Monday, October 1, 2018

Khotbah Jum'at: KEUTAMAAN BERAMAL SEMBUNYI-SEMBUNYI


Khutbah Jumat, 18 Muharram 1440 H/28 September 2018 M
Keutamaan beramal sembunyi-sembunyi

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَّامِ الْغُيُوبِ، الْمُطَّلِعِ عَلَى خَفَايَا الْقُلُوبِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ)().
Kaum muslimin : Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (Fathir 35 : 38). Dia Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan oleh manusia baik sembunyi- sembunyi atau pun terang-terangan (Tafsir Ibnu Katsir 6/90). Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit” (Ali Imran 3 : 5). Allah memerintahkan kita agar mengerjakan amal shaleh, bersegera mengerjakan kebaikan baik sembunyi- sembunyi atau pun terang-terangan , karena perbuatan baik yang tidak dilihat oleh orang lain termasuk amalan yang sembunyi-sembunyi, seakan-akan orang yang melakukan kebaikan menyembunyikannya dibalik punggungnya agar tidak terlihat oleh orang lain. Amalan yang dilakukan sembunyi-sembunyi sangat dicintai oleh Allah dan lebih besar pahalanya, Allah berfirman :
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Baqarah 2 : 271). Ayat ini merupakan dalil bahwa menyembunyikan amalan shaleh (sunnah) lebih utama daripada menampakkannya (Tafsir Al Qurthubi 3/332 dan Tafsir At Thabari 5/15). Kecuali bila ditampakkan amalan tersebut dapat menjadi teladan bagi sesama, karena amalan yang disembunyikan lebih ikhlas dan biasanya pelakunya tidak mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih dari makhluk, oleh karena itu para nabi AS lebih suka sebagian amalannya dilakukan sembunyi-sembunyi, Allah berfirman :
فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ
“Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar)” (Ad Dzariyat 51 : 26). Maksudnya ia membawanya dengan segera dan ia kembali ke keluarganya diam-diam. Dari Aisyah RA berkata :
فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ ( لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ، فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ، وَهُوَ يَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“Aku kehilangan Rasulullah Saw dari tempat tidur, lalu aku merabanya dan tanganku menyentuh kedua telapak kakinya dalam keadaan tegak dan beliau sedang di masjid, beliau berdoa : Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji dari-Mu sendiri” (Muslim 486)
Agama kita menganjurkan agar kita memperbanyak amalan shaleh yang tidak dilihat oleh orang lain, Az Zubair bin Al Awwam RA berkata : Barang siapa diantara kalian yang mampu menyembunyikan amalan baiknya, maka lakukanlah (Az Zuhd karangan Abu Daud, hal : 122). Maksudnya hendaknya amalan shaleh disembunyikan dari pandangan orang lain.
Lalu amalan-amalan apa saja yang dianjurkan oleh agama dilakukan secara sembunyi ?
Kaum mukminin : diantara amalan yang dianjurkan oleh Allah dilakukan sembunyi-sembunyi adalah sedekah dan menafkahkan harta dalam kebaikan, pemberi sedekah yang sembunyi-sembunyi lebih dekat pada Allah dan akan mendapatkan perlindungan dibawah lindungan Arsy-Nya pada hari kiamat, Rasulullah Saw bersabda :
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، مِنْهُمْ: رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
“Tujuh golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari tidak ada perlidungan selain perlindungan-Nya, diantaranya : seseorang yang bersedekah, lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (Muttafaq ‘Alaih). Orang-orang shaleh selalu berusaha untuk berinfak tanpa sepengetahuan siapapun, disebutkan bahwa seorang pemuda selalu datang menjumpai Abdullah bin Al Mubarak dan memenuhi kebutuhannya, mendengarkan hadits darinya, suatu hari Abdullah datang dan ia tidak mendapati pemuda tersebut, lalu ia menanyakan keberadaannya, disebutkan bahwa ia dipenjara disebabkan hutang sepuluh ribu. Lalu Ibnu Al Mubarak berangkat pada pemilik hutang dan membayarnya, ia memintanya agar tidak memberitahukan siapapun semasa hidupnya, pemuda itu terbebaskan, tapi ia tidak tahu siapa yang melunasi hutangnya, kecuali setelah wafatnya Abdullah bin Al Mubarak (Siyar A’lamin Nubala’ 8/378)
Hamba Allah : sesungguhnya cinta yang tulus karena Allah merupakan salah satu penyebab cinta Allah padanya, Rasulullah Saw bersabda :
مَا مِنْ رَجُلَيْنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا كَانَ أَحَبُّهُمَا إِلَى اللَّهِ أَشَدَّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ
“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah tanpa sepengetahuannya, kecuali yang lebih dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaannya kepada sahabatnya” (Al Mu’jam Al Awsath 5279). Barang siapa mencintai seseorang, maka ia akan menasehatinya dan ia akan menunaikan hak-haknya, Rasulullah Saw bersabda :
لِلْمُؤْمِنِ عَلَى المُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ -وَذَكَرَ مِنْهَا- وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ
“Bagi seorang mukmin terhadap mukmin lainnya ada enam perkara, -disebutkan antaranya- dan menasehatinya saat ia tidak ada dihadapannya dan saat ia ada” (At Tirmidzi 1938 dan An Nasa’i 2737). Maksudnya ia menjaga haknya dengan ucapan baik dan menjauhkan dari perkataan buruknya (Syarah Al Mashabih 5/155), ia akan membelanya saat tidak ada dihapadannya, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ ذَبَّ -أَيْ دَافَعَ- عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ
“Barang siapa membela kehormatan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka Allah berhak membebaskannya dari api neraka” (Al Mu’jam Al Kabir karangan At Thabrani 443, Musnad Ibnu Rahawaih 2309). Barang siapa memiliki perangai seperti tersebut diatas, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah dan pujian dari sesamanya, Ibnu Abbas RA berkata :
ثَلَاثَةٌ لَا أَقْدِرُ عَلَى مُكَافَأَتِهِمْ وَلَوْ حَرَصْتُ -وَذَكَرَ مِنْهُمْ- وَرَجُلٌ حَفِظَنِي بِظَهْرِ الْغَيْبِ
“Tiga orang yang aku tidak mampu membalasnya walaupun sekuat tenaga –disebutkan diantaranya- seseorang yang menjaga kehormatanku tanpa sepengetahuanku” (Al Bidayah wan Nihayah karangan Ibnu Katsir 8/335).
Kaum mukminin : sesungguhnya doa seseorang untuk sesamanya tanpa sepengetahuannya, maka keduanya akan mendapatkan manfaat dari doa tersebut, Rasulullah Saw bersabda :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ المَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang dikabulkan, diatas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kalia ia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat tersebut berkata : Amin dan semoga engkau mendapatkan yang sama” (Muttafaq ‘Alaih). Karena doa tanpa sepengetahuan orang yang didoakan lebih ikhlas dan lebih dekat pengabulannya (Syarah Abu Daud, karangan Al Aini 5/446). Itulah tuntunan Nabi Saw, pernah Beliau berdoa untuk Abdullah bin Abbas tanpa sepengetahuannya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 16/37). Disebutkan dalam doanya :
اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ
“Ya Allah, berilah kepahaman dalam agama dan ajarkan ilmu ta’wil” (Sunan Al Baihaqi 16685). Para sahabat mengikuti ajaran Nabi Saw, Abu Ad Darda’ RA, setiap selesai shalat malam ia berdoa untuk sesamanya tanpa sepengetahuan mereka, dalam doanya, ia memohon : Ya Allah, ampunilah Fulan dan Fulan. Ia ditanya : andaikata doa ini untuk dirimu sendiri. Ia menjawab : sesungguhnya seorang muslim, bila ia berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat akan mengaminkan doanya, maka aku senang bila malaikat mengaminkan (Muktashar Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan, wa kitabul witr, karangan Al Marwazi, hal 338)
Dari Abu Ad Darda’ RA : boleh jadi orang yang tidur diampuni dan orang yang shalat malam mendapatkan ucapan terima kasih. Ia ditanya : bagaimana bisa ? Ia berkata : seseorang shalat malam, lalu ia mengingat saudaranya –yang sedang tidur- dan memintakan ampun untuknya, lalu ia diampuni oleh sebab doanya, dan ia mendapatkan ucapan terima kasih karena ia telah bangun malam mendoakannya (Muktashar Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan, wa kitabul witr, karangan Al Marwazi, hal 338)
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang beribadah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan kepada-Mu, berilah kami kebaikan dan kelebihannya di akhirat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : Sesungguhnya Allah memerintahkan para malaikat-Nya untuk mendoakan orang-orang mukmin secara sembunyi-sembunyi, Allah berfirman :
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan keapda orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala” (Ghafir 40 : 7). Dan Allah menjadikan malaikat yang bertugas mengaminkan doa orang muslim yang mendoakan muslim lainnya tanpa sepengetahuannya (Tafsir Ibnu Katsir 7/130). Maka bersungguh-sungguhlah wahai manusia dalam mendoakan kedua orang tua kalian tanpa sepengetahuan mereka, dan berdoalah untuk kebaikan keluarga, negara, presiden kalian, dan berbuatlah amal shaleh.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6886” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6886

Friday, September 21, 2018

Khotbah Jum'at: BERLINDUNG KEPADA ALLAH


Khutbah Jumat, 11 Muharram 1440 H/21 September 2018 M

Berlindung kepada Allah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَوِيِّ الْعَزِيزِ، لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ)().
Para jamaah shalat: Allah berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Fusshilat 41 : 36). Pada ayat ini, Allah memerintahkan kita agar memohon perlindungan kepada-Nya dari godaan syetan, lalu apa yang dimaksud dengan memohon perlindungan dari syetan? Maksudnya bahwa aku berlindung kepada Allah dari syetan, agar tidak membahayakan dalam agamaku, atau menjauhkanku dari kebenaran yang seharusnya aku tunaikan. Didalam permohonan perlindungan terhadap pengharapan pada Allah agar menolak godaan syetan yang durhaka. Lalu kenapa kita harus memohon perlindungan kepada Allah dari syetan ? Karena syetan itu terkutuk, maksudnya; terjauhkan dan terusir. Ia musuh manusia, Allah berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

Sesungguhnya syetan itu dIalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu)” Fathir 35 : 6). Maksudnya bahwa syetan ingin menjauhkanmu dari jalan Tuhanmu, oleh karena itu jadikanlah ia sebagai musuh diri kalian, jauhkan ia dengan jalan mentaati Allah dan meminta perlindungan kepada-Nya (Tafsir At Thabari 9/623). Syetan sumber segala bencana dan fitnah, ia menjadi penyebab dikeluarkannya Adam AS dari surga, Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

Hai Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga” (Al A’raf 7 : 27). Iblis bersumpah untuk menyesatkan dan menggelincirkan kita, ia mengancam Adam dan keturunannya:

لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ المُسْتَقِيمَ* ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak ada mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)” (Al A’raf 7 : 16-17). Allah memerintahkan kita agar menjauh dari semua langkah-langkah syetan dan tipu dayanya, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (An Nur 24 : 21).

Hamba Allah: bagaimana kita berlindung kepada Allah dari syetan? Sesungguhnya berlindung kepada Allah dari syetan ada beberapa cara, yang paling utama adalah menguatkan keimanan, karena manusia akan selalu ada dalam lindungan Allah dan terlindungi dari syetan, ketika hatinya dipenuhi oleh keimanan, Allah berfirman:

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman” (Saba’ 34 : 20). Dengan rajin beribadah pada Allah, akan membuatmu terlindungi dari syetan, menjauhkanmu dari gangguannya, Allah berfirman:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga” (Al Isra’ 17 : 65). Banyak cara untuk mencegah godaan syetan, yaitu dengan menjauh dari penyebab kesedihan, kegundahan dan penyakit hati, Allah Swt berfirman:

إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal” (Al Mujadilah 58 : 10). Berlindung dari syetan dengan cara memperbanyak sedekah, Allah berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ

Syetan menjanjikan (manakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)” (Al Baqarah 2 : 268). Maksudnya: syetan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan bila bersedekah dan menunaikan zakat, ia (syetan) memerintakan kamu agar melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan kepada-Nya.

وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah 2 : 268). Maksudnya: Allah akan menggantikan dari sedekahmu, memberikan karunia dan memperluas rezekimu (Tafsir At Thabari 5/5). 

Mencari rezeki yang halal termasuk salah satu penyebab yang dapat melindungi seseorang dari godaan syetan, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Al Baqarah 2 : 168).

Kaum mukminin: sesungguhnya menyebarkan kasih sayang antar sesama, memperkuat perdamaian dalam masyarakat akan menghindarkan kita dari tipu daya syetan, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu” (Al Baqarah 2 : 208). Mari kita berpegang teguh pada nilai-nilai toleran dan perdamaian, sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan sebagai bentuk penolakan terhadap permusuhan dan kebencian, Allah berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ

Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu” (Al Maidah 5 : 91). Contoh harian berlindung dari godaan syetan adalah dengan cara menghindari perselisihan dalam rumah tangga, karena Iblis biasanya mengutus para tentaranya untuk memisahkan antara suami dan isterinya, hal ini digambarkan oleh sabda Rasulullah SAW:

يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، فَيُدْنِيهِ -إِبْلِيسُ- مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

Lalu datang pasukan iblis yang lain dan berkata: tidaklah aku tinggalkan ia, hingga aku berhasil memisahkan antara ia (suami) dan isterinya, lalu ia –Iblis- mendekat kepadanya dan berkata: kau memang baik” (Muslim 2813).

Menghindari kesalah-kesalahan kecil antara saudara dapat menghindarkan dari godaan syetan, sebagaimana dilakukan Yusuf AS ketika berkata pada suadara-saudaranya:

لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ اليَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dia (Yusuf) berkata: Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para Penyayang” (Yusuf 12 : 92). Mereka mengaitkan apa yang telah dilakukannya pada syetan, ia berkata pada mereka:

مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Setelah syetan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Yusuf 12 : 100).

Berlindung dari itu semua dengan jeli melihat tipu daya syetan, yaitu dengan membalas keburukan dengan kebaikan dalam kehidupan kita sehari-hari, Allah berfirman:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ* وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ* وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” (Al Mukminun 23 : 96-98). Hendaknya kita memilih kata dan ungkapan yang terbaik, Allah berfirman:

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syetan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Al isra’ 17 : 53).

Ya Allah, lindungilah kami dari godaan syetan, jauhkan kami dari tipu dayanya dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: sesungguhnya Allah SWT memerintahkan kita agar berlindung kepada-Nya dari godaan syetan, Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh” (Al Falaq 113 : 1). Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia” (An Nas 114 : 1). Memohon perlindungan dalam segala kondisi, saat hendak membaca Al Quran:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk” (An Nahl 16 : 98). Saat hendak memasuki masjid, ketika marah, maka ketika Rasulullah SAW melihat seseorang sedang marah dan wajahnya memerah, Beliau menasehati:

إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ ما يجدُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya niscaya lenyap emosi yang menimpanya : Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk” (Abu Daud 466). Dan bila Anda bermimpi buruk, maka mohonlah perlindungan pada Yang Maha Pengasih dari syetan yang terkutuk.

Dan dengan memohon perlindungan pada Allah, maka Allah akan melindungi anak-anak kita, sebagaimana telah dilakukan oleh isteri Imran ketika ia meminta perlindungan putrinya Maryam ibu Isa saat melahirkan, Allah berfirman:

وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syetan yang terkutuk” (Ali Imran 3 : 36). Dan Rasulullah SAW memohon perlindungan pada Allah untuk Al Hasan dan Al Husain, berikut doanya:

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap kejahatan syetan dan binatang yang berbisa, dan dari setiap pandangan yang hasud” (Abu Daud 4737, At Tirmidzi 2060, Ibnu Majah 3525 dan Ahmad 2112).

Marilah kita menjaga dan mengajarkannya pada putra putri kita. Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari syetan yang terkutuk, dari bisikan, tiupan dan hembusan sihirnya.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6884” 

Tuesday, August 21, 2018

Khotbah Jum'at: MANUSIA DAN TANGGUNGJAWABNYA


Khotbah Jumat, 14 Dzul Qaidah 1439 H/ 27 Juli 2018 M

Manusia dan Tanggung Jawabnya 

 Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّحْمَنِ، الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ، وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، بَعَثَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْبَشَرِيَّةِ، وَهِدَايَةً لِلْإِنْسَانِيَّةِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)().

Wahai manusia : Allâh telah menciptakan manusia dalam kesempurnaan bentuk, Allâh berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Dan Allâh telah memuliakannya, Allâh berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Allâh meniupkan ruh dan memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya, Allâh berfirman:

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ* فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Allâh memberinya nikmat yang melimpah, agar kehidupannya menjadi baik dan layak, Allâh berfirman :

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ* وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ* وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Allah membekalinya ilmu pengetahuan, Allâh berfirman:

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Allâh menjamin rezeki dan perlindungan baginya, Allâh berfirman :

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ* إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Agar manusia siap beribadah kepada Allâh dan menunaikan kewajibannya terhadap Penciptanya dan agar ia bertanggung jawab dalam kehidupan ini.

Hamba Allâh : sesungguhnya kewajiban manusia terhadap Penciptanya adalah mentaati dan beribadah yang baik kepada-Nya, Allâh berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Maksudnya : Aku tidak menciptakan mereka melainkan untuk beribadah kepada-Ku serta tunduk pada perintah-Ku. Manusia diciptakan untuk beribadah dengan menjaga kewajiban, memperbanyak ibadah nawafil, bersegera menunaikan kebajikan, serta berbuat baik pada semua, karena nilai manusia tampak pada kemanusiaannya yang meliputi kasih sayang dan berbagi kebakaran pada sesama, Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Manusia yang sangat dicintai oleh Allâh adalah yang paling bermanfaat bagi manusia

Dan diantara kewajiban manusia adalah berusaha untuk memperkuat hubungan kemanusiaan, mewujudkan saling mengasihi antar sesama, seperti perintah Allâh kepada kita untuk berbakti kepada kedua orang tua:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

Sebagai kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada kerabat kita, disebutkan dalam firman-Nya :

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

Kita diperintahkan untuk rendah hati pada sesama, agar tidak ada kesombongan seseorang atas lainnya, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ: أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepadaku : hendaknya kalian rendah hati, sehingga tidak ada satu orang yang membanggakan diri atas lainnya dan tidak kedzaliman seseorang atas lainnya

Kita semuanya sama dalam kemanusiaan, Allâh menciptakan kita dari satu jiwa, disebutkan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari satu diri” (An Nisa’ 4 : 1)

Rasulullah Saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ

Wahai manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhan kalian satu dan nenek moyang kalian satu

Allâh berwasiat agar kita saling mengenal dan saling mengasihi, dijelaskan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Dengan saling mengenal akan lahir saling menolong dan hubungan semakin dekat sehingga lahirlah saling mencintai, kemudian terwujudlah kemanfaatan dan kebaikan bagi sesama. Dengannya terbangun peradaban kemanusiaan yang sempurna, dimana setiap manusia dengan beragam warna kulit dan keyakinan ikut andil dalam membangunnya.

Wahai manusia: sesungguhnya tugas manusia dalam kehidupan ini adalah untuk memakmurkan bumi, membangun peradaban dan kesuksesan, Allâh berfirman :

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

Maksudnya : orang tua mereka Adam diciptakan darinya (tanah), dan mereka ditugaskan untuk memakmurkan bumi dan memanfaatkannya, menggunakan sumberdaya alamnya, Allâh telah menyiapkan semua yang dapat membantu kita untuk memakmurkan dan membangun peradaban, Allâh berfirman:

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allâh menutupnya malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkannya” (Ar Ra’d 13 : 3). Allâh memerintahkannya agar bekerja dan bersungguh-sungguh serta berusaha diatas penjurunya untuk mencari sebab kehidupan yang layak, Allâh berfirman :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dalam surah lain dijelaskan:

Maksudnya : bila Anda telah menyelesaikan salah satu dari urusan dunia, maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah. Bila Anda telah menyelesaikan satu tugas, maka ambillah tugas lain, agar waktumu terpakai dalam menunaikan tugas-tugas agung. Allah berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Nabi SAW menganjurkan kita agar terus bekerja dan produktif, disebutkan dalam sabdanya :

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Bila kiamat tiba dan di tangan kalian terdapat benih, apabila ia mampu menanam sebelum terjadi kiamat, maka hendaklah ia menanamnya

Karena sesungguhnya manusia itu hidup di lingkungan kerja dan pemakmuran bumi, hidup dalam kesungguhan, ia lelah bekerja untuk mewujudkan kebaikan untuk diri dan keluarganya, masyarakat dan negerinya dan untuk semua kemanusiaan, dan itu merupakan perintah agama, semua manusia ikut andil dalam kemajuan peradaban, terutama bagi seorang muslim, hendaknya ia menjadi teladan bagi lainnya.

Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang bermanfaat bagi kemanusiaan, saling berbagi kebaikan, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ

وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ

فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Wahai manusia : sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan diberikan bekal kemampuan melihat dirinya dan untuk menunaikan tugasnya, Allâh berfirman:

بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya” (Al Qiyamah 75 : 14).

Ia mampu bertanggung jawab dihadapan Tuhannya, atas ijtihad dan usaha yang telah dilakukannya, Allâh berfirman:

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا* اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu” (Al Isra’ 17 : 14-15)

Ia tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang lain, Allâh berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى* وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى* وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى* ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى

(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya akan diperlihatkan (kepadanya). kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang sempurna” (An Namj 53 : 38-41)

Manusia dianjurkan untuk menggunakan eksistensi di dunia dengan menggunakan waktunya untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama, Allah berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Al Ashr 103 : 1-3)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي ثَرَوَاتِهَا وَخَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.