Monday, October 8, 2018

Khotbah Jum'at: NABI YA'QUN AS


at, 25 Muharram 1440 H/05 Oktober 2018 M
Nabi Ya’qub AS

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ مُعَلِّمِينَ، وَجَعَلَهُمْ هُدَاةً لِلْمُقْتَدِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ)().
Kaum muslimin : Allah memilih para nabi dan para rasul, memberikan keutamaan dan mereka dijadikan sebagai pemimpin pembawa petunjuk bagi seluruh hamba, Allah berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا
“Dan Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami” (Al Anbiya’ 21 : 73). Agar manusia berteladan pada mereka dan mengambil petunjuk dari sirah mereka, Allah berfirman :
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ
“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka” (Al An’am 6 : 90). Diantara para nabi pilihan itu adalah nabi Ya’qub AS, beliau dibesarkan dalam rumah ilmu dan kebijaksanaan, beliau mendapatkan ilmu kenabian, beliau adalah nabi dan anak dari seorang nabi, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rohman AS. Allah memuji mereka dalam firman-Nya :
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُوْلِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ* إِنَّا أَخْلَصْنَاهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ* وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ
“Dan ingatlah hamba-hamba Kami; Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik” (Shad 38 : 45-47). Disebutkan dalam surah Yusuf, bahwa Nabi Ya’qub AS merupakan nabi yang mendapatkan pujian Allah, karena ilmu yang telah dianugerahkan kepadanya :
وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ
“Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya” (Yusuf 12 : 68). Mari kita belajar dan mengambil dari limpahan ilmunya, kebijaksanaannya serta nilai-nilai keimanan dan pendidikan, yang telah diberikan pada anak-anaknya.
Hamba Allah : Ya’qub AS menjalani hidupnya dalam ketaatan pada Tuhannya, berdakwah dan mendidik anak-anaknya, sehigga tidak ada nasehat kecuali telah disampaikan (At Tahrir wat Tanwir 13/24), beliau menanamkan nilai-nilai keimanan pada jiwa mereka, dan menegaskan hubungan mereka dengan Tuhan mereka, disebutkan dalam Al Quran :
يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai anak-anakku ! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Al Baqarah 2 : 132). Ya’qub AS ingin ketaatan pada Allah berlanjut pada generasi setelahnya, beliau berkata pada mereka :
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Apa yang kamu sembah sepeninggalku ? Mereka menjawab : Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu), Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (Al Baqarah 2 : 133). Sebagaimana beliau juga menegaskan ketawakkalan pada Allah dalam hati anak-anaknya, beliau berkata :
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Keputusan menetapkan (sesuaut) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri” (Yusuf 12 : 67). Maksudnya : saya yakin kepada-Nya bahwa Dia akan melindungi kalian (Tafsir At Thabari 13/238), maka barang siapa bertawakkal, niscaya Allah akan mencukupi semua gundahnya, Allah berfirman :
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (At Thalaq 65 : 3). Sebagaimana Nabi Ya’qub AS menanamkan kepercayaan pada Allah pada anak-anaknya dan memiliki harapan dan cita-cita, beliau menasehati anaknya :
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلاَّ القَوْمُ الكَافِرُونَ
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari Allah, melainkan kaum yang kafir” (Yusuf 12 : 87). Beliau memerintahkan anak-anaknya agar tidak memutuskan harapannya pada Allah, karena harapan itu dapat membuahkan kebaikan.
0Para orang tua yang bijak : nabi Ya’qub membangun jembatan kepercayaan antara dirinya dan anak-anaknya, ketika nabi Yusuf bermimpi, maka taka da yang lebih dekat pada dirinya selain dari ayahnya agar menyimak kisahnya :
يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
“Wahai Ayahku sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku” (Yusuf 12 : 4). Begitulah hendaknya hubungan antara anak dan ayahnya, yang berlandaskan saling percaya dan dialog yang membangun. Ketika Ya’qub mendengar kisah mimpi anaknya Yusuf AS, beliau takut, iri dan dengki menyebar pada saudara-suadara Yusuf, lalu syetan membangun permusuhan antara mereka, disebutkan :
يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Ayahnya berkata : Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpumu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Yusuf 12 : 5). Seorang ayah yang cerdas dan bijak, ia akan menasehati anak-anaknya dengan hal yang bermanfaat, yang dapat menyatukan hati mereka, yang dapat menanamkan rasa cinta sesama mereka dan yang dapat menjauhkan mereka dari perselisihan, dengannya pintu-pintu syetan tertutup, sehingga mereka menjadi keluarga yang rekat dan erat.
Kaum muslimin : Ya’qub AS menaruh perhatian penuh untuk keselamatan anak-anaknya dan menjauhkan mereka dari yang membahayakan, ketika mereka hendak berangkat dalam perjalanan, beliau berwasiat dan menasehati :
وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ
“Dan Ya’qub berkata : Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain” (Yusuf 12 : 67). Karena mereka berparas dan berpenampilan bagus (Tafsir At Thabari 13/236 dan Tafsir Al Qurthubi 9/226). Dan ditakutkan mereka terkena sihir (Tafsir Ar Razi 18/483). Inilah pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Ya’qub AS. Oleh karena itu hendaknya seorang ayah menjaga keselamatan anak-anak mereka, melindungi mereka dari kedengkian dan memohonkan kepada Allah agar mereka dilindungi oleh Allah dari sihir (ain), Rasulullah Saw bersabda :
اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Mintalah kalian perlindungan pada Allah, karena ain (sihir) itu benar adanya” (Ibnu Majah 3508)
Hamba Allah : Ya’qub AS mengajarkan kita bahwa dalam menangani dan menghadapi kesalahan anak membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan, dan ketika syetan membangun fitnah antara Yusuf AS dan saudara-saudaranya, Ya’qub AS menghadapinya dengan kesabaran terhadap anak-anaknya, bijak dalam berinteraksi dengan mereka, sabar dalam mendidik mereka, tidak berbuat kasar terhadap mereka, walaupun beliau tahu perbuatan buruk mereka, beliau menjelaskan kesahalan yang telah mereka lakukan, disebutkan dalam firman Allah :
بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
“Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan” (Yusuf 12 : 18). Nabi Ya’qub AS tetap sabar walaupun anaknya yang terakhir hilang darinya, beliau rela atas ketentuan dan keputusan Allah, keyakinannya tidak goyah terhadap Allah dan harapannya tidak pernah putus, beliau berkata pada anak-anaknya :
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Yusuf 12 : 83). Beliau menanamkan pada jiwa mereka nilai kesabaran dan ketabahan. Betapa indahnya bila kesabaran itu menjadi penolong saat dalam kesusahan, Rasulullah Saw bersabda :
وَمَنْ يَصْبِرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنَ الصَّبْرِ
“Barang siapa bersabar, maka Allah akan menjadikannya penyabar, dan tidak ada pemberian pada seseorang yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran” (Muslim 1053). Nabi Ya’qub AS sabar bertahun-tahun terhadap anak-anaknya, sehingga beliau berhasil menggapai tujuannya, kemudian Allah mendatangkan kebahagiaan dengan pertemuan antara mereka, begitulah kesabaran menjadi kunci keberhasilan.
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk mengikuti petunjuk para nabi, jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang bersih hati dan bertakwa dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، اللَّهُمَّ بِكَ آمَنَّا، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلنا، وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا، نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : kisah nabi Ya’qub AS mengajarkan kita bahwa : kesabaran dalam mendidik anak-anak dan berinteraksi baik dengan mereka akan membuahkan kebaikan, akhirnya nabi Ya’qub AS dapat berkumpul dengan semua anaknya, hati mereka menyatu dan mereka menyesal atas perbuatan mereka dan mengakui kesalahan mereka, disebutkan dalam firman Allah :
قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ
“Mereka berkata : wahai ayah kami, mohonkalha ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)” (Yusuf 12 : 97). Nabi Ya’qub AS berjanji :
سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Ya’qub berkata : Aku anak memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Yusuf 12 : 98). Tidak cukup sampai disitu, Nabi Ya’qub AS bahkan memaafkan dan lapang dada terhadap perlakuan mereka dan berjanji akan meminta ampunan pada Allah, sebagai pelajaran bagi orang tua agar mereka mengampuni dan memaafkan anak-anak mereka, mendoakan kebaikan kebaikan bagi mereka dan jangan pernah mendoakan buruk atas mereka. Rasulullah Saw bersabda :
لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ
“Janganlah kalian berdoa buruk atas diri kalian, janganlah berdoa buruk atas anak-anak kalian, janganlah berdoa buruk atas harta kalian, jangan sampai doa buruk kalian bertepatan dengan waktu Allah mengabulkan doa, karena Allah mengabulkan doa kalian” (Muslim 3014). Perhatikan manfaat diatas dan marilah mendidik akak-anak kita atas nilai-nilai utama, dan semoga Allah mengabulkan semua itu.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخْ زَايِدْ، وَالشَّيْخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6888” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6888

No comments:

Post a Comment