Monday, October 1, 2018

Khotbah Jum'at: KEUTAMAAN BERAMAL SEMBUNYI-SEMBUNYI


Khutbah Jumat, 18 Muharram 1440 H/28 September 2018 M
Keutamaan beramal sembunyi-sembunyi

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَّامِ الْغُيُوبِ، الْمُطَّلِعِ عَلَى خَفَايَا الْقُلُوبِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ)().
Kaum muslimin : Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (Fathir 35 : 38). Dia Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan oleh manusia baik sembunyi- sembunyi atau pun terang-terangan (Tafsir Ibnu Katsir 6/90). Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit” (Ali Imran 3 : 5). Allah memerintahkan kita agar mengerjakan amal shaleh, bersegera mengerjakan kebaikan baik sembunyi- sembunyi atau pun terang-terangan , karena perbuatan baik yang tidak dilihat oleh orang lain termasuk amalan yang sembunyi-sembunyi, seakan-akan orang yang melakukan kebaikan menyembunyikannya dibalik punggungnya agar tidak terlihat oleh orang lain. Amalan yang dilakukan sembunyi-sembunyi sangat dicintai oleh Allah dan lebih besar pahalanya, Allah berfirman :
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Baqarah 2 : 271). Ayat ini merupakan dalil bahwa menyembunyikan amalan shaleh (sunnah) lebih utama daripada menampakkannya (Tafsir Al Qurthubi 3/332 dan Tafsir At Thabari 5/15). Kecuali bila ditampakkan amalan tersebut dapat menjadi teladan bagi sesama, karena amalan yang disembunyikan lebih ikhlas dan biasanya pelakunya tidak mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih dari makhluk, oleh karena itu para nabi AS lebih suka sebagian amalannya dilakukan sembunyi-sembunyi, Allah berfirman :
فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ
“Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar)” (Ad Dzariyat 51 : 26). Maksudnya ia membawanya dengan segera dan ia kembali ke keluarganya diam-diam. Dari Aisyah RA berkata :
فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ ( لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ، فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ، وَهُوَ يَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“Aku kehilangan Rasulullah Saw dari tempat tidur, lalu aku merabanya dan tanganku menyentuh kedua telapak kakinya dalam keadaan tegak dan beliau sedang di masjid, beliau berdoa : Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji dari-Mu sendiri” (Muslim 486)
Agama kita menganjurkan agar kita memperbanyak amalan shaleh yang tidak dilihat oleh orang lain, Az Zubair bin Al Awwam RA berkata : Barang siapa diantara kalian yang mampu menyembunyikan amalan baiknya, maka lakukanlah (Az Zuhd karangan Abu Daud, hal : 122). Maksudnya hendaknya amalan shaleh disembunyikan dari pandangan orang lain.
Lalu amalan-amalan apa saja yang dianjurkan oleh agama dilakukan secara sembunyi ?
Kaum mukminin : diantara amalan yang dianjurkan oleh Allah dilakukan sembunyi-sembunyi adalah sedekah dan menafkahkan harta dalam kebaikan, pemberi sedekah yang sembunyi-sembunyi lebih dekat pada Allah dan akan mendapatkan perlindungan dibawah lindungan Arsy-Nya pada hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، مِنْهُمْ: رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
“Tujuh golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari tidak ada perlidungan selain perlindungan-Nya, diantaranya : seseorang yang bersedekah, lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (Muttafaq ‘Alaih). Orang-orang shaleh selalu berusaha untuk berinfak tanpa sepengetahuan siapapun, disebutkan bahwa seorang pemuda selalu datang menjumpai Abdullah bin Al Mubarak dan memenuhi kebutuhannya, mendengarkan hadits darinya, suatu hari Abdullah datang dan ia tidak mendapati pemuda tersebut, lalu ia menanyakan keberadaannya, disebutkan bahwa ia dipenjara disebabkan hutang sepuluh ribu. Lalu Ibnu Al Mubarak berangkat pada pemilik hutang dan membayarnya, ia memintanya agar tidak memberitahukan siapapun semasa hidupnya, pemuda itu terbebaskan, tapi ia tidak tahu siapa yang melunasi hutangnya, kecuali setelah wafatnya Abdullah bin Al Mubarak (Siyar A’lamin Nubala’ 8/378)
Hamba Allah : sesungguhnya cinta yang tulus karena Allah merupakan salah satu penyebab cinta Allah padanya, Rasulullah Saw bersabda :
مَا مِنْ رَجُلَيْنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا كَانَ أَحَبُّهُمَا إِلَى اللَّهِ أَشَدَّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ
“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah tanpa sepengetahuannya, kecuali yang lebih dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaannya kepada sahabatnya” (Al Mu’jam Al Awsath 5279). Barang siapa mencintai seseorang, maka ia akan menasehatinya dan ia akan menunaikan hak-haknya, Rasulullah Saw bersabda :
لِلْمُؤْمِنِ عَلَى المُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ -وَذَكَرَ مِنْهَا- وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ
“Bagi seorang mukmin terhadap mukmin lainnya ada enam perkara, -disebutkan antaranya- dan menasehatinya saat ia tidak ada dihadapannya dan saat ia ada” (At Tirmidzi 1938 dan An Nasa’i 2737). Maksudnya ia menjaga haknya dengan ucapan baik dan menjauhkan dari perkataan buruknya (Syarah Al Mashabih 5/155), ia akan membelanya saat tidak ada dihapadannya, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ ذَبَّ -أَيْ دَافَعَ- عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ
“Barang siapa membela kehormatan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka Allah berhak membebaskannya dari api neraka” (Al Mu’jam Al Kabir karangan At Thabrani 443, Musnad Ibnu Rahawaih 2309). Barang siapa memiliki perangai seperti tersebut diatas, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah dan pujian dari sesamanya, Ibnu Abbas RA berkata :
ثَلَاثَةٌ لَا أَقْدِرُ عَلَى مُكَافَأَتِهِمْ وَلَوْ حَرَصْتُ -وَذَكَرَ مِنْهُمْ- وَرَجُلٌ حَفِظَنِي بِظَهْرِ الْغَيْبِ
“Tiga orang yang aku tidak mampu membalasnya walaupun sekuat tenaga –disebutkan diantaranya- seseorang yang menjaga kehormatanku tanpa sepengetahuanku” (Al Bidayah wan Nihayah karangan Ibnu Katsir 8/335).
Kaum mukminin : sesungguhnya doa seseorang untuk sesamanya tanpa sepengetahuannya, maka keduanya akan mendapatkan manfaat dari doa tersebut, Rasulullah Saw bersabda :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ المَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang dikabulkan, diatas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kalia ia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat tersebut berkata : Amin dan semoga engkau mendapatkan yang sama” (Muttafaq ‘Alaih). Karena doa tanpa sepengetahuan orang yang didoakan lebih ikhlas dan lebih dekat pengabulannya (Syarah Abu Daud, karangan Al Aini 5/446). Itulah tuntunan Nabi Saw, pernah Beliau berdoa untuk Abdullah bin Abbas tanpa sepengetahuannya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 16/37). Disebutkan dalam doanya :
اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ
“Ya Allah, berilah kepahaman dalam agama dan ajarkan ilmu ta’wil” (Sunan Al Baihaqi 16685). Para sahabat mengikuti ajaran Nabi Saw, Abu Ad Darda’ RA, setiap selesai shalat malam ia berdoa untuk sesamanya tanpa sepengetahuan mereka, dalam doanya, ia memohon : Ya Allah, ampunilah Fulan dan Fulan. Ia ditanya : andaikata doa ini untuk dirimu sendiri. Ia menjawab : sesungguhnya seorang muslim, bila ia berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat akan mengaminkan doanya, maka aku senang bila malaikat mengaminkan (Muktashar Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan, wa kitabul witr, karangan Al Marwazi, hal 338)
Dari Abu Ad Darda’ RA : boleh jadi orang yang tidur diampuni dan orang yang shalat malam mendapatkan ucapan terima kasih. Ia ditanya : bagaimana bisa ? Ia berkata : seseorang shalat malam, lalu ia mengingat saudaranya –yang sedang tidur- dan memintakan ampun untuknya, lalu ia diampuni oleh sebab doanya, dan ia mendapatkan ucapan terima kasih karena ia telah bangun malam mendoakannya (Muktashar Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan, wa kitabul witr, karangan Al Marwazi, hal 338)
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang beribadah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan kepada-Mu, berilah kami kebaikan dan kelebihannya di akhirat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : Sesungguhnya Allah memerintahkan para malaikat-Nya untuk mendoakan orang-orang mukmin secara sembunyi-sembunyi, Allah berfirman :
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan keapda orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala” (Ghafir 40 : 7). Dan Allah menjadikan malaikat yang bertugas mengaminkan doa orang muslim yang mendoakan muslim lainnya tanpa sepengetahuannya (Tafsir Ibnu Katsir 7/130). Maka bersungguh-sungguhlah wahai manusia dalam mendoakan kedua orang tua kalian tanpa sepengetahuan mereka, dan berdoalah untuk kebaikan keluarga, negara, presiden kalian, dan berbuatlah amal shaleh.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6886” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6886

No comments:

Post a Comment