Monday, October 8, 2018

Khotbah Jum'at: NABI YA'QUN AS


at, 25 Muharram 1440 H/05 Oktober 2018 M
Nabi Ya’qub AS

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ مُعَلِّمِينَ، وَجَعَلَهُمْ هُدَاةً لِلْمُقْتَدِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ)().
Kaum muslimin : Allah memilih para nabi dan para rasul, memberikan keutamaan dan mereka dijadikan sebagai pemimpin pembawa petunjuk bagi seluruh hamba, Allah berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا
“Dan Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami” (Al Anbiya’ 21 : 73). Agar manusia berteladan pada mereka dan mengambil petunjuk dari sirah mereka, Allah berfirman :
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ
“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka” (Al An’am 6 : 90). Diantara para nabi pilihan itu adalah nabi Ya’qub AS, beliau dibesarkan dalam rumah ilmu dan kebijaksanaan, beliau mendapatkan ilmu kenabian, beliau adalah nabi dan anak dari seorang nabi, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rohman AS. Allah memuji mereka dalam firman-Nya :
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُوْلِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ* إِنَّا أَخْلَصْنَاهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ* وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ
“Dan ingatlah hamba-hamba Kami; Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik” (Shad 38 : 45-47). Disebutkan dalam surah Yusuf, bahwa Nabi Ya’qub AS merupakan nabi yang mendapatkan pujian Allah, karena ilmu yang telah dianugerahkan kepadanya :
وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ
“Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya” (Yusuf 12 : 68). Mari kita belajar dan mengambil dari limpahan ilmunya, kebijaksanaannya serta nilai-nilai keimanan dan pendidikan, yang telah diberikan pada anak-anaknya.
Hamba Allah : Ya’qub AS menjalani hidupnya dalam ketaatan pada Tuhannya, berdakwah dan mendidik anak-anaknya, sehigga tidak ada nasehat kecuali telah disampaikan (At Tahrir wat Tanwir 13/24), beliau menanamkan nilai-nilai keimanan pada jiwa mereka, dan menegaskan hubungan mereka dengan Tuhan mereka, disebutkan dalam Al Quran :
يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai anak-anakku ! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Al Baqarah 2 : 132). Ya’qub AS ingin ketaatan pada Allah berlanjut pada generasi setelahnya, beliau berkata pada mereka :
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Apa yang kamu sembah sepeninggalku ? Mereka menjawab : Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu), Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (Al Baqarah 2 : 133). Sebagaimana beliau juga menegaskan ketawakkalan pada Allah dalam hati anak-anaknya, beliau berkata :
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Keputusan menetapkan (sesuaut) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri” (Yusuf 12 : 67). Maksudnya : saya yakin kepada-Nya bahwa Dia akan melindungi kalian (Tafsir At Thabari 13/238), maka barang siapa bertawakkal, niscaya Allah akan mencukupi semua gundahnya, Allah berfirman :
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (At Thalaq 65 : 3). Sebagaimana Nabi Ya’qub AS menanamkan kepercayaan pada Allah pada anak-anaknya dan memiliki harapan dan cita-cita, beliau menasehati anaknya :
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلاَّ القَوْمُ الكَافِرُونَ
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari Allah, melainkan kaum yang kafir” (Yusuf 12 : 87). Beliau memerintahkan anak-anaknya agar tidak memutuskan harapannya pada Allah, karena harapan itu dapat membuahkan kebaikan.
0Para orang tua yang bijak : nabi Ya’qub membangun jembatan kepercayaan antara dirinya dan anak-anaknya, ketika nabi Yusuf bermimpi, maka taka da yang lebih dekat pada dirinya selain dari ayahnya agar menyimak kisahnya :
يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
“Wahai Ayahku sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku” (Yusuf 12 : 4). Begitulah hendaknya hubungan antara anak dan ayahnya, yang berlandaskan saling percaya dan dialog yang membangun. Ketika Ya’qub mendengar kisah mimpi anaknya Yusuf AS, beliau takut, iri dan dengki menyebar pada saudara-suadara Yusuf, lalu syetan membangun permusuhan antara mereka, disebutkan :
يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Ayahnya berkata : Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpumu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Yusuf 12 : 5). Seorang ayah yang cerdas dan bijak, ia akan menasehati anak-anaknya dengan hal yang bermanfaat, yang dapat menyatukan hati mereka, yang dapat menanamkan rasa cinta sesama mereka dan yang dapat menjauhkan mereka dari perselisihan, dengannya pintu-pintu syetan tertutup, sehingga mereka menjadi keluarga yang rekat dan erat.
Kaum muslimin : Ya’qub AS menaruh perhatian penuh untuk keselamatan anak-anaknya dan menjauhkan mereka dari yang membahayakan, ketika mereka hendak berangkat dalam perjalanan, beliau berwasiat dan menasehati :
وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ
“Dan Ya’qub berkata : Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain” (Yusuf 12 : 67). Karena mereka berparas dan berpenampilan bagus (Tafsir At Thabari 13/236 dan Tafsir Al Qurthubi 9/226). Dan ditakutkan mereka terkena sihir (Tafsir Ar Razi 18/483). Inilah pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Ya’qub AS. Oleh karena itu hendaknya seorang ayah menjaga keselamatan anak-anak mereka, melindungi mereka dari kedengkian dan memohonkan kepada Allah agar mereka dilindungi oleh Allah dari sihir (ain), Rasulullah Saw bersabda :
اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Mintalah kalian perlindungan pada Allah, karena ain (sihir) itu benar adanya” (Ibnu Majah 3508)
Hamba Allah : Ya’qub AS mengajarkan kita bahwa dalam menangani dan menghadapi kesalahan anak membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan, dan ketika syetan membangun fitnah antara Yusuf AS dan saudara-saudaranya, Ya’qub AS menghadapinya dengan kesabaran terhadap anak-anaknya, bijak dalam berinteraksi dengan mereka, sabar dalam mendidik mereka, tidak berbuat kasar terhadap mereka, walaupun beliau tahu perbuatan buruk mereka, beliau menjelaskan kesahalan yang telah mereka lakukan, disebutkan dalam firman Allah :
بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
“Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan” (Yusuf 12 : 18). Nabi Ya’qub AS tetap sabar walaupun anaknya yang terakhir hilang darinya, beliau rela atas ketentuan dan keputusan Allah, keyakinannya tidak goyah terhadap Allah dan harapannya tidak pernah putus, beliau berkata pada anak-anaknya :
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Yusuf 12 : 83). Beliau menanamkan pada jiwa mereka nilai kesabaran dan ketabahan. Betapa indahnya bila kesabaran itu menjadi penolong saat dalam kesusahan, Rasulullah Saw bersabda :
وَمَنْ يَصْبِرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنَ الصَّبْرِ
“Barang siapa bersabar, maka Allah akan menjadikannya penyabar, dan tidak ada pemberian pada seseorang yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran” (Muslim 1053). Nabi Ya’qub AS sabar bertahun-tahun terhadap anak-anaknya, sehingga beliau berhasil menggapai tujuannya, kemudian Allah mendatangkan kebahagiaan dengan pertemuan antara mereka, begitulah kesabaran menjadi kunci keberhasilan.
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk mengikuti petunjuk para nabi, jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang bersih hati dan bertakwa dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، اللَّهُمَّ بِكَ آمَنَّا، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلنا، وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا، نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : kisah nabi Ya’qub AS mengajarkan kita bahwa : kesabaran dalam mendidik anak-anak dan berinteraksi baik dengan mereka akan membuahkan kebaikan, akhirnya nabi Ya’qub AS dapat berkumpul dengan semua anaknya, hati mereka menyatu dan mereka menyesal atas perbuatan mereka dan mengakui kesalahan mereka, disebutkan dalam firman Allah :
قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ
“Mereka berkata : wahai ayah kami, mohonkalha ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)” (Yusuf 12 : 97). Nabi Ya’qub AS berjanji :
سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Ya’qub berkata : Aku anak memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Yusuf 12 : 98). Tidak cukup sampai disitu, Nabi Ya’qub AS bahkan memaafkan dan lapang dada terhadap perlakuan mereka dan berjanji akan meminta ampunan pada Allah, sebagai pelajaran bagi orang tua agar mereka mengampuni dan memaafkan anak-anak mereka, mendoakan kebaikan kebaikan bagi mereka dan jangan pernah mendoakan buruk atas mereka. Rasulullah Saw bersabda :
لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ
“Janganlah kalian berdoa buruk atas diri kalian, janganlah berdoa buruk atas anak-anak kalian, janganlah berdoa buruk atas harta kalian, jangan sampai doa buruk kalian bertepatan dengan waktu Allah mengabulkan doa, karena Allah mengabulkan doa kalian” (Muslim 3014). Perhatikan manfaat diatas dan marilah mendidik akak-anak kita atas nilai-nilai utama, dan semoga Allah mengabulkan semua itu.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخْ زَايِدْ، وَالشَّيْخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6888” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6888

Monday, October 1, 2018

Khotbah Jum'at: BAGI MEREKA BALASAN YANG DILIPATGANDAKAN


Khutbah Jumat, 20 Dzul Hijjah 1439 H/31 Agustus 2018 M

Bagi mereka balasan yang dilipatgandakan

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَزِيزِ الْكَرِيمِ، ذِي الْإِحْسَانِ الْعَمِيمِ، يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَجْرَهُ، وَيَزِيدُ لَهُ ثَوَابَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، صَاحِبُ الْفَضْلِ جَلَّ جَلَالُهُ، وَتَقَدَّسَ كَمَالُهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى:( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ)([1]).
Para jamaah shalat : Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” (An Nisa’ 4 : 40).Maksudnya : sesungguhnya Allah tidak mengurangi kebaikan seorang mukmin, melainkan melipatgandakan baginya pahala perbuatannya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 17/149-150). Satu kebaikan akan dilipatgandakan sehingga pahalanya menjadi banyak (Tafsir Al Qurthubi 5/195). Nabi Saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Tuhannya :
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً
“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan keburukan, kemudian Dia menjelaskannya, maka barang siapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi ia tidak melakukanya, Allah mencatat sebagai satu kebaikan yang sempurna, jika ia berniat berbuat kebaikan lalu ia melakukannya, Allah mencatat baginya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih banyak lagi. Dan barang siapa berniat melakukan keburukan dan ia tidak melakukannya, Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya, jika ia berniat melakukan keburukan, lalu ia melakukannya, Allah mencatat baginya satu keburukan” (Muttafaq ‘Alaih)
Allah menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat amal shaleh dan memperbanyak kebaikan, dan Dia berjanji akan menambah pahala dan melipatgandakannya, disebutkan dalam firman-Nya :
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” (Al An’am 6 : 160).Maksudnya : baginya sepuluh kali lipat semisal amalan baik yang ditunaikannya (Tafsir At Thabari 10/36). Allah berfirman :
وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha mensyukuri” (As Syura 42 : 23). Khabar gembira bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan mengerjakan ketaatan, bagi mereka surga, pelipatan pahala dan kehormatan di akhirat (Tafsir At Thabari 20/494). Dia Maha Pengampun dan Maha mensyukuri, Dia mengampuni keburukan yang banyak, dan memperbanyak pahala kebaikan yang sedikit, Dia menutupi dan mengampuni, Dia melipat gandakan balasan dan mensyukuri (Tafsir Ibnu Katsir 7/204). Dia memberi pahala atas satu kebaikan dengan berlipat ganda, dijelaskan dalam firman-Nya :
وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah 2 : 261).Karunia Allah sangat luas, Dia memberi hamba-hamba yang Dia kehendaki pahala yang besar, dan menganugerahkan padanya keutamaan :
ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar” (Al Jumuah 62 : 4)
Kaum muslimin : Amalan-amalan apakah yang memiliki pahala yang dilipat gandakan ? Sesungguhnya beriman kepada Allah dan amal shaleh memiliki pahala yang agung, maka barang siapa beriman kepada Tuhannya dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan ketaatan, maka ia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, Allah berfirman :
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)” (Saba’ 34 : 37). Maksudnya : satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali bagi mereka, hingga tujuh ratus kali lipat, dan mereka akan menempati rumah-rumah yang tinggi di surga, mereka aman dari segala ketakutan dan bencana, dan mereka dihindarkan dari segala keburukan (Tafsir Ibnu Katsir 6/522).
Dan bertakwa kepada Allah memiliki dua pahala, karena orang yang bertakwa ia pasti meyakini bahwa Allah mengawasinya, kemudian ia akan menjauhkan dirinya dari kemaksiatan, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhannya dan mengamalkan tuntunan nabi-nya, dan ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat, Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al Hadid 57 : 28). Maksudnya : kalian akan diberikan pahala dua kali lipat (At Thabari 23/208)
Hamba Allah : diantara amalan yang akan dilipat gandakan pahalanya adalah membaca Al Quran, bagimu setiap huruf satu kebaikan, dan Allah melipat gandakan bagimu hingga sepuluh kali lipat, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kebaikan semisalnya, aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (At Tirmidzi 2910).Orang yang kesulitan membaca Al Quran, baginya dua pahala, Rasulullah Saw bersabda :
الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ، لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang membaca Al Quran dengan terbata-bata didalamnya dan sulit atas bacaannya tersebut, baginya dua pahala” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim 789).Maksudnya : pahala membaca, pahala kesulitan dan kelelahannya (At Taisir syarah Jami’ As Shaghir 2/453)
Allah melipat gandakan pahala orang yang melakukan shalat lima waktu dan menunaikannya dengan baik, karena sesungguhnya Allah mewajibkan shalat ini dalam perjalan Mi’raj sebanyak lima puluh shalat, kemudian diturunkan menjadi lima waktu atas rahmat-Nya, tetapi pahalanya sepadan lima puluh waktu, sebagaimana tersebut dalam hadits Isra’, Rasululah Saw bersabda :
فَنُودِيَ إِنِّي قَدْ أَمْضَيْتُ فَرِيضَتِي، وَخَفَّفْتُ عَنْ عِبَادِي، وَأَجْزِي الْحَسَنَةَ عَشْرًا
“Maka didengar seruan, sesungguhnya Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, meringankan pada hamba-hamba-Ku, dan Aku akan membalas setiap kebaikan sepuluh kali lipat” (Bukhari 3207). Oleh karena itu, tunaikanlah shalat tersebut tepat waktu wahai hamba Allah, terutama shalat Ashar, barang siapa menjaganya, Allah mencatat baginya dua pahala, dari Abi Bashrah Al Ghiffari RA berkata :
إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا، فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ
“Sesungguhnya shalat ini (shalat Ashar) pernah diwajibkan pada orang sebelum kalian, tetapi mereka menyia-nyiakannya, karena itu barang siapa menjaga shalat ini, ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat” (Muslim 830)
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk mengerjakan sebaik-baiknya amalan dan berilah kami sebaik-baiknya balasan,berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al AminShallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَامُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : Allah berfirman :
إِنَّ المُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak” (Al Hadid 57 : 18).Sedekah merupakan amalan yang dilipat gandakan pahalanya di sisi Allah, dan pelakunya mendapatkan balasan di dunia, Allah berfirman :
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak” (Al Hadid 57 : 11).Pada surah Al Baqarah dijelaskan :
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak” (Al Baqarah 2 : 245).Bersedekah kepada kerabat yang membutuhkan, mendatangkan dua pahala, Nabi Saw bersabda :
الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَالصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ، وَصِلَةٌ
“Sedekah kepada orang miskin berpahala satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat akan mendapatkan dua pahala : pahala sedekah dan pahala silaturrahim” (At Tirmidzi 658, An Nasa’i 2582, Ibnu Majah 1844 dan Ahmad 17884) Suami termasuk orang terdekat yang pantas mendapatkan uluran tangan kebaikan, karena seorang isteri yang rajin beribadah kepada Tuhannya, bersungguh-sungguh merawat rumah tangganya dan membantu suaminya, baginya dua pahala, dari Zainab isteri Abdullah bin Mas’ud berkata :
خَرَجَ عَلَيْنَا بِلَالٌ فَقُلْنَا لَهُ: ائْتِ رَسُولَ اللَّهِr فَأَخْبِرْهُ أَنَّ امْرَأَتَيْنِ بِالْبَابِ تَسْأَلَانِكَ: أَتُجْزِئُ الصَّدَقَةُ عَنْهُمَا، عَلَى أَزْوَاجِهِمَا، وَعَلَى أَيْتَامٍ فِي حُجُورِهِمَا؟ فَسَأَلَهُ… فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ r :« لَهُمَا أَجْرَانِ: أَجْرُ الْقَرَابَةِ، وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ
“Bilal keluar menjumpai kami, kami berkata padanya : datanglah pada Rasulullah Saw, dan sampaikan padanya bahwa ada dua wanita di pintu hendak bertanya : apakah cukup sedekah kami berdua untuk suami kami masing-masing dan atas anak-anak yatim yang berada dalam pengawasan kami ?Maka ia bertanya kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw bersabda : bagi keduanya dua pahala : pahala kekerabatan dan pahala sedekah” (Muttafaq ‘Alaih). Hal ini akan membuahkan cinta dan kasih sayang pada kedua pasangan suami isteri, keeratan keluarga, kebahagaian dan ketentraman masyarakat.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صَالِحَاتِ أَعْمَالِنَا، وَضَاعِفْ حَسَنَاتِنَا، وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا فَإِنَّكَ سُبْحَانَكَ الْقَائِلُ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ،وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةًوَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَاالسَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ،وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِأَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Khotbah Jum'at: KEUTAMAAN BERAMAL SEMBUNYI-SEMBUNYI


Khutbah Jumat, 18 Muharram 1440 H/28 September 2018 M
Keutamaan beramal sembunyi-sembunyi

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَّامِ الْغُيُوبِ، الْمُطَّلِعِ عَلَى خَفَايَا الْقُلُوبِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ)().
Kaum muslimin : Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (Fathir 35 : 38). Dia Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan oleh manusia baik sembunyi- sembunyi atau pun terang-terangan (Tafsir Ibnu Katsir 6/90). Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit” (Ali Imran 3 : 5). Allah memerintahkan kita agar mengerjakan amal shaleh, bersegera mengerjakan kebaikan baik sembunyi- sembunyi atau pun terang-terangan , karena perbuatan baik yang tidak dilihat oleh orang lain termasuk amalan yang sembunyi-sembunyi, seakan-akan orang yang melakukan kebaikan menyembunyikannya dibalik punggungnya agar tidak terlihat oleh orang lain. Amalan yang dilakukan sembunyi-sembunyi sangat dicintai oleh Allah dan lebih besar pahalanya, Allah berfirman :
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Baqarah 2 : 271). Ayat ini merupakan dalil bahwa menyembunyikan amalan shaleh (sunnah) lebih utama daripada menampakkannya (Tafsir Al Qurthubi 3/332 dan Tafsir At Thabari 5/15). Kecuali bila ditampakkan amalan tersebut dapat menjadi teladan bagi sesama, karena amalan yang disembunyikan lebih ikhlas dan biasanya pelakunya tidak mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih dari makhluk, oleh karena itu para nabi AS lebih suka sebagian amalannya dilakukan sembunyi-sembunyi, Allah berfirman :
فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ
“Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar)” (Ad Dzariyat 51 : 26). Maksudnya ia membawanya dengan segera dan ia kembali ke keluarganya diam-diam. Dari Aisyah RA berkata :
فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ ( لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ، فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ، وَهُوَ يَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“Aku kehilangan Rasulullah Saw dari tempat tidur, lalu aku merabanya dan tanganku menyentuh kedua telapak kakinya dalam keadaan tegak dan beliau sedang di masjid, beliau berdoa : Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji dari-Mu sendiri” (Muslim 486)
Agama kita menganjurkan agar kita memperbanyak amalan shaleh yang tidak dilihat oleh orang lain, Az Zubair bin Al Awwam RA berkata : Barang siapa diantara kalian yang mampu menyembunyikan amalan baiknya, maka lakukanlah (Az Zuhd karangan Abu Daud, hal : 122). Maksudnya hendaknya amalan shaleh disembunyikan dari pandangan orang lain.
Lalu amalan-amalan apa saja yang dianjurkan oleh agama dilakukan secara sembunyi ?
Kaum mukminin : diantara amalan yang dianjurkan oleh Allah dilakukan sembunyi-sembunyi adalah sedekah dan menafkahkan harta dalam kebaikan, pemberi sedekah yang sembunyi-sembunyi lebih dekat pada Allah dan akan mendapatkan perlindungan dibawah lindungan Arsy-Nya pada hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، مِنْهُمْ: رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
“Tujuh golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari tidak ada perlidungan selain perlindungan-Nya, diantaranya : seseorang yang bersedekah, lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (Muttafaq ‘Alaih). Orang-orang shaleh selalu berusaha untuk berinfak tanpa sepengetahuan siapapun, disebutkan bahwa seorang pemuda selalu datang menjumpai Abdullah bin Al Mubarak dan memenuhi kebutuhannya, mendengarkan hadits darinya, suatu hari Abdullah datang dan ia tidak mendapati pemuda tersebut, lalu ia menanyakan keberadaannya, disebutkan bahwa ia dipenjara disebabkan hutang sepuluh ribu. Lalu Ibnu Al Mubarak berangkat pada pemilik hutang dan membayarnya, ia memintanya agar tidak memberitahukan siapapun semasa hidupnya, pemuda itu terbebaskan, tapi ia tidak tahu siapa yang melunasi hutangnya, kecuali setelah wafatnya Abdullah bin Al Mubarak (Siyar A’lamin Nubala’ 8/378)
Hamba Allah : sesungguhnya cinta yang tulus karena Allah merupakan salah satu penyebab cinta Allah padanya, Rasulullah Saw bersabda :
مَا مِنْ رَجُلَيْنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا كَانَ أَحَبُّهُمَا إِلَى اللَّهِ أَشَدَّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ
“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah tanpa sepengetahuannya, kecuali yang lebih dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaannya kepada sahabatnya” (Al Mu’jam Al Awsath 5279). Barang siapa mencintai seseorang, maka ia akan menasehatinya dan ia akan menunaikan hak-haknya, Rasulullah Saw bersabda :
لِلْمُؤْمِنِ عَلَى المُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ -وَذَكَرَ مِنْهَا- وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ
“Bagi seorang mukmin terhadap mukmin lainnya ada enam perkara, -disebutkan antaranya- dan menasehatinya saat ia tidak ada dihadapannya dan saat ia ada” (At Tirmidzi 1938 dan An Nasa’i 2737). Maksudnya ia menjaga haknya dengan ucapan baik dan menjauhkan dari perkataan buruknya (Syarah Al Mashabih 5/155), ia akan membelanya saat tidak ada dihapadannya, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ ذَبَّ -أَيْ دَافَعَ- عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ
“Barang siapa membela kehormatan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka Allah berhak membebaskannya dari api neraka” (Al Mu’jam Al Kabir karangan At Thabrani 443, Musnad Ibnu Rahawaih 2309). Barang siapa memiliki perangai seperti tersebut diatas, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah dan pujian dari sesamanya, Ibnu Abbas RA berkata :
ثَلَاثَةٌ لَا أَقْدِرُ عَلَى مُكَافَأَتِهِمْ وَلَوْ حَرَصْتُ -وَذَكَرَ مِنْهُمْ- وَرَجُلٌ حَفِظَنِي بِظَهْرِ الْغَيْبِ
“Tiga orang yang aku tidak mampu membalasnya walaupun sekuat tenaga –disebutkan diantaranya- seseorang yang menjaga kehormatanku tanpa sepengetahuanku” (Al Bidayah wan Nihayah karangan Ibnu Katsir 8/335).
Kaum mukminin : sesungguhnya doa seseorang untuk sesamanya tanpa sepengetahuannya, maka keduanya akan mendapatkan manfaat dari doa tersebut, Rasulullah Saw bersabda :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ المَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang dikabulkan, diatas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kalia ia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat tersebut berkata : Amin dan semoga engkau mendapatkan yang sama” (Muttafaq ‘Alaih). Karena doa tanpa sepengetahuan orang yang didoakan lebih ikhlas dan lebih dekat pengabulannya (Syarah Abu Daud, karangan Al Aini 5/446). Itulah tuntunan Nabi Saw, pernah Beliau berdoa untuk Abdullah bin Abbas tanpa sepengetahuannya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 16/37). Disebutkan dalam doanya :
اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ
“Ya Allah, berilah kepahaman dalam agama dan ajarkan ilmu ta’wil” (Sunan Al Baihaqi 16685). Para sahabat mengikuti ajaran Nabi Saw, Abu Ad Darda’ RA, setiap selesai shalat malam ia berdoa untuk sesamanya tanpa sepengetahuan mereka, dalam doanya, ia memohon : Ya Allah, ampunilah Fulan dan Fulan. Ia ditanya : andaikata doa ini untuk dirimu sendiri. Ia menjawab : sesungguhnya seorang muslim, bila ia berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat akan mengaminkan doanya, maka aku senang bila malaikat mengaminkan (Muktashar Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan, wa kitabul witr, karangan Al Marwazi, hal 338)
Dari Abu Ad Darda’ RA : boleh jadi orang yang tidur diampuni dan orang yang shalat malam mendapatkan ucapan terima kasih. Ia ditanya : bagaimana bisa ? Ia berkata : seseorang shalat malam, lalu ia mengingat saudaranya –yang sedang tidur- dan memintakan ampun untuknya, lalu ia diampuni oleh sebab doanya, dan ia mendapatkan ucapan terima kasih karena ia telah bangun malam mendoakannya (Muktashar Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan, wa kitabul witr, karangan Al Marwazi, hal 338)
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang beribadah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan kepada-Mu, berilah kami kebaikan dan kelebihannya di akhirat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : Sesungguhnya Allah memerintahkan para malaikat-Nya untuk mendoakan orang-orang mukmin secara sembunyi-sembunyi, Allah berfirman :
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan keapda orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala” (Ghafir 40 : 7). Dan Allah menjadikan malaikat yang bertugas mengaminkan doa orang muslim yang mendoakan muslim lainnya tanpa sepengetahuannya (Tafsir Ibnu Katsir 7/130). Maka bersungguh-sungguhlah wahai manusia dalam mendoakan kedua orang tua kalian tanpa sepengetahuan mereka, dan berdoalah untuk kebaikan keluarga, negara, presiden kalian, dan berbuatlah amal shaleh.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6886” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6886