Friday, July 13, 2018

Khotbah Jum'at: ALLAH YANG MAHA MELAPANGKAN REJEKI

Khutbah Jumat, 29 Syawwal 1439 H/13 Juli 2018 M
Allah Yang Maha Melapangkan Rejeki

Khutbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَسَطَ فَضْلَهُ لِلْعَالَمِينَ، وَوَسِعَ عَطَاؤُهُ النَّاسَ أَجْمَعِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ)).

Kaum muslimin: Sesungguhnya Al Basith merupakan salah satu Asmaul Husna, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْخَالِقُ الرَّازِقُ، الْقَابِضُ الْبَاسِطُ

Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, Maha Menggenggam dan Maha Meluaskan” (Abu Daud 3451, At Tirmidzi 1314 dan Ahmad 12927). Dia-lah yang meluaskan dengan kedermawanan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya dan menyebarkan anugerah-Nya pada mereka dengan Kemuliaan-Nya, perbendaharaan-Nya yang penuh tak pernah habis, Allâh berfirman:

وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ

Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi” (Al Munafiqun 63 : 7). 

Pemberian Allâh sangat melimpah dan tidak pernah habis, Allâh berfirman:

بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ

Tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki” (Al Maidah 5 : 64).  Di tangan-Nya terdapat segala sesuatu, Allâh berfirman:

لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rejeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (As Syura 42 : 12). Dia-lah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya dengan kebaikan, Allâh berfirman:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu)” (Ar Rum 30 : 37).  

Dia-lah Allah Yang membentangkan awan di langit, kemudian darinya diturunkan hujan untuk hamba-hamba-Nya, Dia yang menebarkan rahmat pada mereka sehingga mereka berbahagia dan bergembira (Tafsir Ibnu Katsir 6/322). Allâh berfirman:

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira ” (Ar Rum 30 : 48)
Allah telah menghamparkan bumi untuk semua makhluk-Nya, menundukkan untuk mereka dan mempermudah sebab-sebab rejeki mereka. Allah berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا* لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”(Nuh 71 : 19-20). Maksudnya bahwa Allâh menghamparkan bumi, agar mereka dapat tinggal dan berjalan di seluruh penjurunya serta mencari rezekinya (Tafsir Ibnu Katsir 8/234). Dan diantara rezeki yang dibentangkan oleh Allâh bagi hamba-hamba-Nya di muka bumi adalah dengan memberikan kesehatan dan kekuatan pada tubuh mereka, dan diajarkan hal yang bermanfaat bagi mereka. Sebagaimana Allâh menganugerahkan hamba-Nya Thalut keluasan ilmu dan kekuatan badan, Allâh berfirman:

وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ

“Dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa ” (Al Baqarah 2 : 247). Dan Allâh memberikan kekuatan pada kaum Ad, dijelaskan dalam firman-Nya:

وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan ” (Al A’raf 7 : 69).

Lalu bagaimana kita bisa menerima pemberian Allâh Yang Maha Membentangkan rezeki ? Sesungguhnya pemberian Allâh Yang Maha Luas rejeki-Nya bisa digapai dengan bertakwa kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَجَلِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ

Barang siapa suka untuk dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia bertakwa kepada Allah” (Shahih Ibnu Hibban 439).

Salah satu bentuk takwa kepada Allâh adalah dengan : kembali kepada-Nya, beristighfar dan bertaubat. Nabi SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ

Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat buruk di siang hari, dan Dia membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat buruk di malam hari” (Muslim 2759).

Dan diantara hal yang dapat mendatangkan pemberian dan kemuliaan Allâh yang luas adalah dengan berbuat baik kepada kedua orang tua dan berbakti kepada keduanya. Nabi SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمُرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ

Barang siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya” (Ahmad 13401).

Memberi, membuka tangan, memuliakan dan berinfak yang teragung adalah dengan menyambung hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barang siapa yang senang untuk diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaq ‘Alaih).

Kaum mukminin: Sesungguhnya hal dapat mewujudkan makna Asmaul Husna Al Basith dalam kehidupan kita adalah dengan membentangkan tangan kita untuk berbuat baik pada sesama dan berlaku dermawan pada mereka, maka barang siapa membuka tangannya untuk memberikan kebaikan, maka Allâh akan meluaskan rezeki padanya dan memberinya kemuliaan dan keutamaan, Rasulullah SAW bersabda bahwa:

يَبْسُطُ يَدَيْهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ: مَنْ يُقْرِضُ غَيْرَ عَدُومٍ وَلَا ظَلُومٍ

Allâh membentangkan tangan-Nya dan berfirman : barang siapa meminjamkan, maka tidak ada pengurangan dan kedzaliman (pahala)” (Muslim 758). Maksudnya bahwa barang siapa membuka tangannya untuk berinfak, maka ia akan mendapati Tuhan Yang Maha Kaya yang memberi ganti di dunia dan akhirat, dan tidak ada pengurangan pahala dan balasannya (Mirqatul Mashabih Syarah Misykatul Mashabih 3/925). Allâh berfirman:

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Saba’ 34 : 39).

Dan hal terpenting yang dapat kita wujudkan dengan Asma-Nya Al Basith adalah dengan membentangkan tangan kita untuk berdoa, karena Allâh tidak akan menolak orang yang berdoa, membentangkan tangannya berharap kepada-Nya, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَسْتَحْيِي أَنْ يَبْسُطَ إِلَيْهِ عَبْدُهُ يَدَيْهِ يَسْأَلُهُ بِهِمَا خَيْرًا فَيَرُدَّهُمَا خَائِبَتَيْنِ

"Sesungguhnya Allah malu, bila seorang hamba menengadahkan kedua tangannya memohon kebaikan, lalu Dia menolak keduanya” (Abu Daud 1488, At Tirmidzi 3556, Ibnu Majah 3865 dan Ahmad 24435).

Dan doa di sepertiga malam akhir lebih terkabulkan, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَفْتَحُ أَبْوَابَ السَّمَاءِ ثُلُثَ اللَّيْلِ الْبَاقِي، ثُمَّ يَهْبِطُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ يَبْسُطُ يَدَهُ، ثُمَّ يَقُولُ: أَلَا عَبْدٌ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ. حَتَّى يَسْطَعَ الْفَجْر

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membuka pintu-pintu langit pada sepertiga malam yang tersisa, kemudian Dia turun ke langit dunia, membentangkan tangan-Nya dan berfirman : adakah seorang hamba yang memohon kepada-Ku, niscaya aku memberinya, dan hal itu hingga terbit fajar” (Ahmad 4356).

Ya Allah, bentangkanlah kebaikan dan anugerah-Mu pada kami,berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : diantara doa Nabi SAW adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ، اللَّهُمَّ لَا قَابِضَ لِمَا بَسَطْتَ، وَلَا بَاسِطَ لِمَا قَبَضْتَ، وَلَا هَادِيَ لِمَا أَضْلَلْتَ، وَلَا مُضِلَّ لِمَنْ هَدَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُقَرِّبَ لِمَا بَاعَدْتَ، وَلَا مُبَاعِدَ لِمَا قَرَّبْتَ، اللَّهُمَّ ابْسُطْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ وَفَضْلِكَ وَرِزْقِكَ

Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, ya Allah tidak ada yang bisa mengenggam apa yang telah Engkau bentangkan dan tidak ada pula yang bisa membentangkan apa yang telah Engkau genggam. Tidak ada yang bisa memberi petunjuk terhadap siapa yang telah Engkau sesatkan, tak ada pula yang bisa menyesatkan siapa yang telah Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang bisa memberi terhadap apa yang telah Engkau tahan dan tidak ada pula yang bisa menahan terhadap apa yang telah Engkau beri. Tidak ada yang bisa mendekatkan terhadap apa yang telah Engkau jauhkan dan tidak ada pula yang bisa menjauhkan terhadap apa yang telah Engkau dekatkan. Ya Allah bentangkan pada kami dari barakah-Mu, rahmat–Mu, anugerah-Mu dan rizki-Mu” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrid 1/243). Maka hendaknya kita memperbanyak berdoa kepada Allâh dengan nama-Nya Al Basith, karena di tangan-Nya segala perbendaharaan langit dan bumi, Allâh menjelaskan:

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu ” (Al Hijr 15 : 21).

Carilah perantara yang dapat mempermudah terbentangnya kebaikan dan kemudahan bagi kita dari Allâh Yang Maha Membentangkan, yaitu dengan mengikuti apa yang diperintahkan, sehingga kehidupan, keluarga dan masyarakat kita menjadi berkah.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ.
اللَّهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى الْحَاكِمِ وَالْوَطَنِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَزِدْهَا نِعَمًا، وَعِلْمًا وَحَضَارَةً، وَتَسَامُحًا وَسَعَادَةً، وَجَمَالًا وَنَظَافَةً، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6862

Friday, July 6, 2018

Khotbah Jum'at: KASIH SAYANG ALLAH


Khutbah Jumat, 22 Syawwal 1439 H
Kasih Sayang Allah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَتْ رَحْمَتُهُ كُلَّ شَيْءٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ)().

Kaum muslimin : sesungguhnya diantara nama-nama dan sifat-sifat Allâh adalah dua nama Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allâh berfirman:

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". (Al Baqarah 2 : 163). Allâh telah mewajibkan pada dirinya sifat kasih, Allâh menjelaskan:

كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ

"Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang", (Al An’am 6: 54). Kasih-Nya mendahului amarah-Nya, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

Sesungguhnya Allah ketika menciptakan makhluk, Dia menetapkan disisi-Nya diatas Arsy-Nya : sesungguhnya kasih-Ku mendahului amarah-Ku” (Muttafaq ‘Alaih). Kemudian dibuka pintu-pintu tersebut untuk hamba-hamba-Nya lalu disebarkan untuk semua makhluk, Rasulullah Saw bersabda:

جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا، وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا، فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ يَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ، حَتَّى تَرْفَعَ الْفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا، خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ

"Allâh telah menciptakan seratus bagian rahmat. Maka Dia menahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian, sedangkan yang satu bagian Dia turunkan ke bumi. Maka dari yang satu bagian itulah mahluk saling berkasih sayang, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena khawatir mengenai (menginjak) anaknya” (Muttafaq ‘Alaih). 

Dialah Allâh Yang Maha Pengasih dan Penyayang dunia akhirat, Dia lebih sayang terhadap seorang hamba dibandingkan seorang ibu terhadap anaknya. Rasulullah Saw bersabda:

حِينَمَا رَأَى امْرَأَةً تُرْضِعُ وَلَدَهَا:« أَتَرَوْنَ هَذِهِ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ؟». فَقَالَ الصَّحَابَةُ: لَا. فَقَالَ ( :« لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Ketika Beliau melihatseorang wanita menyusui anaknya, Beliau bertanya : Apakah kamu mengira wanita ini akan melemparkan anaknya ke api ?’Sahabat menjawab : “Tidak. Beliau Saw bersabda, “Allâh lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada wanita ini kepada anaknya” (Muttafaq ‘Alaih)

Al Quran dipenuhi dengan kandungan kasih sayang dan kemanusiaan, salah satunya adalah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Yunus 10: 57).

Kasih sayang Allâh merupakan tujuan utama para malaikat serta doa pengharapan dari orang-orang yang bertaubat, disebutkan dalam doa mereka:

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala”(Ghafir 40: 7). 

Allâh melindungi dan menjaga kita dengan kasih sayang-Nya:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang” (Yusuf 12 : 64). Dengannya pula, Dia mengampuni dan memaafkan kesalahan dan keburukan kita, dimana ampunan disandingkan dengan kasih sayang, Allâh berfirman:

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (Al Mukminun 23 : 118).

Allah mengutus Nabi Saw merupakan salah satu bentuk kasih sayang-Nya, Allâh berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Al Anbiya’ 21: 107).  Beliau adalah rahmat yang diberikan, yang mengasihi yang kecil dan menyayangi yang besar, perhatian terhadap yang lemah, yang dekat dan yang jauh, muslim maupun non muslim, Beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً

Sesungguhnya aku diutus sebagai rahmat” (Muslim 2599).  Beliau menanamkan nilai-nilai kasih sayang pada jiwa para sahabatnya, dan inilah yang menjadi pondasi dalam interaksi dan hubungan mereka, sehingga mereka menyandang sifat:

رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

"tetapi berkasih sayang sesama mereka ” (Al Fath 48: 29).

Hamba Allâh : menerapkan sifat kasih sayang merupakan salah satu tanda keimanan seseorang, Allâh meletakkan sifat ini di hati hamba-hamba-Nya, seorang mukmin hendaknya mengasihi semua makhluk Allâh, mencintai mereka sebagaimana mencintai dirinya, berbagi kebaikan yang didapati dari kasih sayang Tuhannya, karena kasih sayang merupakan sumber kebaikan dan perdamaian dunia, Rasulullah Saw bersabda:

لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تَرَاحَمُوا». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا رَحِيمٌ. فَقَالَ ( :« إِنَّهُ لَيْسَ بِرَحْمَةِ أَحَدِكُمْ خَاصَّتَهَ، وَلَكِنْ رَحْمَةُ الْعَامَّةِ

Kalian tidak masuk surga sehingga saling berkasih sayang”. Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, masing-masing kami adalah penyayang”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya bukan kasih sayang seseorang dari kalian kepada temannya, tetapi kasih sayang kepada semuanya” (Al Baihaqi 5928). Dengan kasih sayang dan saling mengunjungi, kehidupan akan lebih baik, lebih membahagiakan, lebih menenteramkan hati dan jiwa, sehingga masyarakat pun menjadi seperti satu kesatuan.

Wahai orang-orang yang penyayang : ketahuilah bahwa kasih sayang memiliki kewajiban, dengannya ia akan mendapatkan kasih sayang Tuhannya, dimana Allâh menisbatkan nama-Nya pada hamba-hamba-Nya yang shaleh, disebutkan dalam firman Allâh:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ

"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu "(Al Furqan 25: 63). Hal itu, karena hati mereka dipenuhi oleh kasih sayang, kelembutan dan kebaikan pada semua makhluk. Kasih sayang Allâh lebih pantas diberikan pada seorang hamba yang shaleh, Allâh berfirman:

وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang shaleh". (Al Anbiya’ 21: 86). 

Kasih sayang Allâh lebih dekat pada hamba-Nya yang baik, Allâh berfirman:

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

"Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (Al A’raf 7: 56). Dan barang siapa menyimak Kalamullah dan mengamalkannya, maka ia akan mendapatkan limpahan kasih sayang-Nya, Allâh berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat". (Al A’raf 7: 204). Dan pada surah lainnya:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat", (Al An’am 6: 155).

Rahmat Allâh bisa didapatkan dengan kembali dan bertaubat, berpegang teguh dan bertawakkal kepada-Nya, Allâh berfirman:

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya". (An Nisa’ 4 : 175).  

Dan orang-orang yang rajin beristighfar lebih berhak mendapatkan kasih sayang Allâh, Allâh berfirman:

لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”. (An Naml 27: 46). 

Barang siapa memohon kasih sayang pada Tuhannya, ia akan mendapatkannya dan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, karena ia merupakan pemberian dari Dzat Yang Maha Penyayang, Allâh berfirman:

إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a (di dunia): ’Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik”(Al Mukminun 23: 109).

Ya Allah aku mohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan keteguhan ampunan-Mu,selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai kebaikan, beruntung memperoleh surga,berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : Allâh menjanjikan orang-orang yang berkasih sayang akan mendapatkan kasih sayang-Nya di dunia akhirat, Nabi Saw bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

"Orang-orang penyayang disayang oleh Allah yang Maha Rahman, sayangilah penduduk bumi maka kalian akan disayangi yang berada di langit" (Abu Daud 4941 dan At Tirmidzi 1925). Seorang mukmin mengasihi dirinya dan kedua orang tuanya, membahagiakan hati mereka dan memohon kasih sayang Allâh agar dilimpahkan pada mereka, Allâh berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Al Isra’ 17 : 24). 

Mengasihi keluarganya, baik terhadap mereka, mengasihi kerabatnya, memenuhi keperluan mereka dan bersedekah pada mereka, Rasulullah Saw bersabda:

أَهْلُ الْجَنّةِ ثَلاَثَةٌ – وَذَكَرَ مِنْهُمْ – وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَىَ

Penduduk surga ada tiga -diantaranya- orang yang di dalam hatinya terdapat rasa belas kasihan kepada sanak saudara” (Muslim 2865). Seorang guru mengasihi murid-muridnya, menasehati, mendidik, sabar dan lemah lembut terhadap mereka, oleh karena itu Allâh mendahulukan kasih sayang atas ilmu, disebutkan dalam firman-Nya:

آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. “(Al Kahf 18 : 65).

Seorang dokter mengasihi pasiennya, mengobati, meringankan beban mereka, menyuntikkan harapan pada mereka. Seorang pegawai mengasihi para kostumernya, memberikan kemudahan dalam urusan mereka, berkata baik terhadap mereka. Seorang pedagang mengasihi pelanggannya dan berlaku jujur dalam jual belinya, Rasulullah Saw bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى

Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli dan juga orang yang meminta haknya” (Bukhari 2076).

Seorang muslim mengasihi semua makhluk; burung atau hewan lainnya, sehingga perbuatannya mendatangkan ampunan dari Allâh, dari Abu Hurairah RA : bahwa Nabi Saw bersabda:

بَيْنَا رَجُلٌ بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا، فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ، فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي، فَنَزَلَ الْبِئْرَ، فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً، فَسَقَى الْكَلْبَ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ لَأَجْرًا؟ فَقَالَ:« فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Ketika seorang lelaki berjalan dalam sebuah perjalanan dia merasa sangat kehausan lalu dia mendapati sebuah sumur. Dia turun ke sumur itu lalu minum dan setelah itu keluar. Saat itu, tiba-tiba dia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya menjilat debu karena sangat haus. Lelaki itu berkata: “Anjing ini sangat kehausan sebagaimana yang telah aku rasakan.” Lalu dia turun lagi ke sumur, dia memenuhi salah satu sepatunya dengan air dan memberikan minum kepada anjing tersebut. Kemudian Allâh berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya. Para shahabat bertanya: “Wahai Rasûlullâh, apakah kita akan mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ternak ?” Rasûlullâh menjawab, “Ya, pada setiap yang bernyawa ada pahala.” (Muttafaq ‘Alaih).

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ.
اللَّهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى الْحَاكِمِ وَالْوَطَنِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَزِدْهَا نِعَمًا، وَعِلْمًا وَحَضَارَةً، وَتَسَامُحًا وَسَعَادَةً، وَجَمَالًا وَنَظَافَةً، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6860” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6860

Saturday, May 26, 2018

Khotbah Jum'at: ALMUJIB (YANG MAHA MENGABULKAN)


Khotbah Jumat, 25 Sya’ban 1439 H/11 Mei 2018 M

Nama Allah Al Mujib (Yang Maha Mengabulkan)

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي يُجِيبُ مَنْ دَعَاهُ، وَيُلَبِّي مَنْ نَادَاهُ، وَيُعْطِي مَنْ سَأَلَهُ، وَيُكْرِمُ مَنْ قَصَدَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ)([1]).

Kaum muslimin : Kita berada didepan pintu bulan mulia, yaitu bulan Ramadhan yang penuh berkah, dimana Allah mengabulkan doa orang-orang yang berpuasa, Rasulullah SAW:

ثَلاَثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ -وَذَكَرَ مِنْهُمْ- الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرُ

Tiga yang tidak ditolak doa mereka –disebutkan-, orang yang berpuasa hingga berbuka” (Ahmad 9743, At Tirmidzi 3598, Ibnu Majah 1752, Al Baihaqi 6185 dan Ibnu Hibban 3428). Maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, karena Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan, Allah berfirman:

إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)” (Hud 11 : 61).  Al Mujib merupakan salah satu dari 99 Asmaul Husna, artinya adalah Yang Memberi permintaan orang yang memohon (Al Asma’ Was Shifat, karangan Al Baihaqi 1/173). Dia Maha mendengar orang yang berdoa dan mengabulkannya, Maha Suci Allah yang mengabulkan permintaan dengan pemberian, doa dengan pengabulan dan menghilangkan keburukan, Allah SWT berfirman:

أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya” (An Naml 27 : 62)



Para Anbiya’ AS rajin memohon kepada Tuhan mereka, doa dan permohonan mereka dikabulkan, Allah berfirman:

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami; maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami)” (As Shaffat 37 : 75). Mengenai Nabi Ayyub AS, dijelaskan dalam firman-Nya:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ* فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ

Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Allah), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya” (Al Anbiya’ 21 : 83-84). Dan Nabi Yunus AS berdoa kepada Tuhannya dengan ucapan:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ* فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” (Al Anbiya’ 21 : 87-88).



Allah mengabulkan doa Zakaria AS:

إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ* فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Dan (Ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya : Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada Kami” (Al Anbiya’ 21 : 89-90). Maha Suci Allah Yang Maha mengabulkan doa, Yang Maha Mendengar suara mereka, Maha Mengetahui kondisi mereka dan mengabulkan doa mereka, Dia mengabulkan permohonan kaum mukminin, Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman : Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenakan bagimu” (Ghafir 40 : 60). Pengabulan doa adalah janji dari Allah, Rasulullah Saw bersabda:

أَمَرَكُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَل أَنْ تَدْعُوهُ وَوَعَدَكُمْ أَنْ يَسْتَجِيبَ لَكُمْ

Allah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan Dia berjanji akan mengabulkan doa kalian” (Abu Daud 1175 dan Ibnu Hibban 991). Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir diantara kalian, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan setiap manusia permohonannya, hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana satu jarum yang dimasukkan ke lautan” (Muslim 2577). Doa adalah kunci setiap kebaikan, Allah memerintahkan kita agar berdoa dan Dia berjanji akan mengabulkannya (Tasir Al Qurthubi 2/309)



Rasulullah Saw menganjurkan para sahabatnya RA untuk memperbanyak doa kepada Allah Yang Maha Pengabul, Beliau bersabda  menganjurkan mereka:

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ فِي الدُّعَاءِ

Orang yang paling lemah adalah orang yang malas berdoa” (Ad Du’a karangan At Thabrani 61). Beliau mengajarkan mereka untuk berdoa kepada Allah Yang Maha Mengabulkan doa dengan doa-doa yang meliputi semua kebaikan, dari Anas RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r عَادَ رَجُلًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدِ اشْتَدَّ مَرَضُهُ، فَقَالَ لَهُ r :« هَلْ كُنْتَ تَدْعُو اللَّهَ بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ؟» قَالَ: نَعَمْ، كُنْتُ أَقُولُ: اللهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا. فَقَالَ r :« سُبْحَانَ اللَّهِ لَا تُطِيقُهُ - أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ - أَفَلَا قُلْتَ: اللهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ». قَالَ أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فَدَعَا اللَّهَ لَهُ، فَشَفَاهُ

Sesungguhnya Rasulullah Saw menjenguk seorang dari kaum muslimin yang tertimpa sakit keras, Beliau bertanya kepadanya : Apakah engkau berdoa kepada Allah dengan suatu doa, atau engkau memohon sesuatu kepada-Nya ? Ia menjawab : benar, aku berdoa : Ya Allah, semua hukuman yang akan diterima olehku di akhirat, maka segerakanlah bagiku di dunia. Rasulullah Saw bersabda : “Maha Suci Allah, engkau tidak akan sanggup –atau tidak akan bisa-. Dan kenapa engkau tidak berdoa dengan : Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari adzab neraka”. Anas RA berkata :Kemudian Nabi Saw berdoa kepada Allah untuknya, lalu Allah memberinya kesembuhan” (Muslim 2688)

Rasululah Saw mengajarkan kita sebab-sebab dikabulkannya sebuah doa, diantaranya hendaknya orang yang berdoa,  berdoa dengan sepenuh hati, menghadapkan diri kepada Tuhannya dengan penuh ketenangan dan kekhusuan, mengulang-ngulang doa tiga kali. Abdullah bin Mas’ud RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ r إِذَا دَعَا دَعَا ثَلَاثًا، وَإِذَا سَأَلَ سَأَلَ ثَلَاثًا

Rasulullah Saw bila berdoa, berdoa tiga kali, dan bila Beliau memohon, memohon tiga kali” (Muslim 1172). Begitu juga amal shaleh merupakan salah satu sebab dikabulkannya sebuah doa, karena Allah Swt Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal shaleh, Allah berfirman:

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan” (Ali Imran 3 : 195). Tidak ada yang sia-sia perbuatan seseorang dihadapan-Nya, akan tetapi Dia akan membalas dan memberikan anugerah-Nya kepada mereka.

Doa seroang muslim akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, Rasulullah Saw menjelaskan:

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ

Akan dikabulkan doa masing-masing kalian, selama ia tidak tergesa-gesa, seperti berujar : Aku sudah berdoa, tapi belum dikabulkan” (Muttafaq ‘Alaih)

Rasulullah Saw menunjukkan kepada kita waktu-waktu dikabulkannya doa, diantaranya sepertiga malam akhir, Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا مَضَىَ شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ يَنْزِلُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَىَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ: هَلْ مِنْ سَائِلٍ يُعْطَىَ، هَلْ مِنْ دَاعٍ يُسْتَجَابُ لَهُ، هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ يُغْفَرُ لَهُ، حَتَّى يَطْلُعَ الصُّبْحُ

Apabila berlalu setengah malam, atau sepertiganya, Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia dan berfirman : adakah orang yang meminta, maka akan diberi, adakah orang yang berdoa maka akan dikabulkan dan adakah orang yang meminta ampunan maka akan diampuni. begitulah hingga subuh” (Muslim 758). Sungguh beruntung orang yang menggunakan waktu-waktu istijabah ini untuk bermunajat kepada Allah, Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَهِيَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ

Sesungguhnya di malam hari terdapat satu waktu, tidaklah seorang muslim memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Dia akan memberikannya, dan itu setiap malam” (Muslim 757)

Rasululah Saw mengajarkan kita bahwa Allah Yang Maha Mengabulkan lebih tahu dari pada hamba terhadap dirinya, Dia Maha Bijaksana dalam mengabulkan doanya, Dia Memilihkan yang lebih utama untuknya, Rasulullah Saw bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا». قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ . قَالَ r :« اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidak seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan hubungan, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga perkara : boleh jadi disegerakan pengabulan doanya, atau Dia akan menyimpan untuknya di akhirat, atau akan dihindarkan darinya keburukan yang sesuai dengannya”. Para sahabat berkata : kalau begitu kami akan memperbanyak . Rasulullah SAW: Allah lebih luas” (Ahmad 1113, At Tirmidzi 3573 dan Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak 1816)

Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan doa, kabulkan doa kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ .أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Kaum muslimin : apa yang dapat kita pelajari dari nama Allah Al Mujib ? Sesungguhnya nama Allah Al Mujib mengajarkan setiap muslim kedekatan dengan Tuhannya, Dia Maha Mendengar doa dan permohonan hamba-Nya, para sahabat RA bertanya kepada Rasulullah SAW:

فَقَدْ سَأَلَ الصَّحَابَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ رَسُولَ اللَّهِ r فَقَالُوا: أَقرِيبٌ رَبُّنَا فَنُنَاجِيهِ، أَمْ بَعِيدٌ فَنُنَادِيهِ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى:( وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami cukup berdoa bersuara lirih, ataukah Tuhan itu jauh, sehingga kami menyeru-Nya dengan suara keras ? Lalu Allah menurunkan ayat : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon kepada-Ku” (Tafsir At Thabari 14/287), (Tafsir Al Qurthubi 2/308) (Al Baqarah 2 : 186). Seorang muslim jangan memikirkan apakah doa dikabulkan atau tidak, tapi yang perlu dilakukan adalah kemauan untuk berdoa, karena Allah Maha dekat mendengarkan doanya dan mengabulkan permohonannya, maka barang siapa meyakini Asmaullah Al Mujib, maka hatinya akan tenang, dan akan menghadapkan doanya dengan keyakinan pasti dikabulkan, Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا سَأَلتُمُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَيُّهَا النَّاسُ فَاسْأَلُوهُ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ

Jika kalian memohon kepada Allah Azza wa Jalla –wahai manusia, maka mohonlah kepada-Nya dalam keadaan yakin dikabulkan” (At Tirmidzi 3479 dan Ahmad 6655)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.

اللهُمَّ إِنا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌونسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الأَوْفِيَاءَ، وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الأَنْبِيَاءِ، وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، فَقَدْ أَكْرَمَ شَعْبَهُ وَأَسْعَدَهُ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَدْعُوك يَا اللَّهُ يَا مُجِيبُ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الْمُبَارَكَةِ فِي ذِكْرَى مِئَوِيَّةِ الشَّيْخ زايد طَيَّبَ اللَّهُ ثَرَاهُ أَنْ تَرْحَمَ الشَّيْخْ زَايِد وَأن تَجْعَلَ مَا قَدَّمَ مِنْ خَيْرٍ وَعَطَاءٍ فِي مِيزَانِ حَسَنَاتِهِ، وَأَنْ تُدْخِلَهُ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ، وَأَنْ تَرْحَمَ الشَّيْخْ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

Latape2003.wordpress.com