at,
25 Muharram 1440 H/05 Oktober 2018 M
Nabi
Ya’qub AS
Khutbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ
مُعَلِّمِينَ، وَجَعَلَهُمْ هُدَاةً لِلْمُقْتَدِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَلَقَدْ وَصَّيْنَا
الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا
اللَّهَ)().
Kaum
muslimin : Allah memilih para nabi dan para rasul, memberikan keutamaan dan
mereka dijadikan sebagai pemimpin pembawa petunjuk bagi seluruh hamba, Allah
berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا
“Dan
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi
petunjuk dengan perintah Kami” (Al Anbiya’ 21 : 73). Agar manusia berteladan
pada mereka dan mengambil petunjuk dari sirah mereka, Allah berfirman :
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ
اقْتَدِهْ
“Mereka
itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah
petunjuk mereka” (Al An’am 6 : 90). Diantara para nabi pilihan itu adalah nabi
Ya’qub AS, beliau dibesarkan dalam rumah ilmu dan kebijaksanaan, beliau
mendapatkan ilmu kenabian, beliau adalah nabi dan anak dari seorang nabi, yaitu
Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rohman AS. Allah memuji mereka dalam
firman-Nya :
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ
وَيَعْقُوبَ أُوْلِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ* إِنَّا أَخْلَصْنَاهُم
بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ* وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ
الْأَخْيَارِ
“Dan
ingatlah hamba-hamba Kami; Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai
perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami
telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang
tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan
sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan
yang paling baik” (Shad 38 : 45-47). Disebutkan dalam surah Yusuf, bahwa Nabi
Ya’qub AS merupakan nabi yang mendapatkan pujian Allah, karena ilmu yang telah
dianugerahkan kepadanya :
وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ
“Dan
sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya”
(Yusuf 12 : 68). Mari kita belajar dan mengambil dari limpahan ilmunya,
kebijaksanaannya serta nilai-nilai keimanan dan pendidikan, yang telah
diberikan pada anak-anaknya.
Hamba
Allah : Ya’qub AS menjalani hidupnya dalam ketaatan pada Tuhannya, berdakwah
dan mendidik anak-anaknya, sehigga tidak ada nasehat kecuali telah disampaikan
(At Tahrir wat Tanwir 13/24), beliau menanamkan nilai-nilai keimanan pada jiwa
mereka, dan menegaskan hubungan mereka dengan Tuhan mereka, disebutkan dalam Al
Quran :
يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ
الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai
anak-anakku ! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah
kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Al Baqarah 2 : 132). Ya’qub AS
ingin ketaatan pada Allah berlanjut pada generasi setelahnya, beliau berkata
pada mereka :
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ
إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا
وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Apa
yang kamu sembah sepeninggalku ? Mereka menjawab : Kami akan menyembah Tuhanmu
dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu), Tuhan Yang Maha
Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (Al Baqarah 2 : 133). Sebagaimana
beliau juga menegaskan ketawakkalan pada Allah dalam hati anak-anaknya, beliau
berkata :
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Keputusan
menetapkan (sesuaut) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan
hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri” (Yusuf 12
: 67). Maksudnya : saya yakin kepada-Nya bahwa Dia akan melindungi kalian
(Tafsir At Thabari 13/238), maka barang siapa bertawakkal, niscaya Allah akan
mencukupi semua gundahnya, Allah berfirman :
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan
barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya” (At Thalaq 65 : 3). Sebagaimana Nabi Ya’qub AS menanamkan
kepercayaan pada Allah pada anak-anaknya dan memiliki harapan dan cita-cita,
beliau menasehati anaknya :
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لاَ
يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلاَّ القَوْمُ الكَافِرُونَ
“Dan
jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa
dari Allah, melainkan kaum yang kafir” (Yusuf 12 : 87). Beliau memerintahkan
anak-anaknya agar tidak memutuskan harapannya pada Allah, karena harapan itu
dapat membuahkan kebaikan.
0Para
orang tua yang bijak : nabi Ya’qub membangun jembatan kepercayaan antara
dirinya dan anak-anaknya, ketika nabi Yusuf bermimpi, maka taka da yang lebih
dekat pada dirinya selain dari ayahnya agar menyimak kisahnya :
يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ
كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
“Wahai
Ayahku sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan;
kulihat semuanya sujud kepadaku” (Yusuf 12 : 4). Begitulah hendaknya hubungan
antara anak dan ayahnya, yang berlandaskan saling percaya dan dialog yang
membangun. Ketika Ya’qub mendengar kisah mimpi anaknya Yusuf AS, beliau takut,
iri dan dengki menyebar pada saudara-suadara Yusuf, lalu syetan membangun
permusuhan antara mereka, disebutkan :
يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى
إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ
مُبِينٌ
“Ayahnya
berkata : Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpumu itu kepada
saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu.
Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Yusuf 12 : 5).
Seorang ayah yang cerdas dan bijak, ia akan menasehati anak-anaknya dengan hal
yang bermanfaat, yang dapat menyatukan hati mereka, yang dapat menanamkan rasa
cinta sesama mereka dan yang dapat menjauhkan mereka dari perselisihan,
dengannya pintu-pintu syetan tertutup, sehingga mereka menjadi keluarga yang
rekat dan erat.
Kaum
muslimin : Ya’qub AS menaruh perhatian penuh untuk keselamatan anak-anaknya dan
menjauhkan mereka dari yang membahayakan, ketika mereka hendak berangkat dalam
perjalanan, beliau berwasiat dan menasehati :
وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ
وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ
“Dan
Ya’qub berkata : Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu
pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain” (Yusuf
12 : 67). Karena mereka berparas dan berpenampilan bagus (Tafsir At Thabari
13/236 dan Tafsir Al Qurthubi 9/226). Dan ditakutkan mereka terkena sihir
(Tafsir Ar Razi 18/483). Inilah pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki
oleh Ya’qub AS. Oleh karena itu hendaknya seorang ayah menjaga keselamatan
anak-anak mereka, melindungi mereka dari kedengkian dan memohonkan kepada Allah
agar mereka dilindungi oleh Allah dari sihir (ain), Rasulullah Saw bersabda :
اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Mintalah
kalian perlindungan pada Allah, karena ain (sihir) itu benar adanya” (Ibnu
Majah 3508)
Hamba
Allah : Ya’qub AS mengajarkan kita bahwa dalam menangani dan menghadapi
kesalahan anak membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan, dan ketika syetan membangun
fitnah antara Yusuf AS dan saudara-saudaranya, Ya’qub AS menghadapinya dengan
kesabaran terhadap anak-anaknya, bijak dalam berinteraksi dengan mereka, sabar
dalam mendidik mereka, tidak berbuat kasar terhadap mereka, walaupun beliau
tahu perbuatan buruk mereka, beliau menjelaskan kesahalan yang telah mereka
lakukan, disebutkan dalam firman Allah :
بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
“Sebenarnya
dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka
kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon
pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan” (Yusuf 12 : 18). Nabi Ya’qub
AS tetap sabar walaupun anaknya yang terakhir hilang darinya, beliau rela atas
ketentuan dan keputusan Allah, keyakinannya tidak goyah terhadap Allah dan
harapannya tidak pernah putus, beliau berkata pada anak-anaknya :
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي
بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
“Maka
kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan
mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana” (Yusuf 12 : 83). Beliau menanamkan pada jiwa mereka nilai kesabaran
dan ketabahan. Betapa indahnya bila kesabaran itu menjadi penolong saat dalam
kesusahan, Rasulullah Saw bersabda :
وَمَنْ يَصْبِرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا
أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنَ الصَّبْرِ
“Barang
siapa bersabar, maka Allah akan menjadikannya penyabar, dan tidak ada pemberian
pada seseorang yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran” (Muslim 1053).
Nabi Ya’qub AS sabar bertahun-tahun terhadap anak-anaknya, sehingga beliau
berhasil menggapai tujuannya, kemudian Allah mendatangkan kebahagiaan dengan
pertemuan antara mereka, begitulah kesabaran menjadi kunci keberhasilan.
Ya
Allah, berilah kami kekuatan untuk mengikuti petunjuk para nabi, jadikanlah
kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang bersih hati dan bertakwa dan
berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada
kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah
Kedua
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ
السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ
فِيهِنَّ، اللَّهُمَّ بِكَ آمَنَّا، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلنا، وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا،
نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : kisah nabi Ya’qub AS mengajarkan kita bahwa : kesabaran dalam
mendidik anak-anak dan berinteraksi baik dengan mereka akan membuahkan
kebaikan, akhirnya nabi Ya’qub AS dapat berkumpul dengan semua anaknya, hati
mereka menyatu dan mereka menyesal atas perbuatan mereka dan mengakui kesalahan
mereka, disebutkan dalam firman Allah :
قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا
ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ
“Mereka
berkata : wahai ayah kami, mohonkalha ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami,
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)” (Yusuf 12 : 97).
Nabi Ya’qub AS berjanji :
سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Ya’qub
berkata : Aku anak memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku, sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Yusuf 12 : 98). Tidak cukup sampai
disitu, Nabi Ya’qub AS bahkan memaafkan dan lapang dada terhadap perlakuan
mereka dan berjanji akan meminta ampunan pada Allah, sebagai pelajaran bagi
orang tua agar mereka mengampuni dan memaafkan anak-anak mereka, mendoakan
kebaikan kebaikan bagi mereka dan jangan pernah mendoakan buruk atas mereka.
Rasulullah Saw bersabda :
لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا
عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ
اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ
“Janganlah
kalian berdoa buruk atas diri kalian, janganlah berdoa buruk atas anak-anak
kalian, janganlah berdoa buruk atas harta kalian, jangan sampai doa buruk
kalian bertepatan dengan waktu Allah mengabulkan doa, karena Allah mengabulkan
doa kalian” (Muslim 3014). Perhatikan manfaat diatas dan marilah mendidik
akak-anak kita atas nilai-nilai utama, dan semoga Allah mengabulkan semua itu.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ
الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ،
الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ
وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ
لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخْ زَايِدْ، وَالشَّيْخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ
انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ
عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ
اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا
وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ
رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ،
وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ
بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا
إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا
قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ،
وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ،
فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا
وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً
وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ
الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ
الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ
انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ
الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ
وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ
وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ
الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا
مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ
بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ. اذْكُرُوا
اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ
الصَّلَاةَ.
HYPERLINK
“https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6888”
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6888
No comments:
Post a Comment