكْتُوبَةَ، وَحَرَّمْتُ الْحَرَامَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلَالَ،
أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ r: «نَعَمْ
“Ada
seorang yang datang pada Nabi Saw dan bertanya : Wahai Rasulullah, apakah
pendapatmu bila aku menunaikan shalat wajib dan mengharamkan yang haram dan
menghalalkan yang halal, apakah aku akan masuk surga ? Nabi Saw menjawab : Ya”
(Muslim 15).
Oleh
karena itu, marilah tanamkan pentingnya mencari yang halal dalam hati putra
putri kita, sehingga kehidupan mereka terjaga, bahagia di dunia dan kenikmatan
bagi mereka kelak di dalam surga.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَاتَمِ
النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، كَمَا أَمَرَ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَقَالَ فِي
كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ).
اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ
الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ نَرْجُو، وَإِيَّاكَ
نَدْعُو، فَأَدِمْ عَلَيْنَا فَضْلَكَ، وَأَسْبِغْ عَلَيْنَا نِعَمَكَ،
وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِنَا، وَضَاعِفْ حَسَنَاتِنَا، وَتَجَاوَزْ عَنْ
سَيِّئَاتِنَا، وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ
خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ
نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ
الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ
بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
الْأَمَانَ وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا
تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً، وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا
السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ
كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ،
وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ؛ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ
وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ
عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r،
وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ
الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا
أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ،
وَانْشُرِ الِاسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ،
وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا
مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ
بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ
الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.